
" Ga papa ko, kalau aku ikut kalian motorku gimana " kata Dinda
" Biar pak Ujang nanti yang ambil, gimana " kata Dino
" Ga usah, aku ga papa ko pulang sendiri " kata Dinda yang masih ingin pulang sendiri
" Tapi ini sudah malam Dinda, banyak bahaya kata Dina
" Benar Dinda sayang, yu ikut bareng kita saja " kata Dino lembut
Dinda yang mendengar kata sayang yang keluar dari mulut Dino , itu berhasil membuat pipi Dinda merah seperti kepiting rebus.
" Ciieeee, yang udah mau tunangan, ya tuhan, kasihanilah akun yang jomblo ini. " kata Dinda yang Baper melihat mereka berdua
" Tapi " kata Dinda yang langsung di potong oleh Dino
" Tidak ada penolakan , yu " kata Dino
Terpaksa Dinda menyetujui nya, mau gimana lagi.
Mereka pun langsung pulang, di tengah perjalanan pulang Dinda melihat sesuatu di pinggir jalan
" Eh itu di depan kaya ada orang tergeletak di pinggir jalan " kata Dinda
" Eh iya, berhenti dulu ka kita lihat dulu. " kata Dina
__ADS_1
" Kita harus hati-hati, siapa tahu ini jebakan, biar aku yang lihat, kalian tetap di dalam " kata Dino
" Iya " jawab Dinda dan Dina bersama
Dino pun keluar , dengan sangat hati-hati Dino mendekati orang itu dan melihatnya.
" Pak, Bapak kenapa, bapak tidak apa-apa ?" tanya Dino
Setelah membalikan badan bapak yang tergeletak tengkurap itu, bertapa terkejutnya Dino, mendapati beliau sedang terluka parah dah sangat lemah.
" Ya Allah pak, bapak kenapa " tanya Dino yang khawatir.
" To.. Tolong saya " kata bapak itu dengan suara lemah dan terbata - bata
" Dinda , Dina cepat kemari, bapak ini sedang terluka parah, ayo kita bawa beliau ke rumah sakit sekarang, keadaan nya sudah sangat lemah, cepat buka pintu mobilnya. " kata Dino yang bergegas menolong dan mengangkat bapak itu.
" Yaa Allah, kenapa bapak bisa seperti ini " tanya Dina
" Melihat dari keadaan dan kondisi beliau, seperti habis dapat kekerasan dan di buang di pinggir jalan " kata Dinda.
" Kamu benar, sebaiknya kita cari rumah sakit terdekat, semoga tidak terlambat, untuk menyelamatkan bapak ini. " kata Dino
Mereka langsung berangkat, dengan menggunakan mobil dengan sangat cepat, akhirnya mereka sampai di rumah sakit terdekat.
Saat sampai mereka langsung memanggil dokter, dan perawat pun langsung membawa bapak itu keruang UGD untuk segera di tangani.
__ADS_1
Mereka bertiga menunggu di depan ruangan , dengan rasa khawatir dan cemas dengan keadaan bapak itu.
" Semoga bapak itu selamat dan baik - baik saja ya Allah" kata Dinda
" Amin " kata Dino dan Dina
Juga Dinda,mereka terus mondar mandir di depan ruangan UGD itu.
Setelah hampir dua jam menunggu, akhirnya dokter pun keluar
" Bagaimana keadaan nya dokter ?" tanya Dino
" Syukurlah kalian cepat membawanya, kalau tidak mungkin beliau tidak tertolong, karena banyak kehilangan darah. dan sekarang kondisi beliau sudah membaik, sebentar lagi akan kami pindahkan ke ruang rawat " jelas dokter itu
" Syukurlah terima kasih banyak dokter " jawab mereka
" Sama-sama, baiklah saya pergi dulu permisi " pamit dokter itu
" Silahkan dok " kata mereka
Tidak lama para perawat pun memindahkan bapak itu ke ruang rawat. setelah di ruang rawat, Dino , Dina dan Dinda pun menunggu beliau yang masih belum sadar.
Akhirnya mereka tidak jadi pulang, dan menginap di rumah sakit untuk menuggu bapak itu
" Kasihan sekali beliau, pasti keluarga beliau sangat khawatir saat ini" kata Dinda
__ADS_1
" Benar, apa tidak ada kartu identitas nya " tanya Dina
" Tidak ada " jawab Dino