
Bangunan menjulang tinggi dimana para karyawan sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing , gedung yang sangat tinggi di negara tersebut terkenal dengan gajinya yang sangat tinggi dari gaji perusahaan manapun .
Berbeda dengan satu ruangan yang sangat elit dua pria yang sedang berperang dengan pikiran nya masing-masing , Alex dan Wilson memikirkan masalah yang sangat rumit bagi Alex jika masalahnya dengan kertas-kertas bersaing bisnis atau semacamnya ia bisa tanganin dengan tenang tapi masalahnya dengan 'Pernikahan' yang saat ini ia hadapi .
Wilson sudah membuka lowongan calon istri tuan nya , dari sekian banyak orang yang daftar belum ada yang cocok sama sekali untuk kriteria tuan muda nya satu wanita yang cocok dengan tuan muda nya hanya ada di Nanda gadis yang sederhana tapi mampu menarik perhatian tuan muda nya .
Namun Nanda menolak nya yang membuat Alex dan Wilson berperang dengan pikiran nya , Wilson berdiam sembari melihat laptop nya di depan yang entah ia mencari apa tiba-tiba tangan Wilson mengetik mencari informasi detail latar belakang Nanda karena ia kemari mencari informasi nya kurang lengkap .
Di tengah-tengah Wilson mencari tiba-tiba munculah semua data real nya , data yang sesugguhnya dan nyata .
Satu-persatu Wilson baca dari Nanda yang tinggalkan nikah dengan seorang laki-laki yang jarak usia nya sangat jauh sekali bahkan Nanda sudah menyerahkan mahkota nya untuk pertama kalinya dengan laki-laki tersebut , Wilson terus membaca nya hingga di terakhir disaat Nanda di tuduh sebagai pelakor .
Wilson mengusap wajahnya dengan kasar menghembuskan nafasnya , ia menatap tuan muda nya yang sibuk memandangi luar yang menunjukan gedung-gedung pencakar langit .
"Tuan , ternyata informasi yang kemarin kita dapat semuanya palsu tentang Nanda saya baru mencari lagi dan ternyata hidupnya sangat menyedihkan" ucap Wilson
Alex menatap Wilson dan mengerutkan dahinya .
"maksudmu" tanyanya
"Ternyata Nanda sudah hancur dengan tiga laki-laki yang sudah sangat ia percaya , mahkota nya di berikan pada pria pertama nya dan pria tersebut meninggalkan nya demi menikahi seorang perempuan pilihan orangtuanya dan Nanda sempat ingin mengakhiri hidupnya ia meminum racun dan hampir depresi , pria kedua yang ia pacari selingkuh di saat pria tersebut sudah memiliki segalanya dan yang terakhir pria yang di pacari statusnya sudah menikah namun pria tersebut berbohong kepada Nanda kalau dia sudah menikah pria tersebut sudah sering macari seorang gadis yang hidup nya hancur dan akan ia rayu dengan mulut manisnya jika mangsanya sudah masuk perangkap pria tersebut akan menjual nya demi menghidupi keluarga nya"terang Wilson
Alex terkejut mendengarnya gadis yang sudah ia hina dan anggap rendah ternyata gadis yang malang , gadis yang rusak oleh laki-laki yang pasti akan mati rasa dengan pria mana pun .
Alex merasa salah terhadap Nanda ingin sekali ia meminta maafnya tapi ego nya terlalu kuat , Alex sangat merasa salah dengan Nanda tapi sebelum dirinya mengenal gadis itu tidak pernah ada rasa bersalahnya dengan wanita mana pun tapi dengan Nanda entahlah .
__ADS_1
Alex menepiskan semua nya rasa bersalah itu ia sama sekali tidak peduli dengan gadis itu , gadis yang rendahan dan yang sudah di jamah oleh laki-laki .
Ditempat lain Nanda yang baru saja tiba di tempat kost nya hari sudah mulai sore , penghuni kost yang sedang bersantai do depan sambil berbincang dengan teman nya . Nanda menoleh ke kamar yang tidak terbuka siapa lagi kalo bukan Melisa , Nanda berfikir mungkin Melisa sedang mandi karena biasanya Melisa sudah ada di depan .
Nanda meletakan tas jinjing nya di meja kecil mengambil handuk dan langsung melesat ke kamar mandi , badan nya sudah terlalu lengket seharian ini ia berjalan kaki kesana kemari .
Selesai membersihkan tubuhnya Nanda berjalan menatap cermin yang ada di depan nya , kata-kata pria tersebut selalu terngiang-ngiang di telinga nya .
"kenapa pria itu bisa tahu masa lalu ku ? sedangkan tidak ada yang tahu dengan masa lalu"ucapnya sendiri sambil memikirkan masa lalu nya yang sangat pahit .
Masa lalu yang tak ingin ia ulang kembali hati nya pun sudah tertutup untuk lelaki manapun , lebih tepatnya mati rasa .
Tak terasa waktu terus bergulir Nanda yang melamun tidak sadar ia belum memakai pakaian nya , dengan buru-buru ia berdandan dan memakai pakaian nya karena jam sudah menunjukan waktu jam kerjanya .
Saat keluar ia melihat Melisa yang juga keluar dari kamar kost nya , dengan gerakan cepat Nanda langsung menghampiri nya .
"hehe .. aku jalan-jalan bosan di dalam terus" ucapnya
"ohh .. aku pikir kemana" ucap Melisa
Obrolan pun terhenti karena mereka sudah sampai Club , namun Melisa tampak aneh dengan Club yang cukup ramai karena malam ini bukan malam wekend biasanya malam selasa akan sepi pengunjung tetapi malam ini terlihat ramai sekali .
Saat Melisa dan Nanda masuk kedalam betapa terkejutnya mereka melihat pengunjung club yang sangat ramai dan padat sampai memenuhi ruangan , Melisa dan Nanda melihat jam yang melingkar di lengan dan menatap satu sama lain .
"mba , ini masih sore kenapa ramai sekali" tanya Nanda yang juga heran
__ADS_1
"Entahlah , aku juga bingung dari pada kita berdiam disini mending kita langsung masuk dan nanya ke mamih Debora" ucap Melisa yang langsung berjalan .
Melisa dan Nanda sangat sulit menerobos para pengunjung , sungguh di luar dugaan mereka berdua .
"Mih , kenapa ramai sekali"the point Melisa saat sudah sampai di barthender dan melihat Debora yang asik menghisap rokok nya
" hari ini ada tamu sepsial dari America"ucap Debora
"siapa mih" tanya Nanda
"Seorang DJ yang terkenal di negara America yang sedang naik daun , kalo engga salah wanita itu mantan kekasih tuan muda"jelas Debora
" hmm..Helen mih"tanya Melisa
"iya" ucap Debora
iya Melisa mengenal Helen bahkan ia sangat dekat dengan Helen mantan kekasih tuan muda , sebelum Helen menjadi seorang dj dia hanya seorang pelayan cafe yang sangat rendah dan tidak sombong .
"Sudah sana ganti kostum kalian , banyak pesanan yang harus kalian antar termasuk kamu Nanda ada tamu yang hanya ingin di antar oleh kamu" ucap Debora
"baiklah" ucap Mereka
Melisa dan Nanda langsung mengganti kostum nya dengan dress yang sangat minim menapakan kulit mulus nya , lekuk tubuh yang indah bak bidadari .
Setelah selesai mengganti kostum Nanda langsung mengantarkan pesanan yang di sampaikan Debora , Nanda pun penasaran siapa orang tersebut yang hanya ingin di antar oleh dirinya sesampainya di ruangan Nanda membulatkan bola matanya dan yang lebih terkejutnya lagi di ruangan ini tidak ada siapa pun kecuali pria tersebut dan dirinya .
__ADS_1
"Selamat menikmati tuan" ucap Nanda yang langsung buru-buru berjalan keluar namun belum sempat ia keluar sebuah tangan kekar memegang lengan nya .
"tunggu"