Gadis Manis Luar Biasa

Gadis Manis Luar Biasa
part 32


__ADS_3

" Tapi " kata Dinda


Mereka semua terdiam dan langsung menatap Dinda


" Kenapa sayang ? " tanya Ani


"Bagaimana dengan sekolah Dinda mah, umur Dinda juga baru 17 masa udah mau berkeluarga ?" kata Dinda yang sebenarnya belum siap untuk berkeluarga


Dino yang mendengar ucapan Dinda pun mengerti dan ia pun merasa hal yang sama, dan itulah sebabnya mereka sampai sekarang saling menyembunyikan perasaan mereka.


" Kalian tenang aja sayang, kami tau kalian masih sekolah dan setahun lagi baru lulus, tapi sebelum itu kalian bisa tunangan dulu dan kalian tidak harus menikah sekarang " kata Adi yang mengerti perasaan anaknya


" Dan masalah pernikahan, kami akan menunggu sampai kalian siap, yang penting kalian tunangan saja dulu ya " kata leo pada mereka


" Iya, makasih pah , mah , om dan Tante atas pengertiannya " kata Dinda


Dino hanya diam saja sambil tersenyum


" Baiklah kita putuskan acara pertunangan di adakan seminggu lagi, gimana " tanya Adi


" Setuju " kata mereka kecuali Dino dan Dinda yang hanya saling pandang dan tersenyum

__ADS_1


Setelah selesai pembahasan dan rencana mereka, mereka langsung makan siang dan setelah selesai, keluarga afandra pun langsung pamit pulang.


Seetelah keluarga afandra pulang, Dinda dan kedua orang tuanya Langsung istirahat di kamarnya, dan sampai di kamar Dinda langsung menghubungi seseorang.


" Halo assalamualaikum ka Doni, tolong cepat selidiki penyebab kecelakaan kami kemarin, dan aku mau kabar secepatnya " kata Dinda dengan sangat tegas


" Walaikum salam, baik nona bos saya akan menyelidiki dan mencari tahu siapa penyebab dan pelakunya. " jawab Doni


" Baiklah terimakasih Doni, assalamualaikum. " kata Dinda yang langsung mengakhiri telponnya


" Sama-sama, walaikum salam nona bos . " jawab Doni yang juga langsung mematikan teleponnya. dan langsung menghubungi anak buah nya untuk segera bertindak.


Setelah selesai menghubungi Doni, Dinda pun langsung berbaring di kasurnya, tidak lama kemudian ponsel Dinda kembali berdering dan tertulis nama Dino yang memanggil,


" Walaikum salam, lagi ngapain ? " tanya Dino


" Rebahkan saja nih, ada apa ka Dino nelpon ? " tanya Dinda


" Ga ada cuma mau dengar suara kamu saja, apa tidak boleh aku ingin mendengar suara calon tunangan sendiri " tanya leo


Mendengar itu pipi Dinda langsung memerah seperti kepiting rebus, dan senyum mengembang di wajah nya

__ADS_1


" Boleh ko ka " jawab Dinda


" Makasih ya Dinda kamu sudah mau menerima aku, yang bukan apa - apa ini, sebenarnya aku merasa tidak pantas bersanding dengan mu, aku belum mempunyai apa - apa untuk membuat mu bahagia. tapi mulai sekarang aku akan berusaha sekuat tenaga untuk memantas kan diriku, agar suatu saat kau siap, aku memang sudah pantas untuk mu "


kata Dino bersungguh - sungguh


"Iya ka sama - sama " balas Dinda yang paham dan mengerti maksud Dino


" Ya sudah sekarang kamu istirahat ya, sampai ketemu besok di sekolah Dinda " kata Dino


" Iya Kaka juga istirahat, sampai bertemu besok, assalamualaikum ." kata Dinda yang mengakhiri telponnya


" walaikum salam " jawab Doni


Begitulah mereka yang saling mencintai yang menunjukkan bukan dengan kata - kata tapi langsung dengan perbuatannya.


Dan sekarang Dino akan langsung membuktikan kalau ia bisa sukses sama seperti di Dinda


Kembali ke Dinda


Di kamarnya Dinda sudah mendapat laporan dari Doni tentang kecelakaan yang menimpa dirinya dan si kembar, dan bertapa terkejut nya Dinda kalau pelakunya adalah teman sekelasnya lagi .

__ADS_1


Dinda langsung menyuruh anak buahnya, untuk menangkap dan menyandera Nia dan juga orang suruhan Nia yang sudah membantu kejahatannya, di markas. Dan Dinda pun segera berangkat ke sana, tapi sebelum itu Dinda langsung menghubungi Dino dan Dina, dan mengatakan semuanya,


__ADS_2