
Nanda dan Melisa tiba di kosan nya mereka masuk kedalam kamar mereka masing-masing untuk membersihkan tubuh nya cuaca diluar panas membuat tubuh mereka lengket , Nanda langsung masuk kedalam kosan nya dia menaruh barang belanjaan nya di meja .
"Huh .. sungguh melelahkan"Nanda langsung menyambar handuk nya dan masuk kedalam toilet .
selesai membersihkan tubuh nya Nanda merebahkan tubuh di ranjang sehari berbelanja dan jalan-jalan bersama Melisa menguras energi nya , hari yang sungguh menyenangkan melupakan kesedihan nya di saat dia mengelilingi kota Jepang .
Nanda mengambil figura foto yang berada di samping ranjang foto kedua orangtua nya dan dirinya semasa hidup , kenangan dan kerinduan terhadap kedua orangtua nya hanya angan belaka . bahkan masa depan nya kini sudah hancur lebur seperti debu yang tidak bisa di ulang kembali seperti semula , Nanda menyesali perbuatan nya yang sangat percaya pada lelaki separuh jiwa nya dia serahkan terhadap laki-laki yang merusak masa depan nya .
Air mata nya jatuh tanpa permisi kehilangan kedua orangtua di usia nya yang masih belia , ditambah kehancuran masa depan nya . masa depan yang indah memiliki keluarga yang harmonis kini Nanda tidak mengharapkan itu semua , sekarang dirinya hanya bisa mensesali apa yang terjadi sekarang pada dirinya .
Tak terasa waktu sudah sore Nanda bersiap-siap untuk berangkat kerja aktifitas nya sekarang tanpa ijazah membuat Nanda pasrah , jika dia menolak sudah di pastikan dia bingung untuk mencukupkan kebutuhan nya sendiri .
ketukan pintu terdengar dengan langkah yang cepat Nanda membuka pintu nampak seorang wanita muda yang tengah berdiri di depan kamar kos nya , Nanda mempersilakan Melisa masuk kedalam kamar kos nya untuk menunggu dirinya bersiap-siap .
"aku siap-siap dulu sebentar iya mba , tadi aku ketiduran hehe"Nanda sengaja berbohong agar dia tidak menampakan kesedihan nya di hadapan Melisa , namun Melisa hanya tersenyum getir dia tahu sahabat nya kini tengah menutupi kesedihan nya .
"hayu mba kita berangkat keburu malam"Melisa mengangguk dan beranjak dari tempat duduk nya , mereka keluar dari kamar kos Nanda berjalan keluar gerbang taksi online yang Melisa pesan sudah sampai di depan kos .
perjalanan ke tempat kerja nya cukup jauh jalan raya yang di penuhi kendaraan roda empat dan dua dimana waktu karyawan kantor dan pabrik berlalu lalang , Nanda sungguh miris melihat karyawan kantor dan pabrik dia ingin bekerja di pagi hari dan halal namun apalah daya dia tidak memiliki kemampuan untuk itu bahkan ijazah saja dia tidak memiliki nya .
__ADS_1
Nanda dan Melisa tiba di tempat kerja mereka pekerjaan yang di anggap hina dan jijik masyarakat tapi Nanda dan Melisa tidak memperdulikan itu semua yang terpenting dirinya tidak menjual tubuh nya pada lelaki hidung belang , Nanda sebenar nya ingin mencari pekerjaan di tempat makan tapi sudah mencari di sosial media dia belum menemukan nya mungkin belum waktu nya dia mendapatkan pekerjaan yang layak .
Nanda dan Melisa mengganti pakaian nya dengan pakaian sexy yang menonjolkan buah dada mereka yang membuat para lelaki tergoda , jujur Nanda sangat risih memakai pakaian ini namun apa daya pekerjaan dia seperti ini tidak mungkin dia memakai gamis atau celana jeans bisa di marahin dia sama mami club' .
Nanda berjalan menyusuri lorong club' setelah Melisa pergi dari ruang ganti karna Melisa harus mengantarkan pesanan tamu langganan nya , Nanda melihat sekeliling yang semakin malam semakin ramai tamu-tamu berdatangan ada yang sendiri , ada yang membawa teman nya dan ada yang membawa kekasih nya entah itu kekasih nya atau simpanan nya Nanda hanya menggelengkan kepala nya tidak habis melihat laki-laki seperti itu .
saat Nanda baru saja duduk di kursi barthender tiba-tiba datang seorang laki-laki duduk di samping nya Nanda menoleh dan menatap lekat wajah lelaki di samping sangat familiar bagi Nanda tapi ia lupa pernah melihat dimana laki-laki tersebut , tidak mendapatkan ingatan nya Nanda pun kembali menatap lurus dengan tatapan kosong pekerjaan nya saat ini belum ada .
Alex yang duduk di samping Nanda dia memperhatikan wanita yang selalu terbayang-bayang di pikiran nya , untuk pertama kali nya dia duduk di barthender biasa nya dia selalu di ruangan khusus untuk bersenang-senang tapi entah mengapa setelah melihat Nanda dia ingin sekali duduk di sana .
"Vodka satu!"Alex memesan minuman favorit nya , tapi mata nya tidak berhenti melirik wanita di samping nya .
"selamat malam tuan , kenapa anda disini tidak biasanya anda disini ?"mami di club' yang melihat pemilik club' ada di barthender dia langsung menghampiri nya sambil mengerutkan keningnya tidak biasa nya tuan muda nya disini .
"baiklah .. apa tuan membutuhkan sesuatu"tanya sang mami club'
"tidak .."
mami club' menghampiri Nanda dia memberikan kertas pesanan tamu .
__ADS_1
"antarkan ini ke ruangan tuan Doni"
"baik mi , aku antar sekarang"Nanda pergi begitu saja tanpa melihat pria di samping nya yang terus melirik nya tanpa henti .
Nanda tiba di ruangan VIP no.150 dimana tamu pengusaha dan penjabat tinggi yang memilih ruangan VIP , namun perasaan Nanda mendadak tidak enak dia langsung menarik nafas dan mengetuk pintu saat pintu terbuka terlihat empat wanita berpakaian sexy dan pria berjumlah empat ditambah kemesraan mereka yang sangat fulgar jijik Nanda melihat nya .
"permisi tuan , ini minuman nya silakan tuan saya permisi"Nanda membungkuk hormat saat dia hendak keluar tiba-tiba tangan seseorang menarik lengan nya membuat langkah Nanda terhenti jantung nya berpacu lebih cepat wajah nya pucat pasi dengan setengah berani Nanda berbalik dan menatap laki-laki yang sudah berumur .
"maaf tuan , ada yang bisa saya bantu"Nanda menatap laki-laki berumur di depan nya , tatapan yang di tunjukan ke anda sungguh itu tatapan gairah membuat Nanda menciut .
"siapa namamu ? seperti nya kamu baru ? lebih baik kamu ikut aku untuk bersenang-senang!"pria di depan nya terus memainkan rambut nya Nanda benar-benar takut jantung nya terus berpacu .
"maaf tuan , saya hanya bertugas mengantarkan minuman wanita yang bisa anda ajak bersenang-senang sudah ada di sana"dengan keberanian Nanda berkata dia tidak ingin menambah dosa bahkan dirinya saja jijik mendengar kata-kata itu .
"kenapa kamu menolak ? kamu mau di bayar berapa saya sanggup , tinggal kamu ucapkan saja jumlah nya"duarrr Nanda melotot dia tidak percaya tubuh nya di hargaan sungguh gila .
"maaf tuan , saya tidak membutuhkan uang anda saya permisi"Nanda langsung meninggalkan ruangan itu , namun saat dia setengah jalan pria paruh baya tadi menarik nya dengan paksa .
"hei .. wanita jalang sombong sekali kamu , berapa yang kau mau ?"Nanda meneteskan air mata nya lagi-lagi penghinaan terhadap dirinya terulang kembali .
__ADS_1
"saya bukan wanita yang anda maksud tuan , tolong jaga bicara anda!"Nanda tidak tahu lagi harus bagaimana dia lari akan tetap di kejar mau tidak mau dia harus meladeni pria tua itu agar dia terbebas .
"CK...engga usah munafik jalang ,, jalang ya tetap jalang!"pria tua itu menarik lengan Nanda dengan kasar , Nanda terus berteriak meminta pertolongan namun percuma di ruangan ini sudah di penuhi musik tidak mungkin ada yang mendengar , air mata nya terus menetes dia sudah pasrah jika malam ini tidak ada yang menolong dirinya dia pasrah di nodai pria tua .