Framia Radita

Framia Radita
Kencan Normal..


__ADS_3

Aktifitas Dita sekarang setelah menjadi assistant Zain lebih merepotkan dari pada pekerjaan nya di bagian humas. Jadwal padat Zain, Dari meeting bersama kolega, Rapat diperusahaan nya dan banyak lagi kerjaan nya membuat nya tak bisa berleha leha.


"Sayang.. masuk sebentar.." Zain memanggil Dita lewat panggilan telpon mejanya.


"Ada apa pak.. mau dibawakan sesuatu.." Dita merasa Zain menjadi sedikit lebih tidak propesional. dia sering memanggil dita hanya untuk sekedar mencium atau memeluknya sekilas. Ah dita memang merasa bahagia tapi juga kurang nyaman, waktu itu saja dia terciduk oleh Pak Arif ketika sedang dipeluk zain di sofa. Belum kak Damar yang mungkin lebih mengerti. tapi ini kantor Dita merasa kurang nyaman.


"Sayang.. sini donk.."


"Maaf kalo bapak tidak membutuhkan apa apa.. saya banyak sekali pekerjaan hari ini."


"Baiklahh.. kerjakan lah.." Zain nampak memijat pangkal hidungnya. dia merasa pusing dan lelah. Sudah berapa hari memang kerjaan begitu menumpuk menjelang peresmian kerja sama dengan j company .


Perut dita bersuara ketika jam menunjukan jam 12.00 waktunya makan siang. Untuk menghindari rengekan Zain yang pasti memintanya makan di ruangan nya sambil bergelayut manja dia segera bergegas ke kantin, yang sebelum nya mengajak angel widya sarah dan lucas. para sahabat nya dikantor.


"Tumben tumbenan dateng kesini.. yayang gak bakal ngamuk tuh.. dia nempel banget ama lo kaya prangko.. " kata angel sambil terkekeh..


"Nah itu tau.. nempel kaya perangko.. gw kan bukan kertas surat mesti ditempelin.." Dita bersungut sebal


"Kenapa lagi memang dit. . bukan nya seneng punya pacar sehebat pak Zain..kalo nempel terus tandanya dia sayang banget" sambung mbak widya


"Iyya mbak.. seneng banget.." Dita menjawab sambil tersenyum ringan. "Tapi kadang mas Zain gak tau tempat, dia mah enak CEO nya. aku kan mbak yang bakal diomongin hikz" lanjutnya purapura meringis.. Mereka semua terkekeh.


Makanan sudah tersaji dan langsung dilahap oleh mereka sambil berbincang bincang. dikejauhan nampak sedikit kehebohan tapi tidak mengganggu aktifitas mereka yang sedang asyik mengobrol


"Bisa saya ikut duduk disini.." Dita tersedak mendengar suara yang amat dia kenal.


"Oh pak Zain.. Silahkan duduk disini." Mbak Sarah beranjak dari pinggir kanan dita untuk menyediakan tempat duduk tepat disamping dita.


"Pak Zain.. kenapa makan disini pak. " Dita bertanya sambil bergetar.. mata nya mengeliling melihat para karyawan yang saling berceloteh atau hanya tersenyum saja melihat pemandangan luar biasa ini..


"Ini kantin. untuk makan."


"tapi biasanya bapak tidak disini makan nya." dita memicingkan mata dan menggeleng pelan pada Zain mengisyaratkan agar beranjak dari kantin


"Iya.. biasanya saya ditemani assistant saya. tapi nampak nya dia memilih teman istirahat selain saya" Lagi Dita tersedak dengan tingkah Zain.


"Mau pesan apa pak. " tanya Lucas menengahi.


"Yang itu.. " Zain menunjuk makanan yang dimakan Dita.


"Baiklah.. tunggu sebentar.." Lucas berlalu memesan makanan. Meja ini nambak menjadi sangat canggung tak ada lagi obrolan ringan dan tawa renyah. hanya suara mulut yang mengunyah makanan dengan sangat hati hati agar tidak ada suara.


Zain mengambil minuman Dita yang sedang dipegang nya. Lalu mencomot makanan dita. yang lain melongo nampak bingung. Pak Zain terkenal dengan kebersihan nya kerapihan nya.. dan soal selera makanan nya. Sangat tidak mungkin bagi nya mengambil makanan bekas. orang lain.


"ini bekas aku Mas.." dita keceplosan memanggil Zain dengan Mas karena saking kesalnya.


"Gak boleh emang sayangg..."


"Whatt... " Uhukk uhukkk.. anggel kaget sehingga membuat nya terbatuk.


"Kamu tidak apa apa.." tanya Zain dengan wajah tanpa dosa.


"Gak... " angel menjawab dengan sedikit kesal yang dibalas senyum smirk yang menyebalkan dari Zain. Dita mengeliling memandang wajah wajah rekan nya. terlihat sarah yang menahan ketawa dan mbak widya yang senyum santai saja.


"Ini pak pesanan nya.." Lucas datang dengan menu makanan yang sama dengan dita.. Jus Sirsak dan ayam goreng. dita memang tidak memakan nasi siang ini dia hanya ingin makan ayam goreng crispy. Sejenis KPC nya kantor lah.


"Lain kali kalau bapak berkenan makan disini bilang saya pak.. biar saya siapkan tempat yang nyaman." ujar lucas.


"Tidak perlu. Saya hanya duduk disamping tempat dita duduk.." Ujar nya pelan dan membuat dita tak bisa menahan semburan jus yang ada dimulutnya.


"Hati hati kamu kan bukan bayi.. sayangg.." ujar zain sambil memberukan tissu pada dita..


"ah Sialan.. kaya nya Mas Zain lagi balas dendam deh. gara gara gw kabur nibggalin dia makan siang dikantin.. mati gw.. harus cepet di bawa pulang ini cowo satu" Batin dita

__ADS_1


Mereka lanjut makan dalam kondisi yang canggung,


"Udah selelsai mas.. " Bisik Dita pada zain.


"Hmmm" Zain mengganguk pelan. meminum sedikit juz nya. dan berdiri sambil meraih tangan dita. "Ayo.." ajaknya


"Ah pak.." Dita berusaha melepaskan genggaman nya karena risih dilihat karyawan lain. bukan nya melepaskan Zain malah menggenggam semakin erat tangan dita. dan meninggalkan meja tanpa permisi. yang lain nampak berdiri dan sedikit menggaguk.


Mbak widya mengepalkan tangan nya keatas. menandakan dia memberi dita semangat. sedang dita memasang wajah yang meringis, Malu beserta takut, Zain akan memarahinya diruangan nanti.


"Duduklah.." Zain duduk disofa dan menarik dita disamping nya. "Apa kamu merasa nyaman makan bersama ku."


"Tidak mas. "


"Apa lebih tidak nyaman makan berdua denganku disini. sehingga kamu nemilih dengan teman teman mu."


"Tidak mas. "


"Lalu.."


"Aku cuman gak nyaman mas.. Seringkali kita ketahuan pak Damar atau pak arif ketika kita di ruangan sedang berpelukan atau.. "


"Kenapa memangnya.."


"Takut orang orang bergunjing mas.."


"Pak arif orang yang sama sekali tidak pernah bicara hal yang ada diruangan ini pada siapa pun.. apapun yang ia lihat. sedangkan Damar.. dia selalu datang dengan status teman.. tapi kenapa kamu tak mau memberikan waktu sedikit untuk jadi wanita ku. ketika mas lelah. tidak sampi lima menit mas peluk kamu dit. tak pernah sampai lama menciummu. apa itu sangat berlebihan apa kamu tidak suka.. mas sayang banget sama kamu. makanya mas setiap saat ingin memeluk dan menciummu. apa itu tidak wajar.." Zain berkata panjang lebar dengan sedikit nada kesal dan marah..


"Maafin aku mas.. gak gitu.. aku seneng ko dipeluk mas.. aku juga seneng dicium mas.. tapi kadang aku takut. di gunjingkan karyawan lain. " Zain mendesah dan beranjak ke meja nya


"Baiklah.. kembalilah bekerja dit. "


Zain duduk didepan meja nya dan menenggelamkan pikiranya pada kerjaan.


****


"Mas.. Jemput aku di jalan XX yah.. sekarang.."


"Ngapain kamu disana.."


"Cepet jemput aja...".. Dita memanjakan suaranya agar Zain mau menurutinya.


"Ok.. tunggu.." Zain memutuskan lebih dahulu sambungan telpon dari dita..


Hari ini dita berdandan casual dan berencana membawa Zain kencan ala dirinya. berharap Zain dapat kembali manis padanya, setelah seminggu semenjak perdebatan nya mengenai makan siang dulu. Zain nampak berjaga jarak tidak lagi memanggil dita untuk sekedar memeluk atau mengecup ringan bibir manis dita, tak juga mengajak nya ke mansion nya atau apartment, zain hanya mengantarkan dita ke apartment nya lalu pamit pulang.


"Mas.. " Dita berlari kecil menghampiri mobil yang menepi dipinggir jalan. yah tentu saja mobil Zain.. dita masuk dibagian depan. disamping Zain.


Dita menecup pipi Zain tiba tiba, membuat zain nelirik ke arah dita heran.


"Anter aku ke daerah XX.." Ajak dita..


"Mau apa kesana.." Zain mengerutka alisnya.


"Kesana aja Sita juga ada disana cepett.." dita kembali mengeluarkan suara manja nya.


"heumm" Zain menarik napas pelan dan melajukan mobilnya menuju alamat yang dituju dita. Mobil melaju dengan kecepatan sedang, beruntung lalulintas bersahabat tidak terlalu macet. Zain nampak heran dengan daerah yang dituju dita..


"Mobilnya parkir sini aja deh mas.. tuh pinggir mobil kak Damar.." tunjuk dita.


"Ada Damar juga.. ngapain.."


"Ayo.. jangan banyak nanya.."

__ADS_1


Zain hanya mengikuti kemana arah dita berjalan mengekor dari belakang dan tanpak ragu.


"Ayo mas.. " dita merangkul pinggang Zain dan berjalan bergelayut manja disampingnya. Zain nampak mengeluarkan senyum senang diujung bibir nya. Dita memang jarang sekali skinsip didepan umum dia selalu menolak dengan lembut pada Zain. tapi kali ini dia bergelayut manja dengab memeluk pinggang zain dengan satu tangan nya..


"Ini tempak arena hiburan sayang disini rame.." ujar Zain.


"Terus kenapa emang " Dita menoleh dan tersenyum pada Zain.. Di meja depan caffe nampak segerombol orang yang Zain kenal. tapi dia bingung sedang apa mereka disana..


"Dit.. Zain cepetan... "Saut Damar dari jauh..


"Lama amat.." kata angel.


"Maaf lama yah.. gak usah kenalan kan yah.. kalian pasti tau.. ini pacar kesayangan ku.. Mas Zain." Zain bingung harus berekspresi seperti apa untuk menanggapi perkataan dita.


"Haii.. duduk deh. " kata angel.. disana ada mbak widya dengan pacar nya. Mbak sarah sama Lucas gak bawa gandengan.. sedang angel memanfaatkan Damar untuk jadi rekan jalan nya


"Dimana Sita ngel. . "


"Jemput pacar nya katanya.." Angel menjawab sambil melanjutkan minum coffe latte kesukaan nya.


"Dita.. Udah dateng.." Sita muncul dengan disusul pria manis dibelakang nya..


"Kenalin cowo gw.. " Sita mendorong Pacarnya kedepan. Pria manis itu mengenalkan diri.


"Nama saya Robbin kim.." perkenalan Nya membuat lucas memandang pacar sita dengan lekat. Semua yang berbau korea memang menarik perhatian nya.


"Ah saya pacar sita kak dita.. saya mahasiswa pertukaran.. salam kenal..


"Sekolah yang bener Bhin.. ntar gw laporin immo kalo lu pacaran mulu disini.." Saut Lucas..


"Ah.. Shamchon (Paman dalam bahasa korea) Waeyoghiseoyo..( kenapa ada disini)"


"Whaeghin.. kkeunyang Ddulcha ( Kenapa lagi.. hanya bermain)"


"Ah maaf.. dia ponakan saya.. sya tidak tahu dia bakal ada disini." Dita hanya tersenyum. merasa sedikit tenang karena pacar Sita kemungkinan anak baik baik. karena dia mengenal lucas.


Dita mengak mereka langsung ke arena dan wahana bermain.. semua wahana mengerukan dan memompa adrenalin mereka naiki, selana disana dita aktip bergelayut manja pada Zain. memeluk pinggang Zain tanpa Ragu. meminta dibelikan ini itu. Suasaba hati Zain nampak berbunga.. karena dita bersikap manja pada nya.


Pada permainan cabit boneka. Dita menginginkan boneka Coocky. Karakter dari Jeon joongkook BTS boy band korea kesayangan nya. tapi dia selalu gagal. Lucas, Robbin, angel maupun sita semua mencoba tak ada satu pun yang berhasil, Mata dita melirik Zain.. memicingkan mata dan memasang wajah memelas..


"Mas...."


"Baiklah Mas coba.."


Grett.. grettt.. grett.. Capitan diatus sedemikain rupa, diperkirakan timing yang pas untuk menekan tombol ambil.


Dan trett.. tombol di tekan capitan turun dan mencapit boneka coocky menganggkatnya keudara bergeser menuju lubang sebelah kanan mesin dan plukkk.. jatuh kebawah..


Dita berteriak senang mengambil boneka nya lalu. Berbalik Pada Zain. dita mengambil tengkuk Zain dengan kedua tangan nya sambil memegang boneka nya, dita mencium bibir Zain sekilas lalu. Zain nampak terperanjat memandang Semua yang ada disekitar nya.


Bukkk


Kepala dita ditimbuk tas oleh Sita. Semua tertawa melihat tingkah kakak adik itu


"Lu kagak punya malu malu nya.. yah.. main sosor aja depan umum.."


"Ih.. sita.. lu mah.. sakit tau.. ya biarin kita lagi kencan.. ya wajar donk cium dikit mah.. " Dita bersungut kesal.. mulut nya berkerucut imut.


Bermain bersama selesai pada sore hari. mereka makan bersama sebelum membubarkan diri masing masing. Sita diantar pulang oleh Robbin ke rumah abel. Angel mengajak Damar ke bar teman nya yang baru buka.. sedang mbak widia dan pacar nya.. sudah pulang terlebih dahulu.. disusul lucas dan mbak Sarah.


"Pulang ke mansion mas yah.. gak mau sendirian di apartment. sita gak pulang juga."


Dita menarik tangan Zain menuntun nya hingga masuk ke mobil.

__ADS_1


TBC.....


__ADS_2