
" Dan sejak kapan kamu bisa bela diri ? " tanya Ani
Dinda diam
" Mungkin kah aku beritahukan semua " kata Dinda dalam hati
" Jawab Dinda " kata Ani yang sudah sangat gemas melihat Dinda yang diam saja saat di tanya
" Jelaskan " kata Adi
" Iya pah, mah Dinda berasa seperti tersangka yang lagi di sidang deh " kata Dinda
" Cepat Dinda " kata Ani yang langsung mencubit hidung Dinda karena sudah sangat gemas dan penasaran
Dengan terpaksa Dinda pun mengatakan nya
"Sebenarnya Dinda belajar bela diri dari kelas 6 SD, Mama sama papa saja yang tidak tahu " kata Dinda sambil memasang muka cemberutnya
Karena dulu memang Adi dan Ani sangat sibuk dengan pekerjaan sehingga kurang memperhatikan Dinda, dan Dinda lebih sering tinggal di rumah bersama pengasuh.
" Maafkan kami sayang, karena dulu kami hanya sibuk dengan pekerjaan, dan mengabaikan mu " kata Ani yang sangat merasa bersalah, dan langsung memeluk Dinda
" Dan kalau soal Doni, Andi dan Dika. Dinda memang sudah kenal mereka sejak lama, dan yah memang benar Dinda lah pemilik perusahaan besar itu hehehe..." kata Dinda yang sambil tersenyum.
" Terpaksa deh aku bongkar semua, kalau tidak , bisa ga kelar - kelar deh ini sidang huuh " kata Dinda dalam hati
__ADS_1
"Dan kenapa kamu menyembunyikan semua ini dari kamu sayang ?" tanya Adi lembut sambil mengusap kepala Dinda
" Bukan maksud Dinda menyembunyikan semua ini dari kalian semua, Dinda hanya ingin pokus sekolah untuk mencapai cita-cita Dinda, dan juga belum sempat mengatakan semuanya pada kalian. "
jawab Dinda dengan sangat hati-hati, agar tidak menyinggung perasaan semua orang yang ada di situ termasuk orang tua nya.
Mereka yang mendengar semua penjelasan Dinda hanya diam dan merasa lega, karena terjawab sudah rasa penasaran mereka.
" Ternyata pemikiran kami selama ini tentang Dinda tidak salah " kata mereka dalam hati
" Papah dan mamah sangat bangga padamu sayang " kata Adi dan Ani sambil memeluk anaknya
" Terimakasih pah, mah Dinda sayang kalian " kata Dinda
" Kami juga sayang, kamu adalah anak kesayangan kami satu - satunya " balas Adi dan Ani yang masih memeluk Dinda
" Oke langsung saja kita bahas rencana kita Adi " kata leo
" Iya kamu benar leo, " kata Adi
" Begini sayang, berhubung kalian sudah saling kenal dan sangat akrab, dan rencananya kami ingin menjodohkan kalian, apa kamu setuju Dinda ..?" tanya Adi
" Iya sebenarnya sudah dari kecil kalian kami jodohkan, agar ikatan persahabatan kami menjadi sebuah keluarga, bagaimana kamu setuju Dino ?" tanya leo
Dino dan Dinda saling tatap sambil tersenyum, sebenarnya mereka sama - sama suka dan saling mencintai, tapi mereka sama-sama malu untuk mengungkapkan perasaan mereka, hanya menunjukkan dengan tindakan, yang saling menjaga , perduli , perhatian serta selalu bersama.
__ADS_1
Dina pun mengetahui hal itu, karena tanpa mereka bilang, sudah sangat kelihatan kalau mereka berdua mempunyai persamaan yang sama.
Tapi mereka tidak mempermasalahkan hal itu, karena mereka hanya ingin pokus dengan sekolah mereka.
Dan pandangan mereka tidak luput dari tatapan kedua orang tua mereka
" Bagaimana Dino ?" tanya leo
" Dino terserah papah saja " jawab Dino
" Dan bagaimana dengan kamu Dinda ? " tanya Adi
" Dinda juga terserah papah dan mamah saja " jawab Dinda sambil menunduk malu.
" Alhamdullilah " kata mereka bersamaan
Kecuali Dino dan Dinda yang hanya sama - sama saling pandang dan tersenyum
" Akhirnya kita akan jadi besan jeng. " kata Ani
" Iya jeng, aku senang banget " kata Rina
" Aku juga jeng " kata Ani dan mereka berdua pun saling berpelukan
Adi dan Leo hanya tersenyum melihat istri mereka yang sangat bahagia dengan perjodohan ini
__ADS_1
" Tapi " kata Dinda