
Seminggu berlalu setelah kejadian dilobby kantor, Gosip dengan berbagai genre berseliweran diantara para karyawan.
Membuat dita sedikit merasa tidak nyaman dengan perhatian yang selalu tertuju pada nya. ketika tiba maupun diwaktu pulang kerja.
"Ah gara gara si CEO rese nih.. jadi menyeramkan aura kantor.. " batin Dita..
"Hayo ngelamun aja nih.. Seleb kantor kita.." goda Widya pada dita.. rekan kerja yang lain tertawa ringan mendengar godaan dari Widya pada dita..
"Mbak widy ihh.. jangan gitu donk.. aku jadi tambah gak nyaman ini.. padahal saya juga gak tau pak Zain kemrin itu maksudnya apa. "
"Apa lagi pasti naksir lah secara liat cewe kaya kamu.." timpal Lucas..
"Tapi kan bukan nya.. eummmm itu.. Pak Zain Terong... " sela Sarah pelan..
"Hus kamu tuh yah.. kemakan rumor gak jelas.. " sanggah Widya..
"Iya jangan berprasangka ah.. tapi aku ko jadi takut ya mbak. pak Zain orang nya gimana ya mbak.. dikantor.. ini..." kata Dita..
"Dingin ma perempuan, kalem, gak banyak tingkah, pendiam, yah berkarisma tentu saajaa.. terus jadi idola para karyawan mau dari kalangan mana pun.. gander dan usia.. semua level suka sama dia.. walau pun dingi.. sebenernya gak ada yang tau juga sih.. paling kita pernah liat dia ngomong santai sama Pak Damar..." jelas mbak widya..
Widya memang karyawan terlama dia sudah menjadi karyawan selama lebih dari 15 tahun. semenjak masih dipegang oleh pak Santoso yang tak lain adalah Ayah dari Zain rexsi Santoso..
"Kamu kenal secara pribadi sama pak Zain.. Dit? ".. tanya Lucas..
"eumm gak juga sih.. Aku pernah ketemu dia pas terbang ke Amrik aku memang bertugas di kelas bisnis.. jadi ketemu dia disana..." bohong nya.. karena bukan spesial tapi memalukan menurut Dita..
"oh.. "... mereka ber oh ria..
Jam kerja mulai berjalab sehingga obrolan berhenti dan kembali sibuk dengan pekerjaan masing masing.. Dita ,Widya dan Pak Arif hari ini bertugas ke lapangan untuk negosiasi pada warga untuk pembelian lahan.
****
Zain seminggu ini sibuk mengurus beberapa masalah perusahaan dan menghindari ayah nya.. Setelah makan siang ayah nya terus menghubungi nya.
"Ini Anak mesti tak samperin.. menfhindar saja kerja nya.. " kata Pak santoso..
"Pak Darto.. Antar saya ke kantor.. saya harus menghajar anak ini.. " lanjut pak santoso pada supir nya. Pak Darto hanya menurut dan memarkir mobil untuk mengantarkan Majikan nya.. hanya saja kata kata menghajar menjadi sedikit membuat nya khawatir, majikan nya memang sangat kasar pada tuan muda nya.. sering kali dimarahi dan dihukum dengan serangan Fisik. Pak Darto sudah menganggap Zain anak nya sendiri karena dia bekerja dari sebelum pak Santoso mempunyai Anak. sudah lama sekali..sehingga sangat menyayangi Zain. dia khawatir tapi tak bisa menghubungi Zain karena Dadakan.
Sampai Didepan Kantor Pak santoso Langsung masuk ke arah kantor, tanpa sengaja melihat Anak nya berjalan keluar
"Zainnn...... " Teriak nya..
Zain nampak terkejut melihat kedatangan ayah nya. Mau kabur tapi terlambat ayah nya sudah berjalan cepat kearah nya dengan muka yang sudah nampak sangar dam siap menerkam. Seketika Zain melihat ke arah pintu masuk. terlihat Dita bersama Widya dan pak Arif berjalan masuk..
" Sayanggg.... " Teriak Zain ke arah Dita..
Semua orang tecengang melihat ke arah Zain yang berjalan cepat menghindari ayah nya menuju ke arah Dita.
Greeepppp...
Zain langsung memeluk Dita yang masih terkejut dan belum bisa menyadarkan diri..
"Balas budi... " Bisik Zain pada Dita..
Dita hanya termangu dengan perlakuan Zain..
"Ayah.. ini Pacar Zain.. kenal kan Framia Radita..." Kata Zain pada Ayah nya yang juga sama terlihat kaget dengan kelakuan Anak nya.
Zain menggenggam tangan Dita dan menuntun nya menuju ayah nya..
"Bagai mana kalo kita bicara di Kantor saja.. "ajak Zain pada Ayah nya.. semua orang masih termangu begitu pun dengan Damar. Jantung nya hampir copot dengan kelakuan sahabat nya ini.
****
" Jadi sejak kapan kalian pacaran.. ? " tanya Pak santoso..
"Sudah hampir 4 bulan.. semenjak dia masih menjadi pramugari.." Jawab Zain..
"Bagai mana kalian pertama bertemu.. "
" Bertabrakan di dalam kabin kelas bisnis.. " jawab Zain lagi..
" Ayah bertanya pada nya Zain.. bukan pada mu.." bantah ayah nya kesal..
"Ah maaf..ayah..." kata Zain dan langsung terdiam
__ADS_1
"Nona berapa umurmu.."
" Ah saya 23 tahun pak.. sebentar lagi 24 tahun.."
"Apa pekerjaan orang tua mu..."
"Orang tua saya sudah tidak ada pak.. meninggal belum lama ini.. sebelum meninggal ayah punya perusahaan kecil di bidang tekstil.. dan masih berjalan sampai sekarang walau ditangan orang lain.." jawab dita dengan santai..
Zain tanpak terkejut dengan jawaban Dita.. dia tahu tentang ketiadaan irang tua dita.
hanya saja dia tidak tahu tentang waktunya..
"Apa yang kamu sukai dari Anak saya.. sepertinya memelukmu saja tadi nampak kaku.. apa menurut mu dia terlihat menyukai mu. " tanya nya lagi..
"Ah soal itu.. justru itulah pesona nya bukan... seorang yang dingin.. tapi dia sangat penyayang pada saya... " jawab dita..
Zain maupun Damar sedikit tenang walau pun terkejut dengan jawaban jawaban dita yang terlihat tulus dan tidak dibuat buat dan bisa ikut dalam sandiwara Zain.
"Kamu tahu mereka pacaran Damar.." saut pak santoso membuat Damar sedikit terperangah..
" Ah soal itu.. saya malah melihat mereka tidur bersama paman... hahhaa.. " tawa Damar membuat wajah Zain dan Dita memerah karena malu..
"Apa.. hahhahaaaaa... syukurlah.. anak ku bukan penyuka sesama.."
" Tapi bukan berarti ayah menyerah untuk menjodohkan mu.. lihat saja besok calon dari ayah akan datang bekerja disini juga.. apa kamu bisa mempertahan kan Zain atau tidak.. " ancam pak santoso..
Cuuppp...
Dita mengecup pipi Zain sekilas, memeluk satu tangan nya, sambil tersenyum. Zain terperanjat dan jantung nya berdetak kencang bagai hendak keluar dari dada nya.
"Tentu saja pak... kalau urusan menjaga akan saya jaga.. tapi memang keputusan ada pada Zain kan pak... Apa menurut dia saya bisa dipertahan kan atau tidak.. setidaknya saya harus berusaha lebih giat.. untuk menjaga dia ada disamping saya.." jawab dita dengan tegas tapi lembut.. membuat hati Zain bergetar dan sedikit bahagia karena Dita ternyata lebih baik dari yang dia perkirakan dalam beracting.
Setelah selesai Pak santoso pamit pulang, suasana diruangan sedikit kurang nyaman. terlihat Dita memandang Zain,
"Terima kasih.. " ucap nya..
"Itu saja..."
"Terus.... "
"Bagai mana kedepan nya.. bagai mana saya bekerja sekarang... arhhgggggg...."
"Mati gw.. udah ini bakal jadi bulan bulanan karyawan cewe... " keluh nya..
Ujung mulut Zain tertarik keatas terlihat senyum simpul diwajahnya, berbeda dengan Damar yang menganggap kelakuan Dita sangat Konyoll..
"Hahahhaahhahahaahhahaaaaaaa..... " Damar tertawa lepas..
"Berisik ihhh.. jadi gimana ini.. sampai kapan.. terus saya harus bagai mana..."
"Apa nya ....? " apanya..
"Ya tuhan apanya.. ya saya jadi PACAR bapak sampai kapan terus saya kerja bagaimana.. kejadian minggu kemarin saja sudah membuat saya jadi bahan gosip pagi siang malam.. apa lagi sekarang..." keluh Dita..
"Sampai saya bilang.. selesai.. kamu kerja seperti biasa.. ingat penjelasan saya tadi kita harus menyamakan situasi bukan..."
Dita hanya melirik jutek dan sebal.. tidak menyangka balas budi ini nampak menakutkan. Bagaimana dengan rekan rekan nya.. Dita takut dibully dan dijauhi, karena dia tau berapa banyak fans Pak Zain Rexsi Santoso dikantor ini.
****
"Wah wah... main Rahasia Rahasian yah... " kata widya sambil mendelik imut.
"Gak gitu mbak.. aduh jadi bingung aku.." kata Dita...
"Yah sebentar lagi aku dapet SP.." sela Sarah..
"Kenapa.. memang mbak sarah.." tanya Dita bingung..
"Kamu pasti ngadu kan sama Pak Zain, aku bilang Dia G*y padahal dia punya pacar sejenis cewe kaya kamu.. " Sarah nampak prustasi dengan wajah yang kusut dan rambut sedikit berantakan.
"Ah mbak jangan takut.. aku gak bilang ko sama pak Zain.. lagian wajar aja sih banyak juga yng bilang kan.." kata dita menenang kan Sarah
"Beneran gak bilang kan kamu sama Pak Zain... " kata Sarah.. Dita menggangguk cepat..
"Ah syukurlah.. " nampak sarah melonggarkan tubuhnya yang nampak tegang dari tadi.
__ADS_1
"Ya sudah kita selesaikan kerjaan kita.. sebentar lagi waktunya pulang kerja. " kata widya menengahi..
"Ok sip mbak.. " jawab Lucas.. dari tadi Lucas hanya tersenyum senyum mendengarkan para wanita bercerita, dia tidak terlalu kaget bila memang Zain ada hubungan Dengan Dita. karena dia sempat mendengar dari pak Arif bahwa Dita masuk karena rekomendasi pak Zain,, walau pun dia masuk dengan audisi yang jujur dan nilai yang paling tinggi,, ditambah lagi dihari pertama kerja Lucas sempat melihat Pak Zain ketika meninggal kan Ruangan Ini.
"Kamu pinter yah boong nya.. punya misi cari info sama kita yah.. " lanjut Widya karena obrolan mereka sebelum nya.
Dita hanya mampu nyengir tak berarti dan tertunduk malu. Malu kalau mereka tahu bahwa dia hanya pacar bohongan.
****
" Keduluan gw... Tapi pilihan tepat.. dengan penampilan Dita.. setidaknya Paman tidak terlalu curiga.. secara dia hampir sempurna.." kelakar Damar pada Zain diruangan
"Seneng lo... gw takut sebenernya.. gimana kalo dia nolak gw depan umum tadi..."
"Itu lo belom callingan sama dita, Zain.. "
"Belom lah.. baru ngasih aba aba aja.. minggu lalu..."
"Salut gw.. ama keberanian dan kepercayaan diri lo.. hahahahaaa" kata Damar sambil tidak berhenti terkekeh..
"Kepepet gw.. tadinya mau bikin peraturan sama tukar informasi... nanggung udah keburu bokap nyampe.. tadi. "
Damar hanya terus tertawa saja.. membuat Zain sedikit kesal. Setelah ini Zain berniat mengajak Dita membicarakan tentang hal ini sepulang kerja.
kring kring...
"Halo.. iya pak.. baik pak.. saya sampaikan... " kata Lucas ditelpon.
Lucas nampak menutup telpon dan menghampiri Dita yang nampak berberes karena kerjaaan nya memang sudah lama selesai..
"Faradita Burhan... Pacar Pak CEO tersayang... katanya jangan dulu pulang.. mau dianter pulang sama pak Pacar..." kelakar Lucas membuat seisi ruangan riuh ber huuuhhhhhh ria sambil tertawa. apa lagi mbak Widya yang ber cieee ciee.. ketika melihat Dita..
"Lagi bikin pengumuman pak CEO kita.. padahal bisa aja kan WA pacar nya.. eh malah telpon kantor.. ciee ciee..." sambut Sarah.. Dita malu sekaligus kaget,, bagai mana kalau mereka tahu dita sebenarnya tidak punya nomor Zain..
"Ah pak Zain itu ceroboh yah... bisa gila gw kaya gini..." batin Dita.
Setelah selesai Dita beranjak hendak keluar ruangan. Didepan pintu keluar nampak Zain menunggu nya. Dita menghampiri Zain, Widya dan yang lain nya menyapa Zain walau dibalas dengan kata pendek saja, masih dengan aura dingin nya.
Zain berjalan diikuti Damar dan Dita menuju lift untuk kelantai bawah. Dilobby kembali pandangan para karyawan hampir menembus tubuh dita karena saking intens nya mereka memandang.
"Auuu... bakal gak tentram ni idup..." batin Dita melihat pemandangan didepan samping belakang nya.
Zain membawa Dita masuk ke mobil nya uang berhalan menuju Mansion Zain untuk membahas tentang pacaran pura pura nya ini.
****
Mobil Zain masuk kedalam mansion indah bergerbang tinggi dengan penjagaan security yang terbilang banyak. Yah banyak karena Dita menyadari kejanggalan ketika dia masuk ke gerbang, dia sadar ketika mobil masuk ke wilayah mansion Zain dibelakang Mobil Zain mengikuti dua mobil lain nya, yang sedari tadi dia menyadari ada yang aneh ketika tiga mobil terus melaju bersama setelah keluar dari wilayah kantor.
"Apa mobil mobil ini.. bodyguard bapak..."
Zain maupun Damar tanpak terkejut dengan pertanyaan dita..
"Maksud mu.."tanya Zain
"Eum semenjak Dijalan utama mereka mengikuti dan menjadi pengawal setelah masuk wilayah ini. " kata dita jelas..
Zain tersenyum menatap Dita, terus menatap Damar.
"Ganti driver mulai besok.. masa iya mereka ketauan gadis muda ini Damar..." gertak Zain sedikit dingin, damar sadar sahabatnya sedikit marah, karena dita bisa sadar bahwa dia diikuti, sebenarnya bukan salah para driver, hanya saja jangan lupa bahwa Dita adalah pramugari yang mempunyai keahlian untuk menghandle segala kejadian serta membuat kepekaan nya tentang kejadian janggal disekitarnya tinggi , yah dita terlatih dengan baik serta dia pun lulusan terbaik,
Zain membawa masuk Dita ke dalam mansion nya dan langsung masuk ke ruang kerjanya..
"Baca.. itu semua tentang biodata ku dari makanan kesukaan dan yang lain nya.. ini punya mu.. tambahkan yang memang harus aku ketahui... " jelas Zain pada Dita..
Dita membaca sekilas. dan menaruh ketas itu ditas nya, Zain hanya menatap, Dita lebih pokus pada kertas tentang dirinya dan menambahkan beberapa informasi tentang nya,
" Sudah.. kalau begitu saya boleh pulang, kalau pacaran sepertinya bapak bisa bertindak seperti biasa saja.. tidak terlalu kaku.. bukan kawin kontrak ini.. saya tidak bisa lama lama.. adik saya sendiri dirumah.. maaf pak.. permisi.. "
"Hati hati dengan kertas itu, ketauan orang saya tidak akan mngampuni mu.. " ancam Zain
"Tenang saja pak saya cukup teliti dan cermat.."
"dan satu lagi panggil saya Mas didepan umum selain jam kerja ditempat umum.. dan panggil saya Sayang Didepan Ayah saya.. " tambah lagi pada Dita.
"Siap mas.. heheee... kalau begitu saya pamit dulu.. permisi. "
__ADS_1
"Damar antar Dita pulang.." perintah Zain..
"Ok sip.. mari saya antar nona..." kata Damar sambil mengedip kan Mata pada dita, dibalas kedipan oleh dita lalu mereka tersenyum,