Gadis Manis Luar Biasa

Gadis Manis Luar Biasa
part 13


__ADS_3

Di kediaman Dinda


Dinda mondar mandir di kamar nya, sambil memegang ponsel nya menunggu kabar dari asisten pribadi nya itu.


" Duh Doni mana sih, ya Allah lindungilah papah ku "kata Dinda


Tidak lama kemudian ponsel Dinda berdering, dan itu adalah panggilan yang sudah Dinda tunggu dari tadi.


" Halo assalamualaikum Doni, gimana sudah ketemu ?" tanya Dinda yang sudah tidak sabaran


" Walaikum salam, sudah nona tuan Adi sekap di sebuah rumah sederhana di pinggir kota, dan ternyata yang menculik tuan adalah mantan asisten pribadi tuan Adi dahulu, yang ingin merebut perusahaan tuan, nona. " kata Doni menjelaskan menurut informasi yang anak buahnya dapatkan.


" Maksud kamu Bimo, bekas orang kepercayaan papah dulu sebelum Anton ?" tanya Dinda lagi memastikan


" Iya nona bos, dan menurut mata-mata kita mereka berencana mau menculik nona dan nyonya Ani malam ini, nona bos, " kata Doni

__ADS_1


" Kurang ajar, berani nya dia sudah mengganggu keluarga ku, kita lihat saja, tidak akan ku biarkan " kata Ani dengan marahnya.


" Terus apa yang akan kita lakukan nona ?" tanya Doni, yang takut mendengar kemarahan bos nya itu.


Karena siapa pun yang berani membuat Dinda marah, pasti akan berakhir hancur, atau lebih parahnya lagi mati. Karena di balik penampilan nya yang cupu dan selalu ceria itu, Dinda memiliki sifat yang tegas dan kejam. Sebagai seorang CEO dan pemimpin pada anak buah dan karyawan nya, dan itu hanya mereka yang tahu, Dinda sebagai pemimpin dan pemilik sah di perusahaan nya itu, jarang sekali datang ke perusahaan, dan hanya sekali - sekali kalau ada masalah yang tidak bisa di selesaikan oleh Doni.


Karena Dinda hanya ingin pokus dengan sekolah nya, tapi sebagai seorang pemimpin, Dinda tidak melupakan kewajiban nya, ia tetap memantau perkembangan perusahaan dan laporan nya lewat Imel yang dikirimkan Doni setiap hari dan itu semua tanpa sepengetahuan orang tua nya.


" Kita ikuti saja dulu permainan mereka, biarkan mereka menculik ku, aku ingin tahu dimana mereka membawa papah ku. " kata Dinda


" Apa yang harus saya lakukan nona ?" tanya Doni


" Baiklah nona saya mengerti, nona. "


" Ya sudah sebentar lagi malam, saya akan bersiap - siap sekarang. Assalamualaikum. " kata Dinda yang mengakhiri telponnya

__ADS_1


" Walaikum salam " sahut Doni


Mereka pun mengakhiri telponnya, dan Dinda bersiap melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim, Dinda berdoa memohon kepada sang pencipta untuk selalu menjaga dan melindungi dimana pun papah nya berada.


Begitu pun mama Ani, saat ini dikamar nya sedang memanjatkan doa kepada sang pencipta,


" Ya Allah, hanya kepada mu lah hamba memohon, tolong lindungilah suami hamba dimana pun dia berada, hiks hiks hiks... amin ." doa Ani sambil menangis di kamar nya.


" Ya Allah lindungilah papah hamba dimana pun beliau berada, hanya kepada mu lah kami meminta. amin "


Setelah sholat Dinda langsung bersiap, ia mempersiapkan yang akan ia butuhkan untuk penyelamatan papah nya nanti di kamarnya.


Setelah selesai Dinda keluar dari kamar nya, dan mencari keberadaan mamahnya, dan ternyata mamahnya ada di kamar, sedang menangis menatap Poto suaminya,


tok tok tok

__ADS_1


" Mah,mamah ga papa ?" kata Dinda yang memanggil mama Ani di depan pintu kamar nya


" Ia sayang mamah ga papa, mamah cuma kepikiran bagaimana keadaan papah aja sekarang. "kata Ani yang berusaha kuat di depan anak nya.


__ADS_2