
" Papah, om Anton, ini kita dimana ?" tanya Dinda
"Sayang kamu tidak apa - apa, maaf kan papah yang tidak bisa menjaga mu " kata Adi yang sedih melihat anaknya yang juga ikut di culik
"Dinda tidak apa-apa pah , om " kata Dinda
Sebenarnya Dinda bisa dengan mudah melepaskan diri, karena Dinda sudah menyiapkan segalanya, dan menunggu pelaku menampakkan dirinya, sementara anak buah Dinda sudah menyelinap masuk dan siap, tinggal menunggu aba - aba dari Dinda saja lagi.
Tidak lama pintu pun terbuka, masuk lah Bimo dan anak buah nya yang berjumlah 5 orang, sedangkan yang 5 berjaga di luar.
Dan Bimo sangat senang karena sudah berhasil menangkap anak Adi, tinggal istrinya saja lagi yang belum bisa di tangkap, karena ketatnya penjagaan di rumah Adi.
" Halo sayang, selamat datang, bagaimana senang sudah bertemu dan berkumpul bersama papah mu ?" kata Bimo
" Bagaimana Adi senang kan bisa berkumpul bersama anak kesayangan mu ini ?" kata Bimo lagi
" Kurang ajar kau, lepaskan kami, jangan coba-coba menyakiti anak ku "kata Adi yang sangat marah pada Bimo
__ADS_1
" Oh jadi ini yang sudah berani mengusik keluarga ku " kata Dinda dalam hati
" Hahaha... lihat kan Adi apa yang bisa aku lakukan, cepat tanda tangani, kalau tidak akan ku bunuh anak mu yang cupu namun sangat manis ini " kata Bimo sambil tertawa mengancam.
" lepaskan papah ku, kalau tidak kau tanggung sendiri akibatnya " kali ini Dinda yang bicara
" Hahaha... Berani juga anak cupu mu ini ya Adi, memang apa yang bisa kau lakukan gadis cupu hahaha... " kata Bimo sambil tertawa
" Kau ingin tahu apa yang bisa ku lakukan " kata Dinda sambil melepaskan tangan dan kaki nya yang terikat tadi dengan mudah , lalu berdiri.
" Kenapa, anak buah paman kurang kencang mengikat tali nya, makanya aku bisa dengan mudah melepaskan nya " kata Dinda dengan santainya
" Dasar bodoh kalian, kenapa kalian tidak mengikatkan dengan kencang ". kata Bimo yang sangat marah dengan anak buah nya.
" Maaf tuan, kami sudah mengikatnya dengan kencang, entah bagaimana anak itu melepaskan nya. " kata anak buah Bimo yang takut melihat bos nya marah.
Sedangkan Adi dan Anton masih diam dan terkagum melihat Dinda dengan santainya.
__ADS_1
Sambil iseng Dinda ingin bermain - main dulu Dinda menghitung anak buah Bimo yang ada di situ.
" Cuma segini anak buah paman, ga ada lagi ?" kata Dinda yang masih menoleh ke sana kemari mencari yang lainnya.
" Apa maksud mu gadis cupu " tanya Bimo
" Ga, aku kira banyak, karena paman sudah berani menculik dan bermain - main dengan keluarga ku " kata Dinda dengan nada mengejek nya
" Kurang ajar kau gadis cupu, jangan salahkan aku yang akan berbuat kasar padamu " kata Bimo yang sangat marah, dan langsung menyerang Dinda se orang diri.
Dan perkelahian pun terjadi antara Dinda dan Bimo.
Adi dan Anton sangat terkejut melihat semuanya, begitu pun dengan anak buah Bimo.
Dengan sekali pukul dan tendangan yang sangat cepat, Bimo tidak dapat menghindari dari semuanya, Bimo jatuh tersungkur di lantai dengan darah yang keluar dari mulutnya, karena kerasnya pukulan dan tendangan Dinda tadi.
" Ih, sakit ya paman, maaf aku tidak sengaja " kata Dinda dengan nada mengejek nya
__ADS_1