Framia Radita

Framia Radita
Kencan dengan Sita


__ADS_3

Hari ini Dita berada di apartemennya sendiri. Untuk menghabiskan waktu bersama dengan Sita. Dia telah cuti selama satu hari untuk sekedar berduaan dengan sita.


"Lo pengen kemana sekarang. Nonton, Ke mall, Ke Caffe atau kemana." Ujar Dita pada sita yang telah Rapi duduk di sofa ruang tamu.


"Kita kesemua tempat hingga lelah. Kita tak pernah benar benar senang senang bersama hanya berdua. Selalu ada Kak angle atau dengan pasangan lain."


"Baiklah ayo berangkat."


Dita membawa Mobil milik Zain. Dita menolak diantar oleh pak anwar maupun pak Darto dia bemar benar ingin berdua saja dengan Sita. Mereka berdandan bak ABG yang ceria. Masuk ke tempat hiburan naik wahana yang belum pernah mereka naiki.


Memakai aksesoris lucu. Selfi dan berfoto bersama dengan gaya yang mereka selalu anggap kurang kerjaan. Selesai dari wahana mereka mencari tempat makan nyaman untuk mengisi perut mereka. Dari pagi bermain hingga menjelang tengah hari sangat menguras tenaga dan membuat perut Mereka berdemo.


"Ok disana terlihat bagus." Sita melihat restoran bagus didepan mereka.


Didalam restoran Sita sibuk memilih menu makanan dan Dita melihat lihat minuman yang akan dipesannya. Makanan dan minuman telah selesai di pesan kini mereka menunggu.


"Lo gak menghubungi kak Zain dari pagi Dit."


"Tak perlu. Sudah ada yang melaporkan."


"Hah. Siapa? Gw ngak tuh. gw sibuk bersenang senang sehingga lupa mengabarinya."


"Lo kira bagaimana kita dapat menaiki semua wahana dengan mudah. Parkir dengan mudah. Dapat diskon dan banyak kemudahan hari ini."


"Ah.. hahahah.. gw bener bener gak sadar."


"Lo ini. Peka sedikit kalau mereka orang jahat Lo gak akan sadar diikuti."


"Tapi Lo sukses membuat kesenangan gw sedikit menurun.Gw kira gw orang beruntung hari ini. bisa berdua bersama Lo dan mendapat semua kemudahan."


"Lo memang beruntung Sita. Lo anak yang beruntung. Jangan mengurangi kesenanganmu. Bila kau tak beruntung tak akan ada orang yang menjaga kita dan membuat kemudahan ini hahahahA"


"Benar juga.."

__ADS_1


Akhirnya mereka tertawa bersama hingga makanan datang dimeja mereka.


"Akhirnya. Makanlah. Ahhh terlihat sangat enak sekali.." Dita terlihat gembira melihat makanan dihadapannya. Dan sesegera mungkin melahap semua makanannya.


"Makanlah perlahan Lo kira gw bakal nyuri bagian lo. makan cepet cepet amat.Rakus bener kenapa sih."


"Lapar.. Eumm.. Apa itu gak bakal lo abisin."


" Gw udah merasa kenyang. Kenapa"


"Boleh buat Gw aja. Masih lapar"


"Yah. ni Orang kesambet apaan sih. ya udah abisin sana.." Dita hanya tersenyum receh sambil mengambil sisa makanan yang tidak dimakan Sita.


"Laper.. masih laper gw.. "


"Udah ini ke karaoke yuk. Dah lama kita gak karaokean.."


"Bukannya.. Kemaren lusa baru karokean bareng abel ma temen temen lain yah"


Dita berhenti dari aktivitas makan nya. Dia menatap Sita dengan pandangan sedih.


"Apa selama ini gw terlalu cuek sama lo sit. Kenapa lo gak minta gw ajak lo bermain kaya gini. Kalo lo mau ketaman hiburan sekedar nonton. atau karokean kaya nya aku gak bakal nolak."


"Karena lo gak bakal nolak makanya gw gak ajak. Kerja aja udah Cape. Lo yang gak mesti tanggung jawab ma gw malah harus banting tulang sendiri. Mana sekolah Gw mahal. Gak nyadar diri bangey gw kalo mesti minta lebih. Lo udah sabar banget sama kelakuan gw aja udah syukur gw."


"Gak gitu. sit.. Lo adik gw. gw gak pernah terpaksa atau menderita karena jaga lo. Gw seneng kerja dapet duit buat sekolah makan lo. kadang malah gw ngerasa kurang karena lo gak pernah minta hal lain selain kebutuhan pokok lo."


"Gak gw dah ngerasa cukup ko."


Dita tampak meneteskan Air mata. Dia tersadar bahwa mereka berdua memang saling mengandalkan dan saling menjaga. Walau dengan cara mereka sendiri. Dita sadar betapa perhatiannya Sita terhadapnya. Dan betapa bodohnya dia tak bisa memberikan Cinta dan kasih sayang dengan berani.


"Maafkan Aku. Tak bisa membuatmu nyaman padaku." keluh dita.

__ADS_1


"Lo jangan Khawatir. Dari minggu depan Gw gak bakal gak nyamaan kalo mau minta sesuatu.."


"Bener. Lo gak bakal nahan nahan.. lagi. kalo mau main sama gw ngomong. mau apa pun asal gw sanggup pasti gw kabulin"


"Gak sama Lo tapi sama kakak ipar kaya gw. ahahahahahaaaa"


"Ahh.. sialan Lo.." Seketika Dita berhenti mennagis dan melempar Sita dengan tisu bekas makannya.


"Sialan baju gw kotorkan" Sita merajuk dengan Mengerucutkan mulutnya. Sedang para pengawal yang berjarak beberapa meter dari mereka. Tampak saling pandang tak mengerti dengan atmosfir yang terjadi antara dua kakak adik ini.


Saling timbuk tisu berhenti ketika Suara ponsel Dita berbunyi dan itu jelas Nada panggilan dari Zain.


"Kakak ipar.." Tanya sita pelan.


"eum.. sebentar" Dita menscroll tanda terima panggilan.


"Hallo Mas. Ada apa kamu telpon"


"Kamu menangis sayang. Kenapa Apa ada yang sakit. Mau mas jemput" Suara Zaib nampak sangat khawatir.


Sebelum menjawab Dita terlebih dahulu melirik dan menatap para pengawal yang menyamar sebagai pengunjung di restoran Yang dia tempati. Sambil menunjuk kedua mata nya dengan jari mengisyaratkan dia tahu mereka.


"Oh mati kita. Nona tahu keberadaan kita" Salah satu pengawal merasa cemas.


"Apa kau baru sadar dia tahu bodoh. Dari awal saja dia sudah tau." Jawab pengawal satunya lagi.


"Bagaimana bisa dia tahu."


"Apa kau sadar seharian ini Nona tak mengabari Tuan. padahal biasanya dia menelpon tuan hampir dua jam sekali. begitupun tuan. Ah sudahlah. kenapa harus kau partnerku."


****


TBC..

__ADS_1


Baru Up lagi.. Terima kasih untuk yang menyediakan waktu membaca cerita ku yang mungkin sedikit kurang berpengalaman. Karean ini adalah cerita pertama ku.


Dukung aku selalu yah. Semoga kalian sehat. Dan maaf gak bisa banyak. setelah sekian lama tidak menulis rasanya pegal. apalagi saya kena Cikungunyah.. Salam sehat


__ADS_2