Gadis Rusak Kesayangan Presedir

Gadis Rusak Kesayangan Presedir
Episode 23


__ADS_3

Sepasang dua insang tengah berdiam diri di bawah nya terik matahari yang semakin menghangatkan tubuh mereka masing-masing , dengan ketenangan dan pemikiran yang berbeda-beda dari setiap isi otak mereka masing-masing .


Hembusan angin menggiring daun-daun berwarna hijau bergerak kesana kemari , bunga sakura yang bermekaran sangat indah di tempat sekitar mereka duduk .


Genangan air yang sangat nyaman dan sedap di pandang , dengan perasaan yang kini tak menentu arah nya melihat genangan air yang mampu membuat perasaan nya lebih sedikit tenang .


Nanda dan Alex berdiam tanpa memulai percakapan apapun , Alex yang masih sangat bingung untuk memulai dari mana sedangkan Nanda ia menunggu Alex berkata .


Setelah beberapa menit menatap danau di depan nya kini Alex menghembuskan nafas kasar nya dan menoleh ke arah wanita di samping nya , wajah yang sangat cantik bibir tipis berwarna merah jambu yang selalu terbayang dalam mimpi-mimpi nya .


"Nanda" panggil Alex dengan menatap lurus


"iya tuan , ada yang bisa saya bantu" tanya Nanda


Alex terdiam sejenak sebelum meneruskan perkataan nya .


"apa saya boleh bertanya sesuatu"


"boleh"


"jika suatu hari nanti ada seorang laki-laki yang ingin menjadikan kamu istri apa kamu mau?"


Nanda terdiam untuk sesaat , ia bingung harus menjawab apa hati nya sungguh bingung .


"Saya tidak tahu tuan , untuk saat ini saya belum bisa membuka hati saya untuk seorang pria karena terlalu sakit saya mencintai seorang pria yang tidak menganggap saya . ditambah saya bukan lagi seorang gadis yang suci melainkan seorang gadis yang kotor dan hina"


Nanda menundukan kepala nya ke bawah , ia tidak sanggup untuk meneruskan perkataan nya .


Alex dengan cepat merubah posisi duduk nya menghadap Nanda yang sedang menundukan kepalanya , Alex mendongkakan kepala Nanda dengan lembut .


Sepasang mata kini beradu begitu dalam dan lama , Alex dan Nanda masing-masing menatap mata itu mata yang berbeda arti .

__ADS_1


"Dengarkan saya baik-baik , pria yang tulus mencintai mu akan menerima semua kekurangan mu termasuk kesucian mu , saya lelaki brengsek apa saya pernah mempersalahkan masalah itu ? apa wanita yang sudah tidak suci tidak boleh di cintai oleh lelaki ? apa pria yang brengsek tidak boleh di cintai oleh wanita ? , kita sama-sama sudah hancur tapi kita tidak boleh kehilangan semangat kita apa kamu tidak ingin memiliki keluarga yang bahagia ?"tanya Alex


Nanda menatap bola mata bewarna biru bulu mata lentik hidung mancung bibir tipis yang terlihat sexy , Nanda membenarkan ucapan Alex tidak seharusnya ia patah semangat .


"kamu berhak mendapatkan kebahagian Nanda , banyak pria diluar sana yang mau nerima kamu , kamu harus buka hati kamu untuk laki-laki mencoba lah untuk mempercayai pria"


*termasuk aku Nan yang menerima kamu dan menunggu respon kamu untuk membuka hati kamu untuk aku


batin Alex dalam hati*


Nanda mengulum senyum nya untuk pertama kali nya , senyum yang selama ini tidak ia tebarkan .


"aku akan mencoba nya tuan , apa tuan mau membantu nya"


"dengan senang hati nona" ucap Alex sambil tertawa


Nanda terpesona melihat tawa yang di wajah Alex , wajah nya terlihat begitu indah dan sempurna .


"Mari kita mulai memperbaiki diri Nanda , apakah kamu bersedia bersama ku" tanya Alex menatap Nanda yang masih terdiam


Nanda terpaku dengan ucapan Alex , ia menatap lekat bola mata bewarna biru mencari sebuah kebohongan namun mata biru itu menujukan kejujuran dan cinta .


"kita tidak perlu terlalu lama mengenal hanya cukup memahami dan berkomitmen untuk ke depan nya , karena aku tidak ingin menyia-nyiakan waktu ku untuk menjalin hubungan yang hanya sekedar mengenal sudah cukup untuk hubungan ku kemarin"


Nanda mengangguk , ia setuju dengan perkataan Alex .


"dan seiring waktu cinta akan tumbuh dengan sendiri nya bukan?" tanya Alex lagi


"benar , mari kita mulai hari ini" ucap Nanda tersenyum


*semoga ini pilihan terbaik , tidak ada lagi kata sakit hati

__ADS_1


batin Nanda dalam hati*


Alex dan Nanda langsung melesat meninggalkan danau yang menjadi saksi bisu mulai nya hubungan mereka menjadi sepasang kekasih , walaupun Alex berbicara tidak seperti seorang pria pada umum nya yang sering romantis jelas tidak akan pernah Nanda protes .


Nanda tidak butuh kata-kata manis dan perlakuan romantis , yang dia butuhkan hanya pembuktian dari setiap kata yang di lontarkan Alex .


Alex sedikit lega setelah mengatakan nya , hanya tinggal tunggu waktu yang tepat untuk membicarakan hal yang lebih serius .


Di tengah-tengah kebahagian Nanda dan Alex yang sudah bersatu , di sebuah ruangan dua wanita yang sedang mengeraskan rahang nya wajah nya penuh emosi .


Melinda dan Helen , mereka sudah mendapatkan informasi tentang Alex yang sudah menjalin hubungan dengan Nanda wanita ****** bagi Melinda dan Helen .


Helen memang datang ke mansion Alex untuk mengajak kerja sama Melinda untuk memisahkan Nanda dan Alex , Helen juga mencuci otak Melinda agar tambah membenci Nanda .


"Biarkan wanita itu senang terlebih dahulu hari ini , tapi esok hari dan seterusnya akan menjadi kenangan dia" ucap Melinda menatap tajam layar di depan nya


Helen tersenyum miring mendengar nya .


"apa yang harus kita lakukan tante" tanya Helen lembut


Melinda membisikan ke telinga Helen tentang rencananya agar berhasil sempurna , karena jika rencananya gagal sudah di pastikan ia tidak akan sudi menganggap Nanda menantu nya .


Walaupun ia juga membenci Helen namun satu-satu nya orang yang mau bekerja sama dengan nya hanya Helen , apalagi di saat tadi pagi ia kebingungan untuk memisahkan Alex dan Nanda kebingungan itu terjawab dengan datang nya Helen untuk mengajak nya memisahkan Nanda dari Alex .


Untuk saat ini ia akan berlaku baik kepada Helen , tapi untuk menikahkan Helen dengan putra nya tentu ia menolak keras .


Kejam ? jelas dia sangat kejam kepada Helen , karena tidak ada yang tahu kesalahan Helen dan orangtuanya di masa lalu membuat Melinda memanfaatkan Helen untuk misi nya saat ini .


Helen pun tersenyum setelah mendengar rencana yang di berikan Melinda , jelas tidak akan ia sia-siakan kesempatan ini untuk mengambil hati Melinda kembali .


Helen dengan senang dan berbunga-bunga melesat keluar dari mansion Alex , ia sudah tidak sabar menjalankan misi nya .

__ADS_1


"Tersenyum lah wanita ****** , karena sebentar lagi senyum itu akan sirna" ucap Helen sambil mengendari mobil nya memecahkan jalan raya yang di padati kendaraan .


__ADS_2