
Dita terus mengutak ngatik ponselnya. berusaha menghubungi Sita, janjinya dia akan menelpon Dita pagi hari tapi sampai dia tiba dikantor, Sita tak kunjung menghubungi atau sekedar menerima pesan.
"Kenapa Lu.. " Bisik Angel.. Dikantor memang dilarang berbicara informal walau sesama teman, makanya Angel sering berbisik agar tidak didengar rekan lain nya.
"Sita.. ngel... gak ngabarin.. "
"Ntar juga ngabarin kali dit.. "
Jam memang masih menunjukan 7. 30 belum waktunya masuk kerja. Sepersekian detik kemudian ponsel dita berbunyi. Nomor tidak dikenal menghubunginya.
"Hallo selamat pagi dengan Bu Framia Radita.."
"Iya betul saya Dita.. dengan siapa ini.. "
"Saya perawat Rumah sakit Santoso. Mau mengabarkan tentang Famasita Radia, dia sekarang di UGD rumah Sakit, karena kecelakaan... " tututututrrr.. ponsel ditutup Dita.. Dia Ambil tas dengan kasar, sambil berlalu Dita berteriak..
"Angel ijinin gw ke mbak Widya.. Sita kecelakaann.. "
"What... yah.. dimana sita.."
"Nanti gw hubungi. . " teriak Dita sambil berlalu.. Di dalam lift Dita menangis hampir kaki nya tak kuat berjalan. tapi dipikiran nya hanya ada Sita.. Saudara keluarga dan harta satu satu nya didunia ini.. Dita bergegas tanpa menghiraukan jalan laju nya. keluar lift dia berlari sekuatnya hingga hampir menbrak Zain dan hampir terjatuh bila tidak ditahan Oleh pelukan Tangan Zain..
Zain terkejut dengan wajah Dita yang sembab dan air mata mengalir deras dipipinya.
"Ada apa.. ? " tanya Zain singkat..
"Sita kecelakaan.. " jawab Dita.
Zain memapah Dita ke kursi penumpang dimobilnya. Dia masuk ke kursi penumpang.
"Kerumah sakit pak Anwar.. " kata Zain..
"RS santoso.. " jawab Dita cepat ketika Zain menatap nya..
Dita terlihat tegang tangan nya gemetar..Zain meremas tangan Dita mencoba menenang kan.. " Tenanglah.. "..
"Semoga tidak buruk.. Dia satu satu nya hartaku.. " Dita berusaha menahan tangisnya, tapi gagal seketika Zain merangkul bahunya Tangisnya pecah,, Zain berusaha menenang kan Dita dengan terus mengelus Bahu tangan dita.
Sesampainya di RS. Dita berlari ke UGD disusul Zain. Para Dokter yang mengenali Zain sibuk memanggil Kepala RS. memberikan kabar kedatangan Zain.
"Suster saya Framia Radita.. Dimana Adik Saya Famasita Radia.." tanya Dita cemas.
"Oh.. adik anda di ranjang paling ujung.. mbak.. mari.. " Jawab suster.. Dita berjalan dengan gemetar dan hampir tidak bisa lagi bergerak. ,Zain yang melihatnya langsung merangkul Dita dan membantunya berjalan, terdengar suara tawa sita disusul suara tertawa balita. Sita nampak sedang bercanda dengan Anak berusia 4 tahun.
" Ah.. " Dita terkulai lemah terduduk dilantai UGD.. bersyukur bahwa adik kesayangan nya hanya terluka ringan..
Tapi kehebohan terjadi ketika para petinggi RS menghampiri UGD. karena mendengar kabar Zain Datang ke RS.
"Pak Zain.. Ada yang bisa saya bantu.." Ujar kepala RS. Zain tidak menjawab, terlihat Damar menyusul dan memerintahkan Kepala RS untuk menyiapkan Kamar.
****
Pagi itu sita berburu waktu karena tugas nya tertinggal diberlari kecil bersama abel hendak meyebrang jalan ketika lampu merah.. Setelah sampai diseberang Sita melihat anak kecil lepas dari pegangan ibunya dan berlari ke arah jalan, sedangkan lampu mulai hijau. Sang ibu berlari begitu pun Sita mencoba menyelamatkan Bayi.. Sita lebih dulu menggapai bayi. tapi mobil diseberang melaju dengan cepat hingga semakin dekat ketika badan Sita terdorong dan sedikit terhantam pinggir mobil,
Bruuukkkk..
Suara tabrakan terlihat sang ibu terhempas kesamping. kepala nya tampak berdarah. sedang kan Sita cedera pada tangan kaki dan punggung nya, tetapi tidak parah.. sang bayi selamat tanpa cedera karena pelukan sita yang erat.
"Sitaaaaaaa..... Ya tuhaaaannnn... sita sita.. lu gak paapaa... " abel berteriak histeris. melihat kejadian itu.
"Panggil ambulance Bel jangan teriak teriak.. " perintah Sita.. Sita memberikan Bbalita itu pada Abel dan menghampiri sang ibu serta meminta pertolongan.. setelah Diambulance Sita teringat Dita. tapi tangan nya yang kini mulai terasa sakit serta kesusahan karena menggendong Sang anak sehingga tidak bisa menghubunginya, tadi sita kesiangan jadi tidak sempat menghubungi dita, sita yakin sekarang Dita sedang cemas. Abel diperintah masuk sekolah oleh sita. demi memberi kabar pada sekolah dan menyampaikan tugas sehingga dia tidak ikut kedalam ambulance.
Di RS sang ibu mendapat kan tindakan operasi tapi syukurlah berjalan lancar. Sedang Sita meminta Suster menghubungi kakaknya. untuk memberikan kabar bukan malah memberi tahu kakaknya. sita merasa kesal dia tau Dita akan sangat cemas mendengar pemberitahuan suster yang tanggung karena ponsel dimatikan kakaknya, tapi Sita pun harus menjaga Bayi itu sebelum keluarga korban datang, ketika itulah Dita datang dengan wajah yang sangat khawatir. Wajah lemahnya.
"Pasien Famasita tidak memiliki cedera parah hanya luka luar karena gesekan aspal dan cedera bahu.m saja selain itu semua nya baik baik saja. " penjelasan dokter jaga UGD pada Zain.
"Apa maksud mu baik baik saja Dok.. Adik ku terluka apa nya yang baik baik saja.. " Zain berlalu meninggalkan dokter, sekarang Damar yang menyelesaikan administrasi dan memindah kan Sita serta si Bayi ke ruang VVIV dilantai 12 . Karena keluarga Korban belum juga datang. karena jarak yang memang cukup jauh,
"Sakit Kah Sita.. "
__ADS_1
"gw baik baik saja Dit.. lu balik ke kantor aja gih.. masa iya CEO ma Karayawan sama sama bolos.. hadoohh... "
"Sini anak nya.. biar gw gendong.. ngantuk kaya nya dia.. " ujar Dita..
"Gw bilang lu kerja aja.. gw ada suster ko yang jaga lagian gw gak kenapa napa.. "
"Lo cuman punya Gw.. sebaliknya Gw juga cuman punya lo.. kalo gak gw yang jaga lo.. siapa lagi. kita cuman ber dua sit.. jangan pernah nyuruh gw pergi lagi. " Suara Dita meninggi, membuat Sita terkejut dengan kakaknya ini,, Dita selalu nampak santai ceria tak acuh tapi tak pernah meninggikan suara apa lagi semarah sekarang, Sita terdiam dan mengangguk. Zain hanya melihat Dari tempatnya duduk. Dita baru sadar Zain masih ada disana ketika hendak menidurkan Anak balita itu diranjang penunggu..
"Ah.. Pak Zain.. kenapa aku hampir tidak sadar kehadiran anda.. "
"Pak Zain.... " Seru Sita mengulang kata kata Dita.
"Kenapa manggilnya Pak Zain sih. kan pacar lo Dit. "lanjut Sita
"Mungkin dia masih kaget.. benerkan sayang.." kata Zain sambil menatap Dita.
" ah iya.. Gw lupa soal nya kalo dikantor kita gak boleh ngomong informal.. harus dengan sapaan baku.. bener kan Mas.. "
"Hmm.. " jawab Zain singkat
Beranjak siang Zain baru pergi kekantor ketika suasana Di RS mulai baik, Ayah si Bayi datang bersama nenek nya.. dan urusan administrasi RS selesai. begitu pun si penabrak, karena memang bukan salah siapa pun karena kecelakaan dapat terjadi dimana pun dan kapan pun walau kita dalam kondisi yang sangat hati hati.
****
Tiga hari Sita dirawat dan akhirnya boleh pulang dia pamitan pada Ibu bayi dan keluarga.. karena memang mereka belum boleh pulang.
Sesampainya dirumah. sita minta makan ini itu, sehingga Dita memesan bnyak makanan.
Tiga hari itu juga Dita tidak masuk. Walau pun setiap hari Zain menengok Sita dan dita di RS.
"Pacar lo gw kasih 2 jempol deh.. " ujar Sita.
"Kenapa emang... "
"Setia ..kaya.. perhatian.. sayang terlalu Cold.. kaya Es batu.. hehhee.. ".
Sore nya Angel datang berniat menginap di Apartment Dita menemani dita dan sita.. Om badri pun datang menjenguk sita. mereka mengobrol lama . hari sudah muali gelap ketika om badri pamit undur diri. Dan mengingat kan angel tentang makan malam besok..
****
"Abel, Azka, dan semua nya titip Sita yah.. kak dita pulang malem soalnya.. " ujar Dita pada teman teman Sita yang berkumpul di apartment mereka berniat menginap sebagian..
"Gak pulang juga gak apa apa.. " Kata sita.. karena tahu kakaknya ada acara denga Zain.
Dita dan Angel berangkat bersama hari itu soalnya Angel menginap dirumah dita.
"Aku mau dikenalin ma anak temen Bokap.. nanti malem.. "
"Ganteng gak.. " tanya Dita.
"Mana gw tau.. kenal aja ngak gw.. bawa Wisnu gitu gw.. apa dandan jelek gitu.. gw gak mau dijodoh jodohin.. "
"Duh moga aja lu gak ngambek kalo tau.. kayanya yang mw dijodohin sama Zain deh.. hadehhh dilema.. tapi gw mau bantu aja lagi.. yah abis mereka berdua sama sama kagak mw dijodohin.. jadi aku penyelamat kan hehee.." batin Dita..
Setelah memarkir mobil Mereka berjalan ketika melewati gedung security terdengar samar nama dita dipanggil, dita berhenti dan berbalik. ketika Vas bunga jatuh dibelakang nya 2 cm nyaris menimpa kepala nya.. Dita kaget begitu pun Angel.
"Wow.. akhir akhir ini gw kena sial mulu.. "
"Bulan sial lu lucky.. coba tu Vas lewat dikepala lo.. bocor tu otak.. "
Mereka pun berlalu menuju kantor. sesampainya dikantor Lucas menyambut dita, dita diberondong pertanyaan. Memang hanya dia yang tidak sempat menjenguk di RS karena keluar kota.mereka baru terhenti ketika Widya memperingatkan waktu kerja.
Sebuah pesan masuk ke ponsel Dita.
"Pulang bareng mobil kamu biar aku urus.."
"*Gak usah.. biarin aja lusa pembeli nya datang ke sini.. mobilnya saya mau jual pak.. " balas Dita..
"Baik lah sampai nanti sore*.."
__ADS_1
heummm... Dita menghembuskan nafas panjang dan mulai berkutat dengan kerjaan nya.. sampai sore hari datang, Angel pamit duluan dijemput supir ayah nya.. dan Dita menunggu Zain didepan. Zain datang bersamaan mobil yang terparkir dideoan Dita.
Mereka berangkat ke tempat Zain.. Dita berganti baju dan berdandan.. Zain terlihat disofa setelah selesai berdandan. menunggu dita.. janji makan malam memang jam 7 malam dan ini masih setengah 6. Dita turun dengan memakai dress warna pich dengan belahan dada dan punggung . dengan aksesoris manis make up yang sempurna.. Dita terlihat Seksi indah dan itu nyata.. Zain menatap Dita tak berkedip, zain hampir tidak sadar ketika Dita sudah berada didepan nya..
"Cantik.. " gumam Zain..
"Baru tau.. " Kata Dita nakal..
"Hmm.. "
"ya ampun.. " Dita berlalu sambil menlambaikan tangan mengajak Zain berangkat, Zain dan Dita masuk lift. Dita tersandung karena karpet lift hingga membuat dia terhuyung ke arah Zain .Zain menangkap dita dengan tanpa sengaja tangan Zain menyentuh punggung Dita yang polos.. p*y*d*r* Dita menempel didada Zain membuat Wajah Zain merona menerima Getaran getaran didadanya..
Sepanjang perjalanan Zain nampak tidak bisa konsentrasi selalu melirik ke arah Dita
susah untuk nya menahan keinginan nya melihat dita.
"Kenapa.. mas gak suka make up aku.. Atau terlalu suka.. " ujar Dita menggoda karena merasa diperhatikan Zain.. pak anwar nampak tersenyum didepan memperhatikan tuan muda nya.. sebagai sesama lelaki pak anwar tahu apa yang ada dipikiran Zain.
"Hmm .. "
"Hmm apa.. suka. gak suka... hm apa.. " Dita terua bertanya sambil mendekatkan diri pada Zain. Mobil mengerem mendadak karena polisi tidur membuat Dita tersungkur kepangkuan Zain.
"ah Pak anwar.. " keluh Dita sambil berusaha duduk kembali keposisinya. Wajah Zain merah padam karena gesekan tubuh dita padanya..
Pak anwar yang melihat wajah Zain berusaha menahan tawanya.. "Maaf non.. gak sengaja.. "
"Nan non nan non.. pak Anwar bisa gak panggil aku Tata.. aja.. aku suka dipanggil tata sama yang lebih tua.. biar kaya ayah hehee..gak enak denger nya dipanggil nan non.. "
celoteh dita
"Baik non tata.. maaf pak Zain..."
"Hm.. " Zain nampak berusaha menenangkan diri dengan serangan dita barusan, Zain juga berjiwa muda, dia kan juga bukan g*y pastinya merasa kan sesuatu ketika melihat atau bersentuhan dengan lawan jenis apalagi gadis seperti Dita.
Didepan Hotel tujuan mereka nampak pak Santoso dan Pak Darto menunggu Zain. Ketikaa Zain tiba dan keluar bersama Dita. pak Darto tampak tersenyum sumringah karena akhirnya Zain menggandeng seorang gadis, yah pak Darto sedikit merasa cemas dengan Anak majikan nya itu yang sudah dia anggap anak nya sendiri.
"Halo Pak.. apa kabar.. senang bertemu kembali.. " sapa Dita lebih dulu..
"Dan... " Dita menatap Zain menanyakan siapa yang ada disebelah ayah nya..
"Pak Darto.. keluargaku.. " jawab Zain
"Pak Darto.. Salam kenal Saya Pacar Mas Zain.. "
"Salam kenal kembali Non.." jawab nya
"Cantik den... " lanjutnya..
"Cantik donk pak.. kalo gak cantik mah mana saya mau.. bener gak sayang.. " ucapnya sambil menatap dalam dita.. dita merona diperhatikan seperti itu
"Kita lihat didalam saja... " kata pak Santoso sambil mengambil langkah terdahulu..
Mereka tiba diruangan yang sudah tertata rapi.. Meja melingkar dengan Makanan yang nampak enak sudah terhidang dengan indah.
Mereka duduk sambil menunggu tamu yang mereka tunggu..
"Aku yakin saingan mu tidak kalah cantik.." kata Pak Santoso memecah kesunyian..
" Saya juga yakin pak.. Saya selalu yang tercantik di mata Mas Zain... Ya kan Sayang... " Kata dita tak mau kalah.. Zain tersenyum lebar mendengar bantahan Dita, Zain belum pernah melihat satu orang pun yang selalu bisa membantah Ayah nya itu, tapi seorang Dita Gadia muda yang absurd ini bisa meredam sekaligus rentetan serangan Pak Santoso Ayah nya itu..
Tak Lama pintu Terbuka.. Nampak Pak badri dan Angrl masuk ke Ruangan Pak Badri terkejut begitu pun Angel..
TBC...
🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉
Dikoment yah.. salahnya.. typo. nya biar author lebih semangat nulisnya
Tunggu Uodate selanjutnya yah..
__ADS_1