
Semilir angin malam masuk ke tulang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan segar wanita yang sudah menjanda hampir 6 tahun lama nya hidup tanpa seorang suami , wanita yang dulu tidak pernah memandang derajat dan dia juga kini menjadi wanita yang kejam hasutan demi hasutan dari Helen mantan kekasih Alex dia begitu mudah percaya .
Melinda kesepian hampir sebulan dia tidak bertemu putra nya di tambah putri nya yang kuliah di luar negeri jarang untuk bertemu putri nya , Melinda juga tidak tahu jika putri nya saat ini berada di indonesia .
Melinda menatap langit yang gelap gulita tidak ada bintang yang menyinari langit seperti hati nya saat ini dia benar-benar kesepian tanpa putra putri nya di samping .
"Pah , aku rindu kamu , aku kesepian di sini putra kata pergi karena memilih wanita murahan itu sedangkan putri kita sedang kuliah mengejar pendidikan nya andai kamu ada disini pah aku tidak kesepian" prolog nya air mata nya menetes wanita yang selalu terlihat tegar kini sangat rapuh .
Sebuah kamar yang bernuansa klasik paduan warna biru langit membuat kesan indah , kamar yang menjadi saksi bisu dimana suara ******* yang indah cucuran demi cucuran mengalir dari tubuh sepasang suami istri hang baru sah tadi pagi Ac yang menyala tidak dapat mendingin kan suhu ruangan yang sudah sangat panas .
Di malam hari ini pula sepasang kekasih yang saling mencintai melakukan ritual nya yang lebih indah tanpa ada nya obat perangsang atau pemaksaan , ritual yang sangat di damba kan sepasang suami istri untuk menghasil kan benih-benih cinta mereka .
Alex yang sudah lelah melakukan ritual nya dia langsung ambruk di atas tubuh mungil Nanda yang tanpa mengenakan sehelai benang pun , nafas yang terdengar tersengal akibat pergulatan malam pertama nya lebih tepat nya malam kedua bagi mereka menyatu .
"Terima kasih sayang" ucap Alex mengecup kening Nanda lembut
Alex membenarkan posisi tidur nya di samping Nanda dan menyelimuti tubuh mereka yang polos , di tarik tubuh Nanda ke dalam dekapan nya perlahan mata Nanda dan Alex terpejam .
Pagi hari Nanda bangun terlebih dahulu saat dia ingin beranjak dari tempat tidur nya dia lupa kalau dia tidak memakai apapun , di tarik nya selimut tebal itu untuk menutupi tubuh nya rasanya dia malu saat mengenang percintaan nya semalam .
Saat akan melangkah tubuh Nanda langsung di angkat dan di gendong oleh Alex , Nanda yang mendapat serangan mendadak kaget .
"kita mandi bersama sayang" ucap Alex tersenyum
"no baby , aku lelah karena kamu bukan hanya mau mandi tapi pasti melakukan nya lagi" ucap Nanda
Alex tidak menjawab dia hanya tersenyum dan melanjutkan membawa istri tercinta ke kamar mandi , Nanda yang tidak dapat respon atau jawaban hanya bisa pasrah .
__ADS_1
Dan benar saja saat mereka sudah masuk ke dalam kamar mandi , Alex sudah mulai melancarkan aksi nya dengan lihai tanpa menunggu waktu lama pergulatan pun di mulai di dalam kamar mandi yang pada akhirnya acara mandi akan semakin lama .
Satu jam sudah kini mereka sudah terlihat rapih kena pakaian santai nya , Nanda yang sudah buru-buru meminta Alex menyudahi tapu Alex tidak menggubris nya dan terjadi pergulatan sampai 2 ronde sungguh melelahkan .
Nanda juga sudah tidak enak dengan adik ipar yang pasti nya sudah menunggu sarapan , dia ingin memberikan yang terbaik untuk adik ipar nya .
Dan saat Nanda dan Alex tiba di lantai bawah dia melihat Cantika yang sudah duduk di meja makan sambil menompang dagu nya dengan cemberut , Nanda tahu pasti Adik ipar nya telah menunggu mereka .
"Pagi Cantika" sapa Nanda tersenyum
Cantika menatap kaka ipar nya dan kaka kandung nya dengan tatapan tajam .
"pagi ka , kenapa kalian lama sekali aku dari tadi nungguin kalian dari satu jam lebih" keluh nya
Nanda mengelus rambut panjang Cantika dengan lembut dan penuh kasih sayang , dia tidak marah sama sekali dengan ucapan Cantika justru dia senang mendengar ke manjaan Cantika .
Cantika mendengus sebal
"aku tuh mau sarapan sama kaka ipar dan kaka , karena hari ini aku pergi lagi" ucapnya
iya hari ini Cantika harus kembali negara dimana dia melanjutkan study nya , dia memang tidak mengatakan akan pergi ke luar negri bisa-bisa kaka ipar nya curiga dan ka Alex akan ketahuan sandiwara nya .
"memang kamu mau pergi kemana Cantika" tanya Nanda
Cantika menatap kaka nya tajam , dia meminta bantuan untuk menjawab pertanyaan kaka ipar nya .
"dia kuliah di bandung sayang , kemarin dia lagi libur" sahut Alex
__ADS_1
Mulut Nanda hanya berbentuk O tanda dia mengerti dan tidak lagi menanyakan sesuatu , membuat Cantika dan Alex lega .
Selesai sarapan mereka bertiga kumpul di ruang tv mereka menghabiskan waktu bersama sebelum Cantika pergi , tiba-tiba Nanda membuka suara yang membuat Alex dan Cantika menegang.
"Oh iya dimana mama dan papa mu mas" tanya Nanda
Alex dan Cantika bungkam , mereka saling beradu pandang lama mereka tidak menjawab membuat Nanda membuka mulut nya lagi .
"lho kalian kenapa diam , kan aku cuman nanya kedua orangtua mu mas" ucapnya lagi
Alex langsung mengubah raut wajah nya setenang mungkin .
"papah ku sudah meninggal 6tahun yang lalu , kalau mama ku berada di kalimantan mengurus nenek ku di sana maka nya mama tidak bisa datang" ucap nya
Cantika hanya bisa menahan tawa nya dia tidak habis fikir dengan kaka nya yang pandai sandiwara , tapi tak apa biarkan seperti ini dulu .
"Kenapa nene kamu tidak tinggal di sini saja mas , aku mau kok bantu mama kamu menjaga nene kamu" jawab nya
Oke fix Alex bingung harus jawab apa dia terdiam .
"hmm .. "
"karena tidak mau meninggalkan rumah nya ka" potong Cantika karena dia tahu kaka nya gugup saat ingin menjawab
Alex tersenyum pada adik nya , beruntung ada Cantika saat-saat seperti ini .
Cantika pun melesat meninggalkan rumah kaka nya sudah waktu nya dia harus berangkat , dia harus menaiki pesawat lain biasanya dia tidak perlu menunggu kapan pun dia ingin kemana saja Jet keluarga selalu stand by namun berhubung mami nya sedang ke luar negeri terpaksa dia harus menaik pesawat lain .
__ADS_1
Setelah kepergian Cantika , Alex dan Nanda kembali masuk ke dalam rumah mereka melanjutkan menonton televisi nya hingga sore hari nya Alex harus pergi karena ada urusan mendadak entah apa yang membuat Alex terburu-buru walaupun ia ingin bertanya tapi seperti nya waktu nya tidak tepat biarlah nanti dia akan tanya setelah Alex pulang nanti .