
Matahari mulai menyinari bumi sorot matahari masuk ke celah-celah lubang , seorang gadis dan laki-laki yang habis melakukan ritual panas nya di malam hari hingga matahari hampir keluar dari tempat nya .
Nanda mengerjap-ngerjap matanya setelah matanya terbuka dengan lebar di melihat sekeliling dan menoleh ke samping betapa terkejut nya dia melihat laki-laki yang tadi malam ada di barthender bersama nya , Nanda menoleh ke tubuh nya yang ditutupin oleh selimut tebal Nanda terkejut matanya terbelakak melihat tubuh nya yang polos tanpa sehelai benang pun .
apa yang terjadi padaku tuhan.ucapnya dalam hati
Tiba - tiba air mata nya jatuh begitu saja tanpa permisi , Nanda terdiam sejenak dan mengingat ngingat kembali apa yang terjadi pada nya .
"What..!"Nanda mengingat kejadian semalam kejadian dirinya ditarik oleh pria paruh baya ke dalam kamar dan di paksa meminum , lebih parah nya lagi dia menggoda laki-laki yang berada di samping nya .
Bersetubuh dengan laki-laki asing bahkan tidak ia kenal sama sekali terjadi saat ini , Nanda merutuki dirinya sendiri dia tidak mau kejadian ini dia di anggap wanita malam lebih tepat nya seorang pelacur .
Saat Nanda sedang melamun tiba-tiba tangan kekar menyentuh pundak nya , lamunan Nanda Buyar dan menoleh ke belakang pria yang tadi masih terlelap kini sudah terbangun dan menatap dirinya .
"Maaf ,, semalam aku tidak punya pilihan lain selain menolongmu!" ucap Alex dengan suara khas bangun tidur nya .
"Seharusnya saya yang meminta maaf kepada anda tuan , karna saya sudah lancang!"Nanda menunduk dia tidak berani menatap pria yang ada di belakang nya .
__ADS_1
Nanda langsung memunguti pakaian nya dan berlari kecil masuk kedalam kamar mandi , Nanda memandang kaca yang di hadapan noda merah di bagian dada nya penuh kecupan dari Alex .
Alex menatap kepergian Nanda dia langsung memakai pakaian nya dan mengambil benda pipih yang berada di saku celana jeans nya , dia menelfon seseorang yang tak lain Wilson sang tangan kanan .
"Hallo tuan , anda ada dimana" terdengar suara seseorang di sebrang .
"Aku ingin kau mencari tahu tentang gadis yang bernama Nanda asal Indonesia"ia sebelum nya Alex menanyakan pada Debora mami di club' .
"Baik tuan , tuan sekarang dimana apa perlu saya jemput!"
"jemput saya skrng club' , jangan sampe mami tahu!" Alex langsung mematikan ponsel nya secara sepihak .
"Maaf tuan , saya harus pergi dari sini sekali lagi saya minta maaf anggap saja tidak terjadi sesuatu!"Nanda langsung pergi begitu saja , saat Nanda hendak membuka pintu kamar tangan kekar menahan nya dan memeluk tubuh nya .
"tinggallah di apartemen ku , aku berjanji tidak akan melakukan nya lagi dan berhentilah bekerja disini bekerjalah sebagai tukang bebersih di apartemen ku saat aku tidur sana!"Alex heran dengan dirinya kenapa ia sangat perduli dan berbicara lembut dengan wanita ini sebelum nya dia tidak seperti ini semenjak dihianatin oleh kekasih nya dulu .
Nanda mencerna semua perkataan pria yang memeluk sangat erat entah kenapa terasa nyaman , tapi bukan Nanda namanya bisa segampang itu percaya karna sudah terlalu banyak yang menghianati nya bahkan modus-modus ini lah yang sering ia temui . Nanda melepaskan pelukan nya dari pria tersebut , pria yang tidak yang tidak tahu diri Nanda menatap nya dengan benci dia langsung mendaratkan tangan nya ke pipi mulus pria tersebut .
__ADS_1
Plak
"kata-kata laki-laki yang tidak tahu diri dan hanya modus belaka , saya benci kaum anda!"Nanda langsung pergi begitu saja setelah menampar nya dan mengatakan itu .
Alex seperti terkena petir di siang bolong dari dulu sampai sekarang dia tidak pernah di tolak niat baik nya bahkan hampir puluhan wanita-wanita malam ingin tidur bersama nya dan hidup bersama , tapi Nanda gadis yang sudah dia tiduri bahkan niat baik nya ditolak mentah-mentah .
"Berani sekali wanita itu , akan ku buat kau berlutut padaku!"Alex mengepalkan tangan nya , bukan Alex namanya jika menyerah begitu saja .
Nanda tiba di kosan nya dengan mata yang masih sembab , bahkan kebencian nya terhadap laki-laki bertambah setelah apa yang terjadi semalam hingga pagi tadi . Saat Nanda berjalan mau memasuki kamar kos nya sambil melamun , tiba-tiba seseorang memeluk nya dari belakang harum parfum khas milik sahabat nya tercium dia menoleh dan memeluk Melisa sambil berurai air mata .
"kenapa pria sangat jahat oleh perempuan mba!"racau nya Nanda sambil menangis , tak sadar Nanda membocorkan rahasia nya sedikit .
"Ada apa mba ? kenapa mba baru pulang ? saya semalaman mencari mba kemana-mana tapi mba tidak ada ? saya khawatir mba kenapa-napa?"Melisa semalaman mencari Nanda ke setiap ruangan club' namun beberapa kamar ia lewati karna terkunci jadi dia tidak menemukan Nanda .
"a..ku di paksa pria tua masuk kedalam kamar dia memaksa aku minum sesuatu tiba-tiba ada seorang pria yang menolong ku justru aku menggoda nya itu bukan aku mba tapi itu karna minuman itu aku terasa panas di sekujur tubuh "Melisa mencerna semua perkataan Nanda , dia menutup mulut nya engga percaya bisa-bisanya dia kecolongan padahal dia sudah berniat dalam hati ingin menjaga wanita ini tapi apalah daya ternyata kejadian yang tidak ingin Melisa dengar terjadi juga .
"maafkan aku mba , aku tidak bisa menjaga mba di saat membutuhkan bantuan"Melisa menyesali nya walaupun sudah takdir dia tetap menyalahkan dirinya karena tidak bisa menjaga sahabat nya .
__ADS_1
"kamu tidak salah mba , aku yang lemah mba aku wanita kotor aku wanita hina!"Nanda langsung melepaskan pelukan nya dan masuk kedalam kamar kos nya , Melisa yang melihat itu hanya berdiam dia tahu sahabat nya butuh ketenangan .