
Setelah kepergian Nanda perasaan Alex tidak karuan hati nya ingin mengikuti dan meminta Nanda menolak mengantarkan pesanan Doni , namun egois nya yang terlalu tinggi membuat Alex berdiam di tempat nya .
beberapa menit dia menunggu kedatangan Nanda namun tak kunjung terlihat perasaan nya semakin tidak enak dan gelisah , Alex memutuskan untuk mencari Nanda ketempat Doni .
Sepanjang jalan menuju ruangan VIP wajah Alex berubah dingin entah kenapa dia merasa khawatir , Alex mempercepat langkah nya dan langsung nyelonong masuk kedalam ruangan namun tiba di ruangan dia tidak melihat sosok gadis yang ia khawatirkan .
"kemana tuan mu membawa pergi gadis itu?!" Para penghuni ruangan mulai meneteskan air nya dari dahi entah kesalahan apa yang mereka perbuat dan tuan nya sehingga membuat tuan muda yang kejam datang menghampiri nya .
"ma..af tuan yang anda maksud siapa"dengan keberanian bodyguard Doni bertanya
"gadis yang mengantarkan minuman!"Alex menatap tajam pria di hadapan nya .
"Cepat katakan .. atau kalian ingin mati!"
__ADS_1
"di kamar sebelah tuan"dengan cepat Alex berlari menuju kamar yang di tunjukan pria itu , kekhawatiran sungguh mengalahkan wanita yang dulu sangat ia cintai .
Alex berhenti di depan pintu dia mendengar Isak tangis sambil meminta tolong , duga Alex ternyata benar Doni yang terkenal playboy walaupun umur nya sudah tua dia tidak berubah . Alex mendobrak pintu kamar tersebut membuat sang penghuni terlonjak kaget , saat Doni ingin merutuki orang yang sudah menganggu kesenangan namun dia urungkan saat mengetahui pria yang mendobrak pintu kamar nya .
"tolong saya tuan , saya mohon tuan"Nanda memohon pertolongan pada Alex , dia sungguh sangat bersyukur Tuhan masih melindungi nya .
Alex menatap wajah gadis di depan nya wajah yang sudah pucat air mata yang terus mengalir sangat deras di tambah tubuh nya gemetar hebat , entah mengapa hati nya sangat sakit melihat wanita di depan nya wanita yang sama sekali tidak ia kenal sebelum nya .
"Pergi dari sini , saya tidak ingin melihat muka anda jika anda menampakan disini perusahaan anda di ambang kehancuran!" Alex melempaskan cengkraman nya , Doni pun pergi dari tempat itu dia tidak ingin perusahaan nya hancur begitu saja .
Alex mendekat ke arah Nanda di raih nya dan di peluk begitu hangat , air mata yang mengalir dan tubuh yang gemetar kini sudah mulai reda . Alex merasakan kenyamanan yang tidak pernah dia dapatkan dari wanita manapun bahkan dengan wanita yang dulu dia cintai tidak senyaman ini , jantung nya tiba-tiba berdegup kencang namun Alex mengontrol itu semua agar tidak terlihat .
Selang beberapa menit setelah Nanda merasakan tenang , tiba-tiba tubuh nya terasa panas tenggorokan nya sangat kering bahkan Nanda tidak sadar menelusuri setiap tubuh pria yang memeluk nya .
__ADS_1
Alex yang merasakan sentuhan yang sangat sensitif dia menatap tajam wanita yang di peluk nya , dia melihat tubuh wanita yang di depan nya mengeluarkan keringat .
"apa kamu meminum sesuatu!"Alex sangat yakin jika Doni memaksa Nanda meminum obat perangsang
"iya tuan , saya mohon tolong saya tuan!"Nanda melepaskan pelukan nya dari Alex dia membuka pakaian nya semua hingga tersisa pakaian dalam nya saja , Alex yang melihat itu membuat ia menelan Saliva nya dengan kasar .
"Maafkan saya , tapi saya tidak harus berbuat apa yang terpenting kamu tertolong jika tidak saraf mu akan rusak!"Alex yang tidak tega dia langsung melahap rakus bibir tipis tersebut , Nanda sangat menikmati setiap sentuhan yang di berikan Alex sentuhan yang sangat dia inginkan saat ini .
Alex menuntun Nanda ke ranjang , dia terus menyentuh setiap lekuk tubuh mungil tubuh yang sangat bersih dan putih . Alex memainkan dua gunung kembar Nanda dengan sangat lihai membuat suara desahan yang keluar dari mulut Nanda terdengar sangat sexy , Alex memang tidak ingin namun dia tergoda mendengar desahan yang sangat sexy itu keluar .
"ahhh...ahhh...terus tuan!"Nanda terus mengeluarkan kata-kata itu hingga pada akhir nya Alex memainkan area sensitif , area yang sangat ia sukai namun dia kaget saat melihat area itu sudah tidak perawan pertanyaan-pertanyaan mulai bermunculan dia akan mencari tahu gadis ini dia tidak ingin beranggapan gadis di depan nya gadis tidak baik .
Alex kembali melanjutkan kegiatan panas nya , dia terus menggenjot kan tubuh nya saat pusaka nya masuk dengan sempurna , desahan desahan terdengar beruntung kamar yang di tempati mereka kedap suara . Alex terus memainkan aksi nya beberapa kali dia terus membuang cairan bening nya di dalam tanpa sadar , obat perangsang yang di minum Nanda belum reda sama sekali bahkan semakin lama semakin menjadi-jadi Nanda yang sangat agresif membuat Alex sangat senang entah kenapa hati nya sangat senang dia bisa meniduri wanita yang sudah menganggu pikiran nya setiap saat .
__ADS_1