
Suara alunan musik dj yang di mainkan dengan dj yang profesional memiliki bentuk tubuh yang indah paras nan cantik kulit putih , bikini yang melekat di tubuh seorang dj yang tak lain Helen mantan kekasih Alex yang masih menaruh hati nya dan harapan nya untuk kembali bersama Alex .
Pengunjung yang semakin malam semakin ramai di dalam club malam , mereka semua sangat bahagia saat melihat penampilan Helen malam ini .
Helen yang memang sengaja manggung di club tempat Alex kumpul , ia tidak akan menyerah begitu saja apalagi saingan nya tidak lah selevel dengan dirinya .
Bahkan Helen selalu menatap tajam setiap wanita yang bernama Nanda itu sedang sibuk mondar-mandir memberikan pesanan para tamu .
Helen sangat benci dengan kehadiran wanita itu di club malam ini yang mampu menarik perhatian Alex , karena Helen tahu dulu saat dirinya memtuskan hubungan dengan Alex , Alex sangat terpuruk saat ditinggal nya pergi bahkan ia mendengar dari cerita teman-teman nya yang mengatakan bahwa Alex tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun .
tapi dengan kehadiran Nanda disini merubah semua rencana Helen , ia jadi bekerja lebih extra mendapatkan cinta Alex kembali .
Alex pun memasuki club malam tak sengaja mata nya melihat penampilan Helen yang hanya menggunakan bikini saja , Alex mendengus kesal dan jijik menatap Helen .
Alex tidak pernah suka dengan penampilan Helen yang sangat fulgar , Alex semakin membenci Helen .
Alex pun memesan minuman seperti biasa dan tak lupa ia meminta Debora , untuk Nanda mengatarkan minuman nya entah ada angin apa malam ini ia ingin ditemani oleh Nanda untuk mendinginkan emosi nya .
"Selamat malam tuan , silakan di nikmati minuman nya" ucap Nanda sopan setelah ia sudah sampai di dalam ruangan VIP
"Duduklah , temani saya minum" ucap Alex setengah memaksa
Nanda berdiam berfikir sejenak
"saya tidak akan macam-macam" ucap Alex lagi yang tahu bahwa Nanda sangat takut .
Akhirnya Nanda pun menurut untuk duduk di samping Alex , tidak ada suara yang keluar dari mulut mereka masing-masing hanya terdengar suara alunan musik .
Pintu ruangan pun terbuka Nanda dan Alex menatap nya bersamaan , Alex menatap jijik dengan seorang wanita yang baru saja masuk sedangkan Nanda hanya terlihat santai .
"Lex" panggil manja Helen
"hmm" Alex malas meladenin Helen
Helen yang melihat Alex acuh mau tak mau ia mendekati Alex dan memeluk nya , air mata nya turun begitu saja .
__ADS_1
"tolong lepaskan saya Helen , tidak perlu kamu mengeluarkan air mata busukmu" ucap Alex dingin
Nanda hanya mendengarkan drama yang di perankan oleh dua manusia di samping nya , ia tidak peduli sama sekali .
Helen tidak mengubris perkataan Alex ia terus memeluk Alex sambil mengeluarkan air mata nya , Alex yang lama-lama muak dan jijik mendengarnya ia langsung menghempaskan tubuh Helen dengan kasar .
Helen menatap nya tidak percaya , Alex tidak pernah sekasar ini pada dirinya .
"Kamu kejam Lex , hanya karena wanita murahan seperti dia kamu berani kasar dengan aku" Murka Helen sambil menujuk Nanda dengan tatapan tajam
Nanda yang di tunjuk tidak terima , bahkan ia di bilang wanita 'murahan'? Nanda benar-benar sakit hati mendengar nya , kata-kata yang sangat menyayat hati nya air mata Nanda pun turun begitu saja tanpa permisi .
"Cukup Helen , dia bukan wanita murahan seperti kamu yang mampu meninggalkan orang yang benar-benar tulus denganmu demi pria yang baru saja kamu kenal" bentak Alex
Alex menatap Nanda yang sudah berurai air mata , ia tahu kini hati Nanda sangat sakit .
"Saya permisi tuan , lebih baik anda kelarkan masalah anda dan tidak perlu membawa-bawa saya" ucap Nanda yang langsung bangkit .
Sebelum Nanda keluar tangan kekar Alex sudah memeluk tubuh kecil itu dengan sangat erat , ia menatap Helen dengan tatapan tajam entah kenapa hati nya sangat sakit melihat Nanda menangis .
Mau tak mau Helen keluar dengan menghentak-hentakan kaki nya , ia sudah muak melihat Alex yang peduli dengan Nanda .
"tunggu pembalasan ku wanita murahan , permainan dimulai" ucap Helen tersenyum licik saat ia sudah di luar ruangan
Helen meninggalkan tempat itu dan langsung kembali lagi dengan pekerjaan nya , biarkan hari ini ia mengalah dengan wanita itu tapi untuk hari esok dan seterusnya itu tidak akan terjadi .
Alex memapah Nanda untuk duduk kembali , suara tangis Nanda kini sudah tidak terlalu keras dan mulai sedikit tenang .
Alex menatap wajah yang sudah sembab karena terlalu lama menangis , wajah yang sangat sejuk di pandang dan sangat nyaman di hati nya .
Waktu pun terus bergulir tidak terasa sudah mau pagi , Nanda dan Alex sudah siap-siap untuk keluar dari ruangan .
"Gantilah pakaianmu biar ku antar" ucap Alex santai
Nanda berdiam , apa mungkin ia harus menurut setelah menimang-nimang Nanda ingin menolak nya tapi kenapa mulut nya tidak sinkron untuk saat ini .
__ADS_1
"iya"
Nanda langsung pergi ke ruang ganti sedangkan Alex langsung menunggu di barthender , selang beberapa menit Nanda berjalan menghampiri nya bersama seorang wanita yang sudah sangat ia hapal .
"Boleh aku ajak Melisa , karena aku sama dia satu kost" ucap Nanda yang langsung di angguki Alex
Alex berjalan keluar di ikuti dengan dua wanita di belakang nya , Melisa yang sangat gugup karena untuk pertama kalinya ia di antar oleh tuan muda .
bahkan tadi saat Nanda memberitahukan bahwa ia akan pulang bersama Alex membuat Melisa dan Debora terkejut , karena wanita manapun yang selalu mengejar-mengejar Alex tidak ada yang bisa menaiki mobil itu .
Nanda juga menceritakan kalau Alex hanya seorang supir saja , membuat Melisa dan Debora saling pandang mendengar cerita Nanda .
Tiba-tiba di perjalan pulang , Nanda jadi ingin bertanya keganjalan di hati nya karena ia heran melihat Alex yang selalu ke club malam berpakain rapih dan membawa mobil mewah tidak terlihat seperti seorang supir .
"hmm..boleh aku bertanya satu hal"tanya Nanda ragu-ragu
Alex mengangguk .
"bukankah kamu hanya seorang supir ? tapi kenapa pakaian ? mobil mewah ? dan lain-lain yang kamu pakai tidak terlihat seperti kamu seorang supir bahkan kamu sering datang ke sini"tanya Nanda
Alex menghembuskan nafas kasar nya , ia melirik spion menatap tajam Melisa untuk tidak membuka identitas asli nya Melisa yang melihat sorot mata itu langsung mengalihkan pandangan nya ke luar jendela .
" Karena bosku sangat baik , ia selalu memberikan hiburan untuk dan barang-barang lainnya"ucap Alex
Nanda mengangguk tanda ia mengerti , tapi ada satu hal lagi ia ingin tanyakan Nanda menatap Alex , Alex yang tahu langsung menghentikan mobil nya dan menatap Nanda lekat .
"tanyakan apa yang ingin kamu tanyakan , sebelum kita sampai" ucap Alex santai
"hmm .. bukan kah kamu waktu ke sini untuk mengurus bisnis kalo engga salah aku dengar waktu itu" tanya Nanda ragu-ragu
Alex memijat pelipis nya yang tidak terasa pusing .
"Oh itu , itu perusahaan bosku aku disuruh untuk mengurus nya karena mengalami masalah" ucap Alex
"oh , bagus dong berarti kamu di percaya sama bos kamu" ucap Nanda puas mendengar nya walaupun hatinya masih sedikit ragu
__ADS_1
Alex bernafas lega , ia pun kembali melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang .