Gadis Manis Luar Biasa

Gadis Manis Luar Biasa
part 18


__ADS_3

" Ya udah Dinda ke kamar dulu ya, mau bersih - bersih " kata Dinda yang pamit pada mereka


Setelah kepergian Dinda ke kamar, leo pun langsung menanyakan kepada Adi dan Anton bagaimana kejadiannya.


" Memangnya apa yang terjadi Adi, kenapa kalian bisa hilang dan di culik " tanya leo


" Begini kejadian nya..." kata Adi lalu menceritakan dan menjelaskan semuanya pada mereka


Mereka sangat terkejut, apalagi Ani, yang hampir tidak percaya dengan apa yang di katakan Adi.


" Benar kah, Dinda seperti itu pah, sejak kapan dia ?" tanya Ani pada Adi


" Benar mah, papah juga tidak menyangka, dan sangat terkejut melihat semuanya, setelah papah tanyakan, seperti nya Dinda belum siap menjelaskan semuanya " jawab Adi


" Benar nyonya, saya sungguh kagum melihat semuanya. " kata Anton yang ikut menimpali


" Yang aku bingung, kenapa bisa pak Doni pimpinan perusahaan yang paling besar itu bisa ada di sana, dan kata mu apa tadi, dia kelihatan begitu hormat pada Dinda " kata leo yang juga sangat penasaran


" Maka dari itu, setelah aku tanyakan, Dinda hanya menjawab Santai " kata Adi


" Kalian tahu apa yang Dinda katakan, setelah kami bertanya " kata Anton


Mereka yang mendengar kan hanya geleng-geleng kepala dan sangat penasaran, kecuali Adi ya sudah tahu jawabannya.

__ADS_1


" Apa " kata mereka bersamaan


" Rahasia " jawab Anton, yang juga gemas dengan kata - kata Dinda tadi


Tambah lah gemas dan penasaran mereka, mendengar apa yang Anton katakan tentang jawaban Dinda tadi


" Mungkin anak kamu belum siap bercerita Adi " kata leo


" Iya kita tunggu sampai dia siap bercerita saja " kata Adi lagi


" Tapi mamah sangat penasaran pah, " kata Ani


" Biarkan saja mah, selama anak kita baik - baik saja itu sudah cukup buat kita " kata Adi yang menenangkan istrinya


" Oh itu, Dinda sengaja berpenampilan seperti itu, untuk menyembunyikan identitas nya, dia tidak mau orang mendekatinya hanya karena harta. " jawab Ani


" Oh gitu, selain jago bela diri, ternyata anak kamu pintar juga dalam mengambil tindakan, patut di acungi jempol, " kata leo


" Iya dong anak siapa dulu " kata Adi dengan bangganya.


" Hebat kamu " kata leo lagi


Setelah beberapa saat, Dinda pun keluar dari kamar nya, dan mereka sama-sama ke meja makan untuk makan malam. Sebenarnya waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam, tapi karena mereka belum pada makan, jadilah sekarang mereka makan malam bersama sambil bercerita.

__ADS_1


Di sela - sela makan Leo mengutarakan keinginannya pada Adi,


" Begini Adi, aku rencananya ingin menjodohkan anak-anak kita, seperti yang dlu pernah kita rencanakan, kalian ingat kan" kata Leo pada Adi dan Ani


" Uhuk uhuk..." batuk Dinda yang mendengar leo berbicara


" Kamu kenapa sayang, nih minum dulu" kata Ani sambil memberikan air di gelas pada Dinda


" Ga papa mah, uhuk hehehe ...lanjut om " kata Dinda sambil tersenyum di sela sela batuknya


" Benar kamu ga papa, " tanya leo memastikan


" Iya om hehehe "kata Dinda yang sudah menetralkan rasa terkejutnya.


" Gimana Adi, kamu ingat kan rencana kita dulu, Mama dan kamu Ani kalian juga ingat kan , saat terakhir kita ketemu setelah kita sama - sama baru nikah dulu " tanya leo pada mereka


" Oh iya aku ingat, boleh bisa kita lanjutkan lagi rencana kita dulu. " kata Adi


" Mamah juga, semoga kita bisa jadi besan jeng " kata Ani antusias


"Iya jeng, saya sudah suka dan jatuh cinta banget sama Dinda, semoga anak kita jodoh ya jeng " kata Rina yang tidak kalah antusiasnya


" Wah pas itu, jadi keluarga besar kita nantinya " kata Anton ikut menimpali

__ADS_1


Dinda hanya bisa melongo mendengar omongan para orang tua itu, dan melanjutkan makannya, tanpa perduli rencana mereka.


__ADS_2