Gadis Manis Luar Biasa

Gadis Manis Luar Biasa
part 20


__ADS_3

Dinda yang mendengar omongan para orang tua, hanya bisa pasrah. mau gimana lagi, orang tua maha benar batin Dinda.


Setelah selesai membahas rencana mereka, Adi , Leo dan Anton pergi ke kantor, sedangkan Ani dan Rina pergi ke salon biasa para ibu ibu kalau lama tidak bertemu mereka selalu ingin menghabiskan waktu bersama.


" Sayang kami berangkat ke kantor dulu ya" kata Adi pada anak dan istri nya, begitu pun leo pada istrinya, sedangkan Anton hanya menonton drama keluarga itu.


" Iya pah, papah hati-hati ya, aku sama Rina juga mau pergi ke salon sudah lama kami tidak nyalon bareng " kata Ani, yang juga di anggukan Rina


" Kalau kalian semua pergi, terus aku mau ngapain dong " kata Dinda yang cemberut, karena para orang tua mau pada pergi, padahal sudah di bela belain Dinda tidak sekolah, hanya untuk berkumpul bersama, eh ini malah di tinggal sendiri.


" Terserah kamu sayang, atau kamu mau ikut papah ke kantor juga boleh " kata Adi yang kasihan sekaligus gemas pada anaknya


" Atau ikut mamah ke salon gimana " kata Ani juga


" Ih ga ah, ga asik ya udah deh Dinda di rumah aja, selamat bekerja papah, om, om dan selamat bersenang-senang mamah mamah cantik " kata Dinda pada mereka semua


" Ya udah sayang, kami pergi dlu ya hati - hati di rumah. assalamualaikum " pamit mereka semua

__ADS_1


" Iya kalian tenang aja, walaikum salam " jawab Dinda


Setelah para orang tua pergi, Dinda langsung masuk ke kamarnya, membuka leptop melihat Imel dan laporan ya di kirim Doni.


" Mmm, aman dan berjalan lancar, ka Doni memang paling bisa di andalkan " kata Dinda


Setelah selesai memeriksa laporan, Dinda merasa bosan berada di rumah


" Ah bosannya, enaknya ngapain ya " kata Dinda sambil mengetuk pipinya


" Mm... Mendingan aku keluar aja deh pakai sepada jalan - jalan mungkin menyenangkan" kata Dinda


" Mau kemana nona ?" tanya Pak Ujang setelah membukakan pagar buat Dinda


" Mau jalan - jalan pak, bosan di rumah ga ngapa-ngapain , ya udah pak Dinda jalan dulu ya assalamualaikum " kata Dinda yang sudah menaiki sepeda nya.


"Oh, ya udah hati - hati non, walaikum salam " jawab Ujang yang langsung menutup pagar setelah Dinda keluar dan pergi

__ADS_1


" Wah ternyata seru juga ya jalan - jalan pakai sepeda" Kata Dinda sambil mengendarai sepeda nya


Tidak lama kemudian saat Dinda sedang asik mengendarai sepeda nya, dan sampai di jalan yang lumayan sepi.


Dinda melihat segerombolan orang yang sedang berkelahi, lalu dia pun berhenti tidak jauh dari sana. ia melihat perempuan yang sedang berkelahi dan di keroyok oleh 5 orang preman.


Perkelahian pun seimbang, tapi karena lengah perempuan itu terkena pukulan dari salah satu preman, dan Tersungkur ke tanah.


Dinda yang melihat pun langsung menghampiri perempuan itu, dan menolongnya.


" Kaka ga papa, ayo bangun ka " kata Dinda


" Iya ga papa ko, kamu siapa , kenapa kamu ada di sini, hati - hati mereka sangat berbahaya " kata perempuan itu yang terkejut ketika ada orang yang menolongnya


" Hei siapa kalian, beraninya sama perempuan keroyokan lagi, malu dong " kata Dinda pada preman itu sambil meledek


" Hei kamu yang siapa gadis cupu, berani juga kamu hahahaha... kata salah satu preman itu

__ADS_1


" Wah bertambah nih mangsa kita teman - teman " kata mereka lagi


__ADS_2