Framia Radita

Framia Radita
Persembunyian Faradita


__ADS_3

Sudah dua hari Dita menghilang semenjak pergi meninggalkan apartment milik Zain. Zain berusaha mengejar dita waktu itu hanya saja dia tidak menemukan dita di apartment atau rumah angel. Sita pun tak tahu karena dia sedang berada diluar kota untuk mencari bahan tugas nya.


"Kita cari besok lagi.. Dita mungkin butuh waktu.. kita bisa jelaskan besok.."


"Gw takut dia kenapa napa Mar.. "


"tenang aja.. selama lu diemin dia juga dia strong.. padahal banyak yang nyerang. "


"Maksud lo... "


Damar menceritakan semua yang dihadapi Dita selama ini akibat rumor yang tersebar dari semua teror dan kalimat sarkas yang dita terima.


Wajah Zain merah padam karena Marah.


"Beri aku semua nama nama yang berani menyakiti Dita.. " perintah Zain


"Pertama.. Zain Rexsi Santoso.. orang pertama yang nyakitin dita.." ucap Damar


"Sialan lu.. besok nama nama nya harus ada.. semua tanpa terkecuali"


****


Ditempat lain Hamparan pasir terbentang disepanjang bibir pantai, Seorang gadis berjalan perlahan menerobos ombak dengan sedikit berjingkrak ketika ombak besar datang diantara hilir mudik ombak kecil yang beriak.


Udara malam dipinggir pantai menerpa wajah sayu sang gadis, yang masih nampak bekas tetesan air mata dipipinya..


Tak lama berselang dia duduk diatas pasir pantai tanpa alas.. mengikat rambutnya yang tergerai, menyanggulnya ke atas.. walau tak semua ikut terangkat masih ada sisa sisa rambut mencuat tapi malah menambah kecantikan nya.Dia terus memandang lautan dihadapan nya.


Ketika malam semakin dalam menuju tengah malam yang kelam sang gadis baru beranjak ke penginapan nya..


Diranjangnya iya mengambil ponsel nya menatap layar ponselnya, ketika terlihat banyak sekali Misscall dari orang orang tersayang nya.. dan pesan yang terus bermunculan karena ketidak hadiran nya disisi mereka.


"Non Mia " suara wanita paruh baya memanggil nya dari balik pintu kamar..


"Ya bik.. ada apa.. "


"Ini saya bawa cemilan malam.."


"sebentar bik.."


",Uhh.. makasih bi ntikk.. Mia jadi ngerepotin.." saut Dita setelah membuka pintu.. terlihat wanita dengan raut wajah ayu berdiri memegang nampan berisi makanan.


"bibik baru pulang dari rumah pak RT.. tapi non Mia gak ada.. jadi bibik bikin camilan pas tadi liat non para dipantai.." ucap nya sambil menyerahkan nampan oada fara.


"Makasih bik.. " bibik tatik manggut manggut dan berlalu meninggalkan dita..


Ditempat dita berada adalah daerah diujung desa yang dahulu pernah ditinggali neneknya sewaktu hidup, Framia kecil dititipkan dibawah asuhan Neneknya ketika Famasita lahir, karena kesibukan kedua orangtuanya.. didesa pinggir pantai ini masih ada peninggalan alm neneknya.. berupa rumah yang kini ditempati oleh bi tatik dan suami serta anak laki lakinya.


Mereka yang mendapatkan amanah untuk menjaga rumah dan penginapan kecil peninggalan neneknya, yang diwariskan pada dita dan adiknya. hem tempat ini begitu saja terlintas dibenak dita saat dirinya terlunta lunta menuruti langkah kaki nya, karena rasa sakit melihat kejadian kemarin.


Dia hanya memberi tahu pada sita bahwa dia baik baik saja melalui sambungan telpon.


"Gw baik.. lu gak usah khawatir.. udah beres masalahnya gw balik ko.."


"Gw percaya sama lo.. pasti lo baik baik aja.. karena lo gak bisa se enak nya.. celaka sakit atau patah hati.. karena lo punya tanggung jawab.."

__ADS_1


"Hhaa.. baik lah.. terima kasih.. jaga diri.. makan yang bener.. "


"ok... eumm. dit................. Cepet balik... jangan sedih.." akhirkata yang terucap sulit dari bibir sita.. perhatian yang jarang sekali dikeluarkan lewat kata kata..


"Pasti... "


****


"Gimana udah tau.. keberadaan dita.. " tanya Zain pada beberapa pengawal nya yang diperintahkan mencari keberadaan dita


"Belum pak.. maafkan kami.."


"Cepat cari.. dia.. jangan kembali kalau belum menemukan keberadaan nya.. "


"Baik pak.. "


Mereka meninggalkan ruangan Zain untuk segera melaksanakan perintah Zain.. Diruangan masih tersisa Zain, Damar, dan seorang gadis yang terisak gemetar berdiri diujung sofa..


"Jadi apa.. maksud nya ini Wina.." Berkas berkas terbang ke arah wajah Wina yang tak lain adalah sekertaris dari Zain.


"Maaf kan saya pak.. Saya hanya tidak ingin bapak bersama wanita itu.. "


"Brengsek.." kembali Zain melempar benda pada Tubuh wina..


" Wanita sialan.. Mulai hari ini kamu saya pecat.. keluar dari ruangan saya dan janagan pernah muncul dihadapan saya lagi.. apalagi didepan Faradita.. atau kau akan tahu akibatnya.. " Zain mengusir dengan kata dan isyaratnya, tapi wina tetap bertahan.


"Syaa lebih dulu menyukai anda pak. jauh sebelum dia datang... " ucap nya dengan nada yang lebih tinggi.. ,Melihat Amarah Zain yang semakin menggebu dengan ucapan Wina, Damar menarik tangan wina dengan paksa.. memerintahkan security membawa wina keluar kantor dan mengusirnya.


"Tenang.. bro.. masa lu mau gampar cewe.. "


Zain hanya menghembuskan napas dengan kasar sambil membaca nama nama yang akan dia beri pelajara.


Toktok.. ceklek..


"Gimana temen gw.. udah ketemu belom.. gw gak mau tau lu berdua mesti nemuin dita.. kalo gak mau bokap gw ngamuk sama lo berdua.. hehh.. Pacar apaan lo.. belom jelas udah ngamuk kaya banteng.. kalo bukan atasan gw.. udah gw banting lo amazon.."


Cerocos Angel pada Zain dan Damar.. angel sudah tak menggubris predikat Zain sebagai pria menakutkan, karena diotak nya sekarang adalah menemukan dimana sahabat nya berada.


"Sorry.. bentar lagi kita pasti nemuin dita.. oh.. angel menakutkan bila sedang marah yah.. " balas Damar.. Zain nampak tidak tersinggung dengan perilaku angel. karena menurutnya hal wajar bila angel memarahinya.


"Tapi kamu tau kira kira dimana dita bisa bersembunyi.."


"apa maksud nya bersembunyi dita gak punya salah apa pun.."


"ok ok.. maksud ku.. tempat dia menenangkan diri.."


"Mana gw tau si pantat m*ny*t itu gak bales massage gw.. gak bales telpon gw.. gak aktipin lokasi.. mana gw tau.. kalo gw tau ..gw gak bakal ada disini.. lagian gw heran.. mau dita dilempar kresek sampah juga gak bakal ampe ngilang, sebenernya kenapa sih. lu ngapain Dita.. sih.."


Zain diam tanpa respon apa pun diberondong omelan Angel,, Damar nampak sedikit terkekeh melihat emosi angel, gadis manis yang biasanya imut ceria dan ramah. nampak sangar dihadapan nya sekarang karena kehilangan sahabat nya.. yang bersembunyi entah dimana.


Drrttt drtttt


ponsel Zain bergetar nampak notifikasi pesan dari No tak dikenal, Tertulis alamat disana beserta emoji tangan


***Jl. xx No 14 Kab xx Penginapan Amura atau rumah paling ujung.. Cari bu tatik👈

__ADS_1


Paling lambat besok dia harus ada disini,, kalau tidak aku pastikan memotong kemal**n mu***..


Bunyi pesan setelah nya,, Zain terlonjak berdiri menyambar jas nya dan berlari keluar turun kelantai dasar di ikuti Damar dan Angel.. Didepan dia meminta kunci mobil pada pak anwar,,


"Mau kemana.. " Damar menghentikan Zain Masuk ke mobil dengan menahan tangan nya..


"Jemput Cewe gw.. kemana lagi.. " Zain melepaskan Cengkraman Tangan Damar dan masuk ke dalam mobil. Mobil dipacu dengan kecepatan tinggi.. tempat tujuan nya adalah alamat yang dikirim sita pada nya,, iya Zain yakin sita yang mengirim pesan tersebut.


6 jam perjalanan barulah Zain sampai ditempat yang tercantum di isi pesan nya. Dia mencari penginapan Amura. Nampak bangunan kayu yang terlihat sedikit tua. tapi dengan nuansa yang nyaman, Hari sudah gelap ketika Zain sampai disana.. dia berusaha mencari rumah yang dimaksud sita, Dia mengetuk pintu. Dan bertemu seorang ibu ibu yang tak lain adalah bi tatik.


"Malam bu.. maaf menggangggu malam malan begini. "


"Oh iya tidak apa apa.. ada yang bisa bibi bantu.."


"Saya mau bertanya apa bibik tau dimana Dita.. Framia Radita.. saya pacarnya.. "


"oh.. aden pacar nya non Mia.. Non Mia mungkin sedang jalan jalan.. biasanya sebentar lagi pulang.. ditunggu dikamar nya saja bagaimana.. bibi tunjukan kamar nya.. mari den.."


Dan disini lah Zain berada kamar dengan nuansa yang nyaman di isi dengan furniture yang serba kayu. sederhana tapi nyaman, Zain duduk disofa sambil melepaskan dasinya. menaruh jas dan dasinya sembarang, nampak raut kelelahan diwajah nya, zain memang belum tidur semenjak dua hari yang lalu sibuk mencari dita dan mengurusi perusuh perusuh yang menimbulkan badai pertama nya.


Tanpa sadar Zain terlelap di alam mimpi, napas nya terlihat berirama. khas orang tidur pada umum nya. Tak terasa Zain sudah tidur lebih dari dua jam, ketika pintu kamar terbuka yang serta merta membangunkan istirahat zain.. Zain terlonjak dan berjalan ke arah dita, Zain memeluk dita erat.


"Maaf kan Mas.. sayangggggg..... "


"Lepas.. Mas.."


"Gak mau... yang kamu lihat kemarin itu kesalahan mas.. mas mabuk dan mengira itu kamu sayang.. tapi tidak terjadi apapun. sumpah. "


"Gak peduli. lepas deh.."


"Bener sayanggg... Please maafin mas.. eumm.."


Dita sedikit meronta.. berusaha melepaskan diri dari pelukan zain, sementara pelukan zain malah lebih dipererat agar wanitanya tak bisa menjauh..


"Mas kangen.. kangen banget..."


hikz hikz.. Suara tangis dita pecah dipelukan Zain.. benar dita marah pada Zain tapi rasa rindunya pada zain lebih besar, selama disini rasa marah dita hilang karena diserang rasa rindu yang dalam, rindu pada sosok pria dingin yang dicintainya..


Zain menuntun dita duduk disofa tanpa melepaskan pelukan nya.


Malam sudah semakin larut ketika dua insan tuhan ini tak juga melepaskan pelukan nya, dita sudah bisa berhenti menangis tapi belum juga berbicara.Amarah Dita telah hilang dari semenjak kehadiran Zain.


"Sayanggg... badan ku lengket semua.. boleh aku membersihkan badan terlebih dahulu"


"heumm.." Dita mengangguk. dita menelpon bi tatik untuk meminjam pakaian dari anak bi tatik.. Karena nampaknya Zain tidak membawa baju ganti, serta meminta dibawakan makanan apa saja yang tersedia. sepertinya zain pun belum makan malam,


tak berselang lama bi tatik membawakan apa yang diminta dita dan kembali pulang


"Pakai ini mas.. "


"oh.. baiklah.. terima kasih.. dari mana baju ini.."


"Dari bi tatik.." Zain kembali masuk ke kamar mandi dan mengganti pakaian nya.. Zain keluar dengan memakai pakaian santai. Kaos abu abu polos dengan bawahan training warna senada. pakaian sederhana ini tidak membuat sosok zain jadi sederhana.. dia tetap saja dengan pesona nya. tampan dingin dan mempesona.


Zain sudah terlihat lelah, maka dari itu Dita mengajak nya istirahat. Malam ini mereka tidur berdekapan sambil menerawang pada pikiran masing masing, Zain yang tidak mengira akan cepat dimaafkan oleh dita membuatnya malu akan kelakuan nya yang langsung menghakimi gadis itu hingga membuatnya tersiksa,

__ADS_1


Sedangkan dita membenamkan wajahnya dan tertidur, rasa rindunya terobati sudah..


TBC....


__ADS_2