
Angel terlihat gelisah, sudah 1001 cara dia lakukan untuk menghindari pertemuan dengan kolega ayah nya tapi kalah, dia harus mau mengikuti ayah nya pergi kehotel untuk makan Malam.
"Pah.. kan kata papah cowo nya udah punya cewe.. jadi ngapain kita kesana juga.."
"Yah cuman pacaran , yang udah nikah aja cerai ngeu... " saut pak Badri
"Kalo dia bawa pacar nya berarti dia nolak mentah mentah unge pah.. "
"Dia nya aja belom liat kamu nge.. kalo udah liat dia masih setia ma pacar nya.. tinggal deketin lebih agresif.. " kata pak Badri pada anak nya..
" Ah papa nih.. "
Mobil mereka sampai ke hotel tujuan segera mereka mereka turun dan naik ke lantai atas menuju ruangan yang disepakati. Tampak Pak badri membuka pintu mata nya langsung tertuju pada Gadis Cantik yang duduk lurus dari arah pintu, Sedang tersenyum manis ke arah Zain.
"Halo.. lama Amat nyampe nya.. " Sapa Pak Santoso pada Pak Badri yang Sama sekali tidak dihiraukan, mata nya hanya tertuju pada Gadis itu..
"Tata.. Ngapain kamu disini nak.. " tegur Pak Badri.
"Papahhhh....." Dita berteriak dan jalan cepat menghampiri Badri. " Papahh jadi tamu nya.. eummm.. " Dita bergelayut manja pada Badri membuat wajah Pak Santoso bingung..
"Hahhahahaahhahahaahaaaaaaa.... Selamet deh gw hahhahaaaa.... " Angel tertawa puas melihat pemandangan ini, karean dia yakin 1000 % perjodohan nya batal.. kan mana ada seorang ayah mau menyakiti anak lain nya.. karena Faradita adalah Anak kedua bagi Pak Badri.. dia juga sangat menyayangi Dita, sama seperti dia menyayangi Angel.
Zain pun tersenyum puas melihat wajah ayah nya. Dia sudah tau hubungan Angel dan Dita begitu pun dengan Badri.. Karena itu dia santai menghadapi Ayah nya..
"Gimana ini Maksudnya.. Jadi Tata nya Papah punya pacar dibelakang papah.. "
"Bukan begitu pah.. hanya saja belakangan tata sibuk.. papah juga sama,, kita jarang ketemu, jadi tata belom cerita.."
" Nak Angel udah kenal sama Zain donk yah.. " Tanya Pak santoso pada Angel
"Udah om. udah sering ketemu.. malah sering jadi obat nyamuk mereka om.. " canda angel..
"Jadi gimana menurut angel. " tanya nya lagi..
"Bagaimana apanya Pak santoso.. Anak anda sudah jadi calon menantu saya walau bukan dengan unge.. Dia juga sama berharganya pak Santoso..."
"Benarkah.. ah maaf kan aku badri.. "
"Jadi maksud mu kalo tata bukan anaku juga...kamu mau memaksa anak mu nikah sama unge.. "
"ah bukan begitu. " pak Santoso
"jangan jahat begitu pak Santoso.. kita tetap besanan ternyata.. padahal saya bukan dari keluarga besar dan tinggi pak.. "
"Jangan bilang begitu saya hanya ingin kita jadi keluarga.. biar turunan anak kita bagus. "
"Bukan jelekin anak sendiri.. bibit nya bagusan Tata ko pak.. dia lebih pinter lebih dewasa lebih penyayang.. hanya paling manja saja.. hahahaaa.. "
"Terus maksud papahhh Unge. apakah.. " sela angel sambil cemberut..
"Kata papah aku bibit unggul.. tapi kamu adalah tempat aku tumbuh angel.. " hibur Dita..
"Ah memang hanya Dita saja yang mengerti aku.. "
"Kapan kalian Pacaran Nak.." tanya Badri pada Dita.
"Belum lama ini pah.."
"Apa Pak Zain menyuakai anak saya.. " tanya Pak Badri pada Zain..
"Iya Saya menyukai Dita om.. Dan om bisa panggil saya Zain saja.. ini bukan dikantor kan Om.. " Jawab zain lugas..
"iya om titip dita kalo begitu... agak susah dikendalikan tapi dia anak yang baik.. zain.. "
" pasti om.. " balas Zain disertai senyum menawan ciri khas nya..
"Jadi kapan rencana pernikahan nya Pak santoso.. " tanya Badri pada Pak Santoso
"uhuukkk uhuuukkkk" Dita nampak terkejut mendengar kata pernikahan. Zain memberikan air pada Dita merasa lucu dengan wajah kaget dita..
"Kenapa sayang.. " kata Zain sambil memberikan tisu pada Dita..
"Ah tidak apa apa.. ." sanggahnya.. "Maksud papah pernikahan bagaimana.. bisa kami saja yang menentukan pahh.. " ujar dita..
__ADS_1
"Untuk apa dilama lama.. tidak baik juga.. kan.. kalian emang pacaran gak mikirin nikah.. kata pak Anwar.. Zain malah yang udah kebelet.. " potong pak Santoso.. sekarang balik Zain yang tersedak menghamburkan air ke arah dita membuat baju Dita basah..
"Ah.. mas.. hati hati.. " dita dan Zain mengambil tisu berbarengan dan saling membersihkan. ketika tangan Zain membersihkan bagian depan dita dan hampir menyentuh p*y*d*ra nya. " Heii Zainn tahan itu tangan.." goda Ayah nya.. Zain lagi lagi tersentak .. " Ah Maaf sayang.. berdiri lah.. kita ganti baju dulu.. maaf om saya permisi dulu sebentar. "
"Sebentar yah Zain.. inget jangan lama lamaa.. " goda mereka lagi.. setelah mereka keluar terdengar tawa keras didalam ruangan.
Dita memperhatikan wajah Zain yang nampak merah, lucu, terpesona,, " Mas imut kalo lagi kaget.. heheheh.. " sela Dita.. Zain tampak lebih menunduk. dia meraih ponsel dan bicara pada salah satu bodyguard nya..
"Baiklah.. " katanya menutup telpon..
"Mas gak kenapa kenapa.. " tanya Dita
"Hmm... " hening tak ada obrolan lain karena jantung Zain belum sepenuhnya tenang mendengar godaan ayah nya.. yang sangat mengena di ulu hati nya.. yah Zain malu karena hasrta nya terlihat oleh ayah nya..
Didalam Kamar Zain terlebih dahulu membersihkan diri.. ketika Zain keluar kamar mandi pintu kamar diketuk, Nampak Damar memberikan paperbag isi pakaian Zain dan Dita..
"Yakin mau pake baju.. " bisik Damar pada Zain
"Berisik lu.. pergi sana.. temenin bokap ma om badri dibawah.. "
"yang mesti ditemenin ya elu.. sapa tau nerkam anak orang disini.. " candanya lagi..
Zain hanya mendorong pelan tubuh Damar dan menutup pintu.. Sementara Dita berada dikamar mandi, mengganti pakaian yang diserahkan Zain. Zain memakai kemeja berbelah v didepan,tangan panjangnya digulung sebatas siku. tidak lagi memakai setelah jas formal, tapi malah membuat sosok lebih berkharisma. Semetara Dita sangat kesulitan dengan baju ini.. karena baju ini membutuhkan bantuan orang lain untu memakaikan kancing bagian belakang yang berjejer dari tengah punggung sampai pinggul nya.. Dita Melongok depan pintu kamar mandi,
"Mas.. eumm bisa bantu aku.. " tanya Dita malu malu..
Zain nampak sibuk membaca pesan di ponselnya sehingga tidak mendengar Dita.
"Gw kasih hadiah buat lo.. bentar lagi lo pasti merasa bahagia. " Isi pesan Damar.
" Apaan sih... ni bocah gak penting banget.. " keluh nya..
"Mas..... Mas... heyy.. Zain... " teriak Dita membuat Zain tersentak
"Ya... maaf ada apa.. "
"Bisa tolong aku.. sebentar.. "
" Apa.. "
"Eum.. " Zain mendekat ke arah Dita
"Tolong bantu pasang kancing baju belakangku.. "
Zain tidak menjawab respon nya hanya wajah syok dan tegang.. " Sini... " tangan Zain ditarik Dita masuk Kamar mandi, Zain terbelalak melihat punggung mulus dita yang terekspos karena dress yang belum terkancing.
"Damar brengseng dasar mesum... ini maksud hadiah lo. " batinnya...Zain masih nampak ragu dan berdebar untuk mengancingkan dress milik Dita..
"Seneng yah liat punggung aku.. ampe gak mau bantuin ngancingin baju.. "
"Ah maaf.. " zain segera mengancingkan dres dita.. dita mengangkat tinggi rambut nya hingga Zain dapat melihat lengkuk leher punggung hingga pinggul nya.. Zain menelan saliva nya dengan susah payah.. tanpa sadar Zain mengecup bahu Dita dengan lembut. Dita terperanjak kaget dan berbalik ke arah Zain, Melihat wajah dita serta bibir Dita,, Zain pun terhipnotis dan lagi lagi terdorong oleh Keinginan nya, Zain merangkul pinggang dita dengan tangan Kirinya dan tengkuk dita dengan tangan kanan nya.. lalu mengecup lembut bibir dita.. zain memandang wajah dita dan Melanjutkan ciuman nya, zain memainkan bibir atas dan bibir bawah dita membuat dita tersadar, dan mendorong Dada Zain menjauh. wajah dita merona. begitu pun wajah Zain.
"Mas maaf.. papah pasti udah nunggu lama.. " sanggah Dita dengan jantung yang masih berdetak bak suara langkah kuda dibalapan..
"Ayo.. " Zain menarik tangan Dita dia tersenyum sambil berjalan.
****
Dita diantar pulang oleh Zain, ini pertama kali nya dita melihat Zain menyetir karena biasanya pak Anwar yang menyetir, Zain nampak seksi dimata Zain..
"Kirain aku mas gak bisa nyetir.. heheee.. " seru dita
"Heee.. Masa iya cowo gak bisa nyetir, kalo soal supir itu buat menghemat waktu.. mas kan butuh waktu buat baca berkas, balas email, dan bnyak lagi, mubajir waktunya kalo mesti nyetir gak pake supir,.. " jawab zain panjang..
Mulut dita menganga mendengar jawaban panjang Zain.. Mr Cold bisa bisa nya berbicara lebih dari lima kata.. tangan Dita meraba dahi Zain.
"Mas gak kenapa napa kan.. tadi keselek gak masuk otak kan airnya.. " Absurd nya Dita muncul tiba tiba. Mendengar pentanyaan dita, Zain tertawa renyah, dan ini pertama kali nya Dita melihat sisi lain Zain, pesona yang mampu membuat jantung dita meloncat loncat.. "oh tuhan ciptaan mu indah sekali,, tapi kenapaa harus dikasih cover yang bikin ngenes.. " batin Dita
Sesampainya diparkiran apartment, Zain ikut turun mengantar Dita ke unit apartmentnya..
"Padahal gak usah mas gak papa.. " Zain tidak menggapi Ocehan dita.. hanya terdiam memandang nomor lantai yang bergerak turun di atas pintu lift..
Setelah masuk lift, zain memandang dita.
__ADS_1
"Mulai besok mas antar jemput kamu.. "
"Gak usah mas..repotin aja.. . lagian arah kita berlawanan.." kata dita menolak lembut
"Aku bisa berangkat dari mansion.. itu melewati wilayah ini kan.. "
"Tapi mas.. " pandangan tajam Zain sudah menunjukan bahwa itu mutlak perintah dan tidak untuk di tolak..
"Ok dehh.. Kalo pun mas nyesel... keputusan gak bisa diambil kembali..aku sih gak rugi.." kata dita menepuk lengan zain sambil tersenyum, senyuman itu kembali menggoda, Zain kembali merangkul pinggang dita tiba tiba,dita tampak terkejut, wajah Zain lebih mendekat ke arah wajah dita, mata nya tertuju pada bibir ranum Dita,akan tetapi ketika hendak menggapai bibir dita tiba tiba pintu lift pun terbuka hingga membuat keduanya saling berjauhan.
Didepan pintu terdengar tawa anak anak Abg didalam.. ketika pintu terbuka,, dita kaget dengan kekacauan yang dibuat sita dan teman teman nya, sita berjalan mendekati dita dan mendorong dita keluar..
"Ko pulang sih.. Kak Zain bisa bawa pergi kakaku gak.. " kata Sita.. Dita hanya melongo mendengar ocehan adik nya ini..
"Aku lagi piyama parti.. lagian lo gak bakal bisa tidur gak ada tempat dan pasti berisik ampe pagi. " Sita kembali masuk menutup pintu dan menguncinya
"Ya.. sialan lu.. buka gak.. sita.. aichhh... huuuuhhhhh" dita nampak kesal dengan adik nya Dia menendang pintu apartment tanpa sadar Zain masih ada dibelakang nya..
"Dita... " panggil Zain
" oh... ya mas.. " dita menoleh kearah zain
"Sekarang mau kemana.. kita jalan saja.. mau.. "
"eumm.. kemana.. "
"Drive.. aja.. "
"Eumm ok deh.. "
Mereka pun beranjak meninggal kan unit apartment dita.. dita masih mengutak ngatik ponselnya, bertanya pada angel apa bisa dia menampungnya semalam.. tapi Angel ternyata berangkat langsung ke luar kota setelah makan malam tadi bersama Pak badri..
"Sita sialan... " umpatnya pelan tapi tetap terdengar oleh Zain..
"Kamu bisa juga ngumpat Dit.. "
" Aku jago mas. coba aja bikin aku kesel pasti keluar umpatan umpatan ala dita.. " candanya..
"Mas gak bakal bikin kamu ngumpat.. apalagi bikin kamu kesel.. kayanya mas suka liat kamu seneng aja.. " katanya..
"Mas.. "
" Eumm "
" gak deh ntar aja... "
Mereka pun pergi meninggalkan area apartment. menuju jalan utama, Zain membawa mobil dengan kecepatan sedang. berjalan menuju daerah lebih lenggang..
"Euhh.. ini menuju mansion mas kan.. " kata dita sambik melirik kebelakang kesamping dan mengitari jalan..
"Takut .. "
"Bukan. nyari mobil bayangan.. hehhee.. ada tuh agak jauh.. jagolah ampe baru sadar aku.. "
"Heum Mas ganti driver nya.. semua.. "
"Why. Gara gara apa.."
"Kamu.... "
"Aku.."
"Yah.. kamu .. kamu sadar ada mobil bayangan waktu itu kan.. jadi merka bodoh..mereka bilang propesional nyatanya gak bisa sembunyi bayangan mereka dari seorang gadis absurd kaya kamu.. so.. mas ganti.. gimana mereka bisa jaga Mas dan keluarga mas kalo disekitar kamu aja mereka tertangkap. "..
" Tapi mas apa mas tau.. kalo aku terlatih.. dalam tanda kutip.. scenario pembajakan kapal.. deteksi perilaku janggal,, di tempat kerjaku dulu.. yah.. jadi aku bukan gadis absurd biasa.." sanggah Dita.. Zain tertawa lagi lebih renyah dari sebelumnya.
Didalam mansion ada beberapa assistant ,, Zain meminta Mereka menyiapkan Cemilan malam dan minuman untuk diantar ke Balkon atas.
Dita nampak gelisah, dia sedang mencari cara untuk bertanya, dengan kondisi hungungan nya. Tentang status nya yang hanya pura pura. tapi ditanggapu serius oleh keluarga, dia merasa bingung, apalagi dengan perlakuan Zain yang semakin baik padanya.
"Hadohh.. gak nanya takut baper doank gw.. nanya takut ketiban derita.. gimana nih. mana berdua gini bikin hati dag dig dug kaya lagi lomba bedug." batin Dita..
Zain memperhatian dita yang tampak memikirkan sesuatu, sesekali kepalanya dimiringkan kekiri selanjutnya kenanan.. kening nya berkerutt... tampak binir nya komat kamit.. Zain menyimpan gelas wine nya dan berjalan perlahan kearah dita.. Mencondongkan wajahnya mendekat ke arah dita..
__ADS_1
"Dit.. " tegur nya...
TBC..