Framia Radita

Framia Radita
Perangai aneh Dita.


__ADS_3

****Hai teman teman author yang udah mau mampir dan baca.


Tolong tinggalin jejak donk


biar gak kesepian. akuu.. ada view tapi tak ada koment.


Happy reading****.


****


Zain berjalan sambil merangkul pinggang ramping dita menuju ke lobby dengan di ikuti pandangan iri para karyawan wanita.


"Mas. " Dita memanggil Zain dengan suara pelan. Zain melirik nya sambil terus berjalan.


"Kalau mas gak gandeng ntar pria lain gak tau kamu punya Mas. Jangan protes."


"Hehe. Gak sih aku juga pengen mereka tau kalo mas punya aku jadi gak usah lirik calon suami aku pake pandangan nafsu" Balas dita


Yang membuat langkah Zain terhenti berbalik menatap dita dan tertawa. "Mas gak tau kamu juga cemburu dengan wanita lain" Zain mengecup pipi Dita membuat wajah dita memerah karena malu begitu pun dengan para penonton hahahah.


"Mas." Dita mencubit perut Zain dan terlebih dahulu keluar dan masuk ke dalam Mobil.


"Sebentar mau kemana aku" Dita kembali bingung die keluar hanya karena Zain menggandeng nya. dita hendak keluar ketika Zain sampai dan ikut masuk kedalam mobil duduk dan tertawa melihat kebingungan dita


"kita mau kemana." ujar Dita.


"Ke apartment. pulang. kerjaan mas sudah beres. kita akan pulang cepat selama mempersiapkan pernikahan.


Mobil melaju meninggalkan halaman kantor. Pak anwar tampak senyum senyum saja melihat tuan nya terus menggoda dita dikursi belakang.


Sesampainya di baseman apartment zain menarik dita dengan semangat. Dita tahu yang ada dipikiran nya. Dita hanya tampak tersenyum malu melirik pada pak Anwar yang semenjak tadi melihatku dengan senyum malu nya.


Didalam Apartment Zain mulai mencumbu dita yang sejak tadi menjadi tujuan kepulangan Zain. Dimulai dengan ciuman dibibir turun ke leher dan terus menuju daerah sensitif yang dapat membangkitkan gairah Dita.


Kini keduanya telah didalam mode panas. Saling memberi dan menerima cumbuan hingga mengeluarkan erangan dan desahan panas disore hari.


*****


"Babe. Apa semua telah rampung" Tanya Robbin pada Sita.


"Yah. setelah pernikahan dita aku akan ke bertolak ke Korea. untuk melihat apartment yang telah disediakan dan mengenal daerah serta melihat kampus disana. Kau berangkat bersama ku kan." Tanya sita


"Tentu saja. aku sudah membereskan semua nya. Tinggal menunggu pernikahan kakakmu saja. dan kita berangkat"


Sita tersenyum. Malam ini mereka berencana pergi ke Club bersama. Menunggu kedatangan Abel di apartment milik dita.


Kecanggungan terasa diantara Sita dan Robbin. Mereka memang jarang sekali berdua. selalu ada abel atau teman yang lain yang menemani. Kebersamaan sita diruang tertutup dengan Robbin membuat sedikit canggung. Robbin yang selalu memandang nya pun membuat nya lebih malu.


"Bolehkah aku mencium mu" Tanya Robbin


"Ap..ppaa" Belum juga sita menjawab Robbin terlebih dulu menyambar bibir ranum sita dengan lembut. sekilas mengecup dengan hangat.


Robbin tersenyum pada sita. dan melanjutkan ciuman mereka. hingga terhenti karena suara teriakan abel.


"Yaaaaa........ kalian ngapain" Sita melihat ke arah pintu yang terbuka berdiri abel dengan wajah kaget dan tertawa setelah nya.


"Maaf.. aku menggangu. Mau dilanjutkan biar aku pergi dahulu" ujar nya sambil terkekeh geli.


"Sialan lo.. masuk" ujar sita datar. Robbin hanya tertawa melihat kejailan abel.


"Kalian gak bisa didiemin berduaan. begitu kata kak lucas. hahaha"


"Samchon (paman). Kamu dekat dengan paman ku."


"Yah sering menanyakan mu karena dia takut kau memangsa anak gadis orang" Abel terkekeh


"Apa dia gila bagaimana dia berpikir seperti itu."


"Kau juga pria walau pun belum dewasa. anak anak yang sudah bisa buat anak. itu kata kak lucas " abel menjelaskan dengan kekehan nya."


"Sialan" Robbin cemberut mendengar nya.


"Kak lucas lucu yah." ujar Sita.

__ADS_1


"Sebaiknya kita bersiap. kita bersenang senang sekarang" lanjutnya.


Kini mereka berada di Club dengan dentuman musik berisik dan lampu yang memusingkan menurut sita. Dia memang jarabg ke Club tapi ini hari pengecualian. dia ingin merasakan semua kesenangan diNegara nya sebelum bertolak ke Korea.


****


"Mas.. Ahh" Dita melenguh panas dengan cumbuan Zain diatas Ranjang kamar apartment zain.


"Sayang... Naik" Zain menelentangkan tubuhnya di atas Ranjang. meminta Dita yang Naik ke atas nya.


"Mas..." Dengan Malu Dita beranjak menaiki tubuh polos Zain.


"Sekarang Dita yang kerja yah.." Suara serak Zain terdengar seksi ditelinga Dita. Dita bekerja sesuai dengan permintaan Zain. Hingga sampai keduanya mencapai puncak pelepasan. Dita turun dari tubuh Zain dan berbaring disampingnya.


"Ah.. Mas apa bisa mas jangan dulu meminta jatah padaku. Aku ingin tinggal bersama Sita sampai kita menikah. minggu depan.."


"Eumm.. Mana bisa.." Zain menelusupkan kepalanya disamping tubuh dita.


"Bisaa... setelah menikah Mas bisa memintaku kapan saja bukan." Kata Dita Sambil mengelus tangan Zain.


"Baiklah.. Tapi sekarang sekali lagi" Zain menatap dita dengan wajah memelas.


"Mas. Aku lelah.. dari tadi sekali lagi terus" Dita mengerucutkan bibit nya berusaha menolak keinginan Zain.


"Sayang..."


"Besok kita Ada Rapat. kita Harus tidur cepat. dan lihat ini sudah jam 2 pagi.. masih mau menghabiskan waktu tidur dengan bercinta." Rayu Dita karena sudah sangat kelelahan.


"Baiklah.. Tidurlah" Zain memeluk dita erat menyusupkan kepala nya diceruk leher dita. sampai kedua nya terlelap di dunia mimpi.


Pagi hari menjelang. Zain terbangun mendengar suara bergeretak didapur. Suara barang terjatuh. Melihat kesamping nya dita tak lagi berada disampingnya. Hingga Zain turun dari ranjang dan langsung ke Arah Dapur. Dita terlihat berjongkok menutup wajahnya dengan melipatkan kedua tangan nya diatas lutut.


"Sayang.. kenapa" Zain berlari mendekat melihat barang barang dapur berantakan dan keadaan dita yang terduduk sambik tergugu jelas sedang menangis.


"Hhuuuuu.. hhuuuuui" Suara Dita menagis dibalik tangan nya.


"Sayang kenapa.."


"Mas.. Aku ingin makan Apel. tapi dikulkas habis. aku ingat kemarin membeli beberapa tapi tidak ada.." Dita kembali menangis..


Kenapa dia lucu sekali. Dita yang aneh. Karena apel saja dia bisa menangis. batin Zain


"Belikan lagi.." Ujar Dita sambil memandang polos pada Zain.


"Pasti.. sekarang ayo ke kamar mandi kita bersihkan badan dulu. Bukan nya hari ini ada Rapat"


"Ah.. Aku lupa.. ayyooo" Dita segera berdiri menuntun tangan Zain cepat menuju kamar mandi. Zain tetap melongo melihat perlakuan ajaib Dita.


****


"Pagi pak Zain. semua sudah menunggu di ruangan " Ujar Damar. melirik sedikit pada atasan yang sekaligus sahabatnya. yang jarang atau tidak pernah telat sama sekali menghadiri rapat kini malah terlambat 20 menit.


"Maaf saya ada halangan. maaf kan atas keterlambatan saya."


Zain duduk diikuti Damar dan Dita. Rapat berjalan alot hingga memakan waktu 2 setengah jam. Dita tampak mengantuk dan hampir terjungkal bila tidak Damar tahan.


"Nona dita tidak apa apa" Damar mendekat ke arah dita dan membisikan "apa kamu baik baik saja. kalau tidak bisa keluar sekarang biar saya yang menunghu dan melanjutkan"


"*Bolehkan. aku ingin ke toilet sebentar untuk membasuh wajahku. kakk" Bisik dita


"Pergilah*"


Zain tampak masih serius dan berkonsentrasi pada rapat sehingga tidak menyadari dita tampak kelelahan dan keluar dari ruangan rapat.


Rapat baru selesai setelah satu jam berlalu semenjak dita keluar ruangan.


"Baiklah rapat kita akhiri." Zain berdiri dan melihat kursi Dita yang berada disamping ruangan kosong. Zain melirik ke arah Damar.


"Ah. maaf pak nona Dita tadi saya suruh keluar terlebih dahulu" Damar melihat situasi. Bagaimana bisa dia bilang kalau dita mengantuk selama rapat didepan para eksekutip perusahaan. bisa jatuh harga diri Zain selaku calon suami nya.


"Mari.." Zain berlalu keluar ruangan menuju ke ruangan nya.


"Kenapa dita lo suruh keluar" Tanya Zain dilift yang memang hanya ada dia dan Damar.

__ADS_1


"Lu ngabisin berapa ronde tadi malem ampe calon istri lo hampir tumbang ditengah rapat"


"Hah dia kenapa Mar. dia baik baik aja kan"


"Tenang. dia cuman kelelahan kayanya ngantuk berat" Zain menarik napas lega. ujung bibir nya terangkat meningat semalam dia memang terlalu berlebihan.


"Lo bentaran lagi nikah. jangan terlalu di hajar banget kenapa. Kasian tuh. belom jadi istri udah rakus bener luh. apa lagi entar."


"Ya elah. tau bakal dapet rasa surga gini. gw nikahin dia di awal. gak usah pake pacaran."


"Gini nih. kalo cowo polos langsung kena rasa surga. ngebabat gak puas puas.."


Mereka berdua tertawa hingga sampai diruangan Zain. meja dita tampak kosong . Zain masuk keruangan nya dan sedikit terkejut. disofa tampak dita terlelap tidur. Damar hanya melirik pada Zain mereka kembali terkekeh tertahan karena takut dita terbangun.


"Lo keluar deh. Gw mau nemenin istri gw bobo. handle semua hari ini. gak ada jadwal lagikan gw" Ujar Zain datar.


"Sialan lo. bisa diatur asal bonus bulanan gw double" Kata damar sambil mengedipkan matanya.


"Ok pergi loh" Zain mendekat ke arah Dita. memangkunya untuk memindahkan ke kamar pribadi Zain. Dita tampak tidak terganggu ditidur lelap nya. Zain membaringkan dita di ranjang dan mengikutinya untuk sama sama mengistirahatkan tubuhnya.


Tak lama Dita terbangun dan melihat jam ditangan nya. ketika jam menunjukan pukul 12.30 siang. hampir jam makan siang.


"Pantas saja perutku kerocongan." Dita meregangkan tubuhnya dan baru tersadar bahwa ini bukan kamarnya atau pun kamar Zain. Dita melirik kesamping melihat Zain pun tertidur pulas disampingnya. Mengelilingkan mata nya dan terhenyak.


"Ini dikantor. Mas zain. auhh gila.. gimana ini" Dita gelagapan bingung .


bagaimana bisa aku tidur dikantor bersama Mas Zain pula bagaimana kalau karyawan lain melihatku. Batin Dita


"Mas. Mas.. Bangunn... Mas.." Zain menggerakan tubuhnya dan membuka matanya melihay ke arah dita yang membangunkan nya.


"Kenapa Sayang".. Zain malah memeluk dita dengan erat.


"Bangun.. kita dikantor ini. bagaimana ini. Orang orang pasti mencari mas kan.. aduh gimana ini" Dita gelagapan sendiri


"Tenang sayang. Mas udah minta Damar handle kerjaan. Lagian mas gak punya Jadwal lain. (Melihat jam) Mas baru tidur satu jaman ko."


"Satu jam. Mas beres rapat jam berapa memang nya. tadi Aku masuk ruangan mas jam 10 lebih. Aku kira mas tak lama menyussulku tidur."


"Yah rapat agak berjalan alot. ada sedikit kendala. kamu pasti kecapean ya sayang. ampe ketiduran diwaktu rapat"


"Yang bikin ulah siapaa coba"


"Hahhaa.. Maaf.. Mas gas lagi entar udah Nikah yah. Hehhe"


"Ya udah Bangun yuk.. Aku laper.."


"Ok. ayo" Zain bangun menuju kamar mandi membasuh wajah nya dan merapikan penampilan nya. begitu pun Dita


"Lain kali Mas harus tau waktu yah. kan repot kalo bikin masalah dikantor kaya gini"


"Iyya. Sayang" Zain hanya tersenyum ringan sambil melihat dita yang sedang merapikan Make up dan rambutnya.


"Ayo Mas.. makan diluar yah. Dita pengen makan jjampong. "


"Disini aja yah.. kita pesan antar."


"Gak mau mas pengen diluar. "Air mata dita hampir saja menetes.


"Baiklah baiklah.. Kenapa sampai mau mennagis. Mas cuman takut kamu kecapean. ayolah kita pergi kalau kamu mau makan diluar sayang"


"Gitu donk" Dita tampak sangat senang. berjalan dengan merangkul manja disamping Zain.


Dita tambah menggemaskan aja. kenapa dengan nya.. Batin Zain.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2