Framia Radita

Framia Radita
Rasa yang asing


__ADS_3

" Mas... "


Dita mendorong pelan dada zain agar menjauh.. bukan tidak senang hanya saja dita merasa ini kurang benar, Status yang tak jelas membuat dita ragu menerima perilaku dan tindakan Zain padanya.


"Maaf.. Hanya saja mas tidak bisa mengontrol tubuh mas sendiri " Zain nampak menyesal terlalu mendekat pada dita,,


"Bukan begitu.. Kita... nampak nya harus meluruskan beberapa hal.. Mas aku hanya pacar pura pura mas. , bila mas bertindak seperti itu aku akan berdebar dan itu akan menyakitkan akhirnya untukku. dan Pembahasan pernikahan tadi membuat aku tambah bingung mengakhiri ini nanti.. " akhirnya semua pertanyaan dita keluar dari mulut nya ..


"Kalo begitu. pacar pura pura nya kita akhiri hari ini... "


"Oh.. " Dita tampak kecewa sedikit menyakitkan karena hatinya baru saja mulai berbunga..


Zain menangkap kekecewaan diwajah dita.. Zain tersenyum, dia memperhatikan Dita Dengan tatapan yang dalam, kedua tangan nya meraup wajah dita, zain memandang mata dita..


perlahan tapi pasti wajah zain mendekat pada wajah dita hingga hidung keduanya beradu,, zain melepaskan kecupan pada Dita, zain kembali memandang Mata Dita,, dan mulai mencumbu bibir ranum dita, memainkan bibir dita dengan bibirnya,, sedikit mengigit bibir bawah dita Agar bisa membuat dita membalas ciuman nya.. balasan ciuman dita membuat zain tambah berhasrat. ciuman saling saut itu menjadi semakin dalam,


zain maupun Dita kini berciuman lebih dalam hingga mulai ada gejolak lain pada diri zain, yang kini tangan nya mulai turun dan merajalela ketempat sensitif dita, lalu merangkul pinggang dita agar lebih merapat pada tubuhnya,, ciuman Zain mulai turun kearah telinga turun keleher,, membuat dita melenguh pelan,, Zain mendorong pelan badan dita kearah dalam menuju sofa dibelakang mereka, Zain menaruh badan dita disofa tanpa melepaskan pautan nya.


Zain semakin hilang kendali, dia meraba bagian depan dita, tangan nya menemukan gundukan besar p*y*d*r* dita,


"Ahh.. emm... mas.. " Dita mendesah, membuat zain terdorong untuk melakukan lebih. ,hingga tiba tiba pintu diketuk dari luar membuat cumbuan Zain berhenti dan melepas pautan nya. Dia memandang Dita dan tersenyum.


"Seperti nya harus dilanjutkan lain kali.. " Goda zain.. wajah dita memerah bagai kepiting rebus, malu akan kondisinya sekarang. Zain mengangkat tubuh dita dan mendudukan serta membantu merapikan rambut dan baju dita, setelah itu Zain membuka pintu,


"Maaf tuan muda.. Ada pak Damar dibawah.. katanya ada pekerjaan mendadak.. kalo aden belum tidur minta ditemui.. " tanya pak Agus.. kepala pelayan.


" Ah ganggu saja... " gerutu Zain..


Wajah terkejut Pak Agus nampak jelas terlihat,, setelah melirik ke arah Dita, kemudian pak agus tersenyum maklum,,


"ahh. ni cowo kenapa jadi labil gini.. biasanya segimana kesel dia gak berekspresi.. malu kan gw sama pak agus.. hadehhh" batin dita..


Zain berjalan kebawah di ikuti pak Agus semntara dita beranjak ke kamar mandi untuk mengecek penampilan nya sebelum turun ke lantai bawah, menyusul Zain. Ah pantas saja Pak Ahmad tersenyum lipstick ku belepotan walau tidak parah tapi terlihat jelas. Dita merapikan dandanan nya lalu berniat kelantai bawah.


"Ada apaan.. jam berapa ni... gak bisa besok apa... " keluh Zain.


"What.. kesambet apaan lu.. tumben tumbenan ngamuk soal kerjaan.. PMS lu.. ini penting.. gw butuh tanda tangan lo.. harus nya lo bersyukur gw masih mau kerja aja jam segini.. aneh banget sih lo... " cerca Damar..


"Tunggu.... Zainn..... Noda Apaan tuhh..." Damar beranjak dan mengusap noda yang menempel dipinggir bibir zain. Damar teliti dan seketika dia tahu itu lipstick, Mata Damar melotot ke arah Zainn..


"Zainnnn... Siapa... milik siapa ini... " Damar mengintrograsi Zain, Zain nampak gelagapan


"Hahhahahahaaaaaaa...... siapa.... dia di atas... " Damar berdiri hendak keatas mencari tahu siapa wanita yang membuat lipsticknya menodai bibir perawan Sahabatnya, Zain menghadangnya,, seketika derap langkah menuruni tangga.. Terlihat Dita dengan langkah anggun menuruni tangga...


" Wahahhaaaaa... Haiii... DITA... " seru Damar.. Dita terlihat tersenyum tanpa tahu arti dari tawa damar, Zain nampak menbuat muka sambil menggigit bibir bawah, merasa malu dan tercyduk.


"Hai.. Kak..." balas dita pendek.


"Malam malam disini.. mansion Zain.. dari lantai atas. wow... " kelakar Damar..


"Ah.. itu.. " dita nampak bingung


" dita menginap disini.. kenapa memang nya.." lanjut Zain..


"Seriussss.... " Damar tersentak kaget..


"Kenapa memang nya.. gak usah kaget gitu kali lu.. Dita pacar gw.. wajar aja dia nginep disini.. masalah.. " Kali ini Dita pun ikut Terkejut dengan status nya bagi Zain, Seneng campur campur deh.


"Masalah lah.. sejak kapan jadi beneran begini.. hahhahaaa tapi syukurlah.. akhirnya penyakit Jones lo terobati.. Terus gimana.."


" Apanya yang gimana.. "


"Alah.. apa gak nyampe gara gara gw ganggu.." Kerlingan damar sukses bikin wajah dita kembali memerah..


"Sialan lu... mana berkas nya.. gw tanda tangan,, " Zain nampak menandatangani beberapa berkas di ipad Damar, sejenak berkonsentrasi. Berkutat dengan berkas dihadapan nya,, Dimata Dita Zain nampak seksi saat pokus bekerja..

__ADS_1


"Mas Zain seksi kan kak Damar.. kalo lagi serius begitu." Seketika Zain tertunduk lemah, dia melirik ke Arah Dita dengan memincing kan matanya..


"Apa.. " kata dita tanpa suara hanya gerak bibir nya saja, serta mengangkat kedua bahunya..


"Apa kamu tidak lelah.. tidurlah dikamar.."


" aku gak bawa baju ganti.. "


" cari baju dilemariku yang bisa kamu pakai.. ok.. "


" Baik lah.. malam Kak Damar.. " Damar hanya tersenyum sambil menganguk..


Zain memandang dita sampai hilang dilantai atas, Damar terkekeh.


" Peppttt ppttppp... "


"Ketawa sekali lagi gw lempar di air terjun niagara luhh... "


" wah.. keren tuhh.. ketawa lagi ahh... AHHAHAHAAHHAHH.."


"Sialan lu yah.. " setelah kenyang menggoda Zain, Damar kembali serius dengan pekerjaan nya.. besok hari minggu memang tapi di amrik kan masih sabtu. jadi berkas harus terkirim malam ini.. Mereka baru selelsai jam 2.30 pagi,, Damar pamit pulang serta Zain beranjak ke lantai atas,, Memasuki kamar nya, Dita terlelap diranjang king size milik Zain.. dengan menggunakan kaos oblong milik Zain dan celana pendek miliknya juga. jain naik ke tempat tidur dan merebahkan diri disamping Dita, Dita terlihat menggeliat membalik kan tubuhnya menghadap Zain.


Dita memeluk tubuh Zain dan menelusupkan kepala nya dibawah ketiak Zain.. Zain tersenyum dan mulai menutup matanya.. Tidur dengan lelap dengan pelukan hangat dita..


****


Matahari sudah meninggi tapi dua pasang manusia yang masih berada dialam mimpi ini tidak kunjung bangun, Sedang keributan terjadi dilantai bawah. Pak Santoso datang Pagi Pagi mendengar laporan bahwa Zain membawa wanita pulang ke Mansion nya..


Pak santoso tidak berniat memarahi atau menghakimi, dia hanya ingin melihat dan memastikan sendiri.


"Darto.. Harusnya aku senang Atau marah.. "


"Kalo saya Sih seneng Pak.. den Zain punya pacar.. "


" Apa yang dia bawa pulang Bener bener pacarnya, kemarin saya sempat curiga pada Zain.. karena nampak tidak mesra sama sekali.. "


" Tidak bukan begitu.. malah saya sangat suka dengan nya.. Zain memang harus dengan wanita seperti Dita.. Wanita tangguh,, ceria.. saya suka.. saya malah takut Zain hanya memanfaatkan dita saja.. " keluh Pak Santoso


"Menurut Anwar bukan nya mereka terlihat saling menyukai pak.. mengantar Non dita.. menunggu Adik nya Di RS.. mengirim penjaga untuk non dita.. sering kali den Zain mengikuti aktifitas non dita diluar kantor.. itu hal yang sangat Ajaib bukan pak.."


"Oh betul.. itu membuat saya hampir tidak bisa tidur setiap malam.. cemas padahal yang belum pasti.. Tapi Damar katanya pernah melihat mereka tidur bersama.. semoga aku cepat dapat menantu to.. " curhat pak Santoso pada Pak Darto yang memnag tempat curhat dan saling berbagi keluh kesah.


****


Dita menampakan tanda kehidupan dengan meregangkan tangan nya mengucek mata nya dan melihat ke arah jendela dimana sinar matahari menelusup disela sela tirai kamar. Dita merasakan ada beban dipinggang nya membalik pandangan nya.. Dan terlihat Zain tidur bertelanjang dada disamping nya..


"Ahh... Mas.. bangunn udah siang.. mas.. " Dita menepuk tangan Zain yang memeluk nya erat..


"Pagi Sayang.. " Zain membuka mata nya perlahan, menatap dita dan tersenyum.. tapi bukan nya beranjak bangun Zain malah mengencangkan pelukan nya..


" Ih.. Mas bangunn.. siang ini.. "


"Biarin kan hari libur. "


" lah emng kali hari libur boleh males malesan... "


"Bentar lagi.. "


" Dita laper mas.. "


" oh baik lah. " zain terbangun duduk dan meregangkan tubunya.. lalu balik memandang Dita..


" Kamu hapus make up.. "


" Ah iya. jelek yah... " kata dita sambil menutup wajahnya.

__ADS_1


" Gak.. sebaiknya dari sekarang ke kantor cukup pelembab saja. kamu lebih cantik begini. jauh lebih cantikk.. sumpah.. suer.."


" ih mas goda mulu... "


" Gak goda.. tapi jangan jangan.. dikantor banyak cowo.. diruangan kamu aja ada cowok yang nempel nempel mulu.. tuh si Lucas.. " celoteh nya..menggemaskan sisi lain dari Zain lagi


Ah Dita ingin menikmati kegemasan ini lama lama tapi perut nya berkata lain..


"Mas laper.. "


" Oh ok.. bersiin badan yuk.. langsung kebawah.. jam segini makanan pasti udah siap.." ajak Zain, setelah bersih bersih dita meminjam kaos zain menggulung tangan pendeknya mengikat ujungkaos sebelah kiri dan memakai celana pendek Zain.. itu baju biasa saja menurut Zain tapi terlihat sangat seksi di tubuh.. Dita pagi ini..


Mereka turun sambik terus saling menggoda tanpa tahu ada dua pasang mata memperhatiakan..


Zain menyiapkan makanan, dimeja dita duduk manis menunggu pacar ganteng nya menyiapkan sarapan , setelah selesai menyiapkan makanan.. zain memilih duduk disebelah Dita.


Cup..


Zain mengecup pipi Dita lalu duduk disampingnya.. Dita merona malu


" Makan....Sayang.. " Ucap Zain


Dita dan Zain menikmati makanan nya, sementara dua pasang mata yang berada diujung sofa ruang tengah masih memandang takjub. Setelah Zain dan Dita selesai dengan makanan nya Baru Dua orang tersebut bersuara..


" Kenyang makan nya.. Zainn " ucap Pak santoso menggelegar. membuat terkejut dua muda mudi itu,


" Ayah.. sejak kapan ayah disini.." Zain nampak terkejut.. apalagi Dita, dia tak bisa berkata kata, bahkan bergerak pun susah.. Bagaimana bisa dia terciduk menginap dirumah lelaki oleh ayah nya.


"Semenjak dua setengah jam yang lalu.. sebelum kalian bangun, lalu turun sambil cengengesan.. sampai ciuman pagi kamu Zainn. hahahhaaaaaaaaa " Pak Santoso benar benar merasakan kebahagian


begitu pun Pak Darto. Zain dan Dita tampak terkejut, dita menyangka dia akan diomeli habis habisan oleh pak santoso, yang memang semenjak awal kurang meyukainya..


Tapi nyata nya tidak.. Mereka malah terlihat ramah pagi ini.. Dita diajak mengorol didepan bersama Pak Santoso dan pak Darto. Dita banyak bercerita mengenai hidupnya. kecelakaan orang tua nya.. adik nya pekerjaan nya.. dan banyak lagi, dita memang cepat bisa menyesuaikan diri, dan itu disukai kedua orang tua itu.


Zain hanya terus tersenyum memandang dita penuh cinta.


****


"Pada bangun donk.. bantuin gw beresin rumah.. " seru sita pada teman teman nya.. iya ini pagi yang sibuk setelah malam yang sibuk.


" kak dita gimana donk.. dia tidur dimana.. " tanua abel pada sita.


" Tenang Pacar nya Kaya.. jadi dia gak bakal tidur di emperan.." kata sita lempeng..


Sita melirik ponselnya dan Tersenyum. tak ada notip dari kakak nya, jadi sita yakin dia bersenang senang,, apa lagi sudah siang begini Dita belum juga pulang,, ide tadi malam terjadi tiba tiba.. ketika dihendak turun malah melihat kakak dan pacarnya bermesraan jadi Sita mengusir Dita..


Flashback On


" Gw beli snack dulu deh lu tungguin yah.. " ujar sita sambil keluar. Sita hendak turun menggunakan lift ketika dia melihat dita dipeluk Zain dan hampir berciuman, sita lari sebelum dita melihatnya,, masuk apartmentnya dan meminta kawan kawan nya sedikit mengacak ngacak ruangan dan tertawa keras..


Cekrek..


Sita melihat ke arah pintu tampak dita terkejut. Sita lekas berlari karena takut Dita keburu masuk dan melihat keadaan rumah yang berantakan dibuat buat.. dia mendorong sita..


"Ko pulang sih.. Kak Zain bisa bawa pergi kakaku gak.. " kata Sita.. Dita hanya melongo mendengar ocehan adik nya ini..


"Aku lagi piyama parti.. lagian lo gak bakal bisa tidur gak ada tempat dan pasti berisik ampe pagi. " Sita kembali masuk menutup pintu dan menguncinya. Sita masih berada dibalik pintu menguping percakapan kakaknya, Sampai mereka beranjak pergi..


Flashback off.


" Jadi dia beneran gak bakal Marah sit. " tanya abel lagi.


" Gak , gw jaminnn. 1000000 % hehheeee... "..


Sita tersenyum penuh arti, bahagia kakaknya adalah bahagianya juga. kakaknya baru saja merasakan Rasa yang asing untuknya karena selama ini dia hanya pokus bekerja dan mencintai keluarga jadi senang rasanya Sekarang Faradita mulai menikmati Hidupnya

__ADS_1


TBC..


💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕


__ADS_2