
" Nona Dinda ke... Kenapa kau bisa ada di sini" kata Raka yang terbata - bata karena sangat terkejut melihat Dinda ada di situ.
Begitu juga dengan Doni dan Alya mereka sangat terkejut, dan tidak menyangka kalau Dinda berada disini.
" Hebat kamu Raka, berani sekali ya ingin bermain - main dengan ku " kata Dinda dengan santainya
" Dan apa yang kau bilang tadi, menjadikan Dinda pendamping mu... jangan mimpi... " kata Dino yang juga tersentum sinis
" Cepat lepaskan mereka, kau tahu sendiri kan, apa yang terjadi, kalau sudah berani bermain dengan ku. " kata Dinda lagi
Raka yang sudah tahu akibat orang yang sudah berani bermain dengan Dinda, pun sudah takut, tapi mau bagaimana lagi sudah kepalang tanggung, menyerah pun percuma, mau tidak mau ia harus menghadapi Dinda sekarang.
" Serang dia..." kata Raka pada anak buahnya.
Dan sepuluh orang anak buah Raka pun menyerang Dinda secara bersamaan.
" Ka Dino, cepat lepaskan mereka, biar aku yang akan menghadapinya " kata Dinda
" Baiklah, hati - hati " kata Dino
Dinda pun melawan mereka semua, dan Dino langsung menuju pada Doni dan Alya untuk membebaskannya.
__ADS_1
Tapi sebelum Dino sampai, Raka lebih dulu menyerangnya, dan sepuluh anak buah Raka yang lainnya juga ikut menyerang Dino secara bersamaan.
Perkelahian pun sangat sengit, dalam sekejap Dinda berhasil mengalahkan mereka semua, sedangkan Dino masih bertarung dengan mereka semua.
Melihat semua itu, Dinda langsung membantu Dino, sedangkan anak buah Raka mereka bergabung dan secara bersamaan menyerang Dino dan Dinda.
" Kita lawan bersama,siap..." kata Dinda dengan tersenyum pada Dino
" Siap." kata Dino dengan santainya
Dengan gerakan kolaborasi yang sangat lihai , lincah, dan cepat dari Dino dan Dinda, dalam sekejap segerombolan anak buah Raka pun kalah dan tumbang.
Raka yang melihat pun sangat ketakutan, dan memikirkan cara untuk menyelamatkan diri.
" Jangan mendekat, kalau tidak, akan ku tembak gadis ini " kata Raka yang berjalan mundur sembil menodongkan senjata nya pada Alya.
" Coba saja " kata dinda
Dinda dan Dino, tidak mau mendengarkan Raka, mereka berdua terus berjalan dan mendekati Raka.
" Sudah ku bilang berhenti, kalau tidak aku akan benar - benar menembak gadis ini " kata Raka yang semakin ketakutan melihat Dinda dan Dino semakin dekat kearah nya.
__ADS_1
Dinda dan Dino pun sudah mendekati Raka, dan Raka langsung melepaskan tembakan nya ke arah Alya.
Tapi dengan sigap dan gerakan cepat, Dinda menendang tangan Raka hingga tembakan meleset kearah atas, dan pistolnya pun terlepas dari tangannya Raka.
Dan dengan sigap juga Dino menendang dan menghajar Raka, hingga Raka jatuh tersungkur ke lantai dengan darah yang keluar dari mulut nya.
Doni dan Alya masih terkejut dan terkesiap atas kejadian penembakan tadi, dan masih mematung di tempatnya.
Setelah itu Dinda langsung membebaskan Doni dan Alya, dan langsung menggunakan tali bekas mengikat mereka berdua, untuk mengikat Raka.
Sedangkan anak buah Raka, sudah terkapar tak berdaya.
" Kau lihat kan, tidak mudah untuk menjatuhkan ku, dan sudah ku peringatkan jangan coba-coba bermain apalagi berkhianat pada ku. " kata Dinda yang sambil menginjakkan kakinya di tubuh Raka
" Terimakasih banyak nona bos " kata Doni dan Alya bersamaan
" Sama-sama ka, lain kali jangan sembunyikan apa pun dan langsung katakan saja padaku ka Alya " kata Dinda
" Iya nona bos, maafkan saya " kata Alya
" Tidak apa-apa ka " balas Dinda
__ADS_1
" Doni, ka Alya urus dia dan juga mereka semua. dan kalian juga harus lebih hati-hati lagi sekarang " kata Dinda