
Ruangan yang serba putih alat-alat medis yang tertempel di tubuh seorang gadis yang sudah selama seminggu ini belum ada tanda-tanda gadis itu akan bangun , dan sudah selama seminggu ini Alex terus menemani sang kekasih yang terbaring di kasur rumah sakit .
bahkan Alex memindahkan alat-alat pekerjaan nya ke ruang rawat tersebut , ruangan yang cukup luas dan di fasilitasi sofa , kasur yang berukurang king size untuk para penunggu dan ac yang mendinginkan ruangan .
Sudah seminggu ini pula Wilson belum bisa menemukan mobil yang menambrak Nanda , Alex gelisah dan pusing masalah nya belum bisa selesai bahkan dia belum bisa membebaskan Helen dari ruang bawah tanah karena masalah ini belum terungkap jika bukan Helen pelaku nya .
Alex tengah fokus dengan layar laptop di depan nya , akhir-akhir ini dia disibukan dengan para investor yang ingin segera proyek-proyek nya selesai sungguh membuat kepala Alex ingin pecah seketika .
"kapan kamu sadar sayang , aku sudah sangat rindu dengan senyum manis mu" ucap Alex sambil menatap sang kekasih yang masih terbaring lemah tak berdaya
Alex kembali melanjutkan pekerjaan setelah dia menatap kekasih nya , Alex tak henti-henti bicara walaupun ia sibuk bekerja kadang dia mengeluarkan keluh kesah nya kadang dia menceritakan impian nya yang ingin memiliki keluarga kecil yang sangat bahagia .
Di sebuah danau yang indah seorang gadis tengah berdiam diri menatap air-air di depan nya , saat gadis itu tengah berdiam seorang wanita paruh baya dan pria yang sudah berumur tersenyum menatap nya .
Sepasang suami istri yang sangat bahagia melihat seorang anak nya yang sudah tumbuh besar , di peluk nya dengan hangat dan penuh cinta .
"Nanda anak mamah dan ayah yang sangat cantik , kembali lah dimana asal mu nak" ucap Nenti .
"iya nak , ayah ingin melihat kamu bahagia belum waktu nya kamu di sini nak kembalilah ada seseorang yang sangat sayang kepada kamu" ucap Ferdy
Nenti dan Ferdy adalah kedua orang tua Nanda yang sudah lama meninggal , tentu Nanda sangat bahagia bertemu dengan kedua orangtua nya .
"tapi Nanda ingin bersama ayah dan mamah , Nanda sudah tidak sanggup untuk kembali" keluh nya
Nenti dan Ferdy memeluk anak gadis nya kembali , dia tahu keadaan anak nya di sana tapi ini bukan waktu nya anak nya bersama dengan dirinya .
"kembali nak , walaupun kamu di sana selalu datang masalah tapi itu semua ujian dari maha kuasa sayang kamu harus kuat menjalanin nya kita akan selalu ada di hati kamu sayang" ucap Ferdy tulus
Nanda mengangguk
__ADS_1
"ayo sayang kamu harus kembali , ikutlah dengan kami" ajak Nenti
Nanda berjalan di dampingi kedua orang tua nya , tangan nya di pegang sangat erat oleh sang mamah dan ayah tercinta .
Nanda tiba dimana sebuah cahaya putih , cahaya putih yang akan mengantarkan dirinya kembali Nenti dan Ferdy pun melepaskan genggaman nya dan memeluk anak kesayangan nya .
"kembali lah dan berbahagia" ucap Nenti
Nanda mengangguk dan mulai melangkah perlahan sesekali dia menengok kebelakang dimana kedua orang tua nya yang semakin lama semakin menghilang .
Alex menggenggam lengan Nanda sangat setelah dia selesai membereskan pekerjaan nya , mata nya yang sudah tidak tahan mengantuk dia pun tertidur sambil memegang tangan Nanda .
Baru beberapa menit Alex memejamkan mata nya , di telapak tangan nya terasa ada gerakan membuat Alex langsung membuka bola mata nya lebar-lebar .
Tangan Nanda bergerak perlahan-lahan kemudian mata nya pun ikut terbuka , Nanda mengerjap-ngerjap kan kedua mata nya menyesuaikan cahaya lampu yang menyorot .
"kamu sudah bangun sayang , makasih tuhan engkau telah mengabulkan doa-doa ku " ucap Alex yang langsung menciumi wajah Nanda tanpa henti rasa bahagia nya benar-benar tidak bisa di gambarkan .
"Sebentar sayang aku panggil dokter dulu baru kamu boleh berbicara" ucap Alex yang langsung memencet tombol merah tak lama datanglah dokter dan para suster masuk kedalam dengan senyum bahagia .
"selamat sore tuan , nona kami periksa dulu iya keadaan nona"ucapnya yang langsung di persilakan oleh Alex
Alex tak henti-henti nya tersenyum saat Nanda sudah sadar dan bisa melewati masa kritis nya , tidak sia-sia dia setiap hari mengajak ngobrol Nanda walaupun tidak ada jawaban dari Nanda .
Tapi hari ini dia sangat bahagia dia bisa melihat senyum itu lagi bola mata yang indah yang selalu terlihat teduh .
" alhamdulilah , nona sudah melewati masa kritis nya dan semua nya normal tidak ada masalah serius tunggu 2hari lagi nona boleh pulang"jelas dokter cantik tersebut
"Terima kasih dok" ucap Nanda dan Alex bersamaan
__ADS_1
Alat-alat medis yang menempel di tubuh Nanda kini di lepaskan satu-persatu hanya tersisa jarum infus saja yang masih melekat di lengan nya , setelah dokter dan para suster selesai dengan tugas nya Alex kembali duduk di samping Nanda dan menggenggam lengan nya .
"makasih sayang kamu sudah mau bangun kembali , aku benar-benar bersyukur" ucap Alex
Nanda tersenyum
"iya mas , aku juga senang bisa melihat mu lagi dan aku pikir kamu tidak akan menunggu ku di sini" ucap Nanda yang memang sangat khawatir jika Alex akan meninggalkan nya tapi ternyata Alex selalu ada di samping nya .
"sstt .. aku akan selalu ada di samping kamu sayang , jadi tidak perlu khawatirin itu iya" ucap Alex
Mata Nanda terus mengitari tubuh nya yang sangat berbeda , dia meraba-raba di leher nya yang mendapatkan benda yang sebelum nya tidak pernah ada melingkar di leher nya lengan yang sudah ada benda melingkar di sana dan cincin yang sudah tersemat di jari tengah nya Nanda tersenyum senang dan menatap Alex yang tengah tersenyum .
"kapan kamu memakaikan benda-benda ini di tubuh ku mas , ini pasti harganya mahal" tanya Nanda
Alex mengelus rambut Nanda sangat lembut di kecup nya kening Nanda dengan lembut .
"aku memakaikan itu waktu kamu lagi tidur panjang sayang , aku ingin kamu bahagia saat terbangun dan untuk masalah harga tidak usah di pikirkan okey" ucap Alex
"tapi ini berlian mas , mahal harga nya aku tidak pantas memakai ini karena aku.."
"tidak usah di lanjutkan lagi , ucapan kamu akan membuat aku sakit sayang kamu pantas memakai benda itu dan sangat indah di tubuh kamu" potong Alex
Nanda berusaha bangun di bantu oleh Alex , dia memeluk tubuh kekar itu dengan erat aroma mint yang sangat menyengat masuk ke indra penciuman nya aroma yang sangat dia rindukan .
"Terima kasih mas kamu sudah cukup membuat aku bahagia , walaupun ini terlalu berlebihan" ucap Nanda
Alex melepaskan pelukan Nanda dan mengubah posisi bantal agar Nanda duduk dengan nyaman .
"ceritakan sama aku selama kamu tidur sayang , pasti kamu sangat bahagia iya di sana" tanya Alex
__ADS_1