Framia Radita

Framia Radita
Marah


__ADS_3

Sinar matahari menelusuk dicelah tirai kamar, bunyi burung sedari tadi berkicau menyapa mentari pagi, diruang belakang tampak beberapa orang sibuk menyiapkan makanan. beberapa pelayan sedang membersihkan ruangan ruangan dimansion itu. Kesibukan dan suara suara yang ditimbulkan tak membuat dua insan tuhan yang sedang terlelap lantas terbangun,


Mereka terlihat masih berada dialam mimpinya masing masing. hingga ketukan pintu terdengar membangun kan salah seorang diantaranya..


Pria tersebut terbangun dan beranjak menuruni ranjang nya, menuju suara ketukan..


"Maaf den ada Pak Damar di bawah.. dengan tamu wanita, katanya teman tuan.. "


"Siapa.. suruh tunggu saja.. saya membersihkan diri dahulu.. nanti saya turun.. makanan sudah siap.."


"Sudah siap den... baik akan saya sampaikan.. mari den maaf sekali lagi menggangu istirahat den Zain.." pak agus pamit menuju bawah, Zain menutup pintu beranjak kekamar mandi untuk membersihkan tubuh lalu berganti pakaian dan turun kebawa.. Zain masih berpikir siapa tamu yang dibawa Damar..


"My...... loovvvvvvveeeeeeeeeeee... " teriak wanita dibawah sambil berlari menyongsong zain dengan tangan terbuka..


Greeppppp..


Wanita itu loncat memeluk Zain.. Zain mendongak sambil tersenyum..


" I miss you.. Mr. " ucapnya sambil terus memeluk zain, Zain tetap tersenyum masih tidak menyangka.


" I miss you to.. jess.. kapan datang.. "


"Tadi jam 4 subuh.. langsung ke tempat lo.. tapi gak ada.. jadi gw ke tempat si kampret.. tapi dia gak mw langsung anter gw kesini.. sialan kan.." gerutu jessy..


"Gila lu yah.. gw masih ngantuk jam segitu.. tapi bentar lu gak segitu seneng nya ketemu gw tadi.. pilih kasih lo.."


Jessy adalah Sahabat lama Damar ketika kuliah dulu. dia bisa dekat dengan Zain karena dulu dia tomboy. Sekarang Jesssy tambil bak artis hollywood dengan dan dandan yang tebal dan baju yang minim.. badan nya tidak tinggi tapi badan nya bisa dibilang hot. P*y*d*r* nya besar p*nt*t nya bun montok, mata cowo pasti julalitan melihat tubuhnya, yah walau pun wajah nya tidak bisa mengalahkan Dita tapi juga tidak bisa dibilang biasa saja..


"gw mau ngagetin lu tadi tapi dilarang pelayan lo.. rese.. pelayan lo kaya gak tau gw aja.. padahal dulu sering ketemu.. biasanya juga gak papa gw nyeruduk langsung.. mentang mentang udah jadi CEO no satu " Jessy berceloteh


"Ah itu.. eumm.. " Zain malu mengatakan Bahwa dita sedang menginap


"Zain... lu... jangan bilang Dita disini.. " sambar Damar..


"ohh.. haha.. dia masih tidur.. " serengeh Zain


"What.. siapa dita.. " Tanya Jessy..


"Pacar nya si Zain lah.. " kata Damar


"Lu pacaran ...sumpah .. " jessy kaget terlihat kekecewaan diwajahnya.. tapi dia tutupi dengan senyum manis nan menggoda


"Hooh.. pacaran dan lagi masa BUCIN.. nyandu dia tidur bareng Cewe nya.. " Damar berkelakar..


"Sialan lu.. " Zain duduk disofa diikuti jessy yang duduk di sebelahnya.


"Lu ada apa datang ke sini.. tinggal disini apa mampir aja.. " tanya Zain pada jessy..


"Mampir gw mau ke bali ada urusan bisnis disana.. entar berres disana ge ketemuan ma kalian lagi.. soal tinggal liat nanti.. bisa iya bisa ngak.. " jawab nya.


Mereka berbincang sebentar lalu jessy dan Damar pamit karena memang hanya ingin bertemu sebentar. Zain kembali ke kamar dengan membawa sarapan untuk dita. ketika zain tiba dikamar dita sudah berada dimeja rias mengeringkan rambutnya dengan masih memakai handuk sebatas dadanya. karena tinggi dita handuk dikamar Zain hampir dapat mengekspos bagian bawah dita.. karena terlalu pendek. bila dita berjongkok pasti langsung terlihat.


Pemandangan itu membuat Zain bergemuruh menahan gejolak didadanya.. Hati dan tubuhnya sedang berperang. Zain meletakkan nampan sarapan nya.. dan mendekati dita memeluk nya dari belakang, Wajah Zain menelusup dibahu dita, perlahan mulai menciumi bahu lalu perlahan merambat ke ceruk leher dita.


Dita menggelinjang merasakan geli dan gejolah yang dia rasa aneh. Zain membalikan tubuh dita menghadapnya lalu mencium bibir ranum dita rakus, hingga terus mendalam, membuat napas dita tersengal, Zain melepaskan pautan nya karena sesak dan gemuruh nafsu yang membludak, dia menatap mata dita.. lalu secepat kilat menabrakan lagi bibir tebalnya ******* bibi dita. hingga menggigit bibir bawah dita. dita mulai menyeimbangkan ciuman zain. tanpa sadar tubuh dita sudah terdorong perlahan kearah ranjang dan terbaring pelan dengan masih disanggah tangan kokoh zain serta pautan yang bahkan tidak dilepas zain.


Tangan nya mulai meraba bagian bagian tubuh dita, hingga tangan Zain menemukan gundukan kenikmatan yang membeludak ditangannya. bagian kenyal yang terhitung besar ditubuh dita, zain masih menciumi leher dita.. dan kembali memaut bibir dita memainkan lidahnya didalam mulut dita tanpa menghentikan jamahan tangan nya..


Kini Zain mulai turun menciumi leher turun ke p*y*d*r* Dita memainkan p*t*ng nya dengan lidah hingga mengeluarkan desahan pertama dita. ciuman nya menyisakan kissmark dileher dan dada nya.


"Mmm Ahh..m ssss... Mas.. ahhh.. " dita mendesah membuat Nafsu Zain tambah menggila. Ketika Tangan Zain hendak melepaskan handuk yang sedikit menutupi bagian tubuh dita karena sudah tertarik sedikit kebawah memperlihatkan dada besar dita. Bunyi ponsel dita membuyarkan mereka..


"Ahh Mas.. ponsel... kuu... aku kira sita.. " Zain berhenti dan melepaskan dita.. dita membetulkan handuk dan mengambil ponselnya betul saja sita. menelpon menanyakan keberadaan nya.

__ADS_1


Wajah Zain merah menahan gejolak dirinya. ketika Zain hendak menerkam lagi suara ketukan pintu kini mengganggu nya..


Pak Agus nampak nya membawa pakaian ganti Dita.. Zain berdiri sambil mengacak rambutnya. Dita malah terdiam kaku karena malu dengan apa yang mereka perbuat barusan.


"Den kata Pak Damar .. baca email nya penting.. tadi telpon aden katanya gak diangkat... " Sela pak Agus..


"Baiklah terima kasih pak.. " Zain mendekat dan mengarahkan baju pada dita.. dita terus menunduk membuat Zain cemas..


"Kenapa sayang... apa kamu marah pada mas.."


"Ngak Mas.......... Dita Malu... " Dita menjawab sambil menyambar baju dan berlari ke kamar mandi. Zain tertawa melihat tingkah wanitanya.. dita keluar dengan menggunakan dress warna navy bunga bunga.. nampak cantik karena untung nya dres ini berkerah tinggi dengan renda sehingga bisa menutupi tanda kepemilikan yaang disematkan Zain.


Cupp..


Zain mengecup sekilas pipi dita. dan mengajak nya sarapan sebelum mengantar kan pulang.. Karena hari ini hari minggu, tapi Zain tak bisa membawa dita jalan jalan. karena ada pertemuan penting


"Nanti mas telpon.."


"Iya mas.. " Dita beranjak turun dari mobil, berjalan kearah apartment nya, Zain masih setia mengantar dita dengan tatapan nya sambil mencengkram setir mobil dengan dua tangan nya dia menyimpan dagunya di antara tangan nya. tapi kedua alisnya nambak bersatu membuat kerutan dikening nya ketika melihat dita bertegur sapa dengan pria muda yang entah siapa. Tak lama memang dita langsung naik dengan lift ke unit apartment nya. ,Zain baru beranjak pergi ketika dita benar benar hilang dari pandangan nya


****


"Bagus... kelayapan aya lo.. kabarin napa.. gw emang nyangka lo di pacar lo tapi bisa gak kabarin gtu... " sita meceramahi dita..


Yang diceramahi hanya tampak tersenyum manis.. menyimpan paper bag dan tasnya.


"Lu dah sarapan.."


"Udah lah.. gw mau nonton bareng Abel.. terus ma pacar gw.. heheh "


"What.. pacar.. siapa.. kenalin donk.. "


"Ntar baru mulai ntar bubar lagi kalo ketemu lo.. "


"Kenapa.. apa hubungan nya.. "


"Idihhh... "


obrolan mereka berlanjut tentang pacar sita.. dita tampak penasaran dengan pacar adiknya. tapi sita kekeh tak mau mempertemukan dulu, alasan nya memang tampak konyol.


****


Sementara Zain sedang mengadakan pertemuan disalah satu hotel bintang 5, bersama damar wina dan klien mereka.


Setelah selesai Zain bersiap siap pergi ketika wina menyerahkan beberapa Amplop kepada Zain yang kemarin belum sempat dia baca dikantor. Zain membuka satu persatu amplop membaca lalu menyimpan kembali, sampai pada amplop biru tanpa pengirim yang dibulak balik Zain. Dia membuka dengan Ragu.. Nampak beberapa Foto terselip diamplop itu, Raut wajah Zain berubah seketika, Merah padam dengan Amarah yang memuncak. Tampak foto dita dengan pria yang ntah siapa.. Terpotret tampak berpelukan.. Berjalan ditaman,, dan yang terakhir tampak sedang berciuman..


Zain berdiri dan berlalu tampa kata, meninggalkan Damar dan Wina. mengambil kunci mobil dan perlahan menambah kecepatan membelah keramaian kota, tujuan nya tak lain menuju apartment dita, Zain melonggarkan dasi nya dengan kasar memukul setir mobil nya.


Dita nampak menunggu dengan senyum tersimpul diwajahnya tampa tahu. bencana apa yang akan datang menghampiri nya..


Zain melajukan mobilnya dan berhenti tepat didepan dita, yang membuat dita terpekik kaget, dia menutup wajah nya karena takut, Tak lama tangan nya dicengkram keras oleh seseorang, ya Zain meenggenggam tangan dita dan terlihat merah padam wajah nya menandakan kemarahan yang besar.


"Apa Maksud dari foto ini.. " Zain menamparkan foto yang ia dapat pada badan dita.. dita yang masih belum begitu sadar akan keadaan yang ia hadapi masih melongo dan meringis karena cengkraman tangan Zain yang menyakitinya.


" Ah sakit mas.. Apa .. foto apa...Ada apa mas.. bisa lepas dulu mas.. sakit" Dita meringis kesakitan Zain melepas cengkraman nya, Dita nampak memandangi foto yang diberikan zain, foto itu memang dirinya,, tapi angle nya nampak membuat dita bingung dia tidak perbah sekali pun mengenal pria ini.


"Ini aku mas.. tapii..... "


"Hahaaa.. Bodohnya gw....gw sempat lupa bahwa sejenis wanita semua rendahan.. gw tertipu dengan sifat ceria dan tanpa dosa lo.. tenyata.. " Zain berbicara dengan nada tinggi,, dia beranjak meninggalkan dita..


Sebelum memasuki mobil Zain berkata..


" Jangan berani berani lo deketin gw lagi.. B*ngs*t... jangan sok kenal.. mulai hari ini kita gak pernah saling kenal.."

__ADS_1


Bruukkk... suara pintu mobil ditutup kasar


Brrmmmmmmm.. Brmmmmm..


Mobil dipacu dengan kencang oleh Zain meninggalkan dita yang masih ternganga..


Dita menangis berjongkok ditempat nya tubuhnya sedikit gemetar, Sampai dia tidak menyadari sebuah mobil berhenti didekatnya.. keluar lah Damar yang nampak lari tergopoh menghampiri dita yang masih tergukguk menangis dengan wajah menelungkup


"Dit... kamu gak papa... " Damar menepuk punggung Dita


Dita mendongak,, diwajahnya mengalir air mata dengan kesedihan yang dalam..


" Mas Zain marah.. itu aku tapi pria nya gak aku kenal.. kak.. " Damar menyusul karena salah satu fotonya terjatuh kelantai ketika Zain tadi berjalan setengah berlari keluar. dan melihat sebab dari kemarahan Zain..


"Tenang lah kita bisa selesaikan masalah ini.. "


Damar menepuk punggung dita menenangkan..


"Ah siapa yang begitu tega memfitnahku..." kata nya sambil menghapus air matanya.. dita tertunduk beberapa saat.. lalu berdiri seketika membuat damar terkejut..


"Sialan pasti ada sangkut paut nya dengan teror selama ini.." dita menyilangkan tangan didadanya. " Ah mana cowo oon itu langsung pecaya... huuuuuuhuuuu.. awas lu kalo ntar gw dapet sipeneror.. gw cincang tuh juniornya.. si Zain brengsek...huuuuaaaaa... " Dita berceloteh sambil menangis


"Ahhhahhahaaa... Gw lupa lu kan dita... Framia Radita." Damar tertawa melihat tingkah dita.. sia sia tadi dia lari takut terjadi sesuatu pada dita.. atau membuat dita sakit hati..


"Kak... nyari makan yuk.. laper.." Dita menghapus air mata dan membersihkan ingusnya dengan saputangan damar.


"Kita makan dimana.."


"Dimana aja.. tadi belom makan.. tadi aku kira si Zain brengsek mau ngajakin makan.. tau nya malah ngamuk kaya orang kesetanan.."


"Mereka mendekat.. " kata damar


Terlihat beberapa pengawal bayangan yang di tugas kan Zain mendekat dengan isyarat dari Damar.. Hanya saja raut wajah mereka sedikit muram..


"Duduklah... " perintah damar pada mereka.. Empat orang pengawal nampak duduk dikursi resto..


"Tuan memecat kami.. " ujar salah satu pengawal..


"Dia sedang emosi.. begini.. kalian lihat foto ini.. "


"Ini Nona Dita.. tapi kapan ini.. kenapa kami tidak menyaksikan adegan ini.. padahal kami berada dekat dengan nya setiap hari.. " ujar pengawal tersebut..


"Kalian ngikutin gw...ahhh... pantas saja aku merasa ada yang aneh.. disekitarku.. hah... "


"itulah sebab nya kami lebih kesusahan nona.. karena anda sangat sensitif dengan pergerakan kami.. " keluh salah satu pengawal lain nya.


"Jadi kalian nyalahin gw.. " mata dita mendelik kesal.


"Bukan begitu.. nona.. maaf kan kami.. "


"Sudahlah.. sekarang waktunya kita memecahkan masalah ini.. cari semua yang mencurigakan.. dan kita kerja sama buat mencari pelaku.. kalian sementara tudak usah mengikuti dita.. tapi cari solusi untuk masalah ini.. lapor kan semua padaku.. " peribtah Damar panjang lebar. Diskusi terlihat berjalan cukuo alot. sekitar 2.5 jam mereka baru beres dan membubar kan diri.


Dita pulang ke apartment nya.. Dan Damar mencari Keberadaan Zain..


Cekiiiiiittttttt.. Bruuukkkkkkkk


Suara mobil menabrak benteng pinggir jalan.. asap sedikit menegepul dibagian kap mobil.


"Ahhhhhhhhh..........." Seru pengemudi mobil tersebut...


TBC


🎆🎆🎆🎆🎆🎆🎆🎆

__ADS_1


Jangan lupa Koment nya yah...


Vote dan like...


__ADS_2