Framia Radita

Framia Radita
Kerja Bareng sahabat vs rival


__ADS_3

"Sampai jumpa besok dit.. semangat.. " kata Damar ketika dita keluar mobil..


"Baik pak..?"


"Panggil saya kak aja deh diluar kantor.. "


"Saya berusaha membiasakan nanti pak.." jawab Dita..


Dita nampak terburu buru masuk ke gedung apartmentnya.. Dia takut Sita belum makan. Karena biasanya Dita tiba lebih dulu, kini Dita terlambat satu setengah jam iya takut Sita sudah sampai dan belum makan.


Cekrekk..


Dita membuka pintu apartment nya dan terlihat Sita sedang duduk menonton TV dengan Angel sambil sibuk mengunyah..


"Ah syukurlah.." Dita tampak terengah engah karena berlari, keringat nampak jelas dikening nya,


"Lu olahraga dit.. " tanya sita lempeng..


"Ngak.. cuman lari kecil aja dari bawah.." jawab nya sambil tersenyum


Sita memandang Dita dengan Wajah cemas sebenernya Sita tahu, Dita berlari karena mencemaskan nya, hanya saja kedua saudara ini tidak biasa mengekspresikan rasa sayang atau perhatian satu sama lain.


"Kapan dateng angel.." Tanya Dita..


"Satu jam'an lah.. "


"Sita minta dibawain makanan.. yah.. "


"Gak ko.. ini udah ada waktu gw dateng.."


"Ini bukan dari lo Dit.?" tanya sita menyela.


"Gak gw malah baru mw masak ini.. gak niatan pesan antar.." jawab Dita.


Mereka bingung saling pandang. bertanya dengan tatapan matanya.. semua angkat bahu dan tertawa..


"Gimana nih kalo slah kirim.. soal nya udah dibayar tadi kata mamang ojek nya.." saut Sita


Drtttrtttt.. Drtttt Suara pesan masuk di Ponsel Dita..


"Selamat menikmati makan sore nya.. Maaf tadi menyita waktu anda...... Zain " Isi pesan itu membuat Dita tambah bingung, Zain yang kirim itu diluar perkiraan nya yang lebih kaget lagi adalah Zain tahu nomor ponsel nya, tapi tadi dia menelepon kantor bukan ponselnya.


"kalau berpikir tentang tadi.. benar saya hanya ingin menjelaskan secara tidak langsung pada rekan anda bahwa anda adalag pacar saya.. " isi pesan selanjutnya..


"What... " teriak Dita membuat Angel dan Sita kaget.


Angel merampas ponsel Dita dan membaca pesan nya. Angel berteriak kaget.


"Kerja seminggu lu gaet CEO nya.. emang luar biasa lu yahhh... " Angel mengacungkan dua jempol nya


"Karena baru dua minggu baru bisa ada yang suka.. kalo kelamaan ntar absurd nya mereka tau.. ntar juga I'll feel dalam waktu nya..." celoteh Sita


"Sialan lo.. kakak lu ini gak aneh aneh banget dibanding Si CEO nya.." balas Dita..


"Gimana bisa jadian ama Zain nya.. "


"Ntah dia yang memproklamirkan sendiri gw mah kagak paham.." Dita enggan menjelaskan karena takut Sita memandang dirinya bodoh.


"Deh ilah... Makin naik aja pamor lu.. hahhahaaaaa" Angel masih saja tertawa ikut bahagia,,


"Duhh.. kapan yah bagus nya gw jelasin ma angel.. " batin Dita


"Tapi bukann nya lo besok masuk kerja yah.. "


tanya Dita pada angel..


"Huuhh.. mau pinjem blous beneran dikit.. tau kan lo baju gw minim semua.. " kata angel..


"Pilih aja.. lah pake bilang segala.. "


"Ma acihh.. beibehhh... " kata Angel


"Besok Sore pulang kerja anter ke mall kita ketemuan dimall lo juga Sita sekalian makan.. gw mau belanja baju kerja.."


lanjut Angel


"Ok... " Sita dan Dita menjawab bersamaan..


Selesai memilih pakaian Angel pamit pulang, tinggal Sita dan dita, sita memandang kakaknya.


"Lu suka ma pacar lu. " tanya Sita

__ADS_1


"Kenapa Emang.. "


"terlalu dadakan.. walau gw udah ada feeling waktu makan itu.. tapi gw felling ma Kak Damar bukan sama cold frince atau Mr Rumor.. hehheee" Sita menduga duga saja padahal tapi cukup membuat Dita gelagapan, Dita berpikir harus lebih hati hati didepan adiknya ini.. Dita merasa lebih baik Adiknya tahu kakaknya pacaran bentar dan putus ketimbang pacaran pura pura.


****


Semua mata tertuju pada Zain yang keluar mobil mereka menunggu pintu satunya terbuka. Mungkin mereka kira akan ada Seorang Dita yang keluar Dari mobilnya. Ternyata Tidak, Dita malah nampak keluar dari taxi online dan jalan sedikit terburu buru.


Karena kemarin Mobil nya Dita tinggal Diparkiran Kantor. dan ketika Zain menawarkan menjemputnya Dita menolak dengan halus karena takut Sita menyadari kekakuan nya, Dita memang baru mau meminta pertolongan pada Zain hari ini agar Dia pun ikut berperan ketika didepan adik nya... Sita..


Zain tidak menyadari kehadiran Dita dibelakangnya. Dia masuk menaiki Lift eksekutif dan ketika pintu lift hampir tertutup Zain melihat Dita masuk berdesakan ke lift karyawan. Zain menahan pintu lift dan menyuruh Damar memanggil dita..


"Nona Dita.. maaf pak Zain memanggil anda.. bisa keluar dari lift sebentar.. " pinta Damar


Lift memang terlihat penuh suara peringatan kelebihan beban berbunyi, Dita berusaha keluar dari lift ketika Kaki nya tersandung dan hampir jatuh tersungkur. untung saja Damar berhasil menahan dan menjaga keseimbangan Dita. Dita masuk ke arah Lift dan berdiri disamping Zain.


"Lain kali ketika kamu melihat ku langsung hampiri aku dan ikuti aku.. " perintah Zain..


"Baik pak... " Jawab dita singgkat..


Tak ada obrolan sampai ke lantai ruangan Dita, hanya hembusan napas canggung saja diantara ketiganya..


"Waktu makan siang nanti bisa saya membicarakan sesuatu pak. ?" tanya Dita cepat.


"Hmm... " jawab Zain..


pintu lift tertutup tanpa jawaban pasti untuk Dita. Sedangkan rekan nya semua memandang Dita yang baru keluar dari lift eksekutif.


"Wah.. nyonya muda kita datang... " canda Lucas.. yang lain ikut menimpali dengan tawa ringa. Dita hanya bisa tertunduk malu.


"Oh iya ada anak baru hari ini... jadi persiapkan meja disebelah Dita.." perintah Mbak Widya..


"Dan jangan dipelonco.. dia anak pemegang saham.. dia datang untuk belajar dan mungkin mengawasi hhehehee.. " lanjut mbak widya sambil bercanda.


Nampak Pak Arif diikuti wanita cantik menuju ruangan.. Dita sibuk dengan kerjaan nya, sehingga kurang memperhatikan Pak Arif ketika Pegawai baru memperkenalkan diri, dan dia menduga bahwa Karyawan baru ini adalah calon Zain yang dibicarakan Pak santoso kemarin.


"Halo Saya Angelina Salicila.. Mohon kerja sama nya.."


Bruukk..


Suara berkas terjatuh karena si empunya berdiri dengan tergesa.


"Ohhh... " Angel terkejut melihat Dita berdiri, dia hampir memekik ketika mata Dita memicing dan menggeleng pelan..


"Ahhaaaaa... Tidak apa apa Nona Dita.. " nampak pak Arif sedikit formal, Dita merasa Ada yang jnggal tapi belum pula sadar,sampai pak arif berlalu keluar ruangan. Angel menghampiri Dita saling tatap dan tersenyum, langsung berjingkrak dan teriak dalam diam. semua rekan memandang mereka.


"Ah maaf saya kurang sopan,, Dita adalah sahabat serta saudara saya.. jadi saya sangat senang.. " kata angel malu


"Wow. kurang apa lagi Nona Muda kita Ini.. Sahabat pun sama Cantik nya" Kata Lucas...


"Ok ok.. Hehe.. Saya Widya.. panggil saya Mbak widy saja... "


"Saya sarah.. eum.. Tameng mu bnyak sekali yah.. " Tetap dengan Peloncoan nya membuat seisi rekan terkejut, berbeda dengan Dita dan angel yang tanpak tersenyum


"Kebetulan ayah saya memang tameng terbesar saya,, tapi jangan sungkan untuk membimbing saya.. disini saya hanya karyawan.. tapi saya tidak punya tameng selain ayah.." Jawab Angel


"Apa an tameng terbesar kamu tuh pinggir kamu. " jawab Sarah tidak setuju..


"yeeee... "kata Angel bingung sambil melirik Dita yang nampak membulatkan mata dan segera mengajak duduk Angel. Waktu kerja telah mulai Angel dibimbing Lucas sedangkan


Dita bersiap kerja lapangan lagi menuju proyek pembelian lahan.


"Mbak kita berangkat jam berapa.. ? "


"Sekarang .. kamu udah siap.. " kata mbak widya


"Udah... mbak.. Angel aku pergi dulu yah.. "


"Aku..." angel mengkerutkan Dahi karena tidak terbiasa..


"Ini kantor.. " isyarat Dita pelan.. Angel hanya membulatkan Mulut ber ooohhh...


"Teman teman saya permisi kalo begitu.. Lucas titip yah.. " Dita menunjuk dengan mata pada sahabatnya.


Didepan tanpak pak Arif sedang berbicara pada Zain yang berdiri disamping mobil ditemani Damar yang sibuk pada ipad nya.. pak arif terlihat menjelaskan sesuatu, yang dibalas anggukan Zain, Ketika Dita sampai didekat mereka Zain langsung membuka pintu mobil, dan memerintahkan Dita masuk dengab isyarat mata nya.


"Ah kita satu tujuan nona dita.. Pak Zain ingin Anda ikut denganya.. ayo wid.. " sela pak Arif serta mengajak Widya kemobil dinas, sedang Dita tampak memasuki mobil Zain dengan enggan.


"Yah.. snak gw di tas mbak wid.." keluh nya pelan, tapi tidak lepas dari pendengaran Zain..


"Pak Anwar depan berenti dulu.. " Perintah Zain Damar nampak menoleh kebelakang..

__ADS_1


"Buat apa zain.. "


"Kasih makan anak orang.. " jawab Zain


"Ahh.. kedengeran kah.. maaf pak saya cuman sedikit eumm... " kata dita bingung


"Sedikit apa.. lapar.."kata Zain


"Berenti beli snak buat dita ..Mar.. "perintah Zain


"Baik pak.."


Mobil tampak berhenti disebuah minimarket disusul mobil belakang pun ikut berhenti, mbak Widya tampak tegopoh keluar mobil dan menghampiri mobil Zain.


"Ada yang bisa dibantu pak? " tanya mbak widya diluar mobil


"Gak usah Wid.. " jawab Damar sambil keluar mobil..


"Saya bisa beli sendiri...pak.. " keluh dita pada Zain.


Zain malah merangkul pinggang Dita untuk mendekatkan duduk dita ketubuhnya..


"Panggilan mu.. perbaiki.. " bisik Zain ditelinga Dita.. bulu kuduk dita berdiri karena menahan geli, mendengar suara pelan dan napas Zain ditelinga nya.


"Eumm.. iya MAS.. " jawab Dita masih bingung karena ini bukan tempat umum. Zain melonggarkan rangkulan nya walau tidak melepaskan nya, pemandangan ini terlihat widya dari luar, diapun tampak tersenyum. tak luput juga dari mata pak Anwar yang memang sedari tadi mencuri lihat pada kursi belakang.


Damar selesai mebeli snack, ketika dia masuk dan hendak memberikan Snack mata nya tertuju pada tangan Zain yang melingkar mesra pinggang Dita..


"Ini snack nya Pak Zain.. Nona Dita.. " kata Damar sambil melirik Zain.. wajah Zain nampak dingin saja seperti biasanya . Mereka melanjutkan perjalanan ketempat proyek. Dita bekerja seperti biasa bersama pak Arif dan Widya.. sedang Zain dan Damar berada diruang kepala proyek, untuk membahas langsung kendala dilapangan.


waktu menunjukan pukul 1. 00 jam makan siang, Zain mencari keberadaan Dita. terlihat gadis itu sedang berbicara dengan beberapa tokoh warga setempat. diakhiri dengan senyuman dan salam perpisahan Dita yang beranjak mendekati Zain.


"Pak.. " Tanya Dita.. Zain menoleh tajam dengan kening berkerut..


"Ohh.. Mas.. kita makan siang.. kita mau bahas yang kemarin sore masih ingat.. " kata dita, Dita langsung paham dengan isyarat mata zain ketika dia langsung mengganti panggilan.


"Hm.. Masuk.. " Zain meminta Dita masuk mobil


"Sebentar saya pamit pada pak Arif dan Mbak widya.. " pinta Dita, Zain hanya mengerakkan sedikit alis nya. Tanda perserujuan.


Terlihat Dita berbicara pada Pak arif dan widya setelah itu dia kembali menghampiri pak Zain. Mereka masuk ke mobil dan beranjak ke salah satu restoran terdekat.


Dita nampak mematung memandang ke arah sebrang jalan, terlihat seorang ibu dan anak yang sedang mengemis dipanas terik ini. Dita langsung menyebrang tanpa pamit pada Zain. dia nampak memberi uang, beberapa uang kerta bernomonal besar, si ibu nampak berlalu dari pinggir jalan membawa anak nya.


"Ngapain... " Tanya Zain ketika Dita sampai dihadapan nya..


"Nyuruh makan... " jawabnya lempeng..


Dita masuk dan langsung memesan makanan dengan antusis banyak makanan kesukaan nya. Zain maupun Damar nampak terkejut dengan pesanan makan Dita yang menurutnya banyak untuk porsi wanita dengan tubuh seperti Dita, yang biasanya menjaga makan untuk menjaga bentuk tubuhnya.


"Gak kebanyakan tuh.. "Kata Damar.


"gak lah.. Paling malem olahraga double.. " kelakar dita.


"Makan.. " perintah Zain.


Selesai Makan Zain tidak langsung beranjak hanya meminta Damar kembali ke Mobil. karena Dita meminta bicara..


"Ada apa.. "


"Gini pak.. saya mau minta tambah syarat boleh. "


"Apa.. "..


"Didepan Adik Saya.. saya harap kita juga berpura pura.. dia tidak tahu kondisi ini.. tapi saya takut melukainya bila saya menjelaskan.. lebih baik dia tahu saya pacaran sebentar langsung putus.. dari pada tahu saya pacaran pura pura.


"Baik... dan kamu harus.. eum sedikit mesra didepan Pak Anwar.. Dia mata mata ayah.. " tambah Zain ragu..


"Ok.. sip.. hee.. " Dita menjawab sambil tersenyum manis.. lagi lagi membuat jantung Zain merasa bergetar .


Dita menjelaskan karyawan baru dibagian nya, yabg ternyata sahabatnya angel membuat Zain sedikit berpikir dan tersenyum


Mereka Keluar Restoran dipintu keluar Dita bergelayut manja ditangan Zain. Pak Anwar memang nampak memperhatikan mereka berdua, Mereka memang harus ceoat kembali ke Kantor.


"Nanti aku antar pulang... " tanya Zain


"Tidak usah.. kasian mobil saya harus menginap sendirian diparkiran kantor.. " jelas Dita.


"Nanti mungkin setelah mobil saya terjual saya bisa merepotkan mas.. " canda dita sambil keluar mobil.


Lagi lagi kebersamaan Zain dan Dita menjadi pemandangan indah dikantor berbeda dengan sepasang mata yang terlihat marah dan terluka. mata itu memandang tajam ke arah.

__ADS_1


TBC


__ADS_2