
Mentari nampak malu malu menyibak embun pagi diawal hari ini, Sinarnya menelusup memaksa masuk dicelah celah tirai kamar yang ditempati dua insan tuhan yang masih terlelap tidur, dengan tubuh yang berdekapan.
Salah satunya menampakan kehidupan dengan mengerjapkan matanya, tekanan pada bagian tengah tubuhnya menghalanginya untuk dapat segera beranjak, Dia menoleh dan terlihat seorang pria tidur dengan menyandarkan kepalanya dibagian dada dan memeluk erat. Tersenyum dia kembali mererawang tentang kejadian kejadian belakangan ini. dan akhirnya memutuskan, membangunkanya.
"Mas...udah pagi sayang..." ucapnya sambil mengelus lembut pipi sang pria. Nampak sedikit melenguh tapi belum juga terbangun. Dita mengecup lembut kening, mata, pipi dan bibirnya,
"Hai.. pagi sayang... eumm...." Zain terbangun dan lebih mengeratkan pelukan nya..
"Ayo bangun.. kita cari sarapan.. terus kepasar.."
"Kemana.."
"kepasar.."
"Untuk apa.. sarapan apa tidak bisa delivery saja.."
"Gak bisa.. aku mau nunjukin keadaan pasar disini.." Dita melepaskan pelukan zain dan beranjak kekamarmandi. Sesaat kemudian Zain mengikuti dita dengan lunglai. Kamar mandi nampak tidak terkunci senyuman tipis mengambang diwajah zain.
Heuuggg..
Zain memeluk Dita dari belakang, tangan kokohnya tak memberikan ruang untuk dita bisa melepaskan diri.
"Mas... "
"Eummm.. " Zain menempatkan wajahnya diceruk leher dita....."
" mas.. kita mesti cepet.. pasarnya gak bakal lama.. apaan sih mas nihh.. mas keluar dulu.
Dita mendorong pelan tubuh zain keluar kamarmandi dan menguncinya, sinyal bahaya terdeteksi dita bila tidak dapat menghentikan kelakuan Zain tadi.
****
Dipasar nampak mereka berjalan bergandengan, Mencari sarapan yang sesuai dengan lidah mereka. lalu melanjutkan berjalan jalan. Dita masuk kesalag satu toko pakaian.
"Mas kita menginap satu hari lagi tak apa kan.." Dita bertanya tanpa menoleh kearah zain. yang ditanya tanpak mengeluarkan Ponselnya.
"Aku liburan dua hari... Bawa keperluanku dan dita kesini.."
"Ah jangan mas.. kita pakai yang bisa kita beli disini saja... yah.. yah.." Zain mengangguk dan segera membatalkan perintahnya. Selesai memilih baju mereka membeli kudapan dan kembali ke penginapan.
"Gimana mas. aku cantik gak.." ujar Dita setelah menggati pakaian nya dengan T-shirt tanpa lengan dan hanya menutup sebagin pahanya..
"Kamu mencoba menggoda mas..."
"Dengan kaos.. hhahaa.. mana ada seksi seksinya mas.."
"Seksi... mas suka.."
Zain mendekat kearah dita merangkul pinggang dita. mengecup kening. pipi dan bibir Dita, Zain ******* bibir dita perlahan, dengan gigitan kecil menyadarkan dita akan ciuman yang diinginkan zain,
Dita membalas pautan dan saling balas, ciuman yang nampak terus semakin dalam dan membuat gairah keduanya, Zain menangkup wajah dita mengecap dengan liar, Sekarang zain mulai menurunkan daerah resapan nya. lidah Zain masih bermain dileher Dita dan sedikit menggigit leher dita erangan keluar dengan spontan dari mulut dita membuat girah semakin menggelora, tangan Zain berkelana dipinggang turun ke p*nt*t sintal Dita. tak berlangsung lama tangan satunya menemukan pegangan kenyal nan nikmat dibagian gunung kembar dita
"Eumm.. achhh.." lagi erangan dita meluncur tanda kenikmatan yang ia rasakan dari zain benar benar membakar gairahnya, tangan dita merambat menyusuri rambut zain. meminta untuk bermain lebih dalam. Zain memajukan tubuhnya maju perlahan ke arah Ranjang.
__ADS_1
Zain meraba punggung dita mencari kaitan pakaian dalam nya. membuka nya dan kembali meremas dan menikmati kekenyalan gunung kembar dita. Baju dita ditarik Zain dan dilemoarkan kesembarang. kini Dita hanya tersisa segitiga merah muda dibagian intim nya ketika Zain merebahkan nya diranjang, Zain melepaskan cepat pakaian nya.. kembali menikmati tubuh sintal dita. menciumi bagian gunung sintal dita. hingga tangan nya mulai turun meraba bagian pusat dita.
"Ahh..mmm.. ahh.. Mas... ahhh" Racau dita. zain tidak berhenti disana dia memasukan tangan nya kedalam segitiga merah muda, dan kini tangan nya, meraba keintiman dita tanpa halangan, perlahan menurunkan sisa kain yang tersisa hingga nampak dita tak lagi mengenakan apapun, tubuh polosnya berada dibawah kungkungan dita. Zain melanjutkan kegiatan nya memasukan jari tengahnya ke arah v*g*n* dita, "Ahh.. auu.. sa.. saa..kit mas.."
Zain berhenti sejenak melihat kearah dita.
"first-time.." Ucap nya pelan..
Zain mengecup bibir dita sambil mengelus pipinya,.. " Jangan takut.. Mas bakalan pelan.. eumm"
Zain turun kearah ************ dita menjilati bagian intim dita, sehingga membuat dita menggelinjang dan mendesah Rasa ini begitu nikmatnya hingga membuat dita merasakan gejolak panas ditubuhnya.
Zain berhenti ketika pelepasan pertama dita dirasakan zain. dengan permainannya dibagian bawah sana..
"Mas mulai yah.." ucapnya.. bagian pistol nya sudah berdiri tegang siap menerobos kedalam sarungnya. Zain memegang nya dan mengarahkan kebagian intim dita. pelan zain mendorong nya supaya tidak terlalu menyakiti dita. memaju mundurkan pistolnya yang masuk dibagian ujungnya saja, hingga zain mendorong kencang dan jlebbbb.. semua bagian pistol nya masuk sempurna, Dita berteriak dan menangis.." Sakit mas... "
"Tahan sebentar sayang.. sebentar lagi sakitnya hilang.." Zain mencium bibir dita untuk mengurangi ketegangan dita, zain perlahan memaju mundurkan pinggulnya mendorong pistolnya. Dita mulai meraskan kenikmatan menggantikan rasa nyeri diawal.
"Ahh... mmm.. ahhhhh.." desahan saling menyaut dibibir keduanya, Zain memompa lebih cepat karena dorongan gairahnya semakin memuncak.
Crekk crekk crekkk dan "Uuuhhhhmmmmm.." lenguhan panjang zain melepaskan siraman cairan benihnya kedalam perut dita.. zain melemparkan badan nya disamping dita dan mencium pipi dita.
"Makasih sayang.. " ucap zain. dita membalikkan badan nya membelakangi zain karena malu. Zain memeluknya dari belakang dan merapatkan dada bidang nya kebagian pinggung dita.
Mereka hanya dikamar sampai malam sore menjelang. bergulat sambil beberapa kali mengulangi kegiatan yang membawa kenikmatan..
"Mas mandi yukk.." ajak dita pada zain yang masih saja memeluk dsn menciumi punggung dita. " sekali lagi ditt... eummm" ajak zain dengan suara serak khasnya..
"Gak mas.. ini aja masih sakit... mandi dulu yuk. " zain mengangguk pelan, dita beranjak menuruni ranjang dan "Auu. mas.. sakitt.."
"eum bagian bawahku.."
"Mas gendong yah" Dita menggangguk.. Zain menggendong dita menuju kamar mandi.
Setelah 30 menit mereka telah menyelesaikan acara mandi yang entah ditambah apa lagi. zain dan dita berganti pakaian, tapi dita mengurungkan niat nya untuk berjalan jalan sore kepasar karena memang jalan saja masih agak sakit. jadi mereka beranjak kebelakang penginapan saja, untuk melihat pantai disore hari.
"Maafkan mas. sayang "
"tak usah dibahas lagi lah mas.. ini pengalaman kita supaya lain kali lebih mempercayai pasangan kita.. yang kemarin terjadi itu karena kita belum saling mengenal dan juga belum saling mempercayai. yah walau dikasus dita berbedA. karena terlihat langsung oleh mata.."
"Sayang.. jessy hanya teman.. tak pernah ada rasa apapun.. lagian awal nya aku mengganggap dia lakilaki.. dulu dia tomboy"
"Tapi sekarang dia cantik,, seksi pula"
dita sedikit memonyongkan bibirnya dan mendelik, seketika rasa kesalnya muncul mengingat nya. Zain menatap raut wajah kesal dita, dia tersenyum dan memberi kecupan manis di bibir manis dita.
"Bagaimana.. kalo kita kepenginapan lagi" Ajak Zain sambil tersenyum mencurigakan.
"Ih.. mas.. wajah mu itu.. dikondisikan" Zain tertawa tapi tak menggubris keinginan dita yang masih ingin memandang ombak sore dipantai.
"Kaya nya mas boong deh kalo belom punya cewe. soal nya diotak mas mesum mulu" Dita menarik selimut sampai dadanya karena malu tubuh polosnya lagi lagi dipandang zain.
"itu juga yang pertama sayang.. buat mas.. jadi wajar kalo ketagihan hhahhaa." Zain memeluk dita dan mulai memejamkan matanya untuk segera tertidur.
__ADS_1
****
Setelah tiga hari dita baru masuk kantor lagi kali ini pun dita dijemput langsung oleh Zain tanpa supir. Mereka berbincang ringan dimobil hanya mengenai tempat makan baru dan kelakuan adik serta sahabatnya yang membuat nya pusing dengan intrograsi dari mereka.
Sampai depan lobby kantor mereka turun dari mobil. Zain berjalan sambil memeluk pinggang ramping dita
"Mas ini kantor.."
"Biar.."
"Orang orang ngeliatin.."
"Biar..."
"Biar biar aja ihhh..." dita hanya menundukan pandangan merasa aneh dengan kelakuan mas nya ini semenjak pulang dari liburan dadakan nya jadi ekstra manja, ekstra mesum juga.
Dita menekan nomor lantai dilift tempat dia bekerja, tapi Zain menahan tangan dita ketika pintu lift terbuka.
"Sekarang kamu,, mas jadiin assistant mas.."
"Mas.. ihhh.. nanti aku jadi bahan gosip lagi.."
"Sayang.. kamu gak mau deket mas terus.. nanti kalo mas pengen peluk.. harus manggil kamu dulu belum lama..iya kalo ada.. kan enak kalo deket tinggal mandang aja mau peluk tinggal meluk.."
Wajah dita merona mendengar kata kata Zain yang buatnya bikin tambah aneh.. tapi disisi hati nya yang lain merasa senang.
Meja dita berada tepat disebelag pintu dengan dinding kaca yang tampak terlihat dari dalam tapi tidak dari luar.. dita bingung karena ruangan ini telah di renovasi.. yang benar saja cuman dalam waktu 4 hari.
"Bagai mana .. mbak wina.."
"Kelaut..."
"Mas... kamu pecat wina.."
"Untuk gak aku laporin.. dia udah bikin konspirasi dit.." Zain nampak kesal.
Didalam ruangan Damar duduk sambil membaca berkas yang berserakan dimeja. tampang nya kusut seperti kurang tidur.
"Hai kak Damar.." sapa dita
"Oh haiii... arrgggggg... akhirnya kalian datang... lanjutkan zain.. aku mau tidur.. gara gara lo gw kerja ampe begadang.."
"Ok.. thank bro.. istirahat sana.."
Damar renentangkan tangan nya untuk men strecing badan nya yang sangat pegal, lalu dia berlalu meninggalkan zain dan dita.
"Maaf sepertinya mas banyak kerjaaann" wajah zain tersenyum manis ke arah dita
"ok.. aku mau mempelajari tugasku dulu.."
"kalo ada yang gak kamu ngerti tanya mas saja.. semua udah ada di meja.. panduan dan data.. " Zain mengecup kening dita sambil berlalu dan melanjutkan kerjaan sampai mereka terhanyut dan berkonsebtrasi pada kerjaan masing masing..
TBC
__ADS_1
Bersambung lagi ya Readers.
terima kasih buat waktunya.. baca novel ku