
Flashback.
Seorang bocah menangis disudut pintu.. dia memandang dengan tatapan benci pada seorang teman nya.
"aku punya ibu.. " kata anak lain nya
"Siapa bilang kamu tidak punya ibu.. aku kan hanya bertanya dimana ibu mu huaaaaa.. " anak itu menangis lagi..
"Ouhh.. Zain.. Damar ada apa.. sayangg.. jangan menangis bilang pada bu guru.. ada apa sayang." tanya bu guru..
"Dia... " damar nenujuk Zain yang masih memberikan tatapan dingin..
"Kenapa dengan Zainn.. "
"Tidak apa apa bu guru.. saya hanya sedang lapar.." lanjutnya berbohong. Damar kecil melihat sedikit rasa yang sama yang ada pada dirinya.. tidak merasakan pelukan ibu, yah walau menurut anak satu nya dia punya ibu.
Setelah pertengkaran itu Damar terus mendekati Zain agar mau menerima nya menjadi sahabat nya, tapi tentu saja Zain tetap dingin dan tak acuh dengan usaha damar untuk mendekatinya. Damar tak lantas menyerah dia memang anak yang gigih hingga sampai pada saat Zain harus keluar sekolah dan meneruskan pendidikan nya menggunakan sistem homeschooling . demi membina zain untuk siap menjadi penerus perusahaan ayah nya.
Damar hilang kontak dengan nya beberapa tahun hingga dipertenukan disebuah pesta pertemuan kolega rekan bisnis ayahnya. Zain yang nampak memukul seorang seumuran nya, Zain sudah terkenal dingin pada siapa pun apalagi pada anak seusia nya. mau laki laki atau pun perempuan.
Damar melihat sosok zain dan berteriak girang..
"My soulmate... Zaiinnnnn..." teriak nya kencang menghentikan gerakan tangan Zain yang hampir menghantam kembali wajah seseorang dihadapan nya. alis nya berkerut melihat Damar teman masa kecilnya berlari ke arah nya dan memeluknya.
"Masih saja lo anti social aneh gw.."
"Lepas.. "
"Gak gw kangen..."
"Lepas gak.. "
"Gak.. kasih no lu.. ntar gw lepas deh.."
Zain mendorong tubuh damar dengan kencang, damar terseok ke belakang hampir terjerambah ketika tangan kokoh itu pun menahan laju tubuhnya dan terselamatkan dari rasa malu..
"Good job..." seru damar,, Zain hanya menggelengkan kepala ringan dan melenggang menjauh dari tempat ini, dan tentu Damar mengikutinya.
Dari sana Zain yang sangat berubah, dia dapat tersenyum bersama damar, Damar mempunyai banyak teman wanita dan itu menggangu Zain rata rata teman nya selalu minta dikenalkan pada zain, atau sekedar memoroti uang Damar, Zain jadi sedikit tidak suka pada teman teman damar, yang mengakibatkan dia tidak tertarik berkenalan dengan wanita, karena menurutnya dia takut wanita hanya ada yang seperti selama ini dia tahu.
Flashback off
Dilobby dita nampak berjalan bersama angel, ketika keributan sedikit menggangu diujung depan kantin, di dinding pemberitahuan tampak banyak karyawan berkerumun, sementara sebagian memandang dita seperti hendak menelanjangi.
"Ada apa itu ngel.."
"Gak tau... "
Karayawan lain saling berbisik dan menunjuk kearah dita dan angel, kebingungan belum juga usai, terdengar langkah kaki dari arah pintu masuk Zain berjalan lurus menuju lift eksekutif. melewati dita tanpa menatap atau sekedar meliriknya.
__ADS_1
"Dita.... " teriak lucas dan widya.. mereka langsung menarik dita menuju lantai tempat ruangan mereka bertenger.
"Lu gak papaa.." tanya Sarah
"ngak ko mbak.. "
"Kalo lo butuh istirahat bilang aja " lanjut lucas..
"Beneran gak papa.."
"Tapi gosip itu .." Widya memotong ucapan sarah dengan deheman..
"dita gak bakal kaya gitu.. aneh gw siapa yang berani main main.."
hari hari seletah itu dita tudak terganggu dengan berbagai teror kecil pada dirinya dari tempat duduknya yang dibasahi. penguncian dikamar mandi terulang lagi.. dan yang terbaru adalah penyiraman minuman pada nya di area kantin dan jrlas itu tidak dibiarkan saja oleh dita melainkan di balas oleh dua cup yang dia ambil dari tangan widya dan lucas..
Akan tetapi itu sama sekali tidak menggangu aktipitas atau perasaan dita, Dia terganggu dengan tidak terlihatnya Zain di tempat kerja, beberapa kali mencari keberadaan nya secara diam diam, tapi tak kunjung terlihat.
****
"Luka lu belom sembuh.. berhenti minum minum. " seru Damar..
"Lo.. ada yang mau lo omongin.."
"Belom.. sebentar lagi.."
Damar memang sedang mencari 10% sisa pencarian nya menuju terungkapnya pelaku. jadi dia belum bisa memeberi tahu kan nya pada sahabatnya itu.
"Hallo.. ya.. ada apa.. "
"Apa mas Zain sehat... apa dia baik baik saja.." tanya seseorang diseberang..
"Eum.. baik.. bersabar lah sebentar lagi.. "
"Yupz aku hanya ingin tahu keadaan nya.. aku hanya kangen.." ujarnya lagi dengan suara sedikit bergetar.. sambungan ditutup oleh pihak seberang yang tak lain adalah Dita.
Damar berinisiatif memberikan kabar zain yang sedikit terluka karena kecelakaan kecil di jalan menuju apartment nya, zain memang memilih disini dibading mansion nya karena disana terlalu banyak mata dan telinga sedang ia ingin sendiri.. setelah pesan terkirim.. panggilan masuk lainya muncul dan itu adalah jessy.
"ok gw tunggu... " jawab Damar.
"Zain.. jessy ke sini.. gw beli cemilan ma minuman dulu.."
"Ok.. " Sebelum keluar Jessy nampak muncul didepan pintu apartment dan langsung nyelonong masuk.. Damar pergi keluar membeli minuman sementara Zain bersama jessy melanjutka aktipitas zain.. mereka minum bersama membuat zain sedikit mabuk.
Zain melihat jessy tapi dimata nya dia tampak seperti dita. Zain memeluk jessy dan direspon dengan liar oleh jessy.. jessy mendorong tubuh Zain hingga dia berada diatas tubuh Zain. Wajah nya hendak mendekat ketika pintu apartment terbuka.
"Mas .." Mata Zain dan dita bertemu.
****
__ADS_1
"Apa... ah.. kenapa kak damar baru ngasih kabar sih. "
Dita berlari menyambar cardigan sweater dan tas kecil dia berlari menuju keluar, mencari taksi kealamat apartment zain ketika Pesan dari Damar yang menyatakan Zain terluka. membuat dia lupa bahwa mas nya itu sedang marah. yang dipikiran nya hanya apakah luka Zain parah atau tidak.
Sesampainya diparkiran dita menaiki lift khusus menuju apartment zain. penampilan dita tampak sedikit kacau. Rambut yang tidak tersisir rapi. Bahkan cardigan yang dia pakai tidak terlihat cocok dengan dalaman nya.
"Tapi aku udah naik.." Dita mengangkat telpon dari Damar yang membaca pesan dita yang menuju ke apartment zain. ternyata Damar mendapat kepastian si tersangka. dan dia ingin memastikan dengan dita.
Damar nampak menggelengkan kepala melihat penampilan dita, Dia sadar dita terburu buru karena rasa khawatirnya pada zain. Setelah pasti Damar meminta dita naik terlebih dahulu sedang dia mengambil sisa berkas dimobilnya..
Dan disini lah dita berada ruang tamu yang diisi oleh pemandangan orang yang ia cintai sedang dipeluk mesra oleh wanita lain..
"Mas.... ohhh" Dita mematung melihat kondisi ini, Zain yang melihat dita mendorong Jessy duduk. dan menatap ke arah dita
"Ada apa kau kemari.. menggangu saja.. " ketus nya sambil duduk disamping jessy.
Dita nampak bingung, sakit,, sesak,, rasanya tak pernah ia tahu rasa ini, pertama kali nya ia merasakan sakit ini. Dita mengumpulkan keberanian nya untuk memberi tahu alasan kedatangannya.
"Maaf mas.. aku menggangu.. aku hanya ingin tahu keadaan mas.. maaf sekali la...gii..." Suara dita bergetar..
"Kenapa dipintu masuk dit..." sela damar dari luar pintu..
"Ah kak.. sepertinya ini tak usah dijelaskan.. dan aku pamit pulang.. " Dita merampas maf yang dipegang damar ditangan kirinya. dan berlari menuju lift dan menghilang.
"Ada apa dengan nya.. tadi dia kaya kesetanan.. pake baju sekena nya.. rambut acak acakan.. cuman karena denger lo luka.. ehh baru nyampe udah balik.. mana bawa berkas proposal jessy." Damar bingung dan menatap Zain dan jessy.. Zain nampak merubah raut wajah nya ketika tahu dita datang karena mengkhawatirkan nya
"Kenapa dia.. padahal ini udah ada bukti ketidak bersalahan nya. hadeehh cewe... " lanjutnya..
"Maksud lo.."
"Ini.. " Damar memberikan semua hasil pencarian nya pada Zain, menceritakan detail nya pada Zain. Jessy nampak sedikit marah ketika tahu zain nampak nya sangat menyukai dita..
"Maaf menyela.. sepetinya gw permisi aja.. Zain maaf buat yang tadi.."
"Kenapa memang..."
"Gak papa damar.. gw pergi dulu.."
Zain nampak acuh ketika jessy pergi. Damar pun tak lagi banyak bertanya..
"Ahhhrrggg. shit.." Zain mengacak rambutnya kasar.. menyambar kunci mobil untuk mengejar dita..
Tapi dita hilang tak terlihat dimana pun ke apartment.. angel dan semua teman nya zain hubungi tapi tak satu pun mengetahui keberadaan Dita.
TBC...
Maaf yah episode ini pendek
banyak gangguan soalnya.. yah authornya punya bocah kecil. mana author sebenernya memang bukan orang sehat.. punya sedikit kendala di kesehatan
__ADS_1
Makasih buat yang udah baca cerita authorπππππ