
Angel dan damar nampak mulai mengakrabkan diri. mereka berbincang bersama sambil menikmati suasana santai di bar teman dekat Damar. Dipandangan Damar angel nampak jauh berbeda dari tampilan nya yang terbilang berani.
Gaya pakaian yang cenderung terbuka, membuat damar berprasangka bahwa angel sedikit nakal. tapi ternyata tidak seperti prasangkanya. angel nampak sopan dan humble. Dia enak diajak ngobrol dengan topik apapun yang Damar sodorkan.
"Pulang yuk.. Malem nih.. bokap bentaran pasti berondong telpon ma pesan"
"Ok gw anter deh.." Damar tanpa ragu menenggam tangan Angel dan menuntunnya keluar bar.
"Tapi gw harus beli cemilan dulu buat bokap"
"Yup.. gw anter sekalian."
"Ok kalo gitu."
Damar mengantar Angel ketujuan yang diberitahukan angel. setelah membeli cake dan snack untuk ayah nya sekarang mereka kembali menuju mobil dan melaju pulang ke rumah Angel.
"Mau turun dulu.. mampir"
"Lain kali aja deh.. "
"Ya udah makasih ya Damar.. hati hati dijalan nya.."
"Ya ok... dah.."
Damar melajukan mobil nya menjauh dari rumah angel. Angel pulang kerumah ayahnya karena ini weekend. angel masih jomblo hingga setiap weekend dia habiskan bersama ayah nya.
"Diantar siapa tadi"
"Kak Damar pah.. sahabatnya ka Zain.."
"Kenapa gak ditawari masuk ngeu..."
"Lain kali katanya pah.."
"yah padahal lumayan tuh nemenin papah ngobrol" Pak badri tersenyum maklum pada angel. "Unge gak niat nyari pacar" lanjutnya.
" ih ada ada aja.."
"Ko ada ada. unge udah dewasa. harus cepet cari pendamping. kali aja unge bisa coba sama Damar. gimana Damar anak nya. baik gak"
"papah ih. belom juga akrab baru kali ini keluar bareng itu pun karena dita maksa maksa supaya bantu naklukin pangeran nya yang lagi ngambek."
"Kenapa Tata.. bertengkar kah dengan zain."
"oh.. papah tau gak.. mereka bertengkar karena apa."
"apa.."
"Gara gara dita gak mau makan bareng zain diruangan nya. terus dita protes soal nya Zain suka peluk peluk sembarangan. gak kenal tempat. jadi dita kabur ke kita. yang jadi bikin Zain ngamuk. heran deh pah. masa iya zain kaya gitu.. itu muka sama sipat udah kaya prajurit lagi dimedan perang. ko bisa jadi manja gitu sama dita."
"Zain kan cowo juga ngeu.. pasti pengen deket terus sama pacar nya. papah juga dulu mepet bunda mu terus makanya bisa ada kamu hhaa" pak Badri nampak tertawa renyah. dia maklum dengan rasa yang dirasakan zain karena dia pun pernah muda.
****
"Sayang.. jangan tidur dulu." Zain memeluk dita dari belakang sambil mengecup pundah dan leher dita. membuat dita menggeliat geli dan juga nikmat bersamaan.
"Kenapa mas.." Zain tidak banyak bicara hanya membalikan badan dita menghadap nya dan mencium bibir ranum dita perlahan menjadi semakin dalam, mengantar mereka kedalam kegiatan yang lebih panas yang berakhir di penyatuan mereka. dua jam bergelut dengan kegiatan pompa memompa, berguling dengan gaya yang berbeda akhir nya mereka mencapai pelepasan nya.
Zain nampak puas malam ini dengan sikap dita yang tak lagi melarang nya skinsip asal diluar kantor atau ditempat yang tidak terjamah karyawan nya.
"Sayang.. Bangun.. sarapan dulu" Pagi hari ini Zain bangun terlebih dahulu membuatka dita sarapan. Dita bangun perlahan menyatukan nyawanya yang masih berterbangan
"Maaf mas.. aku bangun kesiangan.." Zain memberikan sarapan nya pada dita, Dita memakan nya dengan setengah mengantuk
__ADS_1
tok tok
"Den.. ada tuan dibawah. katanya ada perlu sedikit." Pak agus berlalu setelah memberi pesan.
"Ada apa ayah pagi pagi udah muncul disini"
"Sana turun duluan mas.. setelah ini dita nyusul kebawah.." Dita tampak sedikit takut, Zain dan dirinya belum resmi menikah tapi kerap kali berada di mansion Zain membuatnya kurang nyaman menghadapi calon mertua nya itu.walau pun calon mertuanya pak santoso tidak menunjukan rasa tidak suka hanya saja dita mulai tidak nyaman.
"Ada apa yah. pagi sekali.. "
"Ayah cuman mau bahas tentang jcompany. kapan Kamu ke Amerika Zain. apa schedule nya sudah siap."
"Sudah yah.. tinggal berangkat dua minggu lagi."
"ok.. ini berkas yang kamu minta."
"Sebenarnya apa niat ayah datang ke sini pagi sekali. Berkas ini bisa diambil Damar nanti padahal."
"Itu... ayah.. cuman..." Belum sempat pak santoso selesai mengutara kan niat nya Nampak Dita sedang berjalan menuruni tangga sambil tersenyum makbum.
" Selamat pagi om."
"Oh.. selamat pagi dita. kamu menginap disini rupanya."
"Iya om. " Dita duduk canggung disamping Zain. Zain yang melihatnya sedikit tersenyum dikulum reaksi dita yang nampak malu dan tak nyaman terlihat lucu dimata Zain. Zain menarik pinggang dita agar lebih mendekat dan sukses membuat wajah dita bak kepiting rebus.karena di awal dita memang tidak merasa bersalah ketika terciduk oleh pak santoso beda dengan sekarang. Dita merasa ada yang salah pada dirinya.
"Ah bagus lah ada dita. biar ayah sekalian berbicara pada kalian berdua.. Begini. tadi pagi badri menelpon katanya Dita sering sekali menginap di sini. atau apartment zain"
"Ah soal itu Dita minta maaf Om"
Aduh papah tau aku sering menginap apa dia akan marah yah " batin dita
"Gak perlu minta maaf dita. Om sama Badri hanya tak ingin ada kejadian diluar kendali seperti... bayi misalnya.. sebelum hal seperti itu terjadi apa baik nya kalian menikah saja. lagian umur kalian tidak lah muda.. Tahun ini Zain mauenjelang 30 dan dita 25 tahun rasa rasa nya sudah cocok untuk menikah."
Dita terhenyak ada rasa kaget, sesak, senang, takut bercampur aduk mendengar zain akan menikahi nya secepatnya. pikiran nya berlari kesana kemari pekerjaan nya, adiknya dan banyak hal lagi yang menjadi pikiran nya.
"Bagaimana dita.."
"Ah..ya" Dita tersentak dari pikiran nya. "kalo dita Gimana mas zain saja.. nanti dita ngobrol lagi sama mas Zain." Ucap dita
Pak santoso nampak tersenyum. strateginya berhasil. dia merasa badri ikut andil besar pada rencana nya ini.
flashback on
"Badri.. kapan anak anak kita bisa menikah. aku rasa sudah saat nya Zain menikah. dia sudah berumur." keluh Pak santoso pada pak Badri disambungan telpon malam sebelumnya.
"Biarkan anak anak yang menentukan pak. masih butuh waktu mungkin."
"ini sudah 7 bulan mereka bersama" Pak santoso memang menyangka mereka sudah pacaran cukup lama karena pengakuan dari zain.
"eum kalo begitu, bagaimana kalo pagi ini bapak ke rumah Zain. Kata angel Dita menginap disana. bisa gerebek saja hahahahaa" Pak badri tidak begitu serius mengenai ucapan nya. Tapi pak santoso merasa itu ide yang brilian.
"Baiklah terima kasih badri. saya tutup dulu" Pak badri tak merespon ucapan terkahir pak santoso karena sambungan telpon sudah terputus.
Pak santoso memanggil Pak Darto. lalu mengadakan rapat dadakan. Dan begitulah pagi pagi hari ini mereka berada di rumah Zain.
flashback off
Hari ini Zain nampak sibuk mengurus keberangkatan nya ke amerika untuk beberapa hari.
"Damar keruangan ku sekarang." Panggil Zain pada sambungan telpon. tak lama Damar nampak memasuki ruangan Zain. Didalam ruangan sudah ada di dita yang nampak meneliti lagi jadwal disofa.
"Kenapa pak..." ujar damar.
__ADS_1
"Sepertinya kita butuh satu orang lagi untuk pergi kesana.. diacara jamuan makan CEO jcompany kamu tak mungkin datang sendiri. Aku membawa Dita tentu saja. dan kamu harus membawa partner . Siapa yang akan kita Ajak. Widya bagai mana."
"Saya boleh memilih?"
"silahkan.."
"Baiklah.. terima kasih" Damar hendak berlalu ketika zain melempar gulungan tisu
"ah apa lagi"
"Main nyelonong aja.. siapa yang mau lo ajak.. heran ma atasan kagak ada sopan sopan nya."
"tadikan udah jadi bawahan lo... gw mau ajak angel.. biar semua senang bener gak dit.." Dita yang ditanya nampak masih berkonsentrasi dengan pekerjaan nya hingga tidak mendengar pertanyaan Damar.
"Sayang.." Zain memanggil tidak juga ada tanggapan. Zain mendekati dita dan duduk disamping nya. Mengelus rambut dita hingga akhirnya menoleh.
"Ah ya mas ada apa.. ada yang mau diambilkan"
"Bukan.. kamu nampak terlalu serius dari tadi kita tanya kamu tak merespon."
Mata dita berkeliling hingga mendapatkan damar diruangan nya entah sudah berapa lama.
"Oh maaf pak damar.. saya tidak mengetahui bapak ada diruangan ini " Zain kembali mengelus rambut dita.
"Kamu kerja jangan gitu banget kali dit.. emang belom kelar yah."
"Udah ko pak.. ini udah beres."Dita membereskan semua berkas dan menutup laptopnya.
"Ada apa tadi."
"Damar mau ajak angel katanya."
"Beneran.." Dita memekik senang dan memeluk zain. " Jadi gak terlalu bosan nanti disana" lanjutnya
"oh jadi mas bakal bosenin" rajuk Zain
"Gak donk.. ya kan mas ada jadwal yang gak bisa dita ikutin. jadi pas dita nunggu dihotel pasti bete"
Zain tersenyum mendengar jawaban dita.
"Ya udah ajak angel aja. " ujar nya.
"Ok biar aku yang kasih tau angel langsung" ujar Damar sambil berlalu keluar. Meninggalkan Zain dan dita yang langsung tak menyia nyiakan kesempatan untuk menggelayut manja pada dita.
"Tentang penikahan mas.. bisa kita bicarakan itu sekarang.."
"Nanti saja.." Zain melanjutkan pelukan dan ciuman nya pada dita.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continued