Framia Radita

Framia Radita
Hari pertama kerja


__ADS_3

****


Pagi hari ini Dita tampak sudah siap dengan pakaian yang kemarin dia siapkan. Sudah memakai maku up tipis. tapi malah lebih menonjolkan kecantikan nya. Dia baru selesai menyiapkan sarapan, walau hanya dengan roti sandwich dengan segelas susu yang dia siap kan untuk dia dan adik nya sita..


"Dita langsung masuk hari ini.. kebapa dihari kamis.. yah.. awal kerja nya gak dihari senin aja gitu. " tanya Sita


"lu kira kantor, sama kaya sekolahan diawalinya mesti hari senin.. kali tu perusahaan udah ngebet pengen kerja sama ma gw.." jawab dita dengan lempeng..


"Tuh CEO bakal menyesal nerima orang kaya lo.. orang amburadul dengan omongan dingin.."


"Dia lebih dingin.. kan kata lo harus lebih malas biar temen temen lo keliatan pinter.. dia juga gitu kali.. harus lebih dingin biar orang kaya gw nampak lebih good.." balas nya lempeng lagi.. Sita hanya mendelikan mata.. Dita memang kadang susah dikalahkan kalau sedang beradu argument..


"Ayo ah beresin. berangkat gw takut kesiangan.." ajak Dita..


"ngerti sekarang lo.. arti takut kesiangan.."


"Sialan lo.. cepetan gw tunggu dibawah.."


Dita berangkat duluan untuk menyiapkan mobil diparkiran. Disusul sita yang nampak lari lari kecil menuju bawah mengejar kakaknya..Didalam mobil Mereka terlihat mengobrol kecil tampak sambil ketawa ringan menceritakan kisah sita disekolah. Nampaknya dia sedang menyukai lawan jenisnya. Sita turun diantar oleh pandangan Dita yang terus mengawasinya sampai hilang di balik gerbang sekolah yang nampak lebih lenggang dari biasanya, karena Dita mengantar Sita lebih awal. Dia pun melanjutkan perjalanan nya menuju ke kantor. yang jarak nya kurang lebih 20 menit kalau tidak macet itu pun.


Dita sampai dikantor 30 menit lebih cepat, dari waktu yang ditentukan ,dia nampak duduk kursi sofa yang tersedia diruangan itu.


"Oh anda datang awal sekali.." sapa salah satu karyawan yang akan memberi penjelasan tentang hari ini..


"Ah ini karena waktu masuknya terbilang siang jam 7.30 . jadi saya bisa datang lebih awal.


"yah.. waktu masuk sebenarnya jam 8, kalo dijam produktif ini karena kamu karyawan baru saya harus menunjukan beberapa tempat dan ruangan, serta memperkenalkan anda kepada karyawan lain dibagian anda.." jelasnya..


"Baik lah terima kasih.. euummm..." balas dita bingung harus memanggil apa..


"Panggil saya Pak Arif.. saya yang bertugas membimbing karyawan baru hari ini.. Mohi kerja samanya.. " Kata pak Arif sambil mengulurkan tangan nya mengajak bersalaman. Stelah semua berkumpul sedikit arahan diberikan Pak Arif,


"Kamu ditempatkan dibagian Humas.. mari ikut saya.." ajak pak arif sambil memimpin jalan, mereka masuk ke satu ruangan besar yang disana sudah terlihat seluruh bagian telah menempati meja nya masing masing, dengan penampilan yang bisa dibilang diatas rata rata, ditunjang dengan ruangan yang terbilang mewah diatas ekspektasi Dita, yang menurutnya kantor itu berjejal meja dan diisi pegawai yang bekerja tanpa bicara.. tapi ternyata suasana nya terlihat nyaman dan santai..


"Perkenalkan ini Framia Radita.. Karyawan baru di Bagian humas.. mohon kalian bantu dia beradaftasi. Sarah dan Widya akan jadi pembimbing dia.." jelas pak Arif


"Saya Framia Radita mohon bimbingan nya.." ucap ku sambil sedikit membungkukan badan.. ini terjadi otomatis karena dita sudah terbiasa menghadapi orang orang baru.


"Wah wajah baru bening bener.. " celetuk salah satu karyawan pria..


"Tapi gak bakal aku ijinin kamu buat deketin dia yah.. " sanggah satunya lagi.. wanita manis yang menghampiri dita..


"Kenalin saya Widya.. panggil mbak widy saja.. anak anak .." sapa widy


"Saya sarah. senang dapet karyawan cantik.. moga gak cantik aja yah..." sela sarah sedikit sarkas.. dengan wajah yang merendahkan


"Dengan bimbingan mbak sarah saya kira.. bisa jadi lebih baik.."


"Saya kira terlalu banyak menghamburkan waktu disaat saya banyak kerjaan, ditambah harus mengurus nubbi (anak baru tapi dalam arti sedikit kasar karena diperuntukan anak binatang yang baru lahir).."


"Saya percaya perusahaan ini tidak semerta merta memilih karyawan hanya dengan paras nya saja,, contoh nya mbak sarah.. saya yakin selain cantik mbak pasti andal dalam pekerjaan.. "balas Dita dengan tersenyum manis. tanpa menghiraukan kata kata sarah yang sedikit tajam, yah jangan harap dita bergetar down. dia sudah terbiasa..dengan kondisi seperti ini malah kadang lebih parah.


prookkk prookkk.. prookkk..


Semua isi ruangan bertepuk tangan dengan jawaban lugas Dita serta reaksi dita pada Sarahh...


"Bener bener calon pekerja kuat nih.." balas sarah.. perilakunya ternyata hanya cara menyambut dita, biasanya lebih dari itu. tapi dita nyata nya tidak goyah dengan hal sarkas seperti itu.


"Maaf yah.. itu salam perkenalan saya... " sela sarah sambil merangkul pundak Dita sambil tersenyum..


Diluar ruangan tanpak ada yang memperhatikan kejadian itu.


"Wah wanita tangguh ya pak... saya kira pandangan anda benar adanya.. tentang dia" celetuk Damar pada atasan yang mematung memperhatikan adegan itu.


"Hm.. kapan aku sembarangan menerima karyawan...." jawab Zain dingin sambil berlalu menuju Ruangan nya.


"yahhh yahhh. Seorang zain memang punya kelebihan itu. " kata Damar pelan..


****

__ADS_1


"Maksud ayah gimana.. Maaf yah Zain menolak... " tutt tutt tutt. Zain Menutup sambungan telpon.


"Kenapa lagi sama Paman Zain.." tanya Damar.. diruangan memang hanya ada dia dan Zain..


"Ayah minta gw ketemu anak kenalan nya.. Males gw.. gak suka gw.."


" Bilang aja lu punya pacar.."


"yah emang lu kira bokap bodoh apa.. pasti nanyain lah suruh kenalin.."


"Nyari cewe aja yang bisa lu ajak kerumah paman.."


"itu lebih gila lagi..." kata damar sedikit meninggi..


tok tok tokk..


Terdengar pintu diketuk.


"Masuk.." perintah Zain..


"Maaf pak.. ada yang harus saya laporkan.." kata wina.


"Apa.. "


"Ini pak mohon dibaca.." Wina tampak memberikan hp nya.


Tersebar artikel yang menyatakan bahwa CEO muda Perusahaan besar ****K adalah seorang G*y.. disana disebutkan bahwa dia adalah penerus perusahaan.. anak kedua dari keluarga terhormat.


"Hah.. kenapa banyak sekali orang yang ingin menghancurkan diriku.." ucap Zain..


"Pasti banyak yang ingin menjatuhkan bapak, apalagi kita berhasil bekerja sama dengan Jcompany.." jawab Damar..


Drttt drtttt...


Ponsel Zain berbunyi...


"Ayahh... lagi.. hahh... " keluh Zain..


"Ah terimakasih win.. ini ponsel mu.. kamu bisa kembali ke meja mu..".. Perintah Zain pada wina, yang masih berdiri dipinggir kanan ruangan. Wina pun berlalu keluar ruangan.


"Jadi gimana zainn..." tanya Damar..


"Lihat nanti saja... gw pikirin dulu.." jawab Zain..


Damar mengangguk dan pamit untuk undur keruangan nya untuk membantu menyelesaikan berita tersebut.


"Berengsek.. aku lengah siapa yang berani menggangu seperti ini.. kalian akan tau akibatnya bermain dengan ku.. apalagi Zain.." Batin Damar.


Yah memang itu termasuk perilaku yang berani, dengan menantang Zain. Orang mungkin berpikir dia hanya CEO muda yang kurang berpengalaman, tapi mereka tidak tahu, Tidak mungkin seorang dapat menaiki tebing hingga puncak bila tidak punya keahlian dan kekuatan.


Di satu ruangan terlihat para pegawai sibuk menerima telpon yang bersumber dari para media, untuk mengkonfirmasi kebenaran rumor tersebut. tapi tudak lama dengan kerja cepat dan kerja pintar mereka semua dapat tertangani dengan mudah. Media dapat dibungkam dan berita telah dihapus.


"Ahh.. kerja bagus semua nya.. Pemula kita banyak membantu menangani pertanyaan konyol.. " seru Widya pada Dita..


"Ah saya hanya terbiasa menangani pertanyaan dan situasi seperti ini.. tidak sama tapi hampir mirip... karena pekerjaan saya sebelumnya..." jawab Dita


"Memang apa pekerjaan mu sebelumnya.." tanya pegawai pria di sebrang meja nya..


"Saya pramugari kak Lucas.. " jawab dita sambil tersenyum simpul,


"Ouhh yahhh... " seru seisi ruangan kaget..


"Aku kira jadi pramugari lebih mengasikan dari pada kerja kantoran kan dit.." tanya mbak sarahh..


"Ah iya mungkin sisi baik nya itu.. hanya saja saya terbang di penerbangan internasional jadi kadang saya bisa tidak pulang berminggu minggu... tak ada waktu untuk adik saya.." jawab dita..


Dita tidak banyak berbicara lagi.. Rekan kerja nya pun tak lagi berbicara atau bertanya, karena mereka mengerti itu urusan pribadi nya diluar kantor..


Jam menunjukan waktu istirahat makan siang , para karyawan beranjak ke kantin untuk makan siang dikantin perusahaan, Dita pun pergi kekantin dengan Widya ,sarah, lucas dan yang lain nya,

__ADS_1


Dita terperangah melihat kondisi kantin yang hampit seperti Cafe mewah.. drngan pemandangan yang instagrammabel, cocok untuk istirahat dan santai sambil photo photo,


"Wah bagus banget Kantin nya.. " seru Dita..


"Eum semenjak dipegang CEO muda tempat kita memang jadi tempat kerja impian semua orang.. suasana kerja yang baik, ruangan yang kamu tau sendiri ditata dengan seni serta selera yang bagus untuk dekorasi, dan yang paling kita banggakan adalah kantin kita ini.. bikin betah, apalagi makanan yang serba ada dan dengan cita rasa yang bisa dibilang gak kalah sama cafe cafe keren di ibu kota.. " kata sarah panjang lebar..


Ketika Dita memasuki dan mencari tempat duduk semua mata tertuju padanya.. apalagi sorot mata dari kaum adam, yang tak perpaling melihat keindahan Dita yang menonjol, dimulai dengan tinggi badan yang menjulang, body seksi bak gitar spanyol, disempurnakan dengan raut wajah yang sangat mempesona, ditambah senyuman manis yang bisa melelehkan hati para kaum adam. Setelah mendapat tempat Lucas membaca menu dan siap siap memesan makanan.


"Kamu pesan apa dit.. kita udah janjian dari kemaren soal nya mau makan jajhangmyon.. makanan korea.. " jelas Lucas pada dita.


"Eumm kalo dita pilih jhampong aja kalo ada.. " jelas Dita..


"Nah asyik nih gak sulit diajak nyari makan.. gak kaya gadis sebelah.. cita rasanya lokal banget.. susah upgrade nya aku.. mesti berjuang keras.." kata Lucas..


"Apaan sih lucas.. kan udah mendingan sekarang.. " timbal widya..


" Ah mbak widya emang susah.. segala gak suka.. suka nya cuman sop buntut sama soto hahhaaa... tapi kamu ko bisa langsung pesen jhampong.." tanya Sarah..


"Karena dukungan kerjaan dulu..." jawab dita..


Iya dita seorang pramugari yang rute terbang nya internasional bukan domestic jadi wajar saja dia bisa terbang ke berbagai negara didunia dengan jenis makanan yang berbeda memaksa dita menjadi penikmat makanan yang tidak pilih pilih, karena propesinya tersebut, ditambah dita memang senang wisata kuliner.


Dita dan yang lain nya mulai makan ketika hidangan tersedia sambil mengobrol ringan dan sesekali tertawa ringan, tanpa mereka sadar bahwa quartet ini menjadi primadona.. wajah wajah orang dibagian humas memang selain punya keahlian yang mumpuni juga ditunjang denga penampilan di atas rata rata.. Widya dan sarah juga cantik di atas rata rata . hanya saja memang tak bisa menandingi pesona Dita, ditambah Lucas yang berpenampilan layak nya boyband korea dengan full make up ala idol. dengan ketampanan nya bisa menambah keirian pekerja lain.


****


"Kayanya gw mang harus cari cewe.. " sela Zain disela sela makan siang nya..


"Ya lah bagus tuh.. dengan lo punya cewe.. bagai.. Sekali mendayuh dayung dua tiga pulau terlampaui.. Rumor lu Gay ilang.. paman gak maksa nikah.. ples hasrat muda lo tersalurkan.." jawab Damar antusias..


"Ah lu tuh ya. kalo cewe inget nya ke sana mulu.. gak bisa apa mikir normal gitu.."


" ya elah kalo cowo normal ya kaya gw mikir nya.. lu malah yang gak normal.."


"Gw kasian ma calon istri lo.. kalo dia tau lu tiap weekend ganti cewe buat temen tidur.. gimana perasaan nya. ."


"Eiy.. Zain.. salah tuh.. cewe mesti nya bangga donk dapetin gw.. ganteng mapan.. direbutin cewe.. jago diranjang lagi. " bantah Damar.


"Ah sialan lu.." Kata Zain sambil menahan dongkol.


Iya Damar memang pria play boy.. tapi dia baik hati.. karena dengan tidak memacari wanita dia tidak menyakiti hati wanita.. hanya sekedar temen kencan itu pun tanpa perasaan.


Mereka melanjutkan makan siang sambil terus saling mengejek. hingga selesai mereka pun beranjak kembali ke kantor .


****


Didepan lobby kantor terlihat karyawan yang sama sama baru selesai beristirahat atau pun baru selesai makan mulai beranjak ke tempat masing masing.


Pemandangan sedikit berbeda karena pusat perhatian terbagi menjadi dua. para kaum hawa melihat kearah kedatangan sang CEO dan kaum adam melihat kearah pintu keluar kantin yang terletak diarah barat lobby.


Nampak Dita keluar bersama tiga rekan nya. sambil berbicara dan sesekali tertawa ringan tanpa sadar mereka menjadi pusat perhatian


Zain menghentikan langkah nya ketika melihat Dita, Kedua alisnya menyatu membuat kerutan dikening nya. Zain terlihat berpikir. Damar yang dibelakang nya terlihat memperhatikan sahabatnya, dan melihat ke arah yang sama dengan sahabatnya.


"Ahh... " Ucap Zain pelan.


Zain berjalan menuju ke arah dita berada masih dengan perhatian penuh semua karyawan yang sedang berada dilobby. Setelah berada didepan Dita, Zain berhenti dan menatap dita. Dita terkejut begitu pun denga tiga rekan nya.


"Ada yang bisa saya bantu pak? " tanya Widya


"Kamu..." tunjuk Zain pada Dita tanpa menghiraukan pertanyaan Widya. telunjuknya mengisyaratkan untu dita mendeka pada nya. setelah dita mendekat.


"Balas budi... bisa kamu bayar..." tanya nya berbisik pelan pada Dita..


" Iya bisa... pak " jawab Dita sambil mengangguk pelan..


"Ok.. nanti aku hubungi..." lanjut Zain pelan


Zain berlalu meninggalkan Dita.. dan jelas saja menimbulkan kehebohan.. menjadi gosip hangat pastinya. Ada yang memandang kaget, iri, takjub, dan ada juga terlihat benci melihat Zain mendekati Dita..

__ADS_1


Widya, Sarah dan lucas memandang tajam penuh pertanyaan.. Dita hanya menggeleng kan kepala sambil tersenyum.


TBC......


__ADS_2