
Terik matahari yang mulai masuk ke kulit-kulit setiap pengunjung tak mengubah keusikan mereka yang bersenda gurau dan berkumpul bersama keluarga , Nanda Melisa yang baru tiba di wisata Jepang yang terkenal indah dan menyejukan membuat Nanda bisa bernafas lega dan menghirup udara segar sedikit menghilangkan masa lalu nya .
Tempat dimana yang sering dikunjungi turis dan beberapa penduduk negara Tokyo banyak bangunan-bangunan kuno yang terpampang jelas di depan , jajanan pasar tradisional Tokyo yang sangat terkenal enak dan lezat .
Untuk pertama kali Nanda menginjakan kaki nya di wisata yang hanya dia bisa lihat lewat sosial media , tak jarang karyawan-karyawan kantor yang datang kesini untuk menghilangkan penat mereka .
Melisa mengajak Nanda berkeliling sensoji wisata yang sudah sering Melisa kunjungi setiap rasa lelah yang menyerang tubuh nya , Nanda terpukau melihat bangunan-bangunan kuno yang masih terawat rapi dia tidak menyangka di Tokyo ada tempat wisata yang sangat indah .
Nanda dan Melisa duduk santai di kursi yang sudah tersedia , Nanda melihat para pengunjung yang berlalu lalang tak jarang keluarga yang berlibur menghilangkan rasa penat mereka .
Nanda diam sejenak memerhatikan keluarga yang tertawa bersama dia rindu kehangatan sebuah keluarga , sedih akan masa lalu ia lupakan saat ini namun sedih kerinduan seorang ibu dan ayah yang sangat ia rindukan saat ini kebahagian dalam keluarga kini tidak ia rasakan .
__ADS_1
Nanda berharap di suatu saat nanti dia menemukan sebuah keluarga yang hangat , keluarga yang penuh cinta dan kasih sayang yang tulus namun Nanda tidak terlalu berharap .
Melisa menepuk pundak Nanda membuat Nanda tersadar dari lamunan nya , sejenak Melisa melihat manik mata bulat yang terpancar sorot kesedihan Melisa yakin bahwa Nanda saat ini sedang merasa sedih .
"apa yang kamu lamunkan mba , lupakan semua kesedihan mu mba agar mba bisa menjalani hari-hari mba tanpa bayang-bayang masa lalu" Nanda terkesiap mendengar penuturan Melisa yang bisa menebak suasana hati nya saat ini , Nanda benar-benar tidak bisa menyembunyikan kesedihan nya .
"aku hanya rindu alm.kedua orangtua ku mba , aku ingin merasakan kehangatan didalam keluarga apalagi disaat aku sedang sedih dan butuh sandaran"Melisa menidurkan kepala Nanda di pundak nya , dia tahu saat ini rekan kerja nya sekaligus teman nya butuh suport dan sandaran .
Nanda menerima sandaran yang di berikan Melisa , dia beruntung menemukan seseorang yang mengerti suasana hati nya saat ini , dia sempat berfikir Melisa tidak akan memperdulikan dirinya ternyata dugaan nya salah Melisa sangat memperdulikan dirinya .
"jika mba sudah merasa tenang dan percaya sama aku ceritakan semua yang membuat mba sedih"Nanda mengaguk cepat , dia akan menceritakan semua nya setelah dia merasakan tenang dan percaya bahwa Melisa orang baik .
__ADS_1
Nanda yang sudah merasa lebih baik dia menghapus air mata nya dan tersenyum .
"aku sudah lebih baik , terima kasih sudah memberikan pundakmu"Melisa tersenyum melihat Nanda sudah lebih baik dan bisa tersenyum kembali .
"bagaiman kalau kita keliling mencari kuliner? perutku sudah lapar mba .. hehe"Nanda tersenyum dan mengaguk cepat , mereka keliling mencari kuliner yang mereka inginkan .
Nanda dan Melisa membeli semua jajanan yang terlihat enak , kantong plastik yang di tangan mereka kini sudah penuh dengan makanan Nanda dan Melisa memutuskan untuk kembali ke kos hari sudah semakin sore .
Nanda dan Melisa masuk kedalam mobil taxi online yang sudah Melisa pesan tadi , belanjaan yang mereka bawa memenuhi mobil yang berukuran sedang harum dari jajanan membuat mobil di penuh harum yang berbeda .
Tak jauh dari Mobil yang ditumpangin Nanda sepasang mata yang berada di dalam mobil sprot berwarna merah memerhatikan nya , iya siapa lagi kalau bukan Alex yang terkenal dingin dan kejam .
__ADS_1
Alex yang tak sengaja melihat seorang wanita menarik perhatian nya , dia memberhentikan mobil nya agak jauh dari wanita itu . Alex sangat familiar dengan wanita itu , wanita yang membuat jantung Alex bergetar saat melihat senyum nya .
Mobil yang di tumpangi Nanda dan Melisa sudah tak terlihat lagi , Alex meminta Wilson sang tangan kanan melajukan mobilnya menuju kantor .