Framia Radita

Framia Radita
Penyelamat


__ADS_3

Didalam kamar nampak Dita tertidur pulas dengan nafas teratur. Baju tidurnya tersibak didaerah perut hingga memperlihatkan pusarnya.


ckrietttttt.. bakkkk..


Suara pintu kamar terbuka. Terlihat seorang pria memasuki kamar dita dengan jalan perlahan menuju kasur yang ditempati Dita. Pria tersebut tersenyum melihat tubuh dita yang mengekspos sebagian p*r*tnya


"kau akan jadi wanitaku.." kata pria tersebut sampil perlahan menghampiri tubuh dita, dia mulai meraba raba tubuh dita dari mulai pipi leher dan perut dita.


"eumm.. " lenguh dita ketika nikmat tidurnya sedikit terganggu dengan gerakan gerakan nakal tangan pria tersebut. Pria tersebut lebih tergoda dengan suara lenguhan dita hingga merangsang nafsunya.


Pria itu mulai menciumi wajah dita hingga mencium rakus bibir ranum dita. Dita terbangun dengan gerakan gerakan yang menjamah tubuh nya . mata nya terbuka melihat pria dihadapannya. Dia tergelak kaget melihat pria tersebut.


"pak reza.. ahhhh" dita mendorong tubuh pria tersebut dengan kuat. iya dia pak reza pilot pesawatnya. laki laki yang menggoda dita


"ah dita jangan menolak.." sanggah pak reza sambil terus berusaha membuka kancing depan baju tidur dita.


"Minggir pak.. jangann.." Dita meronta dibawah kungkungan pak reza. Tercium bau alkohol dimulut pak reza membuat dita cemas dan takut. dia berusaha terus meronta hingga ada celah untuk menendang dengan lutut pada bagian vital pak reza.


Dita terlepas dari pak reza dan segera berlari menuju keluar kamar. Dengan sedikit berantakan, ralat berantakan.


***


Drrttt... Drtttt...


Suara ponsel dikamar Zain terdengar, tanpa membuka mata nya dia meraba raba nakas dipinggir ranjangnya untuk mengambil ponselnya..


"Hallo.. "


"Ambil berkas gw titip di receptionis.. gw mesti pergi lagi zain.. sorry gak bisa ke atas dulu.. sorry sorryy yahh".. kata orang disebrang .


"yah.. apaan.." tut tut tut.. panggilan nya terputus. Zain melihat nama penelepon "Damar" dan berusaha mengingat perkataan si penelepon.


5 detik berlalu dan dia tersadar, dia bangun dari ranjang nya, dengan setengah tertidur. mengambil sweeter dan berjalan perlahan menuju keluar kamar. Dia berjalan menuju lift, mata nya melirik ke arah pria yang masuk ke kamar dekat lift dengan keadaan mabuk. Dan menghilang dibalik pintu. Zain bergegas ke lobby untuk mengambil titipan Damar.Bertanya pada repcetionis hotel tentang barang yang dititipkan atas namanya. Setelah mendapatkan berkas tidak lama kemudian dia naik kembali kelantai 11 menuju kamarnya. Untuk melanjutkan tidurnya yang terganggu.


Tingg...


Zain keluar lift dan bruuukkk.. Dia tertabrak wanita yang berlari tergesa keluar kamar dengan kondisi yang berantakan dan baju yang hampir mengekspos bagian dada nya.


"Ahh.. maaf.." kata wanita itu.. sambil berusaha berdiri. Zain menatap wanita itu dan tersadar bahwa dia adalah pramugari yang iya temui di pesawat.


"Kauu..."


"Ah pak bisa tolong saya.." kata wanita itu sambil mengenggam erat tangan kanan Zain.


"hei dita .. kemari kau..." seorang pria keluar dari kamar sambil sedikit tertatih menahan sakit akibat tendangan dita tadi.


"Tolong saya pak.." Dita memohon sambil berlindung dibelakang punggung Zain sambil terus menggenggam tangan Zain.


"ah wanita sialan.." ketus pak reza sambil berlalu menuju lift karena melihat keberadaan Zain dan menghilang.


Zain nampak kaget dan masih sedikit bingung dengan keadaan ini.


"Ah bisa tolong lepas tangan saya..?" tanya Zain yang segera melepas genggaman tangan dita. Sedikit menjauhkan tangan dan berbalik ke arah dita. Masih dalam mode diam nya zain menatap dita.


"Maaf .. maafkan saya.. dan terimakasih.." kata dita.. "permisi .."lanjutnya dita ..

__ADS_1


Dita berbalik hendak berjalan menuju lift tapi seketika menghentikan langkahnya. "Bodoh mau kemana gw.." katanya dan berbalik menuju pintu kamarnya. Tapi pun dia langsung berhenti didepan pintu. Dita tak jadi membuka pintu dan hanya berjongkok disana.Rasa takut diserang kembali pak reza membuat dita tak sanggup masuk kembali kekamar itu.Tidak sadar bahwa Zain masih memperhatikan nya dita tetap berlaku linglung.


"Heii... " kata yang keluar dari mulut Zain hanya itu. ketika melihat Dita kebingungan..


"Apa.." jawab dita..


"Dimana kamar anda pak" lanjutnya.


Zain menunjuk kamar paling ujung 4 pintu dari Kamar nya. Zain berlalu meninggalkan Dita tanpa menjawab lagi. tanpa sadar dita mengekori Zain. ketika zain membuka pintu, dengan nyelonong Dita masuk kamar Zain tanpa permisi, dia merebah kan tubuh nya di sofa.. Zain masih bengong dengan kelakuan wanita ini.. "ada apa dengan nya.. apa dia baik baik saja .Kejadian tadi sepertinya Buruk tapi dia masih bisa masuk kekamar ku" batin Zain


"Achh.. aku ikut tidur disini yah.. ah tapi kamar ini besar yah.. ouuhh.. kamar nya berpintu.. aku disana saja boleh.." celoteh Dita.. berusaha keras menahan malu, dengan berpura pura menjadi wanita tak tahu malu, "apa boleh buat tak ada pilihan.. mau ke kamar angel gak punya kunci mw pesen kamar lagi pasti gk bisa bukan nya udah diboking semua.. balik ke kamar gw takut.. si pak reza brengsek dateng lagi.." batin Dita


"eumm.. itu.."


"ok terima kasih" potong Dita sambil berlalu menuju kamar Zain. Dita menutup pintu dan menghentak hentakan kaki sambil mengacak rambutnya. sambil melihat baju bagian depan nya yang terbuka hampir meng ekspos bagian dadanya. " Ah brengsekk.. malu maluin aja.. ahh didepan cowo lagi. ah gila gw gila.. awas lu pak reza gw laporin entar... haissss" gerutu dita.. Dita beranjak ke ranjang dan mulai merebahkan diri. Sementara Zain masih bengong dengan keadaan yang iya hadapi malan ini.


"Apa yang terjadi padanya.. trus kenapa gw disini disofa...." Ucapnya pada dirinya sendiri.. tapi karena ini sudah jam 1.30 pagi dia lelah mengantuk dan langsung tertidur disofa walau masih dengan kebingungan nya..


Jam menunjukan jam 5.00 pagi, Zain nampak kedinginan tertidur disofa karena tanpa selimut serta AC kamar yang rendah. Dia terbangun dengan setengah sadar dia beranjak kekamar dan langsung naik keranjang berselimut dan terlelap lagi.


***


Matahari nampak mulai meninggi.. Terlihat Damar memasuki lobby hotel sambil bersiul karena tugas dari atasan sekaligus sahabatnya sukses besar.. Dia berjalan menuju lantai 5 kemana lagi kalo bukan kamar Zain..


ckreeekkkk...


"Zainn.. masih tidur luh.." Damar duduk disofa karena tak ada sautan dia mengambil gagang telpon kamar untuk minta roomservice. dia pesan sarapan untuk diantar ke kamar.


Setelah sarapan datang dan ditata dimeja kamar, Damar beranjak ke kamar Zain.


"Whatt..." Damar mengucek matanya dan melihat memastikan penglihatan nya..


"Wowoooooowwww... Zain.. apaan nih" kata nya sambil tetap tidakk beranjak dari kamar Zain dan tetap melotot kearah mereka berdua yang masih dialam mimpi. sepersekian detik tampak si wanita terbangun dengan menggeliat. Terbangun dan menatap tangan dipinggangnya..


"Ahhhhhhhh........" Teriak dita kaget karena ada tangan pria yang memeluknya..


Zain pun terbangun kaget dengan teriakan dita..


"Apa apa.. ada apa.. siapa kamu... " Zain terkejut dan berusaha mundur untuk turun dari ranjak dan bruukk Zain terjatuh karena kurang kesadaran, maklum nyawa nya belum kekumpul..


"Hahhahahhaaaahhahahaaaa. .... hahhaaha..."


Tawa Damar terdengar nyaring menyadarkan 2 manusia manusia yang berada kurang lebih 2 meter didepan nya..


"Yaaaa... Keluarr.. siapa lagi luu.." teriak Dita pada Damar mengusir damar karena malu dan kaget..


"ah okk... gw keluar.. Zain gw tunggu penjelasan lu. " Damar berlalu dengan masih tertawa melihat pemandangan ajaib ini..


****


"Jadi gitu kejadian nya..." Kata Damar setelah mendengar penjelasan singkat Dita karena Zain hanya terdiam dan sesekali menghela nafas..


"Tapi apa bapak gak mau menjelaskan kejadian pagi ini..." kata Dita sambil menatap tajam ke arah Zain..


"Apa... " kata Zain..

__ADS_1


"Aku gak sadar.. mungkin kedinginan.." lanjutnya sambil beranjak kemeja yang terdapat makanan untuk sarapan nya..


"Kalian gak sarapan.. " lanjut Zain Sambil menikmati sarapan nya..


Sedang disofa Damar dan Dita masih melanjutkan obrolan nya.


Damar.. "Siapa nama mu..?"


Dita... " Framia Radita burhan.. tapi panggil Dita saja.. nama bapak "


Damar.. " Damar.. aku secertarys sekaligus sahabat dari tuan muda disana.. tuan Zain.. ah kamu pramugari itu kan.. tapi panggil nama aja.. atau kakak hehhe kalo bapak kayanya tua banget padahal baru 30 tahun setahun lebih tua dari Zain.." celoteh Damar..


"oh baik pak Damar.. kalo begitu saya Permisi dulu.. saya harus siap siap ada meeting untuk penerbangan pulang.." kata Dita sambil beranjak. Dita mendekati Zain yang sedang menikmati sarapan nya..


"Terima kasih pak Zain atas pertolongan nya.. kalo ada yang bisa saya balas untuk budi baik bapak menjadi penyelamat saya, saya akan lakukan apa pun asal tidak melanggar aturan dan hukum.. bapak bisa hubungi saya di nomor ini" Dita menaruh kertas yang tertera no hp pribadinya..


Sebelum keluar Damar menyerahkan kartu nama nya..


"kalo butuh bantuan bilang aku saja yah... Dita.."


"terima kasih pak..." jawab dita sambil mengambil kartu nama dan beranjak keluar kamar..


"Hohoooo... Zainnn..." mata Damar mendelik membuat Zain melempar roti padanya..


"Berisik ... Makan cepet.." kata Zain tegas..


****


"ok begitu saja .. Kita terbang lagi besok pada sore hari.. brifing ini selesai silahkan kembali kekamar masing masing.


Dita dan yang lain nya bubar menuju kamar masing masing..


"Anggel .. tidur sama gw yah malem ini.. gw dapet kamar besar dilanti 5 takut kalo tidur sendiri.


"Oh ok.. tapi lu kenapa.. keliatan aneh hari ini.. dita?"


" gak kenapa napa.. malem mimpi buruk aja.. ntar gw ceritain dikamar.."..


Angel beres mengemas barang nya dan pindah kelantai atas.. Didepan kamar Dita pak reza berdiri menunggu Dita.. ketika lift terbuka pak reza hendak menyapa dan meminta maaf pada Dita tapi Dita datang bersama Anggel ..


"Oh pak reza disini juga..." tanya angel... " Ada perlu sama Dita pak?".. lanjutnya..


" ah tidak saya kebetulan mw ke kamar.. kamar saya disana menunjuk kamar sebelah Dita.


"oh kalo begitu kami masuk dulu ya pak" kata angel sambik berlalu bersama dita yang dia apit tangan nya menuju kamar.. Mata dita bertatap sekilas dengan mata pak reza dan seketika mendelik tajam ke arah pak reza...Tanpa sadar sepasang mata memperhatikan diseberang kamar mereka.


"Ahhh.. shit.. brengsekkkk... gak sadar umur punya istri juga masih aja kelayapan otak mesum nya.. laporin lah dit entar kalo dah nyampe .. lu harus lapor ke kantor. itu mah percobaan pemerkosaan.." kata Anggel geram setelah mendengar penjelasan Dita.. tentang kejadian tadi malam.


"ok gimana nanti disana... makasih udah mau dengerin gw Ngell..lu mang sahabat gw satu satu nya.. love love ngel.." lanjut dita..


TBC...


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Maaf yah kalo banyak typo bertebaran.. semangatin iyya pake komentar dan like nya yah..

__ADS_1


__ADS_2