Framia Radita

Framia Radita
TEROR kecil


__ADS_3

Tokkk. tokkk..


Pagi ini Suara pintu apartment dita terdengar diketuk, dari Luar sita yang sedang sarapan berhenti sejenak dan berlari kecil menuju pintu..


Cekkllekkk...


"Pagi... " sapa pria dibalik pintu.


"Dita pacar lo muncul.. " seru sita


" Gak usah teriak sit,," Jawab dita sambil menghampiri Zain..


"Masuk dulu mas,, Udah Sarapan,, " Dita menarik tanga Zain masuk ke dalam, dita menyiapkan Nasi goreng dan menghidangkan nya didepan Zain..


Zain tersenyum.. dan mencicipi hidangan yang disajikan Dita, sebenarnya dia sudah sarapan hanya saja dia ingin merasakan sarapan bersama dita.


"Ko gak dihabisin..." Nampak nasi goreng masih tersisa setengah nya


"Aku dah Sarapan tadi.. jadi.. "


"Wah.. demi cinta... perut penuh aja masih maksain.. " potong sita lempeng..


"hemm.... kamu berangkat diantar supirku dibawah, kakakmu biar aku bawa... boleh.." Usul Zain


"Boleh.. Mau dibawa kemana aja boleh,, asal balik nya jangan nangis,, kalo nangis.. gw pastiin kakak gw sunat lagi.. " ancam Sita dingin..


"Ok.. sepakat.. jadi kalo dia gak pulang jangan celamitan, minta dia balik ok. "


"Sip,, Asal sesuai saja... heheheee" balas sita..


"Ngomong ngomong, yang kalian obrolkan itu manusia dan itu hidup, bernapas depan kalian... ayo mas.. Sita hari ini kita.. pergi masing masing.." jelas lagi, Mereka berangkat menuju tujuan masing masing, Didalam mobil Dita merasa tidak nyaman karena Perlakuan Zain, yang selalu menempel entah itu memeluk pinggang dita, atau sekedar mengendus rambut Dita, dan kadang mencuri curi kecupan pada pipi dita, dan itu selalu masuk ke mata pak Anwar, yang sedari tadi senyam senyum terus.


Zain tidak masuk ke kantor karena ada meeting diluar terlebih dahulu sehingga


dita masuk kekantor sendiri, dita menunggu lift untuk naik dengan beberapa karyawan lain.. Dita masuk kedalam lift dengan banyak karyawan lain, didalam lift terlihat berdesakan , dilantai tujuan mulai turun satu persatu. hingga waktunya Dita juga turun. Dita menyapa semua rekan nya dan memeluk angel. semua berbincang ringan hingga angel berteriak menarik tangan Dita mendekat dan memperhatikan punggung dita terekspos karean sobekan dibaju bagian belakangnya


"yah ini kenapa bisa gini.. " seru angel


"iya ko bisa baju kamu sobek begini dit.. " widya nampak membantu merapikan hanya saja robekan nya tidak bisa ditutupi.. harus diganti..


"Mau dibeliin dulu dit... gw bisa nyuruh pak Diman beli atau gak bawa baju dari rumah.. " seru Angel


"Gak usah deh.. lu daleman bagus gak. gw pinjem blazers lu aaja kalo boleh.. " tanya dita sambil menunjuk blazers Angel..


" ouhh.. hemm ok.. " Angel melepaskan blazers nya dan menyerahkan pada Dita, setelah memakai nya dita duduk dimeja nya ketika kotak kecil teronggok dekat keyboardnya..


Dita mengambil dan membuka nya, seketika Dita teriak kencang dan melempar kotak ke lantai..


Semua berkumpul dan melihat ke arah kotak yang dilempar dita..


"Ya tuhan.." widya pun ikut kaget melihat isi kotak tersebut ,dita dipeluk angel terjadi kehebohan diruangan itu, Lucas memerintahkan pegawai lain menelepon OB dan pergi memeriksa CCTV. tapi itu hanya kiriman paket. tanpa alamat.


"Kamu gak pa pa.. Dit.. " tanya Sarah..


"Gak mbak.. cuman kaget aja.. " Dita terlihat sedikit syok. Semua terdiam Melihat ke arah widya yang berdiri memulai introgasi


"Siapa tadi yang datang awal." tanya Widya


"Aku mbak " jawab karyawan tadi.." tapi aku gak merhatiin ke meja Dita mbak, aku punya laporan dan langsung duduk dimejaku. " lanjutnya


"Itu dikirim lewat pengiriman, security yang mengantar kemari.. aku dah cek dan memang paket tanpa nama hanya nama Faradita dan bagian nya saja yang tertera" Lucas masuk sambil memberi tahukan hasil pencarian nya


"Terus siapa.. yang berani main main dengan dita.. apa gak takut sama pak Zain.. " kata Sarah


"Aku rasa sering kali kamu mendapatkan masalah kecil dari dokumen terhapus, make up hancur, dan sekarang paket bangkai tikus berdarah.." Lucas memabg sudah mulai merasa banyak gabgguan pada teman kerjanya itu semenjak pengumuman pak Zain tentang status mereka..


"Maklum lah.. aku kan memang selalu membawa perhatian.. " kelakar Dita


"Masih aja bercanda.. kamu harus lebih hatu hati dit.. " Widya menegur dita yang menurutnya kurang waspada dengan mengganggap ini candaan.


"Cuman nyairin suasana mbak.. saya akan lebih hati hati.. " saut dita sambil tersenyum, mereka akhirnya melanjutkan bekerja, hanya angel yang merasa terganggu. takut terjadi apa apa pada sahabatnya tersebut


****

__ADS_1


Hari hari dilalui dita dengan baik.. berangkat kerja bersama Zain jadi rutinitas harian nya.. pulang kerja pun begitu, zain dengan senang hati mengantar kan kesayangan nya. kejadian terakhir dikantor sampai ditelinga Zain, hingga dita mendapat tambahan bodyguard. Walau sudah tak terjadi lagi hal hal yang mengganggu dita..


"Sayang.. nanti malam kita kencan.. " Zain memandang dita untuk menunggu jawaban dari gadis yang nampak sibuk dengan berkasnya, iya dia mendapat tambahan kerjaan karena Sarah iji sakit. jadi dia meng habdle tugas sarah. walau harus mengerjakannya didalam mobil.


"Eum.. nanti malam bukan nya ada acara makan malam perusahaan mas.. " wajah dita terlihat bingung menoleh ke arah Zain. Kesemoatan itu tak dilepaskan begitu saja oleh Zain, dia langsung menyambar bibir ranum dita dan mendarat kan kecupan manis,


"Mas ih.. " dita kaget dan segera melirik pak anwar yang sibuk mengemudi. "syukurlah pak anwar tidak melihat.. manusia ini apa tidak merasa malu, tak pernah menghiraukan orang orang disekitar nya.. " batin Dita


"Iya mas lupa.. jangan terlalu malam.. eumm.. akhir akhir ini kamu terlalu sibuk hingga jarang bersamaku.. " keluh zain


"Bukan nya mas yang sibuk terus.. "


"Bulan depan.. kamu mas pindah jadi assistant mas deh.. " Zain mengakhiri perbincangan nya ketika sampai dikantor, Zain berjalan masuk dan disambut Damar, yang lama tidak terlihat karena tugas diluar negri,


"Selamat pagi pak... Pagi nona dita.. "


"Kapan kepulangan mu.. ke ruanganku " perintah Zain pada Damar..


mereka berpisah dilantai ruangan dita.. Zain memandang dita keluar dengan tatapan dalam.


"Gak kangen gw lu.."


"ngapain kangen lu.. tiap hari juga liat nuka lu.. "..


"Itu kan Vidio call Zain.. gak bisa disentuh.. "


"iya terus ..ngapain gw mesti sentuh sentuh lo.. jijik gw.. "


"Eum nyentuh Dita lu juga jijikk.. "


"Dita lebih enak dipeluk dari pada disentuh " jawab Zain membuat Damar terkekeh..


****


"Mobil mu mana Dit.. aku mau numpang.." tanya Sarah..


"Aku udah jual mobilnya Mbak.. "


"Ah itu... Pak Zain menyuruh pengawal untuk mengantarku mbak.. mbak boleh ikut dengan ku.. Angel juga ikut kita ko.. " Dita menuntun tangan Sarah memasuki mobil, dita berjalan kearah kursi depan. Dita duduk dan akan memakai sabuk pengaman ketika. Pengawal sedikit terkejut dan bergumam.. "Nona. anu... ituu.... saya... " pengawal berbicara terbata taba nampak takut dan bingung. sepersekian detik nampak ponsel si pengawal berbunyi.


"Ah ya baik tuan muda.. maaf kan saya.. saya tidak akan mengulanginya lagi.. penumpang lain nampak bingung.


"Ada apa pak.. ada masalah.." tanya dita..


"Anu non dita.. katanl Tuan Nona dilarang duduk didepan.. kalau boleh tukar tempat sama salah satu teman nona dibelakang.. " seru nya


"What.. Dari mana pacar lo tau.. lu duduk didepan... " tanya angel kaget. Pengawal itu tidak bicara hanya menunjuk pada kamera kecil diatas spion belakang..


"Oh my god.. ribet banget jadi pacar CEO.. tuker ma gw deh" Seru angel..Dita bergeleng ria. merasa malu dan kesal.. kenapa dengan lakilaki ini.


*****


Acara makan malam terlaksana dengan baik, para karyawan nampak mengobrol, mencari kenalan baru, dan ada pula yang masih membahas pekerjaa. Dita nampak beranjak keluar untuk menikmati udara diluar, karena terlalu banyak asap rokok dan bau minuman.


Nampak seorang pemuda, celingukan dilorong bagian kanan restoran.


"Maaf nona bisa saya bertanya.. " pemuda iru bertanya kearah dita


"Ya ada apa.."


"Saya mau tanya alamat,, ini " dia menunjukan secarik kertas pada dita, dita melangkah mendekat ketika dari arah belakang segerombolan remaja berlari dan menubruk tubuh dita hingga jatuh terperanggah kedepan, untung saja pria didepan menyelamatkan nya dengan menangkap tubuh dita. Wajah mereka berdua nampak berdekatan sehingga bila salah bergerak mereka pasti akan nampak berciuman.


"Ah maafkan saya ujar dita.. " sambil menjauhkan badan nya..


"Ah tidak apa apa.. " Dita mengambil kertas dari lengan si pria dan menunjukan arah alamat yang tertera. pria itu berlalu dan dita pun kembali masuk ke dalam.. lagi lagi Angel nampak mabuk berat. Makan malam usai ketika jam menunjukan jam 10 .30 dita mengantar angel terlebih dahulu.. sementara Sarah dijemput pacarnya.. jadi dia tidak ikut dengan dita.. setelah mengantar Angel.. dita lelah dan tertidur didalam mobil..


*****


"Dia tertidur.... "


"............"


"Bawa kesini saja... "

__ADS_1


"............"


Zain menutup ponsel nya, dia turun dari ranjang dan berjalan perlahan sambil mengutak ngatik ponselnya menuju lantai dasar, Kamar Zain memang terletak di Lantai 2, dia meminta disiapkan pakaian wanita untuk besok, di apartment nya memang ada baju Dita tapi disini. Zain belum sempat mengisinya..


Mobil melaju pelan dari arah gerbang menuju pintu masuk, Zain keluar dan langsung membuka pintu mobil ketika Mobil berhenti Pengawal tinggi besar mencoba membantu menggendong Dita, tapi dengan kasar Zain mendorong Pengawalnya, Zain nampak Marah


"Apa yang kau lakukan.. berani berani nya menyentuh wanita ku.. " tatapan nya tajam bagai hendak menerkan si pengawal,, si pengawal terkejut dan langsung meminta maaf, Zain menggendong dita yang tertidur,


"Minggir.. " Zain menatap tajam lagi pada sang pengawal, Badan yang tinggi besar bukan berarti dia tidak takut pada Tuan nya.. Zain yang nampak manis ketika bersenda gurau dengan sahabatnya, Zain yang nampak menggemaskan ketika bersama dita,, tapi tidak dengan anak buah nya, zain adalah pria dingin, yang tidak pernah ramah pada para pengawalnya.. anak buah nya atau pekerja nya.


"Sudahlah jangan dipikirkan.. Den Zain hanya tidak mau pacar nya tersentuh lelaki lain.. bukan berarti dia tidak suka padamu.. Ham " Pak agus menenangkan Pengawal itu yang ternyata bernama Ilham.


Zain membaringkan Dita diranjang perlahan agar wanita nya tak terbangun,, Zain berusaha memindahkan tangan nya dari belakang kepala dita, yang ketika itu malah nampak menggeliat..


"Ohh... Mas.." Dita terbangun dan duduk sambil sedikit mengucek matanya. "Aku dimana.. " lanjutnya sambil menjelajahi kamar ini dengan matanya


"Kamarku.. " Zain duduk ditepi ranjang sambil menyisipkan rambut dita kebelakang telinga nya.. "Bersihkan dulu badan mu... eumm " lanjut Zain..


Dita menggangguk lemah..


" Aku bantu.. " Zain langsung menggendong dita kekamar mandi membantunya cuci muka, gosok gigi, dan membawakan kaos nya..


"Mas... " dita Menerima kaos dengan bingung..


"Mas gak keluar... " lanjutnya..


"Kenapa.. "


"Aku mau ganti mas.. "


"Terus kenapa.. "


"Ya ampun.. sana ahh.. " dita mendorong Zain keluar kamar mandi.. Zain tertawa sambil berlalu keluar kamar mandi.


Diranjang zain mengutak ngatik laptop nya . Memeriksa lagi sisa kerjaan yang dia tinggal kan tadi sebentar. Dita keluar kamar mandi bersamaan dengan Zain yang membereskan laptopnya.. dimenyimpan nya dinakas samping ranjang nya,


"Sini.. " zain menepuk ranjang sebelah kirinya


"Berbaring disebelahku.. " Pinta Zain pada dita.. Dita menghampiri Zain, naik ke tempat tidur lalu berlindung dibalik selimut


"Bagai mana.. makan malam nya.."


"Berjalan lancar.. hanya banyak yang terlihat mabuk berat karena tidak bisa mengontrol minum.. termasuk angel.. ah dia pasti dapat masalah besok.. papah pasti marah.. heheh"


"Kamu juga Minum banyak sayang.. "


"Tidak hanya sedikit,, kenapa.. "


"Sedikit tercium bau minuman.."


"Ah benarkah.. " dita hendak beranjak tapi ditahan Zain..


"Sekarang sudah tidak lagi.." Zain menatap dita, mendekatkan wajah nya pada wajah dita. Dita sedikit mundur menelusup kepinggir badan zain untuk menyembunyikan wajah nya.


"Aku lelah Mas.. tidur yuk" Dita memeluk zain dari samping..


"Baik tidur lah.."


Zain pun merebah kan tubuhnya menghadap dita..


CUPP..


"Good night sayang... " Zain mengecup puncak kepala dita lalu memeluk dita..


Mereka terlelap diranjang yang berukuran besar itu, tapi hanya sebagian kecil yang mereka tempati, saling menempel menghangatkan tubuh mereka.


TBC


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Readers budiman tinggalin jejak yuk di koment.. biar merasa hidup but author...


Love Love...

__ADS_1


__ADS_2