
Alex dan Nanda tiba di sebuah rumah yang tidak terlalu besar namun terlihat mewah dengan hiasan bung-bunga yang mekar berwarna warni tataan patung di setiap sudut membuat kesan mewah terhadap rumah di depan nya , rumah yang sejuk di pandang oleh Nanda dia terpesona dengan desain interior rumah ini rumah yang belum dia ketahui siapa pemilik nya .
"mas , ini rumah siapa" tanya Nanda polos
Alex menghentikan langkah nya , senyum nya mengukir wajah tampan nya .
"ini rumah kita sayang , aku sudah lama membuat rumah ini untuk anak-anak ku nanti istri ku" ucap Alex jujur
"siapa yang akan jadi istri mu mas" goda nya
Alex tersenyum mendengar nya
"siapa saja yang mau jadi istri mas , mau 1 2 3 istri mas sanggup" ucapnya
Nanda langsung cemberut mendengar nya , dengan lembut di raih nya tubuh mungil Nanda dan mengecup kening nya dengan lembut .
"aku bercanda sayang , aku hanya ingin menjadi suami mu seutuh nya sampai maut memisahkan kita sayang" ucapnya tulus
Nanda tersipu malu wajah nya berubah memerah seperti tomat .
Waktu terus berjalan , kini Nanda membereskan semua perlengkapan nya di kamar yang akan dia tempati dan untuk sementara sebelum mereka resmi menjadi suami istri Alex tinggal di apertement nya terlebih dahulu sedangkan Nanda akan tinggal di rumah itu bersama pelayan dan penjaga .
Tapi Alex tidak akan lengah dia harus waspada takut terjadi sesuatu pada nanti dia menaruh beberapa para body guard di rumah nya , karena jika tidak seperti itu pasti musuh nya yang mengincar Nanda akan sangat gampang untuk menyakiti nya .
Pagi hari yang cerah dimana hari ini Alex dan Nanda melepas masa lajang nya , hari yang sangat di tunggu-tunggu oleh sepasang insang .
Nanda sudah berada di ruangan make up dimana hari ini ia akan tampil berbeda dari sebelum nya , jantung nya dari sejak pagi memompa sangat kencang ia juga sangat gugup karena untuk pertama kali nya bagi dirinya .
Sedangkan di apertement Alex tengah mondar-mandir di dalam kamar nya , cucuran air mulai mengalir dari dahi nya dia sangat gugup tak lupa ia pun menghafalkan ijab qabul nya nanti .
Pintu kamar terbuka Wilson masuk dengan senyum merekah , dia turut senang dan bahagia melihat tuan muda nya akan menikah dengan wanita yang sangat di cintai nya .
"bagaimana tuan , sudah siap" tanya Wilson
Alex mengangguk
__ADS_1
"Kamu sudah pastikan mami tidak akan dan tidak akan mengacaukan acara pernikahan ku"tanya Alex
ia Alex gugup memikirkan tentang masalah itu , takut mami nya mengetahui dan akan mengacau kan segala nya dia tidak ingin gagal pernikahan nya nanti .
" tuan tenang saja , semua sudah beres tidak akan ada yang tahu kecuali adik perempuan tuan dia menghadiri acara nya dia ingin sekali melihat calon kaka ipar nya"jelas Wilson
Ia adik Alex memang ingin menghadiri nya karena dia ingin melihat calon kaka ipar nya yang mampu menaklukan hati sang kaka , adik nya Alex justru sangat senang setelah mendengar dari Wilson sang tangan kanan kaka kalau Alex akan menikah hari ini dan dia juga tidak ingin mami nya mengacaukan pernikahan kaka nya .
Alex sudah tiba di rumah nya para tamu undangan sudah mulai ramai , mata nya langsung tertuju pada wanita cantik di ujung sana dengan senyum manis nya .
Cantika Rahmania adik dari Alex sudah berada di sana dan benar saja mami nya tidak ada Alex lega melihat nya , Alex langsung berjalan ke arah pak penghulu untuk melakukan ijab qabul nya .
"apakah tuan sudah siap?" tanya pak penghulu
"saya siap pa" ucap Alex tegas
"baiklah mari kita mulai"
Alex mengucapkan ijab qabul nya dengan lantang tanpa ada kegagalan sedikit pun , hingga terdengar suara Sah yang meriahkan .
Nanda yang mendengar kan Alex mengucap kan ijab qabul dengan lantang dan jelas dia menetes kan air mata nya , air mata bahagia nya kini mengalir .
Nanda di tuntun oleh para wanita cantik yang tepat nya sahabat nya dan bos nya di club yaitu Melisa dan Debora , mereka mendampingi Nanda sesuai perintah Alex dan Nanda karena Nanda tidak memiliki siapapun kecuali mereka .
Saat Nanda sudah tiba di bawah Alex menatap nya dengan senyum manis , dia terpesona akan kecantikan Nanda yang sempat tidak dia kenali begitu pun Cantika yang terpesona melihat kecantikan kaka ipar nya .
Alex memasangkan cincin berlian di jari manis Nanda , sebalik nya Nanda memasangkan cincin di jari Alex .
kini para tamu undangan mulai maju satu persatu memberi selamat dan terakhir adiknya yang sudah tidak sabat ingin memberi selamat kepada sang kaka tak lupa dia juga membawa sebuah kotak sedang yang entah isinya apa .
"Hallo kaka ipar , aku Cantika adik kandung ka Alex" ucapnya dengan senyum
Nanda membalas senyum Cantika dan menatap Alex dengan tatapan meminta penjelasan .
"kamu bener adik nya Alex ? kok aku baru tahu" tanyanya
__ADS_1
Cantika tersenyum
"apa ka Alex tidak cerita kepada kaka ipar?" tanyanya
Cantika dan Nanda saling menatap Alex dengan tatapan tajam , Alex yang di tatap jadi salah tingkah dan menggaruk kepala nya yang tidak gatal .
"hehe ,, kaka lupa dek yang terpenting kan kamu sudah tahu kaka ipar kamu" ucap Alex
"jahat kamu mas , kamu engga cerita sama aku"balas Nanda
" kasih hukuman ka , biar ka Alex kapok gak lupain adiknya"keruh nya
Nanda pun tertawa bersama Cantika dan mereka saling peluk , Cantika sangat senang bertemu dengan kaka ipar nya yang ternyata sangat cantik dan tidak sombong .
Cantika pun tahu kalau kaka nya menutupi identitas asli nya dari Nanda , tapi Cantika sangat senang ternyata kaka ipar nya berbeda dari wanita-wanita yang sering dekati kaka nya terutama mantan kekasih nya dulu yang hanya memanfaatkan harta kaka nya saja .
Mih , apa yang mamih pikirkan tentang kaka ipar itu semua nya salah kaka ipar seorang wanita yang baik dan tulus mencintai ka Alex mih tanpa melihat harta.batin Cantika
Kini mereka berfoto bersama Cantika yang selalu nempel terus dengan Nanda membuat Alex tersenyum , ternyata adik nya senang dan tidak menolak kaka ipar nya .
Acara pun selesai tepat di malam hari para tamu undangan kini sudah mulai pergi satu persatu , Nanda sudah lebih dulu masuk ke dalam kamar karena dia sangat lelah seharian melayani para tamu undangan yang terus berdatangan .
Alex menghampiri adik nya yang tengah duduk santai sambil memakan keripik kesayangan nya .
"kamu tidak pulang dek" tanya Alex
Cantika menatap kaka nya dan menggeleng pelan .
"aku ingin menginap di sini ka , lagian mamih tidak ada di rumah mamih sedang di luar negri karena perusahaan anak cabang ada masalah"keluhnya
Alex mengangguk mengerti , dia tahu adik nya kesepian di mansion .
"yasudah kaka ke kamar iya , nanti kamu langsung aja ke kamar pilih kamar mana saja" ucap Alex
Cantika mengangguk dan melanjutkan aktifitas nya .
__ADS_1