
Ruangan yang bernuansa hitam lekat tataan yang begitu rapih , Ac yang menyala mendingin kan suhu ruangan terasa panas saat kobaran api tersulut sejak dua jam berlalu .
kobaran api yang mampu membuat Alex meledak kan kemarahan nya rahang nya mengeras setelah mendengar semua kejadian kecelakaan yang menimpa istri nya , kecelakaan yang di sengaja di lakukan oleh seseorang pemuda yang sangat dekat dengan Alex .
"Gimana apa kalian sudah mendapatkan titik lokasi nya" tanya Alex dingin
Para pesuruh yang di perintahkan Alex mencari keberadaan pelaku dua jam belum ada hasil apapun , kini musuh nya bukan lah orang biasa yang sering dia hadapi tapi musuh yang sekarang dia hadapi tahu seluk beluk kelemahan nya agak susah bagi Alex membobol musuh nya sekarang .
"Kita masih berusaha tuan" ucap salah satu pria
Alex mengerang dan memukul meja kerja nya dengan keras , hingga terdengar suara yang memekik di gendang telinga mereka yang berada di dalam ruang .
"Cepat cari sampai dapat , karena saya ingin masalah ini cepat selesai" ucap Alex
Alex duduk di bangku kebesaran nya di ambil nya sebatang rokok dan menyalakan nya , sudah hampir sebulan dia tidak pernah menghisap rokok karena dia berniat ingin berhenti setelah berhasil mendapatkan Nanda istri tercinta nya tapi emosi nya mengalahkan niat nya .
Alex sudah biasa jika dirinya memiliki masalah selalu menghisap rokok sampai habis berbungkus-bungkus , tidak seperti para sahabat nya yang sering celup-celup saat ada masalah .
Pintu di buka dengan lebar seorang pria masuk dengan sangat gagah kucuran air mengalir deras dari dahi nya , Wilson tangan kanan Alex terburu-buru datang sesuai perintah Alex yang meminta nya agar cepat datang .
Perasaan Wilson memang sudah tidak enak dan benar saja saat dia sampai tuan muda nya berwajah dingin sekali pancaran kobaran api tersirat dari dalam bola mata nya yang berwarna biru di tambah para pesuruh yang jarang tuan muda nya panggil jika tidak ada urusan penting banget .
"ada apa tuan" tanya Wilson
Alex meninta nya duduk dan memberikan Wilson segelas air anggur putih , Wilson pun menurut atas perintah tuan nya tanpa menunggu lama di tegak nya cairan putih tersebut hingga tandas .
"apa kamu sudah dengar dari bawahan mu yang kamu perintahkan untuk menyelidiki kasus kecelakaan Nanda" tanya Alex setelah Wilson sudah lebih baik
"belum tuan , karena saya sibuk mengurus menghandle pekerjaan kantor karena nyonya besar berada di luar negri" ucap Wilson
"dan kamu tahu ulah kecelakaan itu tak jauh ya itu teman dekat kita yang tahu seluk beluk kita ditambah terjadi nya kebocoran rahasia perusahaan di anak cabang ulah mereka juga" jelas Alex
__ADS_1
Wilson mengangguk
"Sampai sini saya paham tuan , pantas nyonya besar mengamuk saat memberitahu saya" ucap Wilson
Alex mengerutkan dahi nya
"jadi gini tuan , kemarin saat nyonya tiba di anak cabang nyonya meretas semua data dan bagian keuangan itu bekerja sama oleh pelaku dan salah satu dari mereka adalah saudari pelaku"jelas Wilson
"Dan saya juga mendapat Email , mengancam saya" ucap Alex
Wilson dan Alex terdiam memikirkan cara agar pelaku mau keluar dari sarang nya , karena sampai saat ini lokasi nya belum di temukan .
"tuan , lokasi pelaku saat ini berada di Jerman" ucap salah satu dari meraka
Wilson dan Alex langsung melihat ke layar laptop mereka mengingat ngingat lokasi yang tertera , lokasi yang tidak asing bagi Wilson dan Alex .
"Tuan lokasinya seperti tidak asing" ucap Wilson
"kerahkan anak buah mu Wilson agar kita tidak kehilangan jejak" ucap Alex
"Sudah saya perintahkan tuan , karena ada beberapa anak buah kita di jerman mereka sedang dalam perjalanan" ucap Wilson
Wilson dan Alex kembali duduk sebelumnya Wilson memerintahkan mereka terus melihat gerak-gerik pelaku , karena susah payah mereka mencari lokasi nya hampir empat jam mereka menemukan lokasi pelaku .
Alex mengambil handphone nya mengirimkan pesan ke istrinya agar tidak menunggu nya pulang ,terpaksa Alex berbohong jika dia sedang mengantar bos nya keluar kota karena Alex tidak ingin istri nya menunggu .
Setelah beberapa menit menunggu handphone Wilson berdering salah satu anak buah nya menghubungi .
"katakan apa kalian sudah menemukan nya" tanya Wilson
"Maaf tuan , titik lokasi nya memang disini tapi yang saya temukan hanya sebuah ponsel yang tergeletak dan kata manager apertement memang tidak ada penghuni semua cctv sudah kita cek tidak ada keberadaan pelaku" jelas nya
__ADS_1
Alex melemparkan gelas kopi nya rahang nya kembali mengeras bola mata nya memancarkan kobaran api , Wilson yang melihat mematikan ponsel nya dan mengirim pesan ke anak buah nya mencari pelaku secepat mungkin .
"Cepat cari lokasi nya kembali" bentak Alex
Tidak ada satu pun yang berani menjawab ucapan Alex mereka hanya bisa menuruti keinginan tuan muda nya , jika mereka tidak menuruti nya sudah pasti nyawa mereka taruhan nya .
Karena sudah lama tuan muda nya tidak seperti ini terakhir dia marah besar setelah mengetahui Helen selingkuh , sekarang tuan muda nya marah besar karena istri nya di tabrak dengan sengaja .
Ponsel Wilson berdering tertera nyonya besar di layar ponsel nya , Alex melihat sekilas dan meminta Wilson untuk mengangkat nya dengan isyarat tangan .
Wilson menjawab telpon dari Melinda , selama panggilan berlangsung wajah Wilson berubah seperti sedang berfikir hal itu tak luput dari pandangan Alex .
Selesai mengakhiri panggilan nya Wilson kembali duduk berhadapan dengan Alex , wajah Wilson benar-benar menunjukan sedang berfikir berat Alex jelas tahu gimana sang tangan kanan .
"Ada apa" tanya nya
Wilson menghembuskan nafas kasar nya
"Pelaku telah membobol perusahaan di America hari ini , nyonya besar pingsan setelah mendengarnya"Jelas Wilson takut-takut
Alex langsung mengeras kan rahang nya , di ambil nya ponsel nya di dalam saku berkali" Alex menelpon seseorang tapi tak kunjung di jawab membuat Alex kembali marah .
"sudah ketemu titik nya ? Wilson cepat suruh anak buah mu ke perusahaan ku dan suruh Nita menjaga mami biarkan kali ini mereka bermain , sekarang kamu berangkat ke jerman urus semua nya sampai beres" titah Alex
"baik tuan"
Wilson langsung meninggalkan tempat itu dengan buru-buru karena sudah tidak mungkin lagi waktu nya untuk di lambatkan , karena musuh nya kali ini benar-benar menguji kesabaran nya .
Alex melemparkan semua barang-barang yang ada di sana dia melampiaskan kemarahan nya , pecahan demi pecahan berserakan di lantai .
"Kau ingin main-main denganku RANGGA"Ucap Alex tersenyum sinis
__ADS_1