
Alex memikirikan sesuatu sebelum ia menjawab pertanyaan Nanda , Alex berdiam hampir 15menit tiba-tiba sebuah ide di otak nya muncul .
"Saya hanya seorang supir yang gajinya tidak terlalu besar untuk membeli berlian" ucap Alex bohong
Nanda menatap Alex lama , ia mencari kebenaran yang di katakan oleh lelaki di sampingnya .
Entah mengapa Alex ingin menutupi identitas nya sebagai CEO , apa mungkin karena ia pernah dimanfaatkan dengan seseorang karena ia ahli waris dari keluarga nya .
"hmm .. apa kekasih anda meninggalkan anda karena pekerjaan dan ekonomi" tanyanya , Nanda begitu penasaran dengan kisah cinta lelaki di sebelahnya entah mengapa hati mendorong untuk terus bertanya .
"iya , dia ingin saya memiliki harta yang banyak agar dia bisa merasakan barang-barang branded" ucap Alex bohong lagi ,
"berarti kekasih anda tidak mencintai anda dengan tulus" ucap Nanda santai , walaupun ia pun pernah merasakan sakit hati berturut-turut
Alex mengangguk , ia menatap bola mata bula yang sangat indah di pandang bulu mata lentik bibir tipis berwarna merah muda gadis yang memiliki kelebihan yang sangat cantik .
Alex dan Nanda berdiam sambil pemandangan di depan , nampak genangan air yang sejuk pepohonan yang bernari-nari kesana kemari .
Alex bertanya-tanya dengan hati kecil nya sendiri , kenapa ia senyaman ini di samping wanita ini wanita yang baru ia kenal bahkan ia nyaman berbicara dengan wanita di samping nya .
Hari semakin sore Nanda memutuskan untuk pulang ke kost nya , karena malam ini ia harus bekerja .
"Hari sudah mulai gelap tuan , saya pamit dan terima kasih atas tumpangan nya dan waktu nya" ucap Nanda sopan tidak seperti biasa yang selalu kasar dan jutek berbicara dengan lelaki di samping nya .
Hati Nanda merasa iba setelah mendengar cerita dari laki-laki tersebut , entah kenapa ia jadi empati .
"Biar saya antar" ucap Alex yang langsung berjalan terlebih dahulu
__ADS_1
Nanda mengikuti langkah lelaki di depan nya , untuk kali ini ia akan berusaha mempercayai laki-laki di depan nya yang sudah berbuat baik terhadap dirinya .
mobil pun berjalan memecahkan jalan raya yang sudah di padati dengan kendaraan lain , suasana di dalam mobil hening tidak ada yang berbicara satu sama lain hanya terdengar deru mesin mobil saja .
Danau yang mereka kunjung jauh dari pusat kota hingga memakan waktu untuk mereka kembali ke kota , di tambah perjalanan pulang mereka macet karena ada kecelakaan di depan .
Alex menatap ke samping , wanita yang sedang menatap luar jendela sangat kelihatan sekali cemas .
"Ada apa ?" tanya Alex
Nanda menoleh ke arah Alex , ia menatap dengan tatapan bingung dan khawatir .
"tidak apa-apa" ucap Nanda santai
Alex menghembuskan nafas nya kasar , wanita di samping nya mengelak padahal sudah jelas ia melihat kecemasan di wajah nya .
"saya bisa lihat dari raut wajah mu yang terlihat cemas , apa yang kamu cemaskan" tanya Alex
"Saya cemas , waktu terus berjalan hampir mau mahgrib saya masih disini sedangkan saya harus kerja" ucap Nanda menunduk , ia memang cemas telat masuk kerja takut mami Debora marah terhadap dirinya .
Alex yang mengerti ia langsung mengambil ponsel nya di dashbor mobil , ia mencari nama seseorang dan menelpon nya tak lama panggilan nya pun terjawab .
"Halo Debora , ini saya Alex ingin memberitahukan bahwa Nanda karyawan kamu agak telat masuk kerja dikarenakan kami terjebak macet" ucap Alex panjang lebar
Nanda yang mendengar langsung membulatkan mata nya , ia tidak percaya Alex akan menelpon Debora perihal dirinya yang akan telat masuk kerja .
Setelah mengatakan itu pada Debora , Alex langsung mengakhiri panggilan tersebut dan menatap Nanda dengan tersenyum .
__ADS_1
"tenang saja Debora tidak akan marah jika kamu telat" ucap Alex santai
Nanda hanya mengangguk patuh , ia jadi sedikit lebih tenang tapi sekarang yang ia cemaskan nanti Debora dan Melisa akan mengintrogasi dirinya Nanda hanya bisa pasrah .
Jalan yang sempat macet total kini kembali normal , Alex langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang ia sudah bosan dengan jalan yang akan selalu macet .
beberapa menit kemudian Nanda sudah sampai di kost nya , ia langsung berpamitan kepada Alex dan tak lupa ia berterima kasih mobil pun berjalan meninggalkan kost Nanda .
Nanda langsung masuk kedalam kost nya dan membersihkan tubuh nya , tak butuh waktu lama bagi Nanda untuk membersihkan tubuhnya yang sudah sangat lengket dari debu-debu di luaran sana .
Nanda langsung bersiap-siap untuk berangkat kerja , tak lupa ia pun memesan taxi online untuk dirinya membawa ke club malam tempat ia bekerja .
Nanda tiba di tempat pekerjaan nya , saat ia sampai di barthender ia melihat sosok wanita yang sedang duduk santai dan menatap dirinya dengan tatapan introgasi pasrahlah sudah Nanda .
"Malam Mi , Malam Mbak" sapa Nanda sopan menghilangkan rasa gugup nya .
"cepat ganti kostum mu dan kembali lagi ke sini dengan cepat" ucap Debora tegas
Nanda mengangguk , ia langsung melesat meninggalkan barthender dengan gugup dan panas dingin .
Nanda sudah mengganti kostum nya dengan mini dress berwarna putih sedikit hiasan pernak pernik yang melekat pada dress nya , Nanda langsung duduk di barthender dengan di hadapin tatapan tajam dari dua wanita di depan nya .
Nanda menghembuskan nafas nya .
"oke akan aku ceritakan tapi ingat jangan memotong pembicaraan aku" ucap Nanda yang langsung di angguki dua wanita di depan nya
"Tadi pagi aku jalan-jalan ke taman tapi karena taman nya tidak bisa bikin aku senang akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke danau yang aku cari di internet saat aku nyebrang ingin naik bus tiba-tiba sebuah mobil melaju kencang hampir menambrak ku untung nya pemilik mobil langsung mengerem saat melihat aku , yang aku tidak tahu ternyata pemilik mobil itu seorang laki-laki yang menelpon mami dan aku ke danau bersama dirinya karena dia menawarkan tumpangan aku pikir dia akan meninggalkan aku tetapi dia juga sama ingin ke danau itu akhirnya kami berdua di sana dan saat kami ingin pulang kami terjebak macet karena ada kecelakaan dan satu hal lagi yang penting , aku tidak ada macem-macem dengan dia bahkan dia tidak menyentuh ku tenang saja mba mih , aku bisa jaga diri baik-baik agar tidak menjadi pemuas ***** lelaki" ucap Nanda panjang lebar ia juga tahu saat ini Debora dan Melisa cemas terhadap dirinya yang tiba-tiba pergi bersama laki-laki lain .
__ADS_1
Debora dan Melisa bernafas lega , ternyata apa yang mereka pikirkan tidak seperti apa yang di lakukan Nanda dan Alex .
Setelah menjelaskan semuanya , Nanda dan Melisa kini bekerja dan mengatarkan pesanan-pesanan para tamu yang sudah mulai padati gedung ini .