
Acara pertunangan Dinda dan Dino pun tiba, orang tua mereka mengundang semua rekan bisnisnya, begitu juga dengan Dinda, iya mengundang semua karyawan yang bekerja di perusahaan Nya.
" Wah acaranya mewah sekali ya pak " kata Widya
" Iya Bu tidak nyangka ya kita bisa kenal dengan mereka " kata pak Dedy
" Kalian lupa, aku kan bekerja di perusahaan besar itu, ya pastinya aku di undang " kata Alya
" Dasar kamu, sana pergi ganggu ibu sama bapak saja " kata Widya yang suka sekali berdebat dengan anaknya
" Ih ibu sama bapak, kalau kalian berdua aku sama siapa dong " Jawab Alya sambil cemberut
"Makanya cari pasangan, jadi kalau ada acara bisa pergi bersama, betah banget jomblo neng " kata Widya yang mengejek Alya
" Iih... ibu, bukan betah Bu, tapi belum ada yang cocok aj. Bapak, ibu jahat " kata Alya dengan nada manjanya
" Sudah - sudah kalian kalau berdebat ga ada habisnya, cepat cari pasangan biar ga sendirian " kata bapak, yang juga ikut mengejek Alya
" Bapak..." kata Alya
" Yu sayang kita masuk " kata pak Dedy sambil menggandeng tangan istrinya
" Yu... dah Alya" kata Widya yang suka sekali memanas - manasi anaknya
__ADS_1
" Iiiccchhh... dasar orang tua , sama - sama kompak kalau soal mengejek anaknya huh " kata Alya yang sebal pada orangtuanya
Ya begitulah mereka, keluarga sederhana, namun sangat bahagia.
Kembali ke Dinda
Di sebuah ruangan yang sangat Megah, ada sepasang sejoli yang saat ini tengah menjadi sorotan beribu undangan yang hadir, ya dia adalah Dinda dan Dino yang saat ini sudah resmi bertunangan.
Acara di adakan sangat besar dan meriah, karena ini adalah acara yang di adakan oleh orang terkaya no 1 dan 2 di Indonesia.
" Kenapa acara megah sekali, ini kan baru pertunangan" tanya Dinda pada Dino
" Aku juga ga tahu sayang, para orang tua memang berlebihan " kata Dino
" Iiiccchhh... Ka Dino, ko manggilnya gitu kita kan belum pacaran . " kata Dinda dengan wajah yang sudah memerah malu.
" Iya ka " jawab Dinda patuh, karena sifat inilah yang sangat di sukai Dinda dari seorang Dino.
Sifat dingin yang jarang di miliki oleh para lelaki, karena yang biasa Dinda temui hanyalah lelaki yang sangat suka memuja para wanita, dengan rayuannya
" Bagus gadis pintar " kata Dino yang sambil mengusap kepala Dinda
Dan itu berhasil membuat jantung keduanya berdegup kencang
__ADS_1
" Wah sepertinya gunung es belum sepenuhnya cair " kata Dina yang berdiri di sebelah dan mendengarkan mereka bicara.
Mereka yang mendengar Dina bicara pun tidak memperdulikannya.
Merasa tidak di perdulikan Dina pun akhirnya menjauh dari mereka, dan duduk di kursi yang sudah di sediakan untuk tamu undangan.
Tidak lama kemudian Alya pun datang menghampiri Dina
" Sendirian aja nih, Kaka boleh gabung " tanya Alya
" Oh boleh banget ka, kebetulan aku ga punya teman nh" kata Dina
" Kamu ga bawa pasangan Dina "tanya Alya
" Belum ka, belum ada yang cocok. Kaka sendiri ga bawa pasangan, ko sendirian.." tanya Dina balik
" Sama, belum ada yang cocok Dina, " kata Alya
" Ya sudah kita nikmati aja, jomblo mah bebas.." kata Dina
" Setuju, benar banget, eh kamu makan ap,, bagi dong" kata Alya
" Nih Ambil ka, nanti kalau habis kita bisa ambil lagi, lumayan gratis hahaha..." kata Dina yang tertawa
__ADS_1
" Benar , jarang - jarang ini gratisan hehehehe... " kata Alya
Mereka pun makan sambil bercanda dan sesekali tertawa menikmati pestanya.