
Tanpa mereka sadari, dari jauh ada dua pasang mata yang sedang memperhatikan Dina dan Alya
" Mereka sangat cantik dan manis " kata Doni
" Anda sangat benar tuan " kata Dika
Ya mereka adalah Doni dan Dika yang dari tadi sudah memperhatikan mereka
Tanpa mereka sadari di sudut bagian ruangan ada seseorang yang sedang mengawasi dan melihat mereka dengan tatapan kebenciannya
" Kalian tunggu saja pembalasanku, " kata orang misterius itu
Acara pertunangan pun sudah selesai dan berjalan dengan lancar, seperti yang Dinda dan Dino inginkan, pernikahan mereka akan dilakukan saat mereka sudah siap, dan itu belum bisa mereka tentukan.
Para orang tua mereka juga menerima den mengerti dengan keinginan anak - anaknya, mereka tidak memaksa yang penting bagi mereka adalah kebahagiaan anak-anak mereka.
Dua hari setelah acara pertunangan itu , Dinda dan si kembar melakukan aktivitas seperti biasa, saat ini mereka sedang sarapan bersama orang tua nya.
" Dinda sayang, jangan lama-lama ya tunangan nya, enak Lo pacaran setelah menikah, halal... " kata Ani meledek anaknya
" Mamah ap am sih,, Dinda masih kecil mah sekolah aja belum lulus" kata Dinda dengan cemberut
" Kecil tapi sudah bisa buat anak kan," ledek Ani lagi
" Iiiccchhh mamah, Dinda belum kepikiran soal itu, biar Dinda hepi dulu lah mah,l, slow Bu... " kata Dinda yang juga membalas ledekan Ani
" Ih kamu mah " kata Ani yang juga cemberut
__ADS_1
Adi hanya diam sambil tersenyum melihat dua orang kesayangan nya, berdebat.
baru kali ini mereka merasakan keluarga yang hangat.
Setelah Dinda mengungkapkan segalanya kemarin, Adi dan Ani pun sadar, kalau keluarga bahagia tidak di ukur dengan harta, tapi dengan kebersamaan. dan itu yang mereka rasakan saat ini
" Ya sudah Dinda berangkat sekolah dulu ya pah, mah " kata Dinda
" Iya sayang, kamu ko masih berpenampilan seperti ini, dan masih ingin menggunakan sepeda kesekolah sayang ? " tanya Ani
" Iya mah, Dinda lebih nyaman seperti ini, ka Dino juga tidak masalah, " Jawab Dinda
" Sudah mulai bucin rupanya " kata Adi
" Papah apaan sih, " kata Dinda yang malu dengan kata papahnya
" Walaikum salam " jawab kedua orang tuanya
Dinda pun langsung pergi ke sekolah dengan menggunakan sepeda kesayangan nya seperti biasa
" Tidak terasa anak kita sudah besar ya pah, dan sebentar lagi akan menikah dan ikut dengan suaminya " kata Ani, yang sambil menahan air matanya
" Iya mah, rasanya papah masih belum siap untuk melepaskan, semoga anak kita selalu bahagia. " kata Adi yang juga menahan air matanya
Mereka berpelukan sambil melihat kepergian anaknya ke sekolah
Di kediaman afandra, mereka pun melakukan hal yang sama seperti biasa, dan sekarang mereka juga pergi ke sekolah.
__ADS_1
Sampai di sekolah, mereka pun bertemu
" Pagi sayang, kamu kenapa sih ga mau aku jemput ?" tanya Dino
" Pagi ka, ga papa cuma lebih suka pakai sepeda saja, menikmati suasana pagi ,sehat Lo " jawab Dinda
" Kamu bisa aja" kata Dino sambil tersenyum
" Kamu ko masih berpenampilan gini Dinda, kenapa ga biasa aja ?" tanya Dina
" Ga papa cuma lebih aman aja berpenampilan seperti ini kalau naik sepeda , bebas ga ada yang gangguin. " jawab Dinda
" Oh iya kamu benar juga Dinda hehehehe... Ya udah yu masuk " kata Dina
" Yu " kata Dino dan Dinda bersamaan
Mereka pun masuk dan mengikuti pelajaran sekolah, sampai pelajaran sekolah selesai dan berjalan dengan lancar.
Setelah pulang sekolah
" Sayang nanti malam aku jemput ya kita makan malam berdua " kata Dino pada Dinda
" Boleh, aku tunggu ya ka " kata Dinda
" Cie dinner nih ceritanya " kata Dina
Dinda dan Dino hanya tersenyum pada Dina, dan mereka pun langsung pulang kerumahnya.
__ADS_1