
" Ada apa sayang ?" kata mamah Ani yang langsung keluar kamarnya setelah menyahut saat Dinda memanggil tadi
"Mah Dinda ijin keluar sebentar ya, mau beli makanan di depan " tanya Dinda pada mama Ani, dan itu hanya alasan supaya Dinda bisa menjalankan rencana nya,
" Kamu mau kemana sayang, mamah takut kamu kenapa - kenapa, saat ini kita tidak tahu dimana keberadaan papah mu, jangan bikin mamah tambah khawatir sayang " kata Ani lembut pada Dinda, ia juga tidak mau anak nya juga kenapa - kenapa.
" Dinda cuma mau ke depan sebentar ma, supaya mamah ga khawatir Dinda di temani sama pak Ujang ya, kan cuma di depan situ, ya ya ya ma " kata Dinda sambil memohon gemas pada mama Ani.
karena gemas mama Ani pun mengijinkan
" Ya sudah, tapi jangan jauh - jauh ya, jangan lama, dan harus di temani sama pengawal saja, biar pa Ujang tetap di depan. " kata Ani yang mau tidak mau.
" Siap mah, Dinda ga lama ko, mamah jangan kemana - mana ya di rumah saja, siapa tahu ada telpon polisi yang ngasih kabar papah, ya mah, assalamualaikum "
kata Dinda yang membujuk mamanya agar tetap berada di rumah dan tidak keluar rumah.
__ADS_1
" Walaikum salam, iya mamah ga kemana - mana ko " kata Ani yang tidak merasa curiga pada Dinda.
Setelah mendapat ijin dari mamanya, Dinda langsung keluar dan berpesan kepada penjaga nya, termasuk pak Ujang, untuk siap siaga dan selalu waspada.
" Pak Ujang, Dinda pergi dulu ya, jaga rumah dan jangan ada yang boleh masuk, kecuali keluarga kita " kata Dinda
" Emang nona mau kemana ?" tanya Ujang yang heran pada Dinda yang keluar malam - malam.
" Ga kemana - mana pak, Dinda cuma mau beli makanan di depan komplek sana saja, dah pa Ujang assalamualaikum " kata Dinda yang buru - buru keluar, agar tidak buang waktu lagi.
Dinda hanya mengangguk dan Langsung berjalan keluar, Dinda sengaja keluar jalan kaki, untuk memancing penjahat itu, agar membawa dan menculik nya, dan membawa ketempat papah nya berada.
Dan benar saja anak buah Bimo memang sudah mengintai dari tadi, dan bersiap - siap untuk menculik nya. mereka sengaja menunggu dan mengintai agak jauh dari rumah Dinda, karena tidak berani langsung masuk, begitu banyak orang yang berjaga di rumah Dinda itu, dari menunggu kesempatan mereka lengah baru masuk.
Dan kebetulan mereka melihat Dinda keluar dari rumah itu dengan berjalan kaki, tidak membuang kesempatan saat Dinda sudah sampai depan komplek, mereka yang mengikuti pakai mobil, langsung turun menangkap dan membius Dinda, agar tidak berteriak dan berontak.
__ADS_1
" Tepat dugaan ku, kena kalian, " kata Dinda dalam hati, sebelum Dinda pingsan karena di bius tadi.
Seketika anak buah bayangan Dinda yang tak jauh dari sana pun melihat kejadian itu, dan langsung mengikuti nya.
Saat Dinda membuka mata, ia mendengar suara papah dan pak Anton yang memanggil nama nya.
" Dinda bangun sayang, ini papah nak " kata Adi
" Non, non Dinda bangun " kata Anton juga
Adi dan Anton berusaha membangunkan Dinda yang terikat di kursi sama seperti mereka, seketika Dinda membuka mata setelah mendengar suara papah nya.
" Papah, om Anton, ini kita dimana ?" tanya Dinda
gimana penasaran ga ?
__ADS_1
jangan lupa komen dan like ya teman - teman 👍👍 biar author tambah semangat lanjutin cerita nya makasih 🙏🙏🙏♥️♥️🥰🥰