Framia Radita

Framia Radita
Rencana pernikahan.


__ADS_3

πŸ‘€


πŸ‘„


πŸ‘πŸ‘


πŸ‘„


Hallo.. Happy Reading


___________________________________________


Diruang tengah nampak beberpa orang berkumpul sambil makan dan berbincang. Diantara nya terlihat Zain dengan tampilan casual kaos polo pendek dan celana jeans biru panjang telah duduk santai sambil memainkan garfu di tangannya.


"Jadi ada apa ini. Tumben tumben makan malam pake harus ngumpul segala"


"Aku bakalan nikahin Dita satu bulan lagi. Cuman mau bilang itu" Ucap Zain ringan.


"Ya tuhan. Mau nikah toh. Syukurlah Zain. Kenapa tidak minggu depan saja" Ucap pak santoso bersemangat.


"Dita juga harus bersiap ayah. Dia bersiap untuk dua hal. pernikahan dan adiknya yang akan sekolah di korea" Jelas Zain


"Terus kenapa dita gak sekalian kamu ajak kesini. Biar kita bicarakan langsung"


"Itu.. Eh... dita belum tahu aku akan menikahi nya bulan depan" Hening sejenak memandang ayah nya yang tidak merespon ucapan nya.


"Aduhh" prankk.. Suara jeritan Zain dan suara jatuhan mangkok sup terdengar berbarengan.


"Kamu tuh anak siapa sih. ko gak mirip sama ayah sama sekali. masa iya mau nikah calon istri gak tau. kamu tuh maksudnya gimana. masa dita gak tau. kamu belum lamar dia zain. terus langsung mau bikin rencana nikah. ya tuhan. gak punya perasaan." Pak santoso nampak kesal dengan keputusan Zain.


"Den. Kalo kata pak Darto dilamar dulu non dita nya. baru rencanain pernikahan"


"Dita udah mau nikah ko. pak. Aku dah nanya dia ko"


"Ya. jangan nanya doang dong den. dilamar kasih cincin terus kumpulin keluarga. masa dilamar nanya doang. "


"Ck ck ck. kita bicara lagi setelah kamu lamar dita. bari kita kumpulin semua keluarga. walau pun dita tak punya sanak saudara ada Badri kan sebagai ayah penggantinya"


"Ya baiklah Ayah." Zain berlalu pamit pulang menuju mansion nya. Di mansion zain memanggil Damar, angel, sita, dan beberpa teman teman lain nya.


****


"Kenapa nih kak. kita dikumpulin?" Sita bertanya pada Zain seketika Zain duduk diantara mereka.


"Gimana cara yang baik buat proposed dita"


"Hah.. serius lu" Damar nampak tersentak dan hampir saja menumpahkan minuman yang ia pegang


"Serius. Gimana cara melamar dita. sesuai dengan impian nya"


"Jangan pake hal hal romance kaya di film deh. dia benci banget" saut angel.


"Jangan ditempat ramai. dita gak suka" tambah sita


"Ya terus gimana. tempatnya suasana nya. Kalo ayah gak minta dibikin lamaran buat dita. gw sih mending langsung nikah aja."


"Dita juga pasti mau nya gitu."


Perdebatan alot terjadi diantaranya. dua jam berlalu baru Zain mendapatkan ide lamaran untuk dita. Dan sekarang Zain merasa dita akan curiga kalau dirinya belum juga menjemput dita.


Keesokan hari nya Zain dan dita masuk kerja seperti biasa. Zain berjalan sambil merangkul pinggang dita membuat dita sedikit tidak nyaman.


"Mas. ini dikantor"


"Siapa bilang Mall"


"haahh" Dita menghembuskan napas berat. Takut menjadi bahan gosip lagi. Mata nya mengeliling dilihatnya mata mata wanita yang menatap kagum pada zain. bak kucing menatap mangsa ikan nya. Dita merasa sedikit tidak nyaman dan sedikit merasa terancam. dia sadar bahwa Zain bisa saja diambil wanita lain.

__ADS_1


Dita berhenti berjalan membuat Zain juga ikut berhenti.


"Ada apa, Kenapa sayang?"


Dita melepaskan tangan zain dari pinggangnya, Dia menatap Zain dan berbalik merangkul tangan Zain dengan mesra.


"Sayang.." Zain terbalak dengan tingkah Dita.


"Kenapa Mas kan punya aku." Dita menyeret pelan Zain agar terus berjalan. Pandangan karyawan wanita membuat dita merasa terancam hingga membuat nya cemburu dengan pandangan mereka.


Mereka tuh wanita tapi kaya gak punya harga diri kan ketika dengan terang terangan memandang mesum sama cowo yang udah punya pacar, Aku mesti cepet cepet bertindak ni. Batin Dita.


Waktu istirahat dita seperti biasa makan bersama Zain di dalam ruangan Zain.


"Mas. waktu ngomongin pernikahan sama pak santoso Mas serius."


Zain tersedak makanan yang di mulutnya muncrat berhamburan. uhuk uhuk.


"Ini minum mas." Dita memberikan gelas berisi air pada zain.


"Hati hati donk mas. Makan nya jangan ceoat cepat"


"ekhemm.. Bukan karena cepat karena kamu sayang. ngedadak bahas pernikahan."


"Oh hehe.. kaget. ya udah makan lagi deh." Dita tampak berpikir makanan nya hanya dia mainkan dengan terus mengaduk ngaduknya dengan sendok.


"Mas. Entar sore Dita pulang sendiri yah. soal nya ada perlu. Dita ke kamar mandi dulu sebentar" Zain belum sempat menjawab Dita sudah masuk ke ruang istirahat zain menujubke kamar mandinya.


Selang beberapa menit dita tampak keluar dengan wajah sedikit mencurigakan.


"Mau kemana nanti sayang. Gak mas anter saja sekalian."


"Gak usah mas. Dita nnti malem pulang ke apartment yah. buat ketemu sita"


Zain hanya mengangguk mengiyakan dengan hati sedikit ragu. Zain merasa dita marah atau kesal padanya. Tapi zain juga tak ingin membahas pernikahan takut rencana nya terbongkar. Dari pada membuat semua kacau Zain berpikir untuk menuruti maunya dita.


"Bener gak mau mas antar"


"Gak Usah mas dita bisa sendiri."


Cupp.


Zain lagi lagi terkejut dengan tingkah Dita yang berani mengecup pipinya di depan umum. Dia tadi berpikir dita marah tapi kenapa dia bertindak manis sekali.


"Dah mas.. sampai ketemu besok"


Dita berlari kecil meninggalkan Zain dan para penonton diluar gedung yang tampak melongo melihat pemandangan kejutan tadi.


"Mari pak Zain. " Pak Anwar terkekeh melihat majikan nya melongo bingung dengan kelakuan calon istri nya.


" Ah baik pak. Maaf. Ayo"


Dita terlihat memilih dan mengukur sesuatu disebuah toko disalah satu Mall besar milik Zain. Tersenyum kecil dengan pelayan yang setia menemani nya memilih.


*****


Dita tersenyum manis ketika berjalan menuju mobil zain. Pagi ini Zain menjemput duta seperti biasanya. tapi tidak dengan wajahnya. Zain tampak sedikit gelisah.


"Pagi. Mas. Pagi pak anwar." Dita melirik Zain yang tidak menjawab sapaan nya.


"Mas ki gak jawab. Kenapa?"


"Oh pagi sayang. Gak papa sayang. oh iya Nanti malem kita makan malam berdua yah"


"Ok. ehm tapi mas bisa aku aja yang pilih tempatnya." Usul dita


"Boleh saja dengab satu syarat. Jangan pilih tempat dengan banyak tamu. kalo bisa tempat yang paling kamu suka sayang"

__ADS_1


"Eum. pasti aku juga suka tempat yang tidak terlalu ramai"


Mereka berangkat bekerja dengan senyum menghias diwajahnya. Dita tampak sedikit khawatir tapi ditutupinya dengan senyum manis nya. Begitu pun Zain. Mereka tampak memikirkan hal lain dipikirannya masing masing.


Di apartment sita dengan berberes barang barang yang diperlukan untuk persiapan nya berangkat ke korea.


"Tanggal berapa lo berangkat sit" Abel juga tampak sibuk membantu sita berberes barang barang sita


"akhir bulan. bulan depan. 7 minggu lagi tepatnya."


"Hanya ini barang yang lo kemas."


"Kata kak Zain jangan bawa banyak barang. Biar nanti belanja disana aja. Enak kan punya kakak ipar tajir hahaha"


"Lu yah. memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan."


"Yah kalo dikasih rezeky gak boleh ditolak bukan"


"Hoohh.. kak Zain emang baik banget yah"


ting tong.


Suara bell berbunyi sita beranjak menuju pintu dengan senyum lebar. Berlari kecil dan terburu buru membuka pintu.


"Haii babe" Sapa Robbin ketika pintu terbuka.


"Masuk. mana titipan ku"


"Ini abel mana"


Robbin membawa kantong plastik besar berisi makanan pesanan sita. Ayam goreng, mie goreng, beberapa snack dan minuman ringan. semua makanan berkalori tinggi tersedia diatas meja sekarang.


Makanan cepat menghilang hanya dengan beberpa menit saja.


"Wah. kenyang nya biar sering sering makan ini dulu nanti biar gak kangen" Ujar sita


"Gak usah khawatir. Nenek bisa masak makanan indo ko babe"


"Masa.. wah senang nya."


"Kalo gw ntar kangen gimana dong" Tanya abel sambil memanyunkan bibirnya imut


"Tinggal dateng aja ke sana"


"Lu kira korea kaya tanggerang depok. bisa pergi se enak dewwek"


"Hahahaa.. kan Ada Vidio call"


"Yah gak asyik kalo lewat VC mah"


"Kenapa gak sekolah kesana aja bel. ikut kita" sela robbin


"gw pikirin sama gw cari info lagi nanti deh"


Mereka nampak asyik bercerita dan mengobrol sambil menunggu malam untuk mendengar kabar dari Calon kakak ipar yang sita dan juga lainya tunggu tunggu..


Hingga jam menunjukan jam 11 malam. Ketika ponsel sita berbunyi. Nada telponnya berkali kali berbunyi membuat si pemilik segera menyambungkan panggilan.


"Ehm gimana............. What!!!!"


Wajah Sita bengong dengan mata melotot kaget.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


To be continue


__ADS_2