
Pagi ini nampak Dita menyiapkan sarapan dimeja makan, Sita sudah berada dikursinya sambil membaca buku.
"Ada ujian.. " tanya Dita..
"Eumm hari ini ada ujian.. dan Aku gak pulang bolehkah.. mw nginep di rumah Abel.. " jelas Sita.
"Telpon gw setelah lo nyampe sana.. ntar pulang kerja gw ke mall.. soal nya kemaren gak jadi anter angel.. " kata Dita.
"Ok.. siap.. ada alasan nya ko dit ada tugas yang gw harus kerjain bareng abel.. "
"gw tau.. Hati hati jangan nyusahin yang punya rumah.. makan lah.. " seru Dita. mereka sarapan lalu berangkat .
"Makasih.. dah sampai besok.. jangan mikirin gw.. " pamit Sita.
Dita hanya tersenyum sambil memandang kepergian sita. dia baru menginjak gas mobil nya ketika Sita hilang dibalik pintu gerang sekolah nya.
Dita tiba bersamaan dengan Zain yang mengekor dibelakangnya, hanya saja Dita mesti parkir terlebih dahulu sedangkan Zain turun tepat di depan lobby. Zain menyadari Kedatangan Dita hingga iya menunggu dita didepan lobby. Terlihat dita berjalan sambil memutar kunci mobil, terlihat jongkok sebentar untuk memindahkan sampah snack. setelah itu menghampiri anak kucing dipinggir trotoar kantor ke arah kebun, baru lanjut berjalan menuju arah lobby, Zain memperhatikan dalam tingkah dita, dia tertawa ringan, dan ekspresi itu terabadikan oleh jepretan ponsel Damar serta mata tajam Pak Anwar.
"Apa sebegitu banyak rintangan untuk mu sampai dilobby dari parkiran.. kenapa lama sekali.. " keluh Zain yang memang berdiri lumayan lama menunggu dita sampai dedepan lobby.
"Ah maaf saya tidak tahu Mas nunggu saya.." jawab Dita sambil melirik pak Anwar dengan sudut matanya. yang nampak memperhatikan Dita sedari tadi. Angel muncul dibelakang dengan sedikit berlari menuju Dita disusul ayah nya pak Badri Munawar.
"Dita... " panggil Angel..
"Hay beibz.. baru nyampe juaga.. " jawab Dita.
"Pagi Pak Zain.. " sapa pak badri pada Zain
"Dan ini anak saya Angel.. Jangan lupa minggu depan ada acara makan malam. " lanjut pak Badri..
Pak badri melirik Dita. dia baru tersadar sahabat anak nya kerja dikantor ini juga.
"Haii.. tata papa.. kerja disini juga.. " sapa Pak badri sambil memeluk Dita..
"Ah kirain papa gak bakal nyapa Tata.. " jawab dita manja.
"Mana bisa begitu sama anak bungsu papa.. "
"Papa... ? " seru Zain..
"Ya dia juga sudah saya anggap anak sendiri.. Dita sahabat Angel dari jaman sekolah hingga.. Angel mengikuti dita jadi pramugari.." jelas pak Badri.
Zain tidak bisa mengambil kesempatan untuk mengenalkan Dita sebagai pacar nya karena Dita nampak berbicarra terrus pada pak badri dan angel, Sejarang di diri Dita nampak pribadi yang manja pada orang tuanya.. di Luar Sipat nya yang ceria kadang berantakan ternyata Dita sangat manja, itu yang baru disadari Zain.
****
"Mbak saya antar berkas ini ke ruangan pak Zain dulu yah.. " sela Dita pada Widya..
"Eum.. berapa lama Dit.. "
"ko berapa lama.. "
"Siapa tahu ditahan biar berduaan sama bebeibz nya hahhhaaaa.. " semua terdengar tertawa mendengar kelakar mbak widya..
"Gak bakal lama.. kalo lama takut kebablasan.. " tambah dita.. membuat semua terperangah.. dan tertawa kencang.. Dita memang kadang selalu menjawab dan membalas lelucon teman teman nya dengan lebih ekstrim. itu dibuat dita agar tidak menampakan rasa malu dan tidak nyaman nya.. yah Berdamai dengan malu dengan berlaku memalukan hahahaa
toktok..
"Pak Ada Nona Dita Dari bagian Humas.. " Wina menyampaikan kata nya dengan lembut.
"Kenapa harus izin dulu... Masuk dita.. " jawab Zain. tampak mata Wina melirik Dita
"Ada apa.. "
"Ini berkas yang dari proyek,, perserujuan pemerintah setempat untuk ganti rugi kebisingan pak. " Dita menyerahkan map berisi berkas.
Zain membaca dengan teliti, semua isi berkas dia mengangguk pelan. Dan menatap Dita.
"Kerja Bagus.. Dita... " puji Zain.. wajah Dita merona senang mendengar pujian nya..
"Nanti ada acara setelah pulang dari kerja.. " tanya Zain melanjutkan bicara
"Saya mau ke mall pak nganter Angel.. "
"Oh baik lah.. silahkan kembali.. "
"Baik pak.."
Zain menatap punnggung Dita sampai hilang dibalik pintu.
Dita tidak langsung ke ruangan nya dia menuju toilet terlebih dahulu.
Kreekkk...
Suara pintu dikunci. Dita terkejut dia berbalik dan berusaha membuka pintu toilet. dia mendorong keras. sia sia dia tidak dapat membuka nya, pintu terkunci dia terkunci ditoilet dia tidak membawa ponsel berteriak pun percuma .
Dua jam berlangsung Widya tampak sedikit kesal. " Kemana Dita kenapa lama sekali.. coba telpon Lucas. aku kira dia tadi bercanda.. ternya bener bener pengen berduaan.. " kesal Widya.
"Mungkin diberi tugas lain mbak.. " bela Angel
"Bunyi ponsel nya ada dinakas kaya nya mbak.. gak dibawa dita.. " kata Lucas..
"Telpon Secertaris pak Zain Deh.. " perintah Widya.
Lucas segera menelpon meja Wina, ketika wina menjawab bertepatan dengan Damar yang baru masuk.
"Oh Nona Dita sudah kembali Kurang lebih 2 jam yang lalu Pak Lucas. " jawab Wina.
"ada apa.. "
__ADS_1
"Itu bagian humas mencari Mbak Dita, tadi dia kesini, sebentar terus pergi lagi, tapi katanya belum kembali ke ruangan..
"Oh mungkin beresin urusan lain.. keluar. "
"Ah mungkin juga.. " jawab wina tenang"
****
Sampai waktu pulang Angel nampak gelisah begitu pun Widya dan yang lain nya. Kabar Dita menghilang samapi ditelinga Damar, Dia bergegas ke ruangan Zain.
"Zain lu nyuruh Dita kerja diluar gak..."
"Gak kenapa.. "
"nyuruh dia kemana gitu.. "..
"gak. kenapa sih loh. "
"Dita gak balik dari tadi siang.. sehabis dari sini.. " jelas Damar.
Zain beranjak dari mejanya dan keluar, menuju ruangan bagian humas.
"Bagaimana sudah ada kabar ?" tanya Zain tiba tiba
"Belum pak.. ponselnya tertinggal sudah saya tanyakan pada semua bagian tapi belum juga ketemu." jawab Lucas
Zain berlalu, tujuan nya ruang security.. Dia melihat rekaman CCTV. Nampak dita keluar dari lift dan berjalan ke arah kiri lorong tapi CCTV disana mati. Zain berlari menuju arah hilangnya Dita..
ada bnyak ruangan dilorong itu tapi Feeling Zain Dita ke Toilet, didepan toilet diujung lorong nampak tanda perbaikan. Zain tidak mengindahkan dan masuk ke dalam.
"Dita.... " panggilnya sedikit kencang..
"Dita kamu ada disini... " katanya lagi lebih kencang..
"Eumm saya disini pak... " jawab Dita lemah.
Damar Memanggil OB untuk mengambil kunci, tapi Damar langsung mendobrak pintu, dan terlihat Dita duduk dengan Mata merah habis menangis .
"Pak Zain... " seru Dita lemah, malu pula kenapa harus Zain yang menemukan nya..
Zain memapah Dita keluar dari toilet. Dita nampak lemas..
"Kamu gak apa apa.." tanya Zain lagi..
"Gak papa sih pak... Cuman laper aja dari pagi gak bisa makan. pless pegel kelamaan meditasi ditoilet.. " kelakarnya..
"Bercanda kamu.. ".
"Serius pak.. mana ada bercanda.." sergah dita, Zain masih memapah Dita dengan merangkulkan tangan nya pada pinggang Dita.
****
"Gw gak papa Angel.. cuman laper.. belom makan.. " jawab Dita receh sambil pura pura menangis.
"Sialan lu.. gw udah hampir lumpuh gegara kaki lemes banget khawatirin lo.."
"Iya lah khawatir gak ada gw idup lo basi. " kata Dita..
"Ehmmm... jadi kemana dit kamu bikin semua karyawan panik.. " tanya mbak widya..
"Kekunci mbak di sana... "
"Dimana... ? " tanya lucas..
"Toilet hehheeee..."
Dita menceritakan bagaimana dia tadi terkunci, dita mengira pegawai tidak tahu dia
didalam sehingga mengunci pintu toilet. Zain melihat Dita nampak baik baik saja dan pamit pulang, karena Dita menolak diantar pulang dia kekeh ingin ke mall bareng angel.
****
"Beres belanjaan lo.. " tanya Dita
"Udah.. Baju lo dipaperbag gw nih.. ntar kita pisah dirumah aja lah yah.."
"Ok saja gw mah.. tapi makan lagi yuk.. masih laper.. " ajak dita, padahal sebelum belanja tadi dia makan dulu.
"Panggil pacar Lo.. kita numpang makan disana aja... " ajak angel..
"Gak usah.. banyak resto disini. ayo ah.. " Belum juga dita berangkat Angel dengan cepat merampas ponsel ditangan Dita.. berlari sedikit menjauh untuk mencari nomor Zain. Dia mencari di WA dari riwayat pesan. Angel menelpon dan tidak lama tersambung.
"Hai.. aku angel temen Dita.. kamu jauh gak dari mall.. kita mau ngajak makan bareng nih.." ... tutt.. tuttt... Telpon dimatikan dari seberang.
"Gak sopan.. masa iya langsung ditutup.."
"Iya iyalah lu juga gak sopan.. pake rebut rebut ponsel segala.. " keluh Dita..
Ketika Dita sibuk mengambil ponsel nya terdengar Suara khas yang iya kenal.
"Kita ke atas.. " Seru nya sambil melihat pertikaian dua sahabat didepan nya..
"Oh..... Mas.. ko ada disini.. " tampak Dita kaget.. Zain berdiri dengan dua tngan berada disaku celana nya.. nampak keren dan sellalu nampak keren. Hanya saja dia tidak bersama Damar, kini dia bersama dua pria dan satu wanita bersetelan jas yang menjingjing paperbag dikedua tangan mereka.
"abis belanja kali ya.. banyak bener tu belanjaaann.. ngalahin gw... " batin Dita..
"Oh ok.. makasih.. " jawan angel langsung menggandeng tangan dita menuju ke tempat Zain..
****
__ADS_1
Mereka makan malam dengan makanan yang dipesan Zain.. nampak berbicara santai angel ,diantara dua pasang pacar pura pura ini..
"Dita... mendekatlah.. " Zain memutur kecanggungan dengan memanggil dita mendekat, Tangan Zain menyentuh sudut bibir Dita, karena cream yang tersisa . Dia membersihkan Cream nya, yang membuat Jantung dita hampir meloncat keluar.. tegang rasanya malu ber campur aduk.
"Ahmm .. kenapa gak pake bibir aja mas.. " Goda Dita sambil mencolek tangan Zain. Zain nampak terperangah.. jantungnya berdetak lebih kencang akibat godaan Dita. Dita memang kadang tidak dapat diterka dengan tindakan dan kata kata nya.
"Hahhahaaaaaa.... sialan lo.. lagi bikin gw ngiri lo.." Angel nampak gembira melihat pemandangan ini.
"khemmm.. " Zain hanya mendehem dan meminum sedikit air untuk menghilangkan gugupnya.
"Selesai makan boleh saya pinjam Dita 10 menit.. " tanya Zain pada Angel..
"10 menit.. Cukup.. hahhaaaa" angel kembali tertawa..
Zain mengngguk pelan sambil memainkan tisu makan dimeja. Zain beranjak mengajak dita kelantai atas. Disana Ada tiga kamar tidur, Zain masuk ke kamar tidur paling ujung, Dita mengikuti dari belakang, didalam kamar sudah terongok paperbag yang tadi dilihat dita dipegang bodyguard nya..
"Itu dress dan sepatu.. punya mu.. bisa kamu pilih.. untuk nanti menemaniku ke acara makan malam" kata Zain..
"Wah.. banyak banget.. berapa kali kita makan malam. "
"Minggu depan.. sekali.. "
"Kenapa beli banyak banget.. trus ini dress yang tadi aku mau.. wahh.. pilihan mas memang luar biasa... " celetuknya..
"Itu.. " Zain ragu
"Hei dari mana tahu ukuran ku.. Mas gak pernah nanya.. "
"Dari pelayan toko.."
"What... ko bisa.. "
"Bisa.. " jawab Zain.. sambil menatap Dita, melihat dita memonyongkan bibirnya imut mendorong hasrat Zain untuk menyambar bibir ranumnya, hanya saja Zain bertahan dengan niat nya.
Sedari pulang Zain sebenarnya mengikuti Dita.. menanyakan ukuran Dress yang dia beli.. mudahnya karena ukuran dua sahabat itu sama jadi tidak menambah sulit zain. begitu pun dengan sepatu.. setelah memilih yang akan dia pakai Dita menaruh nya di lemari..
"Tidak kamu bawa. "
"Tidak nanti sebelum aku mencoba dua parasite dirumah akan memakainya terlebih dahulu.. " candanya..
Setelah selesai mereka turun. Angel hanya memandang dua pasang manusia yang indah menurutnya..
Setelah selesai Dita dan Angel pulang ke apartment Dita.
****
"Ngapain tadi dikamar.. "
"pemanasan... " jawab dita
"Rese lu yahh.. " jawab Angel sambil melempar tisu pada dita.
"Menurut lo ngapain kita dikamar... " goda dita lagi..
"Auhhhh.... " seru Angel..
"Hahhaaa.. " Duta hanya tertawa mendengar keluhan angel.
"Sita udah telpon... "
"Ada pesan tadi.. nnti malem baru telpon katanya.. "
Tidak lama Ponsel Dita berbunyi Sita ternyata menghubungi Dita lewat Vidio Call.
"Dit hello.. gw baik baik aja.. udah dirumah abel.. lagi rebahann... noh abel ma nyokapnya lagi nimbrung.. ya udah bye.. " cerocos Sita langsung menutup sambungan.
"gila ya tuh anak.. gw belom ngasih wejangan juga.. " kesal Dita melempar ponsel nya kesofa..
" Lempar ke lantai donk... " kata Angel..
dita memberengut
****
"Gimana.. apa ada unsur kesengajaann.. " tanya Zain di telpon..
"Sepertinya tidak pak.. itu benar benar kesalahan OB nya.. bagaimana kami menghukum nya pak.. " tanya pegawai disebrang
" Besok saya putuskan.. " Zain menutup telpon dan melanjutkan kerjaan nya.
Tapi semenjak Dita pergi konsentrasi nya terganggu. Dia mengingat kejadia seharian ini.
"Hahhh... " Zain mendesah mengambil segelas air dan meminum nya.. Zain kembali ditelpon seseorang ketika dia terhanyut dalam lamunan nya.
"Zain jangan lupa hari minggu ini kita ada makan malam, awas kalo sampai tidak datang.. " kata pak santoso dari sebrang telpon.
"Baik yah " Dan telpon pun ditutup.
Zain beranjak ke kamar dan merebahkan diri, dia melirik sebentar ke arah lemari , nampak senyum tipis menghiasi sudut bibirnya.. lalu ia pun terlelap.. Ke alam mimpi..
TBC
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Hai maaf yah Autor memang gaptek.. terus gak terlalu pinter hehhee..
jadi masih banyak typo dan pemilihan kata yang mungkin kurang baik.. jadi tolong dukung author biar bisa lebih semangat belajar buat nulis yang bener..
love love Reader's
__ADS_1
jangan lupa Like nya.. Vote nya.. Bintangnya yah.. Ini lagi Revisi ganti nama tokoh utama. Jadi up nya agak lama.. maaf yah