Gadis Rusak Kesayangan Presedir

Gadis Rusak Kesayangan Presedir
Episode 14


__ADS_3

Malam hari nya Nanda bersiap-siap untuk berangkat kerja ia sudah bisa sedikit melawan trauma nya , tapi kegelisahan itu selalu ada Nanda sekuat tenaga menahan nya agar tidak berlarut larut dalam kesedihan .


Nanda tidak ingin menjadi wanita yang lemah ia akan merubah diri nya menjadi wanita yang kuat dan tegar menghadapi cobaan yang dia hadapkan , Nanda melihat jam yang melingkar di lengan jam sudah menunjukan pukul 19:00 Nanda langsung buru-buru keluar dari kosan nya .


Sesampainya di luar ia melihat Melisa yang baru saja menuruni anak tangga , dengan cepat Nanda mengejar nya ia belum begitu hapal perjalanan tempat kerja nya dan kosan nya .


"Mba , tunggu aku"teriak Nanda sambil berlari kecil mengejar Melisa


Melisa yang mendengar langsung menoleh ke arah sumber suara yang tak asing bagi nya , dia tersenyum melihat sahabat nya mau berangkat kerja lagi dan melupakan semua yang terjadi .


"hai mba , kamu berangkat ? apa tidak sebaiknya mba istirahat saja"ucap Melisa lembut


"iya , aku sudah tidak apa-apa bosan di kosan saja"ucapnya , Nanda dan Melisa langsung menaiki taksi online yang sudah di pastikan Melisa yang pesan nya .


Sepanjang perjalanan Nanda menatap keluar jendela dia melihat suasana malam di negara Jepang yang sangat ramai , banyak sekali karyawan kantor yang berlalu lalang di jalan raya .

__ADS_1


30menit Nanda dan Melisa tiba di club' , Nanda menghembuskan nafas nya agar hati nya sedikit tenang .


Melisa dan Nanda langsung mengganti pakaian nya selesai mengganti pakaian nya mereka langsung keluar menuju barthender , dimana mereka akan menunggu tugas nya masing-masing dari mami Debora .


Nanda terdiam sejenak dia melihat sekeliling club' yang mulai di padati para pengunjung , malam ini sedikit ramai karna hari weekend pekerja kantor libur .


Lamunan Nanda Buyar saat sebuah tangan lembut memegang pundak nya , Nanda tersenyum ramah saat melihat wanita paruh baya yang masih cantik di usia nya saat ini .


"Nanda semalam kamu kemana ? mami dan Melisa mencarimu" tanya Debora , ia tidak tahu mengenai Nanda yang mengalami pelecehan .


"Benarkah ?"tanya Debora meyakinkan , ia menatap manik mata Nanda intens mencari kebohongan di manik mata Nanda namun Nanda yang mengerti langsung mengalihkan pandangan ke sebrang arah membuat Debora curiga .


"katakanlah yang sejujurnya , jangan kamu tutupi seperti itu nak karna kamu bekerja disini sudah tanggung jawab ku"ucap Debora tulus , ia tidak ingin seorang wanita yang bekerja sebagai pengantar minuman terjadi yang tidak ia inginkan apalagi ia melihat Nanda yang memiliki trauma di masa lalu nya itu lah kenapa Debora sangat peduli dengan Nanda .


Nanda tersentuh mendengar nya ternyata apa yang ia pikirkan tentang Debora tidak lah buruk , Debora yang bekerja sebagai mami ia tidak pernah memaksa anak buah nya untuk melayani lelaki hidung belang .

__ADS_1


"Hmm .. lupakan saja mih , aku tidak apa-apa kok"ucap Nanda meyakinkan Debora .


"katakan jika kamu terjadi sesuatu , aku tidak pernah memaksa siapa pun menjadi pemuas nafsu lelaki karna pada dasar nya aku hanya sebagai atasan mu tapi aku meminta sama kalian jangan seperti mereka yang mencari jalan pintas untuk mendapatkan uang banyak walaupun kita bekerja di dunia malam tapi kita tidak boleh menjual mahkota kita demi uang ingat itu Melisa Nanda "jelas Debora , ia tidak ingin di anggap penjual wanita bahkan dia sudah memperingati anak buah nya untuk tidak melakukan itu tapi dasar nya wanita yang sudah melihat uang tanpa memperdulikan risiko nya .


Debora langsung pergi setelah mengatakan hal itu , Nanda dan Melisa menatap punggung Debora yang semakin jauh ada rasa bahagia ia bekerja di sini apalagi mendengar penuturan Debora yang sangat perhatian terhadap anak buah nya .


"mami sudah dari dulu seperti itu , bahkan mami pernah di tawarkan manager club' untuk bekerja di tempat nya menjadi pengatur wanita-wanita pemuas tapi mami Debora menolak nya mentah-mentah karna bagi mami cukup menjadi atasan untuk wanita-wanita pengantar minuman saja"jelas Melisa , ia tahu Nanda pasti bertanya-tanya .


"lalu ? yang di maksud mami Debora mereka itu siapa?"tanya nya


"mereka sebelum menjadi pemuas pria , mereka bekerja seperti kita dulu pengantar minuman banyak sekali tapi karna mereka tergoda uang banyak jadi mereka mutuskan untuk menjadi pemuas pria bahkan mami Debora sudah melarang nya tapi mereka tidak mendengar nya ada satu wanita yang mami Debora bawa dari kampung halaman nya , dia bekerja seperti kita awalnya wanita itu menolak dikira akan dijual tapi setelah wanita itu aku jelaskan dia mau bekerja disini tapi semakin lama wanita itu tergoda oleh uang 30juta wanita itu tidak ingin menyia-nyiakan uang sebesar itu akhirnya ia mau menjual mahkota nya yang masih virgin"jelas Melisa , ia dia tahu semua nya karna ia sudah lama bekerja disini sebagai pengantar minuman bahkan dia dijaga sangat posesif sama Debora karna Debora sudah menganggap Melisa anak nya .


Nanda mengangguk , ia benar-benar salut dengan mami Debora yang menjaga anak-anak nya .


"Mami Debora juga memiliki anak perempuan , ia bekerja disini untuk memenuhi kebutuhan anak nya karna Mamih single parent"ucap Melisa lagi

__ADS_1


Selesai menceritakan semua nya Nanda dan Melisa mengantar kan minuman ke para tamu , Nanda mengantar minuman ke ruangan VIP .


__ADS_2