Gadis Manis Luar Biasa

Gadis Manis Luar Biasa
part 10


__ADS_3

Bibi yang melihat nyonya yang duduk di lantai sambil menangis pun langsung menghampiri.


" Ya Allah nyonya ap yang terjadi " kata bibi


Mama Ani hanya bisa menangis dan tidak sanggup untuk menjawab pertanyaan bibi,


bibi pun langsung mengangkat Mama Ani untuk duduk di kursi dan memberikan minuman padanya.


" Tentang nyonya, minum dulu." kata bibi


" Bibi, hiks hiks hiks mas Adi..." kata Ani sambil menangis


" Iya nyonya, tenang. Ada apa dengan tuan nyonya" kata bibi


" Mas... Mas Adi hilang hiks hiks hiks..." kata Ani


" Maksudnya tuan di culik, nyonya ?" tanya bibi


" Iya,hiks hiks hiks..." jawab Ani yang masih belum berhenti nangis.


" Sabar nyonya, kita doakan semoga tuan tidak apa-apa ya Allah "


Tidak lama kemudian sekuriti yang bernama Ujang datang menemui mama Ani


" Maaf nyonya, di depan ada polisi, kata nya ingin bertemu nyonya " Kata Ujang yang bingung melihat mama Ani menangis


" Suruh masuk dan duduk dulu Jang, nanti saya bawa nyonya buat temuin." kata bibi pada Ujang

__ADS_1


" Ya udah saya keluar dulu ya, permisi nyonya " kata Ujang. yang hanya di anggukan oleh Ani.


" Sabar nyonya yang kuat, mari kita temui pak polisi dulu " kata bibi


" Iya, ayo " kata Ani yang sudah mulai tenang dan berhenti menangis.


Sampai di depan Ujang langsung mempersilahkan para polisi itu masuk


" Silahkan masuk dan duduk dulu pak, " kata Ujang.


" Iya terimakasih kasih " kata polisi yang berjumlah 3 orang itu.


Setelah menyuruh polisi masuk,


Ujang pun langsung kembali ke tempatnya.


" Assalamualaikum pak Ujang, ko ada mobil polisi pak, ada apa ya " kata Dinda yang bertanya


" Walaikum salam nona, iya ada polisi di dalam nona bapak tidak tahu ada apa, sebaiknya nona langsung masuk aja. " kata pak Ujang yang juga bingung tiba-tiba ada polisi datang.


" Ya udah Dinda masuk dulu ya pak" kata Dinda


" Iya nona " balas Ujang.


dengan rasa penasaran dan perasaan tidak enak, Dinda pun masuk .


" Assalamualaikum, mah Dinda pulang " kata Dinda

__ADS_1


" Walaikum salam, duduk dulu nona " kata bibi


" Ada apa ya ko ada polisi, dan kenapa mamah nangis " tanya Dinda


" Duduk dulu nona, biar polisi menjelaskan " kata bibi


Dinda langsung menghampiri dan memeluk mama Ani yang kembali menangis.


" Ada apa mah, kenapa mamah nangis ?" tanya Dinda sambil memeluk mama nya.


" Papah Dinda, hiks hiks hiks... " kata Ani


" Papah kenapa mah " kata Dinda yang perasaan nya tambah tak karuan.


" Sebenarnya ada apa ini pak, apa yang terjadi pada papah saya " kata Dinda


" Sebenarnya begini..." polisi pun menjelaskan pada Dinda apa yang terjadi seperti apa yang sudah di jelaskan pada mama Ani di telpon tadi, dan memberikan dompet serta kunci mobil korban pada Dinda.


" ya Allah, papah dimana " kata Dinda yang juga sangat khawatir dengan keadaan dan keberadaan papah nya.


" Baiklah nyonya dan nona, maaf hanya itu saja yang dapat kami sampaikan, kami permisi dulu, kami akan segera menindak lanjuti kasus ini, dan segera mencari keberadaan korban. " kata polisi


" Baiklah terimakasih pak, mohon bantuannya dan kabari kami secepatnya" kata Dinda yang masih memeluk mamanya yang masih menangis.


" Iya baiklah , kami pamit nyonya, nona assalamualaikum " kata polisi


" walaikum salam " kata Ani dan Dinda

__ADS_1


Setelah polisi pergi, Dinda masih memeluk dan menenangkan mamah nya.


__ADS_2