Gadis Manis Luar Biasa

Gadis Manis Luar Biasa
part 9


__ADS_3

Dinda, Dina dan Dino berjalan bersama menuju kelas mereka, sampai di kelas mereka duduk di tempat masing.


Nia yang duduk tak jauh dari mereka, kelihatan sekali kali ia sangat tidak suka melihat kedekatan mereka, geng Nia terdiri dari 3 orang, yang bernama Tia, Lia, dan Nia sendiri.


" Eh say, itu si kembar ko mau sih berteman sama si cucu miskin itu" kata Tia


" Eh iya, biasanya juga gadis cupu itu sendirian, tidak ada yang mau berteman dengan nya, ko si kembar mau ya " kata Lia


" Entah, mungkin hanya kasihan aja kali " kata Nia dengan nada tak suka nya.


Dina dan Dino yang mendengar pun sangat marah, ingin sekali Dina membungkam mulut mereka dengan gumpalan kertas biar diam, karena bicara sembarang, tapi Dinda mencegah dan menenangkan mereka berdua.


" Biarin aja, terserah mereka mau bilang apa, selama itu tidak merugikan kita, cuekin aja " kata Dinda dengan santainya.


" Tapi Dinda tangan ku ini sudah gatal banget, ingin memasukkan gumpalan kertas ke mulut mereka, biar bisa diam, sebel aku " kata Dina yang sangat kesal dengan trio ulat bulu itu.

__ADS_1


" Udah biarin aja, kita pokus sama pelajaran aja, tuh pak guru sudah datang " kata Dinda.


Bagi Dinda terserah mereka mau menilai dirinya seperti apa, selama tidak merugikan nya ia tidak peduli.


Guru mereka pun datang dan memulai pelajaran mereka, Hinga waktu istirahat pun tiba. mereka pergi ke kantin sekolah dan makan bersama sambil bercerita.


" Dinda kenapa sih kamu lebih suka naik sepeda, dan lebih suka berpenampilan seperti ini ?" tanya Dina


" Ga papa, biar lebih tenang aja, mau ngapain aja orang ga ada yang memperhatikan dan perduli sama kita hehehe..." kata Dinda sambil tersenyum ap adanya.


" Iih gr kamu " kata Dina


" Kamu bisa aja " kata Dino sambil tersenyum tanpa sadar melihat Dinda yang begitu menggemaskan baginya.


" Wah, gunung es seperti nya mulai meleleh nih, eh bukan sudah mencair malah. "

__ADS_1


kata Dina sambil menyindir Dino.


Dino yang merasa disindir pun ga perduli dan diam saja , begitu pun Dinda yang belum ngerti dengan ucapan Dina hanya diam saja sambil menyantap makanan nya.


Dirumah Dinda, mama Ani masih merasakan perasaan tidak enak, entah apa yang akan terjadi, dalam pikirannya.


Saat sedang membaca majalah guna menenangkan pikirannya, telpon mama Ani pun berdering, ada panggilan masuk dari nomor tidak di kenal, dengan sedikit ragu mama Ani mengangkat telepon nya.


" Halo assalamualaikum " jawab mama Ani


" Walaikum salam, apa benar ini keluarga bapak Adi Wijaya ?" kata penelpon di seberang sana


" Ia saya istrinya, ini siapa dan ada apa ya ?" kata Mama Ani


" Maaf Bu, kami dari kepolisian mengabarkan, kalau kami telah menemukan mobil di pinggir jalan yang berhenti dengan yang sudah terbuka, dan ada beberapa bagian kaca mobil yang pecah, seperti bekas pukulan. Dan kami tidak menemukan pemilik mobil di sana, hanya saja kami menemukan dompet yang ada kartu identitas atas nama Adi Wijaya, tidak jauh dari mobil tersebut, jadi ada kemungkinan bapak di culik Bu, tapi kami masih melakukan pemeriksaan " kata polisi

__ADS_1


Setelah mendengar kabar itu, mama Ani lemas dadanya sesak, sambil memikirkan apa yang sudah terjadi kepada suami nya.


🖐️ Jangan lupa tinggalkan jejak ya, makasih 🙏🙏🥰🥰🥰


__ADS_2