
Hembusan angin terasa menusuk kedalam tulang-tulang Nanda wanita yang baru saja mengganti status nya menjadi seorang istri , sudah berjam-jam dia menunggu kedatangan suami nya namun tak kunjung juga datang .
Perasaan nya kini gelisah dan khawatir sebab sang suami tidak dapat di hubungi , sudah berkali-kali Nanda mengirim pesan dan menelfon nya semenjak terakhir Nanda kirim pesan di balas Alex hanya berkata 'iya jangan tunggu aku' .
Semakin larut mata Nanda sudah mulai tidak kuat untuk berdiam diri di balkon kamar nya dia memilih masuk , jam menunjukan pukul dua yang artinya sebentar lagi pagi .
Tak butuh waktu lama bagi Nanda untuk memejamkan kedua bola matanya yang sudah lelah seharian ini .
Di negara lain , tepatnya di sebuah negara yang terkenal para pembisnis yang cukup handal dan berprestasi dalam bidang apapun .
Melinda terbangun dari pingsan nya dia melihat sekeliling ruangan yang serba putih , di tengoknya sebelah ada wanita muda yang selalu setia menemani nya .
"Bagaimana nyonya , apa ada yang sakit" tanya nya
Melinda menggeleng
"Tidak , bagaimana dengan perusahaan saya apa semuanya sudah kembali normal" tanyanya
"untuk masalah perusahaan semua sudah di handle oleh tangan kanan tuan muda nyonya , jadi nyonya tinggal tunggu kabar baik nya saja sekarang nyonya istirahat iya" ucapnya
Melinda mengangguk mengerti , dia percaya untuk urusan perusahaan kepada Wilson tangan kanan anak pertama nya .
Melinda jadi teringat dengan kedua anaknya , yang lebih dia rindukan anak pertama nya anak yang sangat dia sayangi dari dulu walaupun dia memiliki anak perempuan tetapi Alex lah yang lebih dekat dengan nya namun sayang nya pun sama seperti dia sayang kepada Alex .
Wilson sudah sampai di Jerman , tanpa harus menunggu besok atau menunggu dia istirahat itu tidak mungkin karena perusahaan tuan muda nya lebih penting .
Wilson menatap gedung pencakar langit di depan nya , sudah banyak para wartawan yang sudah menunggu kehadiran pemilik perusahaan namun wartawan sangat kecewa saat melihat Wilson turun dari mobil begitu pun para karyawan yang sangat mengidolakan Alex tapi Wilson tak kalah dengan Alex mereka sama-sama tampan hanya berbeda jabatan saja .
Wilson langsung memerintahkan petugas cctv untuk mencari rekaman dimana pembobolan itu terjadi , dia juga memerintahkan semua karyawan mengumpulkan berkas- berkas karena Wilson menduga jika kasus pembobolan ini ada sakut pautnya dengan orang dalam .
__ADS_1
Wilson akan secepatnya mencari bukti , dia mengutak atik laptop dengan lincah menunggu hasil dimana letak kebocoran rahasia perusahaan di tambah para investor sudah mulai berbondong-bondong menelfon Wilson , Alex dan Melinda .
Tapi bukan Alex nama nya jika dia tidak bisa menghandle para investor , mudah bagi Alex meminta para investor untuk menunggu hasil nya .
beberapa jam Wilson sudah menemukan kebocoran rahasia perusahaan , dia langsung keluar dan masuk ke dalam ruangan bagian keuangan .
Kedatangan Wilson cukup mengejutkan tapi hanya sesaat , berbeda dengan kepala bagian keuangan siapa lagi kalo bukan Dodi Capris .
"Tuan Dodi , mari ikut saya ke ruangan" titah Wilson tegas
"Baik tuan"
Dodi dan Wilson meninggalkan ruangan tersebut setelah kepergian Wilson dan Dodi , para karyawan mulai bergosip-gosip memikirkan apa yang sudah di perbuat Dodi karena selama Dodi menjambat sebagai kepala bagian di sini tidak pernah sedikit pun dia di panggil.
Wilson menatap tajam pria di depan nya , pria yang sudah lama mengabdi di perusahaan tuan muda nya tapi kali ini semuanya terbongkar kejahatan pria di depan nya .
"apa kamu tahu , kenapa saya panggil kamu?" tanya Wilson dingin
Dodi menggeleng
"Yakin kamu tidak tahu ? apa kamu pura-pura bodoh hmm ?" Ucap Wilson sinis
"Sa-ya tidak tahu tuan" gugup Dodi
Wilson menyalakan laptop nya dan menampilkan Dodi dan orang misterius sedang berbicara serius dan menyerahkan sebuah falsdisk berwarna ungu .
Dodi yang melihat nya semakin gelisah tangan nya berkeringat peluh nya terus bercucuran membasahi tubuh nya .
"Kamu tahu Dodi , jika ada seseorang yang berhianat di perusahaan ini apa hukuman nya" ucap Wilson dingin
__ADS_1
Dodi bungkam tidak bisa mengelak atau membela diri nya sendiri nya karena semua nya sudah terlanjur terbongkar ,
Wilson memanggil anak buah nya masuk ke dalam ruangan , setelah anak buah nya tiba di ruangan nya Wilson memerintahkan membawa Dodi ke penjara bawah tanah dimana tempat eksekusi bagi para penghianat .
"Tuan , sa-ya mo-hon jan-gan bawa sa-ya" gagap Dodi
Wilson tidak menghiraukan perkataan Dodi dia terus berjalan di ikuti dengan anak buah nya di belakang memegang lengan Dodi , tiba nya di lobby semua para karyawan terkejut melihat Dodi pria yang sudah lama mengabdi di perusahaan tersebut di seret tanpa ada hormat sedikit pun .
Dodi yang menjadi pusat perhatian staff kantor langsung menundukan kepala nya terasa malu sekali bertahun-tahun dia bekerja di sini baru kali ini dia kena masalah karena perbuatan nya , Dodi di masukan ke dalam mobil dan mobil pun langsung melaju meninggalkan gedung .
Setelah kepergian Dodi yang di perlakukan seperti penjahat kini seisi kantor heboh dan bertanya-tanya , mereka semua sedikit heran dengan kejadian yang sekarang mereka lihat pemandangan yang baru terjadi kepada seorang Dodi yang sangat di hormati para karyawan kantor .
Sedangkan di tempat lain tepatnya di markas bernuansa gelap , bau hanyir menyengat masuk ke dalam hidung dimana lagi kalau bukan ruang bawah tanah tempat eksekusi para penghianat sudah tidak terhitung berapa manusia yang sudah mati di ruangan ini di siksa dengan brutal tanpa belas kasihan .
Wilson menatap tajam Dodi yang kini lengan nya sudah terikat dengan rantai sangat besar dan super tebal , Wilson mengeluarkan sebuah pistol kesayangan nya dari dalam saku blazzer nya .
"Siapa yang menyuruhmu" tanya Wilson
Dodi menggeleng
"Tidak ada tuan" ucapnya
Wilson tersenyum sinis
"kamu yakin tidak ingin bicara ? nasib putri dan istri mu di tangan mu Dodi"Tegas Wilson
Dodi terdiam , air mata nya jatuh saat mendengar Putri dan Istri nnya di sebutkan hati nya sakit dan merasa bersalah atas perbuatan nya tapi dia bimbang antara jujur atau bungkam .
" Saya menunggu jawaban kamu Dodi ! apa kamu tidak mencintai istri dan Putri mu hmm"ucap Wilson
__ADS_1
Wilson langsung mengeluarkan ponsel nya dan menghubungkan panggilan video , betapa kaget nya Dodi saat melihat istri dan putri nya di ikat dan di sekap di sebuah ruangan yang sangat kumuh hati nya sakit air mata nya terus berjatuhan tanpa henti .