Framia Radita

Framia Radita
Ke Amerika


__ADS_3

Siang itu dita sudah siap diruang depan mansion Zain. beberapa koper sudah masuk ke mobil yang akan mengantar langsung ke bandara, sedang kan dita akan berangkat bersama tiga yang lain nya. Angel nampak sudah pula berada di mansion zain bersama damar. Mereka sudah dari pagi sampai di sana agar bisa berangkat bersama,


Zain turun dari lantai atas menuju arah dita yang sedang menunggunya


"Sudah siap berangkat mas?"


"Ayo.. mana angel dan Damar"


"diluar mas.. udah dimobil."


Zain tak lagi menyauti ucapan dita, hanya mengadeng tangan dita dan berjalan ke luar menuju mobil.


Mereka berangkat karena penerbangan satu jam lagi dari waktu mereka berangkat.


"Angel.. capt penerbangan kita siapa..?" Dita bertanya pada angel yang duduk dibelakang nya dengan sedikit berbisik.


"Si brengsek dit.."


"lu nanya siapa.."


"Mbak sasti... tadi gw telpon dia ada penerbangan gak.. dia bilang ada terbang jam 2.30 ke amrik.. no penerbangan nya sama.. trus gw nanyain tadi.."


"Oh.. moga aja gak ketemu"


"Kalo ketemu ntar gw tabokin pake sepatu"


Zain melirik ke arah dua wanita yang sibuk berbincang dengan posisi kurang nyaman.


"Sayang duduk nya yang bener donk. kenapa gak duduk samping angel aja sekalian tadi" Zain merasa dongkol melihat dita terus berbicara pada angel bukan pada nya..


"Mas.. merajuk yah.." Dita berbalik dan menyandarkan tubuh nya pada Zain. zain hanya memasang wajah datar. masih sedikit dongkol sepertinya.


"Kita juga satu mobil kali.. lu kira kita koper" Damar berkata sambil menggelengkan kepala melihat kelakuan para bucin didepan nya.


"Baru aja nempel dari tadi dia udah kaya gasing muter mulu kebelakang."


"Kak Zain cemburu sama unge. waduhh bisa repot tuh kalo gitu. unge mah suka banget bikin orang cemburu" kelakar angel dari belakang. Angel memang kadang memanggil dirinya unge, seperti panggilan sayang papah badri padanya.


"masih ada 40 menit lagi bukan.. kita ngopi dulu yuk." Ajak angel sambil menarik tangan dita yang otomatis diikuti oleh Zain dan Damar. Mereka menunggu sambil berbincang.


"Yang jadi pengganti lo.. lo tau gak.." Tanya angel.. Dita memang berada disetara karir yang berada langsung dibawah pilot. Waktu terbang dan pengalaman serta pelatihan nya membuat dia cepat tumbuh dan berkembang.


"Gak.. siapa emang.." Dita menjawab sambil terus menyeruput coffee nya.


"mbak Iren.. padahal yang bagus kayanya mbak sasti yah."


"kita gak tau.. siapa tau atasan memang memandang iren lebih bagus. tapi lo suka kangen gak sama propesi kita dulu"


"Kangen donk.. lo ngak emang.."


"Awalnya kangen... sekarang ngakk"


"kenapa gak.. "


"ahheheeheehhee" dita hanya tersenyum licik sambil melirik Zain yang sedari tadi sibuk memantau kerjaan dilaptopnya bersama Damar.


"Sialann lu yah.. manas manasin aja.." Angel sedikit meninggikan suara diikuti tawa renyah dita, itu berhasil mengundang perhatian dua pria disamping mereka..


"ayo udah waktunya kan." Zain beranjak setelah membereskan berkas nya dan berdiri, memandang dita sekilah ketika dita sibuk merpaikan bekas minumnya, Zain mengulurkan tangan nya untuk menggandeng dita.


Sampai masuk ke dalam pesawat gandengan tangan dita tak dilepaskan oleh Zain. itu membuat para pramugari yang nota bene teman dita dahulu memandang dengan seyum yang sedikit terkejut.

__ADS_1


Seperti hal nya dulu dita tegang karena Zain terbang menggunakan pesawat komersil bukan pesawat jet pribadinya yang membuat SOP ditingkatkan. karena Zain adalah Pemegang saham terbesar. yang bisa diartikan dia adalah pemilik.


Dita baru tersadar dengan posisinya yang selama ini tak pernah ia sadari. ia hanya memandang zain ya seorang zain ,orang berperilaku dingin dengan banyak pesona bukan siapa dia dan apa yang dia punya. pandangan teman pramugari nya dulu membuatnya sedikit tak nyaman.


Zain duduk bersebelahan langsung dengan Dita tempat mereka duduk sekarang adalah bagian bisnis class.


"Kak Zain bukan nya punya privatejet yah ko suka naik pesawat komersil sih." tanya angel pada Damar.


"Aku yang nyuruh biar dia bisa beriteraksi. tahu sendiri kan dia kaya apa." Damar terkekeh memandang wajah bingung angel.


"Waktu bukan nya lebih singkat yah.."


"Dia menikmati waktu diudara mungkin hehhee" Jawaban Damar tidak memuaskan angel.


Pesawat telah lepas landas dan kini terbang stabil diudara. Zain tak membuka laptopnya tapi dikelas ini tempat duduk terhalang untuk bisa sekedar mengobrol dengan dita.


"Sayang.. pindah sini sebentar."


"Gak bisa mas..".


"Sebentar aja.. mas bosen.." Dita merengut tapi menuruti mau nya Zain. Setelah mendekat Zain menarik tangan dita membuatnya terduduk dipangkuan Zain. Zain memperlihatkan sesuatu yang membuat dita tertegun. Model pakaian pernikahan bunga bunga dan cincin.


Sedang asyik melihat lihat lihat yang tertera di layar ponsel zain. Pramugari datang untuk sekedar menawarkan minuman. dan mengantar makanan.


"Silahkan dinikmati.. " Seru nya dengan suara ringan dan senyum manis nya.


"Ohh.. mbak sasti.." Dita memandang teman nya dan hendak menyingkir sedikit agar memberi ruang saat sasti menaruh minuman dan makanan. Tapi tangan Zain yang memeluk pinggang nya tampak meperkuat pelukan nya.


"Mas.. bentar deh.."


"Hmm." Jawaban pendek Zain muncul kembali, dita hanya tersenyum malu menghadapi teman nya itu. sasti hanya tersenyum dan berhati hati menaruh bawaaan nya dimeja depan Zain.


Dita mendorong tubuh zain wajah nya merona merah.


"Mas ihh.. " Dita beranjak dari pangkuan zain. Zain hanya tersenyum melepas pelukan nya dan kembali menatap dita yang beranjak duduk ketempatnya.


Sudah lelah dan akhirnya mereka beristirahat tertidur menuju ke amerika.


Kini Zain dita angel serta damar berada dihotel yang disiapkan. Damar mengambil 3 kunci kamar dan beranjak menuju kamar yang dituju. Zain berada didalam kamar bersama dita membereskan barang bawaan nya untuk 4 hari mendatang.


"Sayang.. ko tumben ngerti duluan.."


"Ngerti apa mas.."


"Kamar kita.." Zain tersenyum genit kearah dita sambil terus memperhatikan dita.


"Eum.. maksud mas.. barengan satu kamar.. kalo dita tidur dikamar terpisah emang gimana.."


"Ya mas. . ikut aja masuk kamar dita"


"Nah jawaban nya ada disana mas.. kamar yang kosong juga dibayarkan.. mubazir juga kalo pesen dua kamar.. orang yang ada didepan dita ini kan gak bisa ditolak..hehe"


jawaban dita membuat zain tertawa lepas. mengingat memang tabiat zain yang mau nya nempel terus walau di pisah kamar juga percuma..


****


"Tuh kan bener gw bilang mbak sasti gak percaya sih.. waktu penerbangan terakhirnya aku bener liat dia keluar dari kamarnya Pak Zain. situ pada gak percaya.. mana bilang dia gay.. si l*nte itu emang pinter nyari mangsa. pantes aja pak Reza sebel banget sama dia"


"Kamu jangan suuzhon nit.. dari mana juga kamu tau pak reza gak suka. pas perpisahan aja dibikinin pesta. lagian Faradita itu pramugari handal. kerjanya bagus. "


"iya kali.. dia juga ada affair ama pak reza" Sela pramugari lainnya..

__ADS_1


"Huss.... jangan ngomong sembarangan.. istri pak Reza ada di belakang tuh." Ujar sasti mengingatkan. Mereka memang sedang berada dilobby hotel menunggu untuk masuk ke kamar.. istri pak reza ikut dipenerbangan karena akan merayakan hari jadi pernikahan mereka. Sebenarnya istri dan anak pak reza berada di bisnisclass tepat dibelakang kursi Zain dan dita.


"Kalian ngomongin apa yah.. tadi saya denger tentang pak reza." tanya istri pak reza tiba tiba. dia mendengar sedikit kalimat nita.


"Oh.. ngak bu.. maaf.. tadi kita menceritakan tentang perjalanan kita sebelum nya.. dan capt yang bawa juga.." sasti menjawab cepat karena takut teman teman nya menceritakan pada istri pak reza..


"Nama saya nura. panggil mbak nura saja.. " balas istri pak reza tersebut sambil tersenyum. dia melirik ke arah iren dan menatap sebentar lalu pamit meninggalkan mereka menuju kamar nya.


"Kalian yah.. lain kali kalo ngomong hati hati.."


ujar sasti memperingati.


"ih mbak kaya yang gak liat aja tadi aja di pesawat mereka mesra mesraan kaya bukan pasangan normal. biasa nya cowo kaya kan kaya gitu sama l*nt* nya.." Ujar nita lagi


"Udah lah sibuk banget ngurusin Radita. kalo dapet dari hasil nyodorin diri mah itu urusan dia.. kan.. gak usah ribet deh" Iren berkata sambil berlalu menuju kamar setelah mendapat kunci padi pelayan hotel.


****


Di hari pertama dan kedua urusan bisnis dikerjakan dengan rapat. karena Zain ingin ada sisa waktu untuk sekedar menikmati hari di amerika. Sampai malam hari pada hari kedua setelah jamuan makan di tempat CEO Jcompany yang ajang pengenalan Dita sebagai calon istri Zain yang sukses membuat suasana menjadi ricuh karena ucapan selamat dari rrkan dan kolega yang lain. Dita memang tidak terlalu terbebani dengan obrolan mereka. karena dita bisa mengikuti bahasa mereka..


Dita mempunyai kemampuan bahasa dalam 4 bahasa. selain indonesia bahasa ingris. korea, mandarin dan jerman.karena tuntutan pekerjaan. serta kesukaan nya juga. keahlian nya itu sangat berguna tadi ketika kolega zain yang berasal dari jerman mengajak nya berbicara. Zain yang hendak membantu malah terpukau dengan kemampuan dita berbahasa.


Setelah selesai itu mereka kembali menuju hotel ketika di lobby hotel dita bertemu iren dan nita yang dahulu adalah teman se tim nya.


"Uh mbak iren.. ada yah cewe muka tebel gitu.." ujar nita kencang. " Nerobos kamar cowo buat ngegoda.. sumpah ih jijik banget" lanjut nya sambil mendelik ke arah dita. Dita hanya tertegun karena belum tau maksud dari ucapan nita. Namun keadaan tidak mengijinkan dita mengerti ketika tiba tiba saja angel mengamuk dan menampar Nita.


"Unge.. apa apaan sih kamu.." Dita terkejut dan memeluk angel mendorong nya agak kebelakang.


"Brengsek lu ya.. jadi lo lo pada yang gosipin Dita.. sadar gak sih lo.. lo pada ngehina dita tanpa tau alesan nya.." ujar angel sambil terus merangsuk ingin kembali menampar . Nita pun bergerak maju hendak memukul angel tapi terhalang dita, yang mengakibatkan dita tersungkur.


"Wow wow wow.. Sayang.. ada apa ini.." Zain Berlari menuju dita setelah melihat kesayangan nya tersungkur. zain tadi memang berjalan lebih dulu karena dita minta ijin bertemu teman nya bersama angel. belum menaiki lift zain sudah melihat gelagat aneh dari dua teman yang dimaksud Dita.


"Oh.. mas.. gak papa ko.. cuman tersenggol saja." ujar dita


"Ada yang sakit.. kamu gak apa apa.." Zain memalingkan muka nya ke arah nita dan iren.


"Apa yang kalian lakukan pada calon istriku" Lanjutnya dengan tatapan menusuk. Nita maupun iren tersentak kaget dengan tatapan Zain seperti hendak membunuh mereka. Pengawal Zain tiba mendekat dan memanggil Security hotel.


"Pak Zain dia itu l*nt*.. pak.. dia sering tidur sama pak Reza.. dia itu wanita murahan" Nita berusaha membela diri tanpa tahu akibat dari ucapan kan akan membawa petaka untuk nya.


"drive them both out of the hotel.. right now" Zain memerintah dengan wajah yang sangar.


Nita dan iren diseret paksa oleh pengawal Zain dan itu membuat sedikit kericuhan di lobby hotel. Tapi seorang wanita mendekati dita dan plakkk.. Suara tamparan keras meninggalkan jejak jari di pipi dita.


..


..


..


..


..


..


..


..


to be continued

__ADS_1


__ADS_2