
Nanda memasuki ruangan VIP tersebut ruangan yang sudah menjadi saksi bisu tragedi kemarin malam , Nanda membuka pintu nya perlahan ia menunduk kan kepalanya sebagai tanda hormat dan meletakan minuman yang di pesan tamu tersebut di atas meja Nanda menata dengan rapi dan menuangkan sedikit cairan tersebut kedalam gelas dan di tambahkan sedikit es batu untuk penyegar nya .
Saat Nanda mendongkakan kepalanya ia sangat terkejut melihat pria yang sudah meniduri nya berada disini , Nanda berusaha tenang dan profesional dalam pekerjaan nya .
"Selamat menikmati tuan , saya permisi" pamit Nanda tanpa menunggu lama ia pun keluar dari ruangan tersebut dengan lega .
Nanda berjalan menuju barthender tempat ia menunggu pekerjaan selanjutnya , sambil berjalan Nanda melihat sekeliling club yang sudah sangat ramai membuat Nanda harus berdesak-desakan dengan pengujung .
"Bagaimana dengan keadaan mu mba , apa baik-baik saja" tanya Melisa setelah Nanda sudah sampai di Barthender .
"Hmm..aku baik-baik saja , aku akan berusaha melupakan yang sudah terjadi" ucap Nanda tenang , walaupun hatinya sedikit gelisah setelah bertemu pria tersebut .
"Baiklah aku senang mendengarnya mba , yasudah yuk kita antar kan pesanan lagi semakin banyak tamu" ucap Melisa tersenyum
Melisa mengantarkan minuman ke tempat yang berbeda sedangkan Nanda ia harus mengantarkan pesanan keruangan VIP tadi yang sudah ia antar , Nanda tidak curiga atau apapun tanpa menunggu waktu lama ia sampai di ruangan tersebut ruangan yang tadi sedikit ramai kini hanya tersisa dua orang pria saja lalu untuk apa mereka memesan minuman sebanyak ini sedangkan mereka hanya berdua .
Nanda langsung meletakan pesanan tersebut di atas meja dan menuangkan nya seperti biasa yang dia lakukan , setelah tugas Nanda selesai ia pun berpamitan namun baru saja ia memegang handle pintu suara seseorang menghentikan langkahnya .
"tunggu" ucapnya
__ADS_1
Nanda berhenti sekuat tenaga ia berusaha tenang menghadapinya ia sudah berjanji dengan dirinya sendiri untuk menjadi wanita yang tegar dan kuat , ia tidak ingin menjadi wanita yang lemah yang hanya bisa di jadikan boneka oleh laki-laki .
"iya tuan ada yang bisa saya bantu" ucap Nanda dengan tenang setelah ia berbalik dan menatap pria tersebut .
"ikut saya sekarang , tanpa bantahan sedikit pun" ucap Alex dan menarik lengan Nanda dengan kuat , Nanda berusaha melepaskan namun tenaga yang ia miliki tidak sebanding dengan pria tersebut .
Alex menarik lengan Nanda dengan sangat keras ia memasuki sebuah kamar , kamar yang kemarin malam ia tiduri dengan wanita yang ia tarik sekarang Alex menghempaskan tubuh Nanda ke ranjang dengan kasar .
"maksud tuan apa membawa saya ke sini ? saya sudah bilang kan semalam untuk melupakan kejadian kemarin dan saya sudah meminta maaf atas perlakuan saya kemarin" ucap Nanda
"iya saya ingat dengan omongan kamu kemarin , karena itu hanya sebagai trik saja kan karena sebenarnya kamu senang bisa tidur dengan saya dan jika kamu hamil nanti kamu meminta pertanggungan jawab saya kan wanita seperti anda sudah banyak saya temui" ucap Alex
"mohon maaf tuan yang terhormat , walaupun saya sudah tidak perawan tapi saya tidak semurahan itu bahkan saya tidak akan meminta pertanggungan jawab anda jadi tolong jaga ucapan anda" ucap Nanda tenang
"iya iya , kamu memang perempuan licik dan pintar kamu bisa membohongi pria lain tapi aku tidak akan tertipu , aku tahu kamu meminta pertolongan karena kamu mengincar saya kan karena harta saya akting kamu sudah banyak saya temui" ucap Alex dingin
"Tuan dengar baik-baik , saya disini bekerja sebagai pengantar minuman bukan sebagai wanita penggoda atau pemuas pria jadi tolong jangan menuduh orang sembarangan jangan mentang-mentang anda orang kaya anda seenak nya saja dengan saya walaupun saya sudah tidak suci tapi saya masih punya hati dan harga diri jadi kalo tuan tidak percaya itu terserah tuan" ucap Nanda
"mana mungkin anda hanya sebagai pengantar minuman , saya tahu anda dulu orang ketiga di rumah tangga orang mana mungkin sih orang seperti anda mengaku kesalahan anda" ucap Alex
__ADS_1
"anda tidak tahu masalah saya , jadi jangan pernah menghakimi orang lain tanpa tahu siapa saya dan masa lalu saya sampai kapan pun saya tidak akan pernah meminta pertanggung jawaban anda apapun yang terjadi saya permisi tuan" ucap Nanda yang langsung pergi meninggalkan kamar tersebut .
Alex menatap kepergian Nanda ia mencerna kata-kata Nanda terakhir dengan sebutan 'masa lalu' apa yang di maksud Nanda , Alex benar-benar tidak mengerti tanpa memikirkan apapun Alex keluar dari kamar tersebut dan bergabung kembali dengan sahabatnya .
Nanda menangis di dalam kamar mandi ia menahan semua sakit hati kata-kata yang di lontarkan pria yang tidak sama sekali Nanda kenal , bahkan ia menahan ketakutan yang terus menerus bergetar di tubuh nya Nanda benar-benar sangat hina dimata orang lain bahkan ia tidak memiliki harga diri sama sekali .
"Mah , Pah , apa ini nasib Nanda ? apa Nanda tidak berhak bahagia ? apa Nanda tidak berhak memiliki kenyamanan ? mah pah Nanda kangen kalian Nanda sudah tidak sanggup harus seperti ini Nanda sudah hina mah pah bahkan Nanda sudah tidak suci lagi , Nanda menyesal tidak mendengar nasehat mamah dan papah" ucap Nanda sambil bercermin
Nanda menyesal tidak mendengar alm.kedua orangtuanya , bahkan hidupnya kini sudah hancur berkeping-keping .
Nanda membasuh wajah nya dengan air dan menatap cermin di hadapan nya , setelah sedikit tenang Nanda akhirnya keluar dari toilet dengan wajah yang tersenyum manis tanpa memperlihatkan kesedihan nya .
Saat Nanda keluar dari toilet tak sengaja Alex berjalan arah toilet , Nanda yang tidak memperhatikan nya ia langsung berjalan tanpa melihat sekeliling nya .
Sedangkan Alex menatap Nanda , ia sedikit mengerutkan dahi nya .
"apa dia menangis ? drama lagi dia , dasar wanita licik" ucap Alex dan langsung masuk kedalam toilet
Nanda berpamitan pada Debora dan Melisa untuk pulang terlebih dahulu , ia berbohong pada mereka tidak enak badan walaupun sebenernya Nanda memang tidak ingin melanjutkan pekerjaan nya lagi karena ia ingin istirahat dan mengistirahatkan hati nya yang terlalu sakit dengan kata-kata pria tadi .
__ADS_1
Sepanjang jalan Nanda terus saja memikirkan nasib nya yang tidak sama sekali tidak ia bayangkan , bahkan tidak pernah ia fikirkan apa yang kesalahan ia perbuat sampai ia harus menanggung seperti ini bahkan ia tidak pernah menyakiti siapa pun musuh pun ia tidak memiliki .