
Rangga dan Alex kini saling menyerah satu sama lain Rangga yang tidak terima akan perkataan Alex begitu pun sebaliknya Alex yang tidak terima apa yang di perlakukan sama Rangga selama ini , perbuatan Rangga tidak bisa di maafkan bagi Alex .
"Dulu kamu merebut Helen dari aku Lex , sekarang giliran aku merebut wanita yang sangat kamu sayangi" ucap Rangga
Alex tersenyum miring
"Wanita yang saat ini bersama ku tidak akan berpaling , tidak seperti Helen wanita yang dulu kamu cinta Rangga" ucap Alex
Iya Alex yakin sangat yakin sekali bahwa Nanda tidak akan pernah menghinati nya tidak seperti Helen dulu .
"Apa kamu yakin ? jangan terlalu berharap Lex nanti kamu sakit hati jika wanita mu ternyata sama aja seperti Helen" ucap Rangga
Alex memukul bibir Rangga dia tidak terima wanita yang sudah sangat cintai di hina oleh orang lain , dengan orangtua nya sendiri pun dia tidak terima .
"jaga ucapan mu Rangga , apa maumu sekarang ha ? permasalahan dulu kau bawa-bawa sampai sekarang ha ? apa kamu tidak puas sudah menghancurkan hidupku" ucap Alex yang sudah marah
"aku belum puas jika wanita yang kamu cintai masih bersamamu" ucap Rangga
"tidak akan kubiarkan kamu mengambil wanita ku , dulu kamu sangat mencintai Helen bukan ? ambilah perempuan murahan itu " ucap Alex
Rangga tertawa sangat keras
"Wanita seperti Helen banyak di luaran sana Lex aku tidak butuh lagi , aku sudah tahu Helen seperti apa dan asal kamu tahu wanita yang sekarang menjadi istrimu aku tahu masa lalu nya dia sudah suci kan" ejeknya
"dia tidak suci bukan karena dia menjual tubuh nya , tapi dia wanita yang dulu di sia-siakan lelaki bejat" ucap Alex tersenyum
Alex tidak pernah malu akan hal masa lalu istri nya , itu bukan kesalahan istri nya melainkan kesalahan pria yang tidak memiliki rasa tanggung jawab .
"Apa bedanya dengan Helen yang tidak menjual tetapi memberikan dengan sukarela kepada pria diluaran sana" ucap Rangga
"Ck..jelas berbeda , Helen sukarela memberikan nya pada lelaki manapun karena dia menikmati nya beda hal nya dengan istri ku yang memberikan nya kepada orang yang dulu dia sayang" ucap Alex
__ADS_1
"Dan aku sudah tahu semua nya Lex , bahwa kamu dulu mendekati Helen terus menerus dan kamu menjelekan aku ke pada Helen benar bukan" ucap Rangga
Alex termenung dengan ucapan Rangga kali ini , sejak kapan dia mengejar Helen ? sejak kapan dia menjelekan Rangga ke Helen ? sangat aneh bukan .
"asal kamu tahu Lex , kamu itu bodoh kamu sudah menjelak-jelekan aku ke Helen tetapi akhirnya Helen selingkuh dari kamu kamu tahu selingkuhan Helen itu siapa ha ? aku Lex haha" ucap Rangga
Alex mengerti sekarang .
"Tunggu kamu bilang aku menjelek-jelekan kamu ? aku mengejar-ngejar Helen ? why ? lelucon apa ini Rangga?" ucap Alex tersenyum
"tidak usah mengelak lagi Lex , aku sudah tahu dan aku menyesal dulu pernah menjadi sahabat mu" ucap Rangga
Alex tersenyum , Alex duduk di pinggir tembok dia sangat aneh dan lucu mendengar nya dan dia fikir Rangga membenci nya karena kesalahan pahaman dulu tapi setelah apa yang dia dengar ternyata ada musuh lain yang tak lain Helen .
"Baiklah , akan ku jelaskan agar kamu tahu yang sebenarnya apa kamu ingin mendengarnya" tanyanya
"Silakan"
"Jadi aku tidak pernah menjelek-jelekan kamu Rangga , karena saya masih anggap kamu sahabat saya" ucap Alex
Rangga terdiam sejenak , ia sedikit ragu untuk percaya tetapi dia tahu gimana sifat Alex dia mengenal nya dengan baik .
"apa kamu yakin dengan ucapan kamu tadi ? aku merasa kamu membohongi ku Lex" ucap Rangga
"kalau kamu tidak percaya ikutlah denganku , kita sama-sama minta kejelasan pada Helen kalau kamu mau" ucap Alex
Rangga berfikir sejenak apa dia harus percaya ? tapi dia sudah dengar dan tahu kalau Helen di sekap oleh Alex .
Rangga akhirnya memutuskan untuk mengikuti Alex dimana Helen di sekap , sebenarnya dia juga tidak ingin masalah ini terus menerus apalagi dulu dia bersahabat baik sama Alex .
Kini kepercayaan Rangga ke Alex sedikit demi sedikit kembali seperti sedia kala , karena apa yang di ceritakan Helen dulu dan yang di ceritakan Alex sekarang sungguh bertolak belakang .
__ADS_1
Tapi Rangga dan Alex bingung apa maksud tujuan Helen mengadu domba kan nya .
Rangga dan Alex tiba di markas , Alex langsung membawa Rangga keruangan bawah tanah dimana Helen yang sudah lama dia sekap .
"Rangga" Ucap Helen kaget
Rangga dan Alex tersenyum , mereka mengerti apa maksud dari ekspresi wajah Helen setelah melihat Rangga ada di sini .
"Hallo Helen sayang , kenapa kamu kaget sekali melihat ku hmm?" ucap Rangga
Helen menggelengkan kepala nya , tiba-tiba wajah nya sangat pucat sekali .
"Helen Helen tujuan mu apa sebenarnya ha ? mengarang cerita kepadaku ?" tanya Rangga yang sudah tidak sabar
Helen diam terpaku , kini masalah nya semakin panjang dan rumit kebusukan nya di masa lalu terbongkar .
"Jawab Helen"
Alex hanya berdiam melihat interaksi Helen dan Rangga , dia cukup mengerti dengan semua ini dan kesalahan yang di lakukan Rangga kali ini bisa ia maafkan karena ia tahu Rangga membenci bukan karena dia menjalin hubungan dengan Helen melainkan cerita dari Helen yang tidak pernah Alex lontarkan sedikit pun .
"Maafkan aku Rangga , dulu aku sangat ingin memiliki kalian berdua apalagi kalian dulu seorang mahasiswi tajir di sana akhrinya aku menyusun rencana agar mendapatkan kalian dulu aku menolak mu agar aku bisa mendekatkan Alex setelah Alex berhasil ku dapatkan baru kamu yang aku dapatkan tetapi aku harus membuat kalian bermusuhan dulu agar rencana yang aku rancang berhasil" jelas Helen
Rangga tersenyum miring , ternyata dia lah yang bodoh sudah di peralat dan kemakan omongan Helen .
"Murahan sekali kamu Helen , nyesel aku dulu pernah mencintai kamu" ucap Rangga
Rangga langsung meninggalkan ruangan bawah tanah , dia mengambil ponsel nya dan menghubungi seseorang .
"Lex , perusahaan mu sudah kembali normal para investor sudah saya bicarakan dan sekarang saya pamit saya minta maaf atas perbuatan saya selama ini" ucap Rangga
"sudah tidak perlu meminta maaf , ini semua bukan sepenuhnya salahmu lebih baik sekarang kita ke cafe sudah lama tidak santai-santai" ucap Alex
__ADS_1
Rangga pun setuju dia sudah lama sekali tidak kumpul bareng Alex rasanya lebih ringan dan lega setelah dia tahu sebenarnya , ternyata orang baru yang hadir di kehidupan kita tidak semua nya baik melainkan banyak sekali yang ingin menjatuhkan kita .