
Haii
sebelum lanjut aku mau ucapain
Terima kasih Reader's yang udah nyempatin baca..
tinggalin jejak yah.. biar author lebih semangat buat bikin cerita nya.
****
Disebuah kamar hotel ada perbincangan yang cukup menarik, mereka bercerita tentang ini dan itu.
"Beneran kamu liat sendiri Nit.. "
"Bener bu.. saya liat sendiri dia godain pak reza.. Malah saya liat sendiri dia keluar dari kamar Pak Zain itu.. Faradita memang bukan wanita baik baik bu.."
"Iren kamu tau soal itu.."
"Ah iren hanya mendengar bu" Iren nampak gelagapan dengan pertanyaan yang diajukan bu reza.. karena bukan keinginan nya berada dikamar ini bersama nita apalagi bu reza.
Ponsel nya terus menerus berbunyi. pesan pesan masuk menunggu dibaca. hingga ponsel nya berdering menerima panggilan .
"Saya permisi sebentar ya bu ada panggilan." Bu reza dan nita mengangguk, iren menjauh dari kedua wanita tersebut.
"beibz.. bisa tunggu sebentar aku terjebak dikamarmu." bisik iren. yupz.. yang menelepon adalah pak reza. iren dan Pak reza memang mempunyai affair. sehingga dia merasa tidak nyaman berada dikamar istri sah nya pak reza.
"Saya bisa permisi duluan bu." pamit iren pada bu reza dan nita..
"Bareng aja mbak nita aku juga mau antar belanja mbak sasti ko.."
" Yah gak papa. saya juga mau jemput anak saya.. pergi bareng aja." Mereka lalu sama sama keluar kamar dan menuju bawah.
Dibawah Nita melihat dita yang berjalan menuju ke arah nya sambil tersenyum. "gitu banget tuh cewe ya mbak" bisik nita pada iren. setelah Dita mendekat Nita lanjut berbicara.
"Uh mbak iren.. ada yah cewe muka tebel gitu.." ujar nita kencang. " Nerobos kamar cowo buat ngegoda.. sumpah ih ngak banget" lanjut nya sambil mendelik ke arah dita. Dita hanya tertegun karena belum tau maksud dari ucapan nita. Namun keadaan tidak mengijinkan dita mengerti ketika tiba tiba saja angel mengamuk dan menampar Nita.
"Unge.. apa apaan sih kamu.." Dita terkejut dan memeluk angel mendorong nya agak kebelakang.
"sialan lu ya.. jadi lo lo pada yang gosipin Dita.. sadar gak sih lo.. lo pada ngehina dita tanpa tau alesan nya.." ujar angel sambil terus merangsuk ingin kembali m*n*mpar . Nita pun bergerak maju hendak memukul angel tapi terhalang dita, yang mengakibatkan dita tersungkur.
"Wow wow wow.. Sayang.. ada apa ini.." Zain Berlari menuju dita setelah melihat kesayangan nya tersungkur. zain tadi memang berjalan lebih dulu karena dita minta ijin bertemu teman nya bersama angel. belum menaiki lift zain sudah melihat gelagat aneh dari dua teman yang dimaksud Dita.
"Oh.. mas.. gak papa ko.. cuman tersenggol saja." ujar dita
"Ada yang sakit.. kamu gak apa apa.." Zain memalingkan muka nya ke arah nita dan iren.
"Apa yang kalian lakukan pada calon istriku" Lanjutnya dengan tatapan menusuk. Nita maupun iren tersentak kaget dengan tatapan Zain seperti hendak membunuh mereka. Pengawal Zain tiba mendekat dan memanggil Security hotel.
"Pak Zain dia itu cewe gak bener.. pak.. dia sering tidur sama pak Reza.. dia itu wanita murahan" Nita berusaha membela diri tanpa tahu akibat dari ucapan kan akan membawa petaka untuk nya.
"drive them both out of the hotel.. right now" Zain memerintah dengan wajah yang sangar.
Nita dan iren diseret paksa oleh pengawal Zain dan itu membuat sedikit kericuhan di lobby hotel. Tapi seorang wanita mendekati dita dan plakkk.. Suara tamparan keras meninggalkan jejak jari di pipi dita.
__ADS_1
"Enak yah udah ganggu suami orang sekarang dapet cowo tajir tapi bodoh. masih mau sama cewe hina kaya kamu" Bu reza nampak berkacak pinggang. Zain nampak luar biasa marah dan hendak meluapkan amarahnya ketika dita memeluknya sambil tersenyum
"Are you kidding me.. nyonya kalo gak tau apa apa jangan asal bicara anda akan mempermalukan diri anda sendiri" ujar dita.. Disamping nya Zain Angel dan Damar nampak geram.
"Suami anda itu mencoba memep*rk*sa saya.. dan saya tak pernah punya sedikit pun niat untuk mencuri suami orang. berterima kasih lah pada calon suami saya. kalau bukan karena dia. saya mungkin kehilangan hal berharga saya oleh ******** seperti suami anda... dan ahhh.. biasanya saya tidak banyak bicara mengenai ini.. tapi asal anda tahu.. Arah panah anda menuju tempat yang salah.. padahal tadi dia tepat berada di depan anda.. tapi sayang nya mungkin bukan hanya satu. dengan tabiat suami anda.. saya akan bisa buat urusan jadi besar.. terima kasih" Suara dita pelan tapi jelas. penekanan nya membuat Bu Reza nampak gugup.
Dita mengajak Zain untuk meninggalkan lobby. Disana memang tidak banyak orang yang hadir padahal lobby itu sangat besar sedikit membuat dita berpikir. ditambah dengan datang nya para bodyguard Zain yang entah sejak kapan berada disekitar mereka tanpa dita sadari.. membuat dita terus berpikir.
"Apa ingin Mas bereskan"
"Eumm.. Mas bisa beresin masalah ini kan.. kalau bisa balasin dendam aku.. ini sakit mas.." dita berbicara dengan nada manja sambil menunjuk pipinya.. Zain meminta Es sedari tadi dan baru datang. dia mengompres pipi dita dengan pelan.
"Mas pasti beresin dan balas dendam buat sayang nya mas." Dita terkekeh dengan hiburan dari Zain.
"Tapi mas.. pengawal mas ko bisa ada disini.. sejak kapan.. sebagian datang lebih dulu sebagian ikut kita ko dipenerbangan."
"Masa.. ko aku gak tau ya mas.."
"Kalo kamu tahu lagi.. mas harus berapa kali ganti pengawal sayang"
Dita kembali terkekeh dengan kata kata Zain. " Ah dilobby.. karyawan, tamu, security kenapa tak ada satu pun yang mnghalangi tadi." ucap dita
"Jangan banyak nanya.. obatin dulu pipi mu nanti bengkak " Zain menghentikan pertanyaan pertanyaan dita yang pasti panjang nantinya. Masa sih zain harus menjelaskan detail satu satu. terlalu panjang.
****
"Ibu kenapa.. " Anak lelaki pak reza yang bernama Arka bertanya pada ibunya yang semenjak tadi melamun.
"Eum arka tadi gak sengaja lihat ayah ditoko yang arka lewati.. kenapa bu"
"Bisa kita cari ayah mu arka. "
"Telpon aja kali bu"
"Jangan sayang.. ibu pengen bikin kejutan"
Mereka mencari taxi dan berlalu ke arah tempat Arka tadi berbelanja. Dipojok restauran Nampak pak Reza memeluk mesra seorang wanita dan beberpa kali mencium pucuk kepala si wanita tanpa dia sadari dua orang yang sedang menatap nanar pada pemandangan ini.
"Ayahhh..." Arka memanggil pak reza tepat dibelakang nya, Pak reza nampak sangat terkejut dengan kedatangan istri dan anak nya.
"Arka.. Nura.." Pak reza gelagapan. Nura tampak terkesiap seketika wajah perempuan disamping pak Reza terlihat jelas oleh nya.
"Irenn.. ternyata kamu.." Nura nampak sangat emosi dia mengacau di restauran ini.. sampai dia tidak sadar bahwa ini berada diluar negeri bukan dinegerinya sendiri yang bisa berdampak kurang baik.
sementara dihotel nampak mbak sasti menanyakan kamar yang ditempati dita pada bagian receptionist depan. pegawai hotel memanggil ke kamar dita untuk bertanya apa boleh dia menemui nya. karena Nita dan Iren ditolak pihak hotel untuk kembali ke kamar nya. Beserta barang yang telah berada di luar hotel.
Sasti menuju kekamar dita dengan sedikit gemetar takut dengan keadaan yang diluar kendali nya. dia hanya seorang pramugari kekuasaan seperti apa yang membuat tamu hotel diusir dengan sangat tidak hormat. sedangkan ini adalah salah satu hotel yang selalu menampung para penerbang seperti pilot dan awak kapal lain nya. Setelah sampai dia mengetuk pintu. tampak Dita yang mebukakan pintu.
Ini kamar presidential jadi sedikit banyak membuat sasti pun menciut.
"Masuk mbak.. didalam ada angel juga ko.. ayo" Dita tersenyum tapi masih menyisakan sedikit merah dipipi nya.
"Ada perlu apa mbak sasti sampai ingin bertemu.. apa rindu padaku ya mbak" dita berusaha mencairkan ketegangan sasti yang sudah nampak jelas diwajah nya.
__ADS_1
"Ah iya.. karena ingin berjumpa dita juga.." Sasti mulai bingung dengan pertanyaan yang akan dia ucapkan, menerima perlakuan ramah dita padanya.
"duduk sini mbak" Angel memanggil sasti agar duduk disamping nya. Sasti mengelilingkan matanya melihat sekeliling Nampak Pak Zain dan Secretary nya berada diruang kerja yang bersebrangan dengan ruangan yang iya diami. Pintu ruang kerja memang tidak ditutup malah dibuka dengan sangat lebar.
Dita membawa nampan beriri coffe dan kue pesanan nya tadi.. dia mengantar pada Zain terlebih dahulu sebelum pada sasti. sasti terus mengekori dita dengan matanya. hingga menangkap moment ketika Zain menarik Dita dan mengecup bibir dita sekilas. membuat dita memukul tangan zain.
"Mbak sasti.. sebenarnya ada apa mbak" tanya angel yang memperhatikan ketidak nyamanan sasti
"Apa kalo saya bertanya pada dita.. pak Zain tidak akan mengusir saya juga.."
"Kenapa memang nya.."
"itu.. nanti saja saya tanya langsung sama dita"
"oh ok.. tuh dia kesini" Dita datang dan duduk didepan mbak sasti
"Kenapa.. ada apa sama aku.." tanya dita karena angel memanggil namanya dalam perbincangan nya.
" itu dit.. nita dan iren tidak bisa masuk ke kamar.. tadi nita nangis nangis katanya barangnya saja sudah berada diluar"
"Soal itu dita gak bisa bantu mbak.. Mas zain sangat marah tadi sekarang pun masih.. aku rasa gak bisa ikut campur lagi.."
"Salah dia kali mbak.. angel bukan nya belain dita.. tapi nyatanya sepeninggal dita mereka terus membicarakan dita dengan gosip murahan. dita dulu melarang aku biar gak kepancing. tapi cerita dari nita itu gak masuk akal"
Angel dan dita memberi tahu kejadian beberapa bulan dahulu ketika hari perpisahan dita. secara menyeluruh dan kenapa dia bisa keluar dari kamar pak Zain.
sasti nampak termangu dan memeluk dita karena merasa bersalah tidak langsung bertanya pada dita. walaupun dia tidak juga mempercayai gosip itu.
"Maafkan mbak yah.. trus kenapa gak lapor dit.."
"Tadinya kasian harus hancurin keluarga orang.. toh dita tidak berhasil disentuh pak reza." ucap dita. Setelah beberapa lama percakapan berakhir dengan Kedatangan Zain yang langsung duduk disamping dita. dan memandang tajam pada sasti membuatnya sangat gugup dan akhirnya berpamitan.
"Mas ihh.. muka nya ramah sedikit sama temen dita.. dia baik ko"
"emang muka mas kenapa gitu.".
"Gak.. kenapa napa. " muka dita ditekuk kesal. zain hanya tertawa " Dan kalian cepet keluar.." lanjutnya mengusir Damar dan Angel.
"Sialan lu" ujar Damar..
..
..
..
..
..
..
To be continued
__ADS_1