
Pertemuan ini akan di akhiri dengan makan siang. Zain Damar dan dita membawa hendra makan siang direstoran dekat kantor agar waktu tidak terlalu terbuang percuma.
"Mia apa nomormu masih sama. Bisakah aku menghubungimu. apa kabarmu baik baik saja. bagaimana dengan ayah dan mamah apa mereka sehat" Tanya Hendra panjang lebar ketika dita mengantar hendra keluar dari ruangan Zain. bersama Zain dan Damar yang akan pergi makan siang bersama.
"Masih sama." Dita menjawab Datar pertanyaan Hendra. Zain yang berada tepat dibelakang merasa jengah. Damar yang disamping nya terkekeh melihat sahabat nya mengenal rasa cemburu.
"Mia." Hendra menggapai tangan Dita yang langsung dihempaskan oleh Dita. wajahnya memerah marah.
"Maaf pak tolong jaga perilaku anda. ini masih kawasan kantor" Dita menunjuk pintu lifh yang terbuka . mereka masuk ke dalam lifh Zain yang sudah jengah dengan kelakuan hendra menggoda wanitanya mulai terlihat marah.
mereka beriringan berjalan diarea lobby kantor. Damar yang mengajak angel melihat bidadari kecil nya menunggu didepan lobby.
angel yang mengenal hendra terlihat syok melihat hendra berjalan disamping dita dan Zain. Angel yang masih menyimpan dendam tampak sangat kesal.
"Oh. Dunia ini sempit yah. Bisa bisa nya kita bertemu ditempat seperti ini" Angel menatap tajam ke arah Hendra. melihat gelagat kurang baik dari angel Dita berjalan cepat mendahului dan memeluk angel.
"unge.." Bisik dita sambil melotot. angel yang dipelototi hanya mendelikan mata. Zain mulai lebih curiga dengan hubungan Kolega nya dengan Dita.
Dengan hati yang dongkol Zain mengikuti mereka menuju Restauran yang telah dipesan. Hendra masih setia menatap Dita dengan pandangan yang membuat Zain geram. Tapi Rasa propesionalisme nya dalam bekerja menekan kekesalan nya.
"Meja nya disebelah sana." Pelayan menunjukan ruangan terpisah diujung jendela dengan meja besar. Damar memang memesan tempat nyaman karena ini makan siang bisnis.
Mereka duduk dengan dalam suasana canggung. mata Hendra yang menatap dita yang berdiri di ambang pintu memanggil pelayan Restoran untuk meminta tambahan menu favorite Zain. Ketika dita berbalik dia melihat Tatapan tajam Zain. dan lambaian tangan hendra menepuk kursi disamping nya yang masih kosong. Dita beranjak kesamping Hendra karena memang itu tempat satu satu nya yang kosong. Dita duduk di apit Zain dan Hendra.
"Bagaimana kabar Ayah dan mamah mia, bolehkah aku berkunjung menemui mereka." Tanya Hendra membuat Dita sedikit kesal
"Untuk apa pak. sepertinya itu berlebihan" Dita sedikit menggeser duduknya mendekat ke arah Zain. Tatapan Zain tak bisa diartikan Dita yang melihatnya sekilas tampak sedikit terkejut dengan raut muka Zain. wajah Dingin super Datar tampak mengintimidasi.
"Hanya kangen saja sa....." Kata kata nya terhenti ketika pelayan menyediakan makanan dimeja. Mengatur tata letak perlengkapan makan.
"Mana pesanan saya" ujar Dita pada pelayan.
"Ini Makanan yang anda pesan Nona."
"Taruh disini." Dita menunjuk meja depan Zain.
"Makanan yang dipesan Pak Damar mengandung kacang dan sedikit pedas. jadi aku pesan kan makanan ini" Dita merapikan letak makanan dengan telaten.
"Ah tapi aku sudah meminta agar tidak menggunakan kacang" sanggah Damar.
"Untuk lebih aman saja" balas dita sambil tersenyum ringan
Itu tak luput dari perhatian hendra. yang merasa sedikit aneh dengan interaksi mereka apa lagi sekarang dita tersenyum manis ke arah Zain yang masih tampak datar.
__ADS_1
"Wah senang nya pak Zain mempunyai secretary seperti Nona Framia dan assistant seperti Pak Damar." ucap hendra menarik perhatian.
"Jadi maksud bapak saya tidak berguna" Sela Angel yang dari tadi diam dengan kekesalan nya.
"Oh maaf. Saya tidak tahu kedudukan mu angel. diperusahaan."
"Dia anak pemegang saham. Orang yang akan bisa membantu proyek anda pak Hendra. dan calon istri saya" Ucap Damar lantang. Sambil melirik Zain yang merasa kalah telak oleh sahabatnya. Damar tampak menahan kekehan yang langsung dipelototi angel tentunya .
"Oh maafkan saya Bu angel" Hendra sedikit tergagap dengan penuturan Damar.
"Aku kira tidak heran tadi Mia bisa berada diperusahaan ini. pasti nya karena angel" Zain kini mulai tak bisa mengendalikan emosinya. Wajah nya tampak memerah.
Zain melirik Dita yang terlihat asyik dengan makanan dihadapan nya. sehingga sedikit berantakan. amarah Zain sedikit memudar melihat tingkah wanita nya.
bisa bisa nya dia sangat tenang disituasi yang sama sekali tak baik ini. makan dengan lahap tanpa memikirkan apapun. Padahal hatiku sudah sangat sesak melihat mata si bedebah itu terus memandangnya. Batin Zain
Pikiran Zain terhenti ketika Dita mengambil capcay dengan Udang didalam nya.
"Apa yang kamu lakukan. simpan kembali, Itu tak bisa kamu makan" Ucap Zain sambil menjauhkan Nya dari Dita.
"Kenapa.." Wajah Dita memelas membuat Zain hampir saja menjulutkan tangan nya. tapi berhasil dia tahan.
"Itu mengandung udang. kau bisa tahu kandungan kacang dan rasa pedas untuk ku. tapi lupa dengan Alergi mu. Ada wanita seperti ini" Zain menggelengkan kepalanya sambil menyodorkan makanan lain kehadapan Dita.
"Wah. hubungan pak Zain dengan Secretary bapak sangat baik. aku iri sekali."
"Kenapa iri dengan hubungan orang lain. Tampaknya bapak mempunyai hubungan kurang baik dengan istri. karena sejak tadi kurasa bapak menggoda Framia. tanpa sadar status bapak.
"Angel. Aku single sekarang jadi tak apa kan mengoda wanita cantik di depanku ini. "
prangkk. Suara jatuhan sendok dan garpu ke atas piring terdengar kencang. Semua mata tertuju pada Dita yang terlihat murka.
"Apa ini sudah diluar bahasan bisnis kalo begitu. boleh melaju ke arah pribadi." ujar dita
"Oh lebih nyaman seperti itu kan pak Zain."
Zain hanya menatap dita perilaku dita menunjukan amarah dibalik wajah tenang nya.
"Unge.. Gw gak tahan kayanya."
Angel yang dipanggil tampak terkejut dengan ucapan Dita. belum lagi menjawab Dorongan keras tangan dita pada kursi Hendra membuat Hendra terjungkal.
Oh angel mengenal betul sahabat nya. Dita yang tanpak riang bisa susah ditebak ketika marah besar. Angel pun hanya sekali melihat Dita marah. Ketika angel hampir saja dilecehkan Pria waktu masa kuliah dulu itu pun tepat beberapa hari setelah pernikahan Hendra yang berarti amarah nya melonjak dua kali lipat.
__ADS_1
"Dita." Angel menghampiri dita dan memeluk tubuhnya. " Dit. Biar gw yang kasih hajar. Kak Zain bisa bawa Dita pergi" Dita berontak dan berhasil menggapai kerah kemeja Hendra yang baru saja berdiri.
"Lu tuh yah. gak bisa di anggap manusia. bersyukur gw masih baik sama lo. malah ngelewatin batas." Dita mendorong Hendra kembali ketika kepalan tangan Dita hampir memukul Hendra. Hendra lebih dulu terjeranbah dengan pukulan keras Zain.
"oh shit." Damar tampak terkejut dengan pemandangan ini. tapi juga terhibur
"Berani berani nya anda menggangu dan menggoda Calon istri saya. kalau masih ingin bekerja sama sebaiknya anda memperbaiki attitude anda tuan." Zain mengeram kesal
"Calon istri..." Hendra tersungkur sambil menekan bibirnya karena pukulan Zain.
"Maaf saya tidak tahu" Hendra menatap Dita yang seperti ingin memakan nya. Dia kira dita masih mempunyai harapan untuk didapatkan. tanpa tahu bahwa dia telah menjadi wanita milik Zain.
"Menghina nya. menggodanya. itu akan anda sesali" Ujar Zain. " Aku sudah berusaha menahan nya tapi anda membuat wanitaku marah" lanjutnya Sambil beranjak mengenggam Tangan dita keluar.
"Damar. urus ini dan aku tak akan kembali kekantor. sampai ketemu nanti malam" Ucapnya sambil berlalu.
Zain mengajak Dita ke mansion nya. diperjalanan Zain maupun dita tak ada yang memulai percakapan. Zain merasa takut salah bicara melihat wajah dita yang muram. zain mengira bahwa Hendra adalah masa lalu dita. tapi dengan marah nya dita zain menjadi kesal dan cemburu karena merasa dita masih ada hati sehingga rasa marah nya masih ada.
Sedang Dita merasa takut bicara pada Zain. dia sangat marah Pada Hendra yang membuat wajah Zain tadi dingin menatap nya. dita yang awal bertemu tak kaget atau merasa tak nyaman tampak berubah ketika gelagat Zain mulai geram mendengar kicauan hendra. ingin rasanya dita mencocol mulutnya dengan sambal. karena membuat Pria nya kesal.
"Istirahatlah dulu sebelum bersiap untuk nanti malam. " Zain meninggalkan Dita kekamar nya. sedang Dita berada dikamar sebelah zain.
"Arggg. Mas Zain pasti marah banget kan. Dasar culun hendra. cowo tengil. pengen tak sumpel tu mulut pake popok bayi. udah tua bukan nya mikir malah centil"..
Dita merebahkan diri dikasur sambil terus memikirkan cara meminta maaf pada Zain. hingga kantuk datang menerjang kesadaran nya. dia pun terlelap dalam mimpi indahnya.
Zain yang hendak memberikan paper bag berisi pakaian untuk dita pakai nanti malam. malah disuguhkan pemandangan indah nan menggoda. Bagai mana tidak Dita tertidur dengan masih memakai rok pendek nya dan blush tipis setelah blezernya ia lepas. cara tidur Dita yang sedikit berantakan membuat rok yang memang sudah pendek mendaki lebih ke pangkal pahanya, dengan secara tidak langsung mempertontonkan paha mulus putih miliknya. Zain susah payah menelan salivanya.
Menaruh paper bag. dan merangkak naik keranjang dan berbaring disamping Dita sambil memeluknya. hingga tak lama dia pun ikut tertidur.
🍎
🍎
🍎
🍎
🍎
🍎
🍎
__ADS_1
To be continued